SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
DIA IBUKU-(PART-2)


__ADS_3

Di dalam kamar rawatan patien VVIP, kedengaran suara dua insan yang sedang berbual mesra.Tanpa menyadari seseorang telah memasuki kamar di mana Andani ditempatkan.


"Miss Rokey,ini makanan yang kamu pesan."Kata Taubha salah seorang orang kanan Yuri dengan membawa dua keranjang penuh di kedua-dua belah tangannya.


"Oohh..Taubha, letakkan saja diatas meja.Makasih ya."Ucap Rokey dalam bahasa Jepang sembari tersenyum kearah Taubha.


Dua keranjang penuh diletakkan diatas meja.Kemudian Taubha meminta mengundur diri kerana ada tugasan yang perlu dilakukan.


"Taubha,dimana Yuri?"Tanya Rokey sebelum Taubha beredar dari ruangan rawatan Andani.


"Boss Yuri ada tugas mendadak,Miss Rokey.Jadi dia tidak bisa melawat kamu dalam masa terdekat.Apa,ada pesanan buat Boss Yuri?"Ujar Taubha lagi.


"Gak ada apa-apa!Makasih sekali lagi ya,udah nolongin aku."Ucap Rokey lagi.


Setelah itu,Taubha keluar dari kamar Andani dengan meninggalkan dua orang pengawal peribadi di luar kamar Andani.


"Wena,Bunda penasaran deh.Knapa mereka memanggil kamu dengan Miss Rokey?Dan siapa mereka.Kayaknya mereka orang yang penting di Jepang ini.Apa nak Wena ada hubungan dengan mereka?"Kata Andani.


Dengan kehadiran Yuri dan orang-orangnya,Andani dapat menebak bahawa Rokey mahupun Yuri adalah orang yang penting di Jepang.Jika tidak,Rokey mahupun Yuri tidak akan begitu mudah memberi arahan kepada sesiapa untuk melakukan sesuatu tugas.


Bahkan dokter specialist juga menurut kata-kata mereka tanpa banyak bicara.


"Wena,kok mengong.Bundakan nanya soalan ni.Apa hubungan Wena dengan orang-orang di Jepang ini.Bunda gak percaya kamu dari orang-orang biasa saja.Kenapa mereka memanggil kemu dengan nama Rokey den bukan nama Wena.Kamu bohong ya sama Bunda."Ujar Andani sambil menatap wajah Rokey.Dia menginginkan penjelasan dari Rokey.


"Bunda,namaku memang Wena,Awena Kayla.Mereka memanggilku Rokey kerana itu nama penggilanku.Dengan orang lain mahupun pegawai-pegawaiku aku senang dipanggil Rokey.Tetapi dengan keluarga,aku lebih seneng dipanggil Wena."Ujar Rokey sambil menepuk punggung tangan Andani.


"Lalu,apa hubungan kamu dengan pria yang bernama Yuri itu.Kelihatannya dia seperti orang yang tidak baik."Andani meluahkan kekhuatirannya kepada Rokey.Sembari Rokey ketawa mendengar ucapan dari Andani.


"Bunda,Yuri itu orangnya baik kok.Dia memang pantas kelihatan seperti orang tidak baik,kerana dia mempunyai organisasi Bodyguard terbesar di Jepang.Malah perkhidmatan organisasi yang dia kendali, mendapat pengiktirafan daripada Raja Jepang.Dia juga satu-satunya temanku di Jepang.Tanpa dia,nyawa kita juga sudah hilang."Ujar Rokey sembari membunuh segala keraguan tentang dirinya dan juga Yuri.


"Ooo... syukurlah jika begitu.Bunda pikir kamu dengan temanmu itu orang yang enggak-enggak.Wen,bisa gak bunda nanya satu soalan."


Wajah Rokey cemberut.Dalam hatinya berkata janganlah ada soalan yang aneh-aneh diajukan kepadanya.Jika tidak,dia tidak bisa membohongi seseorang seperti Andani yang memiliki sifat keibuan itu.

__ADS_1


"Apa ya Bun!"Jawab Rokey dengan sedikit gugup.Tubuhnya sedikit dingin dan berkeringat.


"Ngomong-ngomong,nak Wena ni udah punya pacar tau belum?"


Rokey sedikit tersentak mendengar pertanyaan dari Andani.Dia ingin menjawab pertanyaan Andani.Tapi ada sedikit serba salah bersarang dalam hatinya.


"Itu...aku gak punya pacar,tapi udah punya suami."Ucap Rokey dengan suara yang memelan.


"Oh,Bunda kira kamu masih jomblo.Jika gak,Bunda ingin nasirkan kamu buat anak Bunda."Ucap Andani dengan jujurnya.Rojey tersenyum tipis disaat Andani meluahkan keinginannya.Sepatah kata tidak terkeluar dari mulutnya kerana kagetan.


Sedang dengan perasaan sendiri, kedengaran suara keras dari arah luar.Seperti berlaku kekerasan.Tidak lama, bodyguard yang diamanahkan oleh Yuri masuk ke ruangan Andani.


"Berlaku keributan apa diluar?"Kata Rokey dengan suara yang tegas.Andani yang duduk di ranjang berasa sedikit kaget dengan tingkah laku Rokey sebentar tadi.Dia tidak menyangka gadis yang terlihat lembut dan sopan itu memiliki sisi sikap yang lainnya.Sudah jelas menunjukkan Rokey bukan gadis sebarangan.


"Itu Nona Rokey,ada pria diluar mengaku anak dari nyonya ini!"


Brraakk!!!


Pintu kamar VVIP itu,dihempas dengan kasar sehingga boleh didengari setiap ceruk kamar tersebut.


