
Setelah acara minum bersama Mr.Akio,Rokey meminta diri untuk kembali ke hotel kediamannya.Namu malangnya niatnya tergendala akibat dikejar oleh pihak media.
Tanpa Rokey sadari ada sepasang tangan mengheretnya pergi.Dia dan pria itu berlari begitu cepat sehingga mereka bisa lolos dengan paparazzi dan media.Rokey menghela nafas ketika mereka berhenti berlari.Tubuhnya dingin karena berkeringat saat mereka melarikan diri .
Rokey menelan ludahnya.Tenggorokannya terasa kering.Tangannya dingin karena terkejut.Akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang tidak ada ramai orang.
"Terima kasih kerana bantuin aku."Kata Rokey sambil membungkuk sedikit tubuhnya sebagai tanda penghormatan.Wajah pria itu tidak terlihat jelas karena mereka jauh dari lampu jalan.
"Ya!gapapa kok.Kebetulan aku lalu disana.Kamu kelihatan sulit untuk loloskan diri dari mereka.Kamu sendirian saja? Dimana penjaga pribadi kamu?"
"Pengawal pribadi?Maaf,aku gak punya penjaga peribadi."
"Benaran?Kok bisa.Emangnya nona dijemput kesana ngapain?Biasanya bila ada undangan ke sana pasti ada yang undang dan kirim?"
"Memang ada sih, mereka sudah menunggu di luar lobi.Tetapi ketika saya ingin masuk ke dalam mobil, semua media sudah ada di sana.Dan ketika aku ingin pergi,kamu terlebih dahulu larikan aku dari sana.Ya, apa-apa pun makasih ya!"
Sebaik saja mengucapkan terima kasih, Rokey menghentikan taksi untuk kembali ke hotel.Tanpa mengetahui nama pria itu,Rokey bergegas pergi.
Tapi pria itu sudah tahu tentangnya kerana dia adalah pria sama yang menyelidiki Rokey saat bertemu dengan Mr. Akkio.Rokey tiba di hotel tanpa sebarang masalah dan gangguan.
******
Pagi berikutnya, Gerald dan Emmet bertemu di sebuah kafe di dekat hotel.Pagi itu mereka harus bertemu Rokey.Dari informasi yang mereka terima,semalam desas-desus Rokey sedang dikejar oleh media dan paparazzi.
"Hari itu mereka menemani Rokey berbelanja kebutuhan untuk menyamarkan diri buat Rokey agar tidak diketahui publik. Setelah selesai berbelanja,mereka kembali ke hotel untuk menghindari media.
Malam itu, Rokey pergi ke bar untuk menghilangkan rasa bosan sendirian di hotel.Dia mengenakan wig pendek berwarna biru aras belakang pundaknya,berjas hitam labuh bercelana kulit gelap.Dia suka memakai riasan mata smokie eye kerana riasan itu tampak mengancam dan menggoda,serta menunjukkan penampilan yang gak bisa ditawan.
Seperti biasa dia selalu duduk di dekat meja bartender.Dia tidak ingin mengesankan siapa pun di sana.
Tapi tanpa disadari, seseorang menatap Rokey.Dia tertarik dengan penampilan Rokey.Dia belum pernah melihat Rokey sebelumnya,itu sebabnya dia bisa mengetahuinya sekali lihat saja.
Dia ingin mengenali Rokey.Tetapi ketika dia mendekat, seseorang memanggil dia.
__ADS_1
Pria itu agak kecewa.Sebelumnya dia tidak pernah tertarik untuk mengenali langsung cewek-cewek yang pernah ada di club itu.
"Ayo pergi. Tapi sebelum itu, aku mahu seseorang memperhatikannya."Pria bernama Yuri itu memberitahu orang bawahannya agar mengawasi Rokey.
"Kenapa bos. Apakah dia mata-mata untuk musuh?"
Yuri tersenyum.
"Mungkin! cuma awasi saja.Kalau dia punya masalah disini,bantu aja dia."Kata Yuri lagi.
Karena penampilan Rokey berbeda malam itu, Yuri tidak mengenalnya.Menurutnya Rokey adalah gadis asing yang membutuhkan teman.Dia juga tidak sadar bahawa Gerald dan Emmet juga ada bersama.Tetapi mereka duduk menjauh dari Rokey agar mereka tidak dikenali datang bersama.
Setelah Yuri dan teman-temannya meninggalkan klub,tiga pengunjung datang untuk menyela Rokey.Gerald dan Emmet menyadari situasi itu dan kemudian bangkit untuk memberi pengajaran buat mereka tetapi diblokir oleh Rokey.
