
Seminggu kemudian,Rokey dan Asfra kembali lagi ke Indonesia.Andani dan Marquis sudah terlebih dahulu pergi tiga hari sebelumnya.Manakala Andiia dan Dominic terus kembali ke Itali kerana masih lagi ada urusan yang penting untuk dilakukan.
Di Bandara Internasional K City..
"Aduh,kok rame yang ada disini!."Guman Rokey.Dia merasa risih dengan kehadiran pengunjung yang terlalu ramai disaat mereka tiba di bandara Kota K.
Di balai ketibaan,Andani dan Martin Lufta sudah menanti kedatangan mereka dengan seringaian yang panjang.
Martin Lufta begitu terkejut disaat melihat Asfra meraih punggung Rokey sembari berjalan menghampiri dia dan Andani.
"Loh, Wena?Kapan kamu berdua sama Asfra ke Jepang."Ucapnya yang masih lagi tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Rokey hanya mampu tersenyum dan mengatakan apa-apa pada Martin.
"Om,Apa khabar?"Tanya Rokey lalu menyalami tangan Martin dan tersenyum lebar.Wajah yang sedikit berisi itu semakin menggemaskan sesiapa yang menatap senyuman wanita itu.
"Bagus!bagus!"Jawab Martin ketus sambil mengangguk kepala dan tangan kirinya mengurut-ngurut dagunya yang terlihat sedikit runcing.
"Pa,kenalin ini bakal istri As."Ucap Asfra lalu tersenyum.
"What?Are you kidding me?"Jerit Martin yang begitu terkejut dengan pengakuan Asfra.
"Yup!Dan kami berencana mau mengumumkan pernikahan kami dalam waktu terdekat ini."Kata Asfra lagi.
"Kamu!Gimana kamu bisa menyembunyikan hal ini daripada papa?Apa Presider Rugian mengetahui hal ini?"Tanya Martin yang jelas sedikit risau akan sosok kuat lelaki tua lebih separuh abad itu.
Dia agak khuatir akan penerima keluarga Assama setelah kegagalan hubungan Ruvian dengan Rokey terdahulu.Dengan alasan Asfra seorang anak laki-laki yang bebas bersosialitas tanpa batas.Dia mengenali sikap sosok anak kandungnya,merasa sedikit khuatir akan posisi Rokey yang mungkin tidak akan bertahan lama jika berada di samping Asfra.
"Papa,tenang aja.Semuanya udah diuruskan kok."Jawab Asfra yang menampakkan senyuman sumrigah.
"Anak nakal!"Kata Martin ringkas.
Akhirnya mereka meninggalkan bandara dan menuju mansion Assama.Ada urusan yang belum diselesaikan.
__ADS_1
Setibanya di mansion Assama, kedatangan Asfra,Rokey,Martin dan Andani disambut mesra oleh Rugian dan semua isi mansion tersebut termasuk Ruvian dan Arumi.
Setelah mendapatkan panggilan dari Rugian,mereka diminta kembali ka mansion Assama kerana Rokey telah kembali dari Jepang dengan membawa berita gembira.
Dengan penuh tanda tanya,Ruvian dan Arumi kembali dengan segera ke mansion Assama.Setibanya disana,suasana di mansion itu terlihat meriah sekali.
"Kakek,ada apa ya memanggil kami datang kemari?Apa ada acara ya?"Tanya Arumi setelah menyalami tangan Rugian.Kini salaman diganti pula dengan Ruvian.
"Sebentar lagi kita akan tahu.Kita tunggu dulu kepulangan Wena dan Asfra dari Jepang.Sebentar lagi mereka akan tiba."Ucap Rugian menambahkan lagi penasaran seisi warga mansion itu.
Ruvian dan Arumi saling berpandangan.Mereka tidak menyangka bahawa kedua-dua insan itu selama ini ada di Jepang.Mereka menyangka Rokey berada di Italia bersama-sama keluarga yang mendukung dia semenjak dia kuliah di luar negeri.Ternyata mereka masih lagi belum mengetahui bahawa Rokey adalah putri Keiser.
Di gerbang masuk mansion Assama, kelihatan tiga buah mobil mewah masuk ke perkarangan kediaman Assama dan berhenti betul-betul di hadapan warga Assama yang sudah menanti kedatangan mereka.
"Kakek!"
Jerit Rokey dengan gembira sembari mendakap tubuh lelaki tua yang hampir bongkok itu.Dengan cucuran air mata dia melepaskan segala kerinduan terhadap pria tua itu.
Tangan lelaki tua itu tanpa tertahan lalu mencubit kedua-dua pipi Rokey yang semakin berisi.Wajahnya semakin berseri-seri.
