SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
MENAWAN HATI ISTRI


__ADS_3

Setelah selesai makan malam,Rokey membawa diri ke kolam renang yang terletak tidak jauh dari kamar lantai bawah.Di kamar itu dia merasa lebih aman dan tenang.Lebih-lebih lagi kamar itu betul-betul menghadap pantai.


.



Mereka bisa aja tidur di lantai atas.Cantik, menarik serta ruangannya juga cukup luas.Namun berbeda dengan kamar yang terletak di lantai bawah.Suasana kamar itu terlihat lebih santai,indah mata memandang serta gordon berwarna cream menambahkan sri kamar tersebut walaupun desain nya ringkas.


Rokey mendongak kepalanya menatap langit malam.Jutaan hamparan bintang-bintang menghiasi langit kelam.Walau pun terlihat suram,dengan adanya bintang-bintang dan bulan menambah lagi keindahan waktu malam.


Setelah selesai makan malam,Asfra membawa diri ke ruangan istirehat kerana ada sedikit kerjaan yang perlu dia uruskan dengan Sandy.


Setelah menyelesaikan beberapa isu berkaitan dengan urus niaga kewangan perusahaan,Asfra lalu ke lantai bawah untuk mencari Rokey.


"Bu!Bu Eni,nyonya mana ya?"Tanya Asfra dengan sopan sebaik saja dia melihat wanita separuh baya itu sedang mengemas kulkas di dapur.


"Nyonya Wen ada di kamar Selatan Tuan.Kayaknya lagi santey-santey aja."Ucap Bu Eni sambil tersenyum.


"Ya!Udah.Aku pergi dulu ya Bu?"Ucap Asfra lalu melangkah pergi mendapatkan Rokey di kamar Selatan.


"Tuan!Ini bawa teh jahenya.Biasanya selepas makan malam nyonya selalu minum teh jahe."Ujar Bu Eni lagi.


Asfra membalikkan tubuhnya kembali kearah meja makan dapur.Ada satu persoalan yang timbul di pikirannya setelah mendengar kata-kata Bu Eni.


"Bu?Ibu udah lama kenal sama Wen ya?"Kata Asfra mulakan bicara.Wajah wanita itu ditatapnya intens.Mengharapkan penjelasan dari pembantu rumah tangga yang diupah oleh Rokey.


"Sudah lama tuan.Sejak nona Wen dari umur lima tahun sehingga tujuh belas tahun."


Bu Eni berdiri menghadap Asfra.Jarak mereka cumalah sebatas besarnya meja makan sahaja.


"Jadi Bu Eni itu boleh dikatakan orang terdekat nona Wena ya?Sekarang Ibu masih lagi bekerja di mansion Assama?"Tanya Asfra sedikit penasaran.Sekiranya Bu Eni masih bekerja disitu jadi rahsia mereka lambat atau cepat akan diketahui kelak.

__ADS_1


"Ohh...Tidak Tuan.Waktu Nona Wen pergi kuliah luar negeri,saya sama suami berhenti bekerja di mansion Assama Tuan."


"Loh,knapa Bu?"


Kedengaran wanita paruh baya itu menghembus napas kesal.Kemudian dia meneruskan bicaranya.


"Semenjak Nina Wena kuliah luar negeri,suasa mansion kelihatan suram Tuan.Biasanya Nona Wena paling dekat sama-sama kita.Dia tidak pernah membedakan status kita sebagai kuli.Malah lebih senang ngobrol-ngobrol sama kita, tolongin kita,masak bareng-bareng sama kita.Bila dia gak ada pasti ada yang hilang Tuan."Kata Bu Eni panjang lebar.


"Jadi Ibu sudah tahu yang kita berdua udah nikah."Kata Asfra ingin mengetahui hal sebenar.


"Ya!Tuan.Malah ibu turut senang bila nona bilang dia sudah nikah.Ibu tumpang senang ya Tuan.Semoga hubungan kalian tatap kekal selamanya.Nona Wena itu orangnya kuat Tuan.Tapi kadang-kadang dia terlihat rapuh jika berkait rapat dengan perasaan.Jadi Ibu mohon Tuan jagain Nona baik-baik ya?"Ujar Bu Eni lalu menyerahkan gantian teh jahe yang barunya kepada Asfra.


"Makasih ya Bu."Kata Asfra lalu membawa sekaleng teh jahe kepada Rokey.


