SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
MAKAN MALAM BERDUA


__ADS_3

Seharian kerja amat melelahkan.Lagi-lagi ini hari pertama Arumi bekerja sebagai asisten Ruvian.


Walau kerja terlihat senang,namun ada juga perkara yang perlu waktu tepat untuk merancang satu rencana agar sukses.


"Arumi,gimana hari ini.Apa kamu baik-baik saja?"Tanya Ruvian sebaik mereka keluar dari ruangan Ruvian.


"Ya,lumayan juga Ruv.Kerjanya saja baru mula hari ini.Lama-lama nanti terbiasa juga".


"Bagus.Aku suka cara kamu.Apa yang penting masa dengan komitmen itu harus selevel.Baru ada kualitas kerjanya."Ujar Ruvian sambil berjalan seiringan dengan Arumi.


Mereka berjalan sama-sama menuju lift.Tanpa disadari ramai mata-mata karyawan disitu merenung kearah mereka.Lebih-lebih lagi kepada Arumi.


Ramai yang gak nyangka bahawa Arumi bisa begitu saja dengan Ruvian tanpa embal-embal panggil Ruvian dengan panggilan bapak atau bos Ruvian.


Mulalah gosip diantara mereka meyebar di perusahaan itu.Namun Ruvian menganggap nya sebagai angin dan tidak memberi keuntungan kepada perusahaan.


Paling tidak mereka juga berhenti ngobrol disaat sudah lelah mengatakannya.


"Aru, apa sore ini kamu punya rencana?.


"Rasanya gak ada deh Ruv.Ada apa ya?"


"Bagus kalau gitu deh.Yuk!kita makan dulu ya sebelum pulang.Tadi kayaknya kamu gak enak makan.Sudah pasti laper kan?


"Enggak?Aku, makannya emang segitu.Makan dikit saja .Jika enggak,nanti perutnya kerap sakit gitu lho.


"ooo...gitu ya.Ya udah,naik mobil aku saja ya.Nanti aku hantarin kamu pulang."Kata Ruvian lalu melangkah menuju pakiran mobil.


Ruvian dan Arumi sama-sama meninggalkan kawasan kantor.Dua puluh menit kemudian mereka tiba di sebuah restoran tempat dimana Ruvian dan Rokey selalu makan bersama.


Tiba di restoran...


"Kamu mau makan apa Arumi.Pesan apa-apa saja.Kitakan sudah lepas waktu kerja.Biar pulang nanti hati senang,bisa makan sama bos."kata Ruvian sambil tertawa.


Wajah Arumi memerah kerana mendengar gurauan dari Ruvian.Walau sudah mengenal lama,namun dia tetap malu jika mendengar candaan sebegitu.


"Jadi aku emang orang yang mempunyai keberuntungan ya?Pertama,bisa jadi asistennya bos, kedua diajak makan sama bos,ketiga makan berdua sama bos.Apa kamu ngak khuatir jika pacar kamu tau kita makan berdua?"


Arumi sengaja berkata begitu.Dia pengen tahu apa Ruvian merespon dengan apa yang dia katakan?

__ADS_1


"Pacar?"


Ruvian diam sesaat.Wajah Rokey muncul di benaknya.


"Rasanya dia ngerti kok.Lagian kita sama-sama sibuk akhir-akhir ini."


"Apa aku bisa tanyakan soalan ya?"


"Soalan?Apa soalannya?"


"Apa kamu sama Wen pacaran ya?Maaf,aku bukan mau ikut campur urusan kamu.Pengen tahu saja!"


Ruvian tersenyum.Dia langsung tidak menyangka bahawa Arumi menanyakan soalan itu.Dengan hati yang senang dia menjawab pertanyaan Arumi.


"Iya,aku sama Wen emang pacaran.


"Apa kamu enggak menyesal pacaran sama dia".


"Menyesal? Apa yang salah dengannya?"Ruvian sedikit terganggu dengan soalan Arumi.Arumi seakan bermain dengan emosinya.


"Maaf jika aku lancang.Jujurnya hampir setiap malam dia pergi klub.Apa kamu tahu, dia bikin apa disana?"Ujar Arumi sambil memancing perasaan Ruvian.


Kata-kata Arumi ada benarnya.Apa yang dia buat,dengan siapa dia ketemu,dari pihak mana dia berurusan.Dia sendiri tidak tahu.Malah dia tidak buruk sangka dengan Rokey sama sekali.


Asalkan itu berkaitan dengan urusan kerja dia akan mempercayai Rokey.Dia tidak mahu hubungannya sama Rokey berantakkan gara-gara mendengar hasutan dari orang lain.


"Asalkan itu urusan kerja.Ya,aku percaya sama dia."Ujar Ruvian lagi.