Asfra tidak meneruskan kata-katanya.Pemandangan di depan matanya, menyebabkan matanya membuyar besar.Di atas ranjang,sang ibu tersayang sedang duduk dengan santainya.Manakala sosok gadis berbalut kepala,duduk diatas kerusi roda salah istri tercinta.Asfra benar-benar kekagetan.


Dia menghembuskan napas lega.Namun dalam masa yang sama kepikiran gimana kedua-dua wanita itu bisa dapat kecelakaan di tempat yang sama.Malah sama-sama menginep di rumah sakit yang sama.Tapi itu bukan persoalannya.


Di kamar itu Andani dan Rokey,terlihat kaget dengan kedatangan mengejut Asfra.


"Sayang,gimana bisa kamu ada disini?"Ujar Andani setelah Asfra menyalami tangannya serta mencium kedua-dua pipi Andani.


"Pihak rumah sakit mengabari berita tentang bunda.Aku bergegas kemari kerana takut bunda kenapa apa."Ucap Asfra dengan perasaan yang sedikit tenang.Kini tatapan matanya jatuh keatas Rokey.Rokey menundukkan kepalanya, berharap agar Asfra berpura-pura tidak mengenal dirinya.


"Kenalin ini Awena.Dialah penyelamat bunda."Kata Andani sambil memperkenalkan Rokey kepada Asfra.


Dengan perasaan yang tidak tertahan,Asfra meraih badan Rokey masuk ke dalam dakapannya,sembari mencium puncak kepala Rokey.

__ADS_1


"Kamu bener-bener,telah membuatkan aku khuatir."Ucap Asfra dengan suara yang lirih.Andani yang melihat kelakuan Asfra,begitu kekagetan.Dia tidak menyangka dengan mudahnya Asfra memeluk gadis yang baru dia jumpa.Malah dengan ringannya mencium puncak kepala Rokey.


"Asfra, perjelaskan semua ini.Apa yang berlaku disini?Apakah kamu mengenal gadis ini?Atau kelakuan kamu masih lagi lancang dengan semua gadis yang kamu baru temukan."


Begitu tegasnya suara sang ibu memarahi sang putra tercinta.Dia begitu kenal dengan sikap ceroboh anaknya itu sehingga seringkali menyakiti hati orang tuanya.Andani tidak mahu Asfra terus bergelumang dengan dosa.


Dengan senyuman yang lebar,Asfra meraih tangan Rokey dan mendekatkan tangan gadis itu dengan tangan di ibunya.


"Bunda, kenali ini adalah gadis yang pernah menyelamatkan nyawa anak bunda setahun yang lalu.Kerana dia juga,anak bunda ini telah berubah, kemudian jatuh cinta dan seterusnya ingin melamar dia.Apakah bunda bersetuju?"Kata Asfra mengharapka jawaban dari sang ibu.


"Bunda,gak setuju.Dia sudah punya suami.Apa kamu sudah segila itu kerna ingin memiliki sesuatu yang bukan milik kamu.Apa kamu gak takut akan dosa?"Jawab Andani dengan perasaan kesal.


Asfra sedikit kaget dengan penyataan Andani.Kemudian tatapan matanya jatuh kearah Rokey.Meminta penjelasan dari sang istri.


"Maaf,aku gak tahu dia bundamu.Sewaktu bundamu ingin nasir aku untuk anaknya,aku jawab aku sudah menikah."Ucap Rokey.Ada senyuman disebalik kegugupan hatinya.Asfra menarik napas lega.Kemudian dia berbalik badan menghadap Andani sembari memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


"Bunda,dialah istriku.Maaf,kerna merahsiakan hubungan ini.Ini semua kerna keselamatan Wena."


Akhirnya Asfra berterus-terang dengan Andani.Biarpun sedikit kesal dengan sikap Asfra,dalam masa yang sama dia bersyukur kerana Tuhan mempertemukan gadis sebaik Rokey.


"Lalu,kapan kalian berdua mengumumkan pernikahan ini.Bunda tidak mahu orang berkata-kata aneh tentang anak bunda.Sudah cukup dengan khabar di Italia itu sehingga bunda seperti ini."Ucap Andani dengan nada suara keras yang masih lagi tersisa.


Rokey dan Asfra saling berpandangan.Kemudian pandangan itu jatuh kewajah Andani.


"Bunda dialah wanita Italia itu.Dialah putri Keiser yang telah Asfra nikahi tanpa mengetahui asal usul Rokey."Kata Asfra lagi.


"Apa?Apa kamu bilang barusan?Wah!Kalian berdua ternyata sudah gila.Kamu berdua bisa menyembunyikan hal sebesar ini sejak sekian lama.Awena,kemari kamu."Tingkah Andani dengan suara sedikit keras sehingga berjaya membuat dirinya sedikit takut.


"A..Ada..apa bunda?"Jawab Rokey sedikit gugup.Belum sempat Rokey menghulur kata maaf, tubuhnya direngkuh oleh Andani.


"Makasih ya udah berkorban buat bunda dan Asfra.Kamu itu bagaikan Malaikat buat kami.Bunda amat bersyukur kerana memiliki seorang anak seperti kamu."Ucap Andani sembari mencium ubun-ubun kepala Rokey.


Rokey membalas pelukan hangat Andani.Ini kali pertama dia merasakan kasih ibu sekali lagi setelah kehangatan cinta seorang ibu telah pergi bertahun-tahun lamanya.

__ADS_1


"Bunda,makasih ya?'Ucap Rokey dengan perasaan gembira..


****Teruskan membaca ya temen-teman.Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy reading gais.


__ADS_2