Setibanya di kamar, Asfra melihat Rokey berada di luar balkon.Angin malam itu ada sedikit dingin.Sekaleng teh jahe diletakkan diatas meja.Dengan pantasnya tangan Asfra menggapai sweater yang tergantung di rak baju.Dia mengikuti Rokey ke luar balkon.


Kayaknya Rokey tidak sadar akan kedatangan Asfra.Tanpa membuang waktu,dia berjalan keluar dan sweater itu diletakkan ke tubuh Rokey sembari mendakap erat tubuh gadis itu erat-erat.


"Key?Kamu masih lagi marah sama aku ya?"


Rokey memperkemaskan lagi dakapan tangan Asfra.Tangan milik Asfra diusapnya perlahan-lahan.


"Aku gak marah kok?Aku cuma gak tahu gimana caranya untuk menyesuaikan diri dengan kamu."Jawab Rokey dengan suara yang rendah.


Jujurnya dia malu mengatakan bahawa dia dia tidak biasa mendedahkan tubuhnya apalagi cuma mengenakan handuk.(Kecuali adegan panas mereka sewaktu bermalam di Puncak sehari sebelum keberangkatan pulang ke Italia).


"Aku tahu,kamu malu ya?"Tebak Asfra sembari menggesel lembut wajahnya pada pipi Rokey.


Saat itu juga terasa wajah Rokey sudah memanas mendengar kata-kata Asfra.Jantungnya terpacu hebat.Seperti baru saja selesai lari kencang.Selain itu tangan Asfra mula menjalar dibahagian perut nya.


Meskipun masih lagi mengenakan busana,tetap saja keperkasaan tangan pria itu menggetarkan setiap saraf uratnya.Rokey hampir lemas disaat dia menahan nafas yang mengcengkat salur pernafasannya.

__ADS_1


"Asfra?Hentikan tanganmu."Bisik Rokey lalu mencubit lengan pria itu.


"Ouchhhh..! Rokey!Kamu anak-anak nakal!"Ujar Asfra lalu mengendong tubuh Rokey masuk ke dalam kamar.Rokey menjerit sesaat.


Kemudian Asfra meletakkan tubuh Rokey ke atas sofa.Lalu menggapai kaleng teh jahe dan diberikan kepada Rokey.


Sebaik saja melihat teh jahe, Rokey tersenyum lebar.Wajib setiap malam sebelum tidur dia minum sekaleng teh jahe.Apa lagi kalau teh jahe itu buatan Bu Eni.Teh jahe bisa menghangetkan tubuhnya sebelum waktu tidur.Teh itu diminum sehingga tidak tersisa.


"Kamu suka ya teh jahe."Tanya Asfra sambil menopang dagu menatap intens wajah Rokey.


"Ya,paling favoritku dari dulu.Buatan Bu Eni paling enak sekali.Banyak kali aku bikin,tapi gak pernah pas rasanya."Jawab Rokey lalu merenggangkan semua otot-otot tubuh yang sudah pegal-pegal sembari memukul pelan pundaknya.


"Key!Kamu knapa?"


Dengan pantas Asfra bangun lalu duduk disamping Rokey.


"Ini tubuhku rasa pegal-pegal."Jawab Rokey ringkas.


"Sini,aku picitin."


Tanpa menunggu jawaban dari Rokey,Asfra membalikkan tubuh Rokey membelakangi dirinya.Asfra mula memijat pundak Rokey.Entah berapa kali gadis itu sendawa.Tubuhnya sudah masuk angin akibat terlalu lama berdiri di luar balkon.


"Tu!Kan?Tubuhnya udah masuk angin?Lain kali jangan kelamaan diluar.Jangan sampei tubuh kedinginan."Kata Asfra dengan prihatin.


Rokey tersenyum sendiri.Biarpun itu cuma nasihat yang biasa-biasa,ia kelihatan sedikit konyol kerana tanpa Asfra sadari dia meleteri gadis itu seperti anak-anak kecil.


Pijatan tangan Asfra terhenti.Rokey membuang wajah cemberut lalu membalikkan tubuhnya menghadap Asfra.


"As!Ada apa ya?"Tanya Rokey setelah Asfra senyap seketika.


"Oo gapapa..ya udah.Yuk kita tidur.Kamu tenang aja.Aku gak akan ganggu kamu kok.Usah khuatir ok."Ujar Asfra lalu mengangkat tubuh Rokey ke atas ranjang.

__ADS_1


*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy reading gais.


__ADS_2