Kemudian makanan dihidangkan.


"Yuk,makan makanannya.Nanti kesejukkan.Ngak enak jika makan."Kata Ruvian lagi.


Sedang mereka makan,sosok badan Rokey masuk ke dalam restoran tempat dimana Ruvian dan Arumi sedang makan.


"Ruv,itu kayaknya Wen deh.Ketemu siapa dia disini."Kata Arumi.


Ruvian segera menoleh kebelakang.Dia mendapati Rokey bersama-sama dengan dua pri yang penampilan nya dari bukan orang tempatan.Berbadan tegap,wajah tegas dan ganteng.


Mengenakan Jas hitam sewarna dengan celana serta membimbit satu tas berwarna hitam.

__ADS_1


Rokey masih dengan pakaian formalnya ketika bertemu dengan klien.Mereka bertiga berjalan dengan penuh keyakinan.Terlihat seperti orang yang terpengaruh yang mempunyai temu janji yang amat penting.


Rokey terlihat tetap cantek dan elegant meskipun berdandan sederhana sahaja.Ruvian tersenyum sendiri.Dia senang setelah melihat wajah Rokey.


Rindunya sedikit terubat setelah wajah itu benar-benar muncul dimatanya.Meski pun tidak bertegur sapa,itu sudah cukup baginya.


Arumi yang melihat keadaan itu menjadi sakit hati.Dia menggigit bibir bawah kerana geram melihat Rokey.Begitu juga dengan Ruvian, tiba-tiba mengabaikan dirinya setelah melihat sosok Rokey.


"Ruv,apa kamu tahu siapa pria ganteng dengan Wen itu.Apa kamu mengenal mereka?"Tanya Arumi lagi.


"Ya,akukenal.Tapi bisa aja partner nya.Ya,mereka berdua terlihat hormat pada Wen.Bisa aja Wen minta pertolongan dari mereka.Mungkin mereka ketemu sama Klein penting."Jawab Ruvian lagi.


Kedua-dua pria bersama Rokey itu adalah Gerald dan Emmet.Jika berurusan dengan tetamu yang penting,mereka sentiasa bersama-sama Rokey.Itu sudah menjadi tanggungjawab mereka untuk menjaga keselamatan Rokey.


Tidak lama setelah itu, terlihat empat orang pria pertengahan umur berjabat tangan dengan Rokey.Mereka terlihat seperti pria dari luar negeri.Gerald dan Emmet hanya berdiri dibelakang Rokey sambil memerhati tetamu Rokey.


Tetamu yang bertemu dengan Rokey malam itu adalah wakil dari cabang dari perusahaan RKK Group di Kota Zenn.Meskipun Rokey masih muda,namun integritas Rokey sudah cukup membuatkan mereka kagum dengannya.


Tujuan pertemuan mereka adalah untuk melakukan penggabungan perusahaan induk dengan perusahaan cabang.Ini adalah untuk menguatkan perusahaan Gaotou Holding di Kota Zenn.


Lagi satu ianya memerlukan pemantauan dari Rokey untuk melaksana proyek yang bakal terjalin di kota Zenn nanti.


Oleh itu Rokey harus meninggalkan perusahaan Assama kepada Rafael.Sekarang kondisi perusahaan Assama sudah semakin membaik.Jadi dia tidak perlu khuatir lagi untuk melepaskan kerjanya kepada pegawai yang berada di perusahaan Assama.


Berbalik pada makan malam Ruvian dan Arumi,mereka menikmati makan malam berdua.Rokey tidak menyedari bahawa Arumi bersama Ruvian.


Namun begitu Ruvian sedikit hampa kerana Rokey tidak memberi khabar kepadanya setelah sepanjang hari bekerja.Panggilan mahupun mesej tidak dibalas oleh Rokey.


Dia menyedari satu sikap dari Rokey.Rokey mementingkan kerja daripada dirinya.Kadang-kadang terlupa memberi khabar buatnya.Kadang-kadang seperti mengelak untuk bertemu dengannya.


Kadang-kadang Ruvian sendiri tidak tahu apa mahunya Rokey.Sehingga dia berfikir adakah dia dia sudah salah mengatur langkah untuk berteman dengan Rokey.


Setelah selesai makan malam,Ruvian menghantar Arumi pulang ke mansion Assama.Setelah Ruvian hilang dari pandangan,Arumi segera mencapai ponselnya lalu memberi khabar gembira buat Jenny...


****Apa mahunya Ruvian ya.Apa Arumi memanfaatkan keadaan Rokey dan Ruvian yang sedang merenggang.


*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?


*****Happy reading gais.

__ADS_1


__ADS_2