Dalam diam,Ruvian mencuri sekilas pandang sosok mantan pacarnya itu.Seperti biasa,hatinya berdetak kencang setiap kali menatap wajah Rokey.Perasaannya terhadap Rokey tidak pernah terhakis dari hatinya sedikit pun.Walaupun telah menikahi Arumi,hatinya sama sekali tidak ada untuk istri yang sudah di nikahinya lebih dari setahun itu.
*******"
"Wena,Asfra.Berita apa ya yang kamu berdua mahu sampaikan."Tanya Rugian setelah mereka sekeluarga selesai makan malam.
Asfra dan Rokey saling bertatapan sambil tersenyum kearah mereka.Tangan mereka yang saling bertautan menyebabkan sesetengah warga di mansion itu melototoan mata tidak percaya dengan apa yang mereka lihat kini.
"Kami akan menikah!Jawab mereka serentak sehingga menyebabkan suasana didalam ruangan istirehat mansion itu sepi dan kaku buat sesaat.
"What!"
Kini warga Assama pula yang tersigap kaget mendengar berita yang disampaikan oleh Rokey dan Asfra.Mereka sama sekali tidak menyangka akan mendengarkan berita pernikahan dari kedua-dua pria dan wanita itu.
__ADS_1
"Tahniah!"Akhirnya Rugian bangkit dari tempat duduknya dan lalu memeluk tubuh Asfra dan Rokey berganti.
"Ini memang berita yang menggembirakan.Asfra,apa keluarga kamu sudah mengetahui berita ini?"Kata Marlina pula.
"Sudah tante.Asfra sudah mengabarkan kepada mereka.Malam besok kami akan mengadakan majlis pengumuman tentang pernikahan ini dan dua bulan nanti acara pernikahan kami akan berlangsung."Kata Rokey dengan antusias.
"Aku hairan ya!sejak kapan kalian berdua pacaran.kok,kita gak tahu.Sorang lagi di Kota K,sorang lagi di Kota Zen, apa kalian berdua melakukan cinta jarak jauh."Ucap Rafael seakan-akan menyindir keduanya.
"Ya!bisa aja begitu."Ucap Asfra ringkas.Kedua-dua pria itu saling bertatap mata.Ada ketidak puas hati terbit di hati masing-masing apabila mengingati kembali peristiwa yang terjadi diantara mereka bertiga dahulu.
"Ya udah.Gak usah terlihat canggung begitu.Lagian gak lama lagi kita juga sudah jadi satu keluarga?"Ucap Rugian lalu menepuk pundak Rafael agar tidak meneruskan permainan tatapan mata dengan Asfra.Entah kenapa,pria tua itu merasakan ada sesuatu yang pernah terjadi diantara mereka bertiga.
Asfra dan beberapa warga Assama mengobrol dengan rancaknya.Rokey merasakan ingin makan lagi lantas pergi ke dapur untuk membuat cemilan sebagai alas perut.Semenjak hamil, seleranya semakin bertambah.
"Wah,gue gak nyangka ya kamu benar-benar berbakat untuk menggoda lelaki.Dulu,Ruvian, sekarang adiknya.Kamu bener-bener pintar ya?"Kata satu suara yang tidak asing pada indera pendengarannya.Namun kata-kata Arumi tidak dibalasnya.Dia meneruskan aktivitas menyediakan cemilan buat menganjal alas perut yang lapar.
"Kayaknya selera kamu besar juga ya?Baru sejam tadi kita makan,kamu makan lagi.Apa jangan-jangan kamu hamil.Sebab itu kamu berdua nikahnya buru-buru..ooo...atau kamu hamil anak jantan lain kemudian kamu jadikan Asfra kambing hitam kamu ya?"Kata Arumi tanpa selindung.Dia memang sengaja ingin menyakiti hati Rokey.
Namun dia tidak menyangka bahawa Rokey akan menikahi Asfra.Paling dia tidak suka,Rokey sentiasa mendapat sesuatu yang lebih baik daripada dia.
Rokey berjalan maju mendekati Arumi.Sepiring cemilan diletakkan diatas meja.Kemudian dia mendekati Arumi sembari membisikkan sesuatu.
Mendengar penjelasan dari Rokey,matanya melotot tidak percaya.Dia benar-benar tidak menyangka bahawa Rokey mengatakan sesuatu diluar jangkaannya.
Rokey meninggal Arumi yang masih terkutat-kutat di dapur,mencerna kata-katanya.Seiring dengan kikikan Rokey,Arumi mengepal penumbuknya dengan hati yang pedih.
*****Hai gais,maaf sudah gak mampir beberapa hari.Author lagi cari ilham.Jadi sudah baca,jangan lupa ketik:
❤️like
❤️ vote
❤️ Komentar
__ADS_1