
Setelah selesai berucap, Rokey turun dari panggung.Semua hadirin memberi ucapan selamat kepadanya.
Di satu tempat dimana Cindy berada,dia sudah bisa bernapas lega.Tidak lama lagi rencananya bakal sukses.
Pelayan upahan sudah sedia menatang wine untuk diberikan hanya khas untuk Asfra.Dia harus menunggu apabila Rokey menghampiri Asfra.
Di sebalik ucapan selamat para tetamu untuk Rokey, Asfra juga mengambil kesempatan untuk beramah mesra dengan ahli perniagaan yang lainnya.
Tidak lama setelah itu barulah Rokey datang mendekati dirinya yang sedang berdiri sendirian.
"Ternyata kamu menyimpan terlalu banyak rahasia dariku ya?Apa lagi rahasia yang kamu simpan tanpa pengetahuan dari aku."Ujar Asfra lalu mencolek dagu Rokey.
Rokey tersenyum sinis kearah Asfra sembari mengerling manja serta mengoda Asfra dengan tatapan matanya.
"Kenapa?Apa kamu kecewa dengan ku kerana merahsiakan semua ini dari kamu?"Ucap Rokey lalu menyesep wine yang ada ditangannya.
"Kecewa?You are the boss.Kamu bisa menceritakan kepadaku jika kamu mahu.Jika enggak, terserah kamu."Kata Asfra lalu mengangkat kedua-dua pundaknya tanda menyerah kalah dengan Rokey.Akhirnya mereka sama-sama ketawa.
Di satu sudut,Cindy telah memulakan rencananya.Pelayan upahan telah datang mendekati kedua-dua mereka dengan wine yang telah diberi obat tidur oleh Cindy.
Wine yang sudah dicampur dengan obat diambil oleh Asfra.Namun tidak segera di minumnya.Dia dan Rokey masih lagi berbual mesra.