
Akhir pekan tiba lagi.Kebiasaannya Asfra,Sandy dan Daniel mengunjungi klub malam untuk meluahkan masa bersama.Namun kali ini mereka bertiga harus ke bali untuk menghadiri satu acara majlis amal dan perusahaan mereka salah satu daripada perusahaan yang telah mendapat undangan.
Acara amal tersebut bermula pada jam setengah sepuluh pagi.Ramai yang menghadiri acara tersebut termasuklah ahli perniagaan yang terkenal I Indonesia.
"Dan!Kelihatannya ramai juga ya,menghadiri acara ini.Ngomong-ngomong ada cewek cantik gak!"Kata Sandy antusias.
"Lho,bisa gak,gak kepikirin cewek doang.Kita kesini punya acara penting tau."Ujar Daniel mengingatin Sandy.
"Well,you know me!"Ucap Sandy bersahaja sambil memperkemaskan dasinya.
"Dasar playboy!"Celetuk Sandy lagi.
"As,kok kamu diam aja.Ada apa?"Tanya Daniel setelah menyedari Asfra diam membisu sejak setengah jam mereka mula masuk ke aula acara tersebut.
"Gak papa.Yuk,kita ketemu sama direktur Arman dulu.Enggak enak jika tidak ketemu sama dia.Lagian undangan ini dia sendiri yang antarin."Ujar Asfra lagi.
Langkah kaki dihayun sederhana di ruangan aula tersebut,mencari tuan empunya undangan.Sebenarnya bukan itu yang menjadi masalah.Tapi hal lainnya.Hal yang dia sendiri sudah lupakan seriring dengan peredaran masa.
Namun setelah dia mendapat ketenangan,sosok itu muncul lagi.Bukan perasaan benci yang terlihat melainkan perasaan canggung yang mendatang jika bersua muka.
Lebih dari tujuh tahun Asfra tidak mendengarkan khabar tentang mantannya itu setelah dia meninggalkan dirinya yang mula membina perusahaannya sendiri.
"As,kok mengong!Lho kenapa As?"Tegur Sandy setelah menyedari Asfra tidak mengendah setiap perbualan diantara mereka.
"Gue gak papa!"Jawabnya dengan malas.Dia membuang mukanya sebarang arah.
"As!San!Itu Direktur Arman."Sergah Danial sebaik saja melihat sosok Arman.
"Yuk!Kita ketemu sama dia duluan."Ucap Asfra lalu menghayun langkah lebar menuju ke arah Arman.
__ADS_1
Mereka berkenalan sebaik sahaja mereka bertemu.
"Saya tak tahu jika direktur utama Lufta itu ternyata masih muda.Saya selalu mendengar tentang kamu,tapi ketemu sama orang nya saja yang belum.Ternyata benar apa yang orang katakan."Ucap Arman sebaik saja berjabat tangan dengan Asfra.
"Bapak Arman terlalu memandang tinggi sama saya.Saya hanya biasa-biasa aja kok.Gak ada yang lebih dari orang lain."Jawab Asfra merendah diri.
Mereka berbual panjang dan diselangi dengan kekehan ketawa antara mereka.Ditengah perbualan mereka,muncul seorang gadis mencelah perbualan antara mereka.
"Hai pa!Maaf jika Cindy ganggu kalian semua.Acaranya dah lama mulai,sebentar lagi kita ke acara yang utama."Kata Cindy mengingatin Arman dan juga tetamu yang mengikuti perbualan Arman.
Tiba-tiba matanya terpaku ke sosok pria yang berdiri di sebelah kanan Arman.Pria yang amat dicintainya tujuh tahun yang lalu.Hatinya berdegup kencang,seperti mobil yang dipecut laju secara tiba-tiba.Hatinya diburu rasa bersalah.
"Ya Cin!Bentara ya?Papa ingin kenalin teman-teman baru papa yang papa undang khas untuk acara ini.Kenalin ini Sandy,Danial dan ini Asfra direktur utama perusahaan Lufta."Ujar Arman memperkenalkan mereka bertiga kepada Cindy.
Mereka bersalaman.Disaat menyalami tangan Asfra, tangannya sedikit gementar.
