
Di bulan November,musim sejuk telah berlangsung di Italia.Kedinginan salju mengingatkan Rokey kepada Asfra tentang pertemuan pertama mereka di Kota K dalam bulan yang sama lebih kurang setahun yang lalu.
Rokey menghembus nafas panjang disaat dia berjalan menyelusuri sepanjang jalan Time River.Menghabiskan masanya dengan menikmati hembusan angin dingin musim sejuk sembari mengingati kenangan terindah bersama Asfra.
"As,alangkah baiknya jika kamu ada disini?Aku benar-benar kangen sama kamu."Bisiknya sendirian.
Urusannya di Italia hampir selesai sepenuhnya.Hanya perlu sedikit waktu untuk menyimak semula identitas di keluarga Keiser dan juga di organisasi Red Eagle.
Setelah kelelahan berjalan di sepanjang tebing sungai,dia membawa diri ke cafe yang berdekatan untuk menghangatkan badannya yang mula kedinginan kerana terlalu lama berjalan dalam musim yang dingin.
Oleh kerana dia tidak memerhatikannya arah jalannya, tubuhnya berlanggar dengan sosok yang kekar sehingga menyebabkan dia hampir hilang imbangan sewaktu masuk ke cafe.Dengan pantas pria yang melanggarnya terus menggapai punggung Rokey daripada terus terjatuh.Mata mereka saling bertatapan.
Sosok dan tatapan yang amat dikenali olehnya.Setelah sekian lama wajah itu hampir dilupakan,namun empunya sosok itu muncul kembali disaat hatinya sudah membaik setelah kehadiran Asfra.Rokey tersedar dari lamunannya.
"Ru..Ruvian?"Kata Rokey dengan suara yang bergetar,terkejut dan sedikit canggung.
"Rokey?"
Kelihatan Ruvian juga turut terkejut.Punggung Rokey segera dilepaskan.Kedua-duanya di didalam dunia sendiri.Suasana di dalam cafe seakan-akan sunyi sesaat.
*******
"Ruv,kok kamu ada disini?Punya kerja ya disini?" Soal Rokey sebaik saja mereka duduk semeja di cafe.
"Ya.Aku dapat undangan dari perusahaan terkenal disini untuk hadiri press conference.Kamu sudah lama kembali kesini?"Tanya Ruvian pula sambil menyeruput latte panas yang ada di atas meja.
"Tidak terlalu lama kok.Kira-kira sebulan yang lalu gue kembali ke sini.Kamu apa khabar?Aru gak ikutan?"Tanya Rokey saja berbasa-basi.
"Aku baik-baik saja.Aru,dia enggak ikutan.Lagian dia perlu banyak kerja-kerja yang perlu dia urusin setelah kejadian beberapa bulan lalu."
__ADS_1
Wajah Ruvian sedikit suram.Memikirkan apa yang telah terjadi kepada karier Arumi sebagai seorang artis seni yang baru saja meningkat naik.Namun menurun dratis setelah tersebarnya kasus peniruan karya seni artis seniman lain.Ramai sposer menarik semula pelaburan mereka.
Kini Arumi berusaha semula untuk menaikan semula taraf kariernya yang telah hancur.Rokey diam sesaat sewaktu Ruvian membahas tentang Arumi.
Dia tidak pernah menyesal melakukan hal sebegitu kepada Arumi kerana itu adalah konsekuensi yang harus diterima kerana sudah mengkhianati dan menjebak dia tanpa memikirkan akibatnya.
Rokey menyeruput mocha hangat yang sedari dari tadi tidak diusik setelah dihantar oleh pelayan restoran tadi.
"Kamu gimana key?Apa kamu baik-baik aja?"Ujar Ruvian sekadar ingin tahu keadaan Rokey walaupun suasa pertemuan mereka sedikit canggung.
"Aku baik-baik aja.Malah terlihat lebih baik setelah kamu menikahi Arumi."Tegasnya.Rokey membanting pandangannya ke segenap arah.Berpura-pura menikmati pemandangan luar cafe yang mula dipenuhi taburan salju berwarna putih susu.
"Key,kamu masih marah ya sama aku.Key,aku minta maaf kerana tidak menunaikan janji-janji aku."Ucap Ruvian dengan suara yang lirih.
"Dah lah Ruv.Bygone is bygone.Aku udah ngak simpan di dalam hati.Aku juga ngerti itu bukan kemahuan kamu."sahut Rokey lagi.
