
Ruvian mengetuk-ngetuk pulpennya keatas meja.Sadari dari tadi dia tersenyum sendirian.Beberapa karyawan dari tadi tertanya-tanya mimpi apa pangeran mereka malam tadi sehingga moodnya benar-benar baik.Ruvian terlihat lebih bahagia semenjak kehadiran Rokey.
Rokey benar-benar penyeri hidupnya.Sampai kapan pun dia ngak rela berpisah dengan gadis yang dicintainya sekian lama.
Di sebalik kegembiraan Ruvian,terselit satu iri hati seseorang terhadap hubungan mereka.
Ya, orang itu adalah Asfra.Dia mengutuk dirinya kerana terlambat mengatakan cintanya kepada Rokey.
Andai dia tahu kesudahan seperti ini,seharusnya dia merebut peluang sewaktu di Jepang.Disaat Rokey butuh dukungan seseorang.
Biar gak rela melihat Rokey bersama Ruvian.Namun dia tetap menerima kedua-dua mereka dalam keluarganya.
Hubungan Asfra tidak selalu baik dengan keluarga baru papanya.Seringkali mereka bertelagah atas beberapa perkara
Sejauh soal jodoh Asfra,Martin Lufta sudah lelah dengan sikap tidak peduli Asfra.Kini semua keputusan ditangan Asfra sendiri.
*******
Kedengaran ponsel Rokey berdering.Di layar ponsel tertera nama Ruvian.Lantas dia menjawab panggilan dari Ruvian.
"Selamat siang Ruv,ada apa nelfon gue,mau ngajak makan.Masih kesiangan dong."Ujar Rokey sambil tangannya mencoret sesuatu di lembar kertas kerja.
"Key,malam ni kamu punya waktu gak.Kamu lembur gak ya?"
"Rasanya gak ada deh Ruv.Ada apa ya?"
"Oh,gini nanti malam ada undangan pesta di rumah.Jika ngak keberatan gue pengen ngajak kamu skali sih.Nanti bisa kenalin keluarga gue gitu."
Pertanyaan Ruvian tidak segera dijawab.Pikirannya terganggu sesaat.Dia merenung pada dirinya sendiri.Apakah Keluarga Ruvian masih boleh bisa menerima nya lagi setelah kejadian di masa lalu.
"Key!Key!kamu dengar gak apa yang aku bilang.Jadi ngak ini malam."
"Ya!Ya! Jadi.Aku pergi kok.Nanti ngak usah jemputin aku ya.Aku datang sendiri.Cuma tunggu aku di gerbang utama saja".
"Kok bisa gitu.Emang kamu mau nyetir sendiri."
"Iya,iyalah Ruv.Emangnya gue gak pernah nyetir sendiri apa?"Ada kikikkan lembut kedengaran di hujung talian Ruvian.
Mendengar ketawa Rokey saja bisa membuat hatinya galau.
"Acaranya jam delapan setengah ya?Jangan sampei telat."Balas Ruvian lagi.
__ADS_1
Panggilan di matikan.Rokey mengeluh berat.Baru saja ingin merehatkan minda, ponselnya berdering lagi.Kini kakeknya menelefon.
"Selamat siang pak presiden?Apa perlu saya bantu?"Ujar Rokey dengan sopan.
Di hujung talian, Presiden Rugian sedikit terkejut bila mendengar Rokey menjawab panggilan dengan sopan.
"Wen, kamu mimpi apa?Kok kedengaran suara kamu lain aja?Ada masalah di kantor ya?"Tanya Presiden Rugian dengan sedikit cemas.
"Gak ada apa-apa kok kek!Tadi,baru saja Presiden dari Pratama Indra nelfon,kemudian dicari sama Presiden Assama di kantor.Wah bisa menang loteri nih!"Kata Rokey lalu tersenyum sendiri.
"Oh,Jadi Ruvian udah bagitau kamu jika malam ini ada pesta di mansion Lufta."
"Ya kek,Wen juga udah terima undangan nya.Kakek nanti pergi sama siapa ya?Apa sama Rafael atau Arumi ya?"
"Kita pergi bertiga.Apa kamu mau kakek jemput di rumah kamu?"
"Ngak usah kek.Aku pergi sendiri aja.Lagian jalan kita juga ngak sama!"
"Ya udah.Kalu gitu kita ketemu aka di mansion Lufta ya?"
"Ya kek,sampei ketemu nanti."Balas Rokey pula.
Jam tangan ditatap sekilas. Kemudian dia memejamkan mata sesaat. Sejujurnya dia tidak mengharapkan apa-apa yang lebih dari Ruvian mahupun keluarga tirinya.
Kemudian dia terbayangkan wajah Asfra.Pria pertama yang dia jumpa sewaktu pertama kali tiba di Kota K.
Pertemuan yang mengundang banyak masalah sehingga mereka terbiasa dalam menangani masalah bersama.