Perasaannya berkecamuk apabila mengingati semula perbuatannya terhadap Asfra beberapa tahun yang lalu.Kerna terlalu mementingkan diri,dia meninggalkan Asfra disaat pria itu benar-benar perlukan dukungan.
Cindy sedaya upaya menyembunyikan senyuman paksaan di hadapan tetamu Arman.Berharap agar tiada siapa yang sadar akan situasi diantara dia dan Asfra.
Acara selesai pada jam dua sore.Tetamu Arman hampir kesemua sudah pulang kecuali Asfra, Sandy dan Daniel kerna masih lagi ada urusan dengan Arman.
"Om,berbesar hati kerana melaksanakan proyek gabungan ini sama kamu.Nanti Om aturkan Cindy untuk hantar proposal kepada perusahaan kamu.Gimana!"Ujar Arman sambil menepuk pundak Asfra.
Asfra hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa mengiakan kata-kata Arman.Jujurnya dia berat hati untuk membincangkan soal gabungan dengan Cindy kerana masa lalu mereka.Hal lainnya kerna dia tidak mahu Rokey salah faham akan dirinya apabila Rokey mengetahui hubungan lalu mereka.
********
"As,tadi elo knapa?Kayaknya seperti gak suka aja sama Cindy?"Tanya Sandy.
__ADS_1
"Enggak juga.Cuma aku ngerasa risih dengan tatapan matanya."Jawab Asfra jujur.
"Loh,emang knapa As?Gue lihat itu cewek oke!oke!aja?Orangnya juga cantek.Apa lagi mahunya elo?"Ujar Danial yang sadari dari tadi begitu asyik memainkan ponselnya.
"Elo berdua,jika soal cewek,emang gak bisa pisah.Emang elo berdua suka kalau gue jadian lagi sama Cindy?"Tanya Asfra sekadar ingin tahu jawaban dari Sandy dan Daniel.
"Terserah lho.Itukan urusan elo.Elo juga gak kasi tahu cerita sebenar tentang Cindy?Knapa Cindy ninggalin elo.Hubungan Cindy sama elo itu kayak apa.Kita juga gak tau?"Ujar Sandy.
Asfra diam membisu.Kali pertama bertemu kembali setelah lebih tujuh tahun hilang khabar menyebabkan dirinya tidak selesa kehadiran Cindy.
Dia kenal sikap Cindy seperti apa.Jika dia mahukan sesuatu dia mesti berusaha keras untuk dapatkannya.
Andai kata Cindy ingin balikkan semula,dia harus punya mentaliti kuat untuk berhadapan dengan sikap Cindy.Jika tidak,dia sendiri akan terjatuh dalam jebakkan keanggunan Cindy.
Dia sudah memiliki Rokey.Dan itu sudah pasti.Hubungan dia dan Rokey baru saja membaik.Mendapatkan hati Rokey saja sudah cukup membuatkannya bahagia.
Dia tidak pernah merasakan kehangatan cinta setelah ditinggalkan oleh Cindy tanpa sebarang penjelasan.
Lagian Rokey adalah istrinya.Tak mungkin dia mensia-siakan gadis yang dia sendiri benar-benar suka dan cinta.Gadis yang dai sendiri kejar setengah mati untuk dapatkannya.
Baginya,Rokey adalah gadis spesial dalam hidupnya.Hatinya sudah dikunci mati untuk Kedatangan Cindy tidak akan bisa merubah segala apa yang telah berlaku.
Hubungan dia dan Cindy sudah lama terkubur mati semenjak gadis itu memilih jalannya sendiri dan mengkhianati dirinya.
Akhirnya Asfra melepaskan keluhan berat dari hatinya.Dirinya dalam dilema.Entah apa yang terjadi sekiranya Rokey kembali lagi ke Kota K.Diq melemparkan pandangan ke sebarang arah.Fikirannya kosong.Sekosong tatapan matanya yang tiada siapa pun yang menyedarinya.
"As,yuk kita ke klub malam ni.Aku butuh sedikit hiburan.Kita juga udah lama tak liburan ke Bali.Ini kesempatan buat elo nyari pendamping baru.Itu jika elo udah tak suka sama Cindy."Kata Danial menatap kosong wajah Asfra.
*****Apakah kisah disebalik Asfra dan Cindy ya?
__ADS_1
****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?Happy reading gais..