Rokey menghembus nafas kasar.Badannya disandarkan sedikit kebelakang sambil memeluk tubuhnya sendiri.
Sontok anak mata Rokey membesar sebaik saja mendengar kata-kata Ruvian.
"Apa!Hey!Kamu sadar ngak apa yang kamu ucap barusan?Ruv,aku sama kamu udah ngak punya apa-apa lagi hubungan.Kamu itu sudah jadi kakak ipar aku.Ngak pantes kamu ngomong sebegitu."Ujar Rokey dengan nada yang kesal.
Ruvian tidak menyahut kata-kata Rokey.Dia tahu hal itu salah.Namun Rokey adalah gadis yang dia cintai sejak sekian lama.Tidak mungkin dengan semudah itu menyingkirkan rasa cinta Rokey dari hidupnya.Dia tidak mencintai Arumi dan hal itu amat pasti.
Dari luar, hubungan mereka terlihat bahagia.Namun di dalam segala duri yang mencengkam seluruh tubuhnya.Biarpun Arumi sudah membuat dia senyaman mana sekalipun,dia juga tetap bersikeras terhadap perasaannya sendiri.
"Ruv,aku pergi dulu.Aku punya urusan lainnya selepas ini.Sebelum aku pergi,aku punya sedikit nasihat untuk kamu."
"Nasihat?"Wajah Ruvian sedikit cemberut.Wajah Rokey ditatap dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Ruv,kita itu masing-masing punya masa lalu.Masa lalu itu tidak bisa menjamin kebahagiaan kamu jika kamu gak move on.Aku sudah punya pilihanku sendiri.Sudah tentunya kamu punya juga.Luangkan sedikit masa kamu untuk dekatin Arumi.Aku percaya dia bisa membahagiakan kamu."Kata Rokey sambil menatap datar wajah Ruvian.
"Tapi aku masih ngak bisa Key?"Jawab Ruvian lagi.Dia cuba meraih tangan Rokey.Namun cepat-cepat Rokey menarik tangannya dan menyembunyikan di bawah tablet cloth.
"Bagilah sedikit waktu untuk kamu berdua memahami diri masing-masing.Aku percaya kamu bisa melakukannya walaupun hal itu sedikit sulit buat kalian.Ingat itu Ruv.Maaf!aku harus pergi dulu."Ucap Rokey lalu meraih tas tangannya dan melangkah laju menuju pintu keluar cafe.
Ruvian hanya menatap punggung Rokey dengan perasaan yang penuh kecewa.Dia benar-benar rindukan sosok cewek itu.Akhirnya dia menghempas keluhan kasar kerana kebodohannya sendiri melepaskan Rokey pergi tanpa penjelasan.
*******
"Key,hari ini kakak ada urusan di pangkalan
Red Eagle.Kamu harus ikutin sekali.Setidaknya buat kali terakhir sebelum pengunduran kamu dalam organisasi ini.Setelah itu barulah kamu tiada lagi ikatan lagi dengan organisasi ini."Ujar Andiia.
"Baik kak."Jawab Rokey ringkas.
Segala ikatan dia dengan Red Eagle sudah pun diselesaikan.Kini dia tidak lagi ada kaitan dengan organisasi itu.Setidaknya tiada ramai organisasi yang mengenalinya.Namun tetap aja dia harus berhati-hati.Munsuh itu tidak akan mengira kamu siapa meskipun sudah mundur dalam organisasi gelap.
Malam itu Rokey bisa tidur dengan nyenyaknya.Potret Asfra ditatapnya dengan penuh kerinduan.
Perkara pertama,sudah sukses dilakukan.Kini hanya perlu menyelesaikan dua perkara lagi yang tersisa.
Ponsel diatas nakas segera dicapai.Tanganya begitu laju mencari nombor ponsel Asfra.aDiq ingin mendengar suara-suara macho dari Asfra setelah beberapa hari tidak menghubungi pria itu.
Rasa rindunya semakin mencengkam perasaannya.Dia tidak tahu bagaimana lagi dia bisa lakukan untuk melepaskan kerinduan terhadap pria yang dia sayangi kini.
Dia nekad,setelah selesai semuanya,dia akan membantalkan perjanjian yang mereka telah buat sebelum pernikahan mereka enam bulan lalu.
*****Cinta Rokey kepada Asfra semakin kuat.Apakah yang terjadi di antara mereka nanti ya?
__ADS_1
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy reading gais..