Rokey mulai mengingat beberapa putaran pertama kali mereka bertemu.Di awal pertemuan, Rokey membantu Asfra ketika pria itu jatuh sakit.Pertemuan kedua terjadi ketika Asfra ditembak di pemakaman.Pertemuan ketiga, saat pesta di Italia.Selanjutnya di Jepang juga.
Sehingga dia mula mengenal sikap Asfra.Namun berlainan dengan Ruvian.Terkadang wajah Ruvian sukar untuk dibaca.Terkadang sikap Ruvian susah untuk ditebak.
Pria itu terlihat perihatin,namun terkadang melemaskan sehingga dia sendiri sukar untuk bernapas.
Seharian kerja di kantor, akhirnya dia bisa pulang awal untuk rehat sebelum ke acara keluarga milik Ruvian.
*******
Mobil Sedan Toyota berwarna metalik milik Rokey meluncur laju menuju mansion Lufta.Dalam masa setengah jam saja dia tiba di Mansion tersebut.Di hadapan gerbang masuk,Ruvian sudah menanti kehadirannya.
"Key,gimana kamu hari ini?Apa kamu sudah siap untuk ketemu keluarga aku?"
__ADS_1
Rokey menarik nafas panjang.Dia sedikit gementar.Walaupun dulu mereka pernah bertunang,namun bertemu secara khusus dengan keluarga Ruvian tidak sama sekali.
Di ruang utama mansion Lufta, terlihat tamunya sudah ramai yang hadir.Di kalangan tamu itu, terlihat bapak Asfra iaitu Martin Luther dan Ibu Ruvian iaitu Jenny Xin beramah mesra dengan tamu yang hadir.
Baru saja ingin melangkah pergi, kedengaran suara Arumi memanggil mereka.Mereka saling bersalaman.
"Kakek pikir kamu belom datang.Kenapa gak bilang sama kakek kamu sudah datang duluan."Ujar Rugian sambil menepuk pundak Rokey.
"Oo..Wen pikir kakek sama Rafa dan Aru sudah sampai duluan?"Balas Rokey lagi.
"Iya udah kok.Yuk kita ketemu dulu sama papa dan mama.Rasanya mereka sudah menunggu kita."Kata Ruvian lalu mengandeng lengan Rokey untuk masuk ke dalam mansion.
Manakala Arumi pula berjalan beriringan dengan kakeknya Rugian.Di belakang Rokey dan Ruvian,Arumi merenung tajam kearah Rokey.Hatinya penuh dengan iri hati terhadap Rokey.
Di dalam pikiran Arumi,walau apa cara sekalipun dia mahu Ruvian menjadi miliknya.
"Humm. ..Jika dulu aku berhasil pisahkan kamu, waktu sekarang juga aku bisa lakukannya lagi."Gumannya di dalam hati.
Jika dari paras rupa,Arumi terlihat lebih cantik dari Rokey.Boleh dikatakan sebagai wanita penggoda pria.Siapa-siapa saja bisa lemah melihat keayuan dan kelembutan Arumi.
Andai kata Ruvian tidak kuat mempertahankan hubungan mereka,dia juga bisa terjebak dengan permainan Arumi.
Acara keluarga dimulakan.Ruvian mengambil kesempatan untuk memperkenalkan Rokey kepada mereka.Ruvian tahu selama enam tahun ini banyak perubahan yang terlihat pada diri Rokey.
Rokey bisa dibanggakan sebagai seorang pacar.Malah sebagai anak juga.Meskipun bukan dari keluarga asli Assama,dia tetap bisa di banggakan kerana status pekerjaannya di kantor.
Rokey berjaya atas kaki sendiri serta usahanya sendiri.Tanpa bantuan dari keluarga Assama dia berjaya maju kehadapan.
Malah perusahaan Assama juga memerlukan kemahirannya.Kejayaan Rokey membuat Presiden Rugian bangga.Namun bagi Rafael dan Arumi, ianya mengundang bencana.
Dengan kemahiran dan pengalaman Rokey menguruskan bisnes,sudah pasti ahli keluarga Assama khuatir jika satu hari nanti Rokey bisa mendapatkan Warisan milik keluarga Assama.
Oleh itu setiap kali Rokey tiba di villa milik keluarga Assama,mereka kadang-kadang terlihat dingin terhadap Rokey.Rokey sentiasa menyedari hal itu.Sebab itu dia mengambil keputusan untuk tinggal di luar kediaman Assama.
Rokey tidak mahu ngerusak hubungan yang sudah lama tidak bagus.Setidaknya mereka merasa aman tanpa kehadiran Rokey di mansion itu.
Kini fokus utama Rokey malam ini adalah ketemu dengan orang tua Ruvian.Dia tidak mahu memberi tanggapan yang buruk kepada orang tua Ruvian pada perkenalan pertama mereka.
Rokey menghela napas dalam-dalam.Dia berharap malam itu semuanya baik-baik saja.
*****Jangan lupa ikuti kisah selanjutnya ya.
__ADS_1
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?Happy reading gais.