Rokey hanya memberi mereka sinyal untuk memerhatikan perilaku tiga pria Itu saja.Mereka mulai menggodanya dengan kata-kata manis.
Awalnya Rokey bersikap normal pada mereka.Tapi semakin lama keadaan menjadi parah.Salah satu dari mereka benar-benar ingin membawa Rokey keluar dari tempat itu untuk tujuan yang buruk.
Pria itu mula melingkar tubuh Rokey dengan tangannya.Gerald dan Emmet menjadi semakin tidak sabar melihat perilaku pria itu dan ingin menghajar mereka.
Pria Itu mengakat tangannya untuk mengasari Rokey.Namun Rokey sempat menangkap tangan pria itu sebelum dia berbuat apa-apa yang lebih parah.
Tangan pria itu ditarik ke belakang, lalu dipukul dari belakang.Kedengaran pria itu mengerang kesakitan.Pria itu mulai mengatakan kata-kata kasar kepada Rokey
Situasi di luar kendali.Semua meja dan kursi berserakan karena kekacauan dilakukan oleh Rokey.Penjaga The Guardian Club mendatangi mereka setelah kekacauan yang dibuat Rokey dengan tiga pria itu.
"Ada apa dengan semua ini?Siapa yang memulai kekacauan ini."kata penjaga klub bernama Taubha.Dia tampak marah dengan situasi club yang berantakan itu.
Ketiga-tiga pria itu sudah ditahan oleh penjaga klub sehingga mereka tidak lagi marah.
"Siapa mulakan!katakan kepadaku!"Kini suara Taubha tinggi sedikit dari sebelumnya.Kesemua mata terarah kepada Rokey dan tiga pria itu.
Kemudian,datang seorang dari penjaga club dan membisikkan sesuatu kepada ketua penjaga itu.Ketua itu mengangguk kepala nya.Wajah tenang Rokey ditatap nya.
__ADS_1
"Nona! Kami minta maaf.Kami tidak tahu bahawa Boss Yuri kenal kamu".
Rokey mengerutkan dahi nya.Dia kehairanan.Dia tidak tahu ada yang bernama Yuri di tempat itu mengenalinya.Rokey mengambil kesempatan untuk membebaskan diri dari situasi tersebut.Setidaknya dia aman meninggalkan tempat itu.
"Maaf,aku tidak bermaksud untuk memberikan kesulitan pada bisnes kamu.Tapi aku terpaksa kerana ada ******** yang membuatnya berantakan di sini.Aku akan bayar semua kos kerugian di sini"Kata Rokey lagi.
"Maaf nona.Kami tidak berani menerima uang dari kamu.Lagipula, bos Yuri telah memerintahkan kami untuk menjaga nona sepanjang kamu berada di club ini."Kata Taubha.
Rokey bangkit dari kursinya.Dia ingin meninggalkan klub.Tapi dia ditahan oleh Taubha.
"Nona,untuk menunjukkan rasa hormat dan pengampunan dari kami,biarkan aku taktir kamu minuman malam ini."Taubha memberi isyarat agar bartender membuatkan minuman koktail kepada Rokey.
Gerald dan Emmet bangun untuk menghalang Rokey dari minum minuman keras itu.Tapi diblokir Rokey.Setelah melihat Gerald dan Emmet dengan Rokey, Taubha sadar akan sesuatu tentang Rokey.
Rokey minum minuman keras itu dengan satu tegukan.Taubha tersenyum sendiri.
"Ternyata bos Yuki memang pintar menilai orang.Pantas aja dia suruh jaga ini cewek."Bisiknya sendiri.
"Nah ini bahagian dariku.Trima kasih atas jagaan dari kamu.Sebelum aku pergi, katakan 'halo' kepada bos kamu."
" Nona, siapa nama mu.Nanti aku titipkan 'halo' mu kepada bosku."
Roket tersenyum sendiri.Wajah Taubha ditatap nya seketika.
"Sekiranya bos kamu mengenal aku,sudah pasti dia bisa mencari aku." Itu kata-kata terakhir dari Rokey sebelum dia, Gerald dan Emmet pergi dari tempat itu.
Rokey merasakan mimpi ngeri sewaktu dia melangkah pergi dari tempat itu..Dia tidak berpikir ada yang tahu tentang dirinya.Namun dia salah.Dia sudah dikenali ditempat itu.
Rokey ingat malam itu berakhir di sana, tetapi ternyata ada sesuatu yang mengerikan menantinya....
******Aduh!Apa yang buruk itu ya?
******Aku sendiri juga ngak sabar untuk
__ADS_1
cerita selanjutnya...
*******Jangan lupa "like" ya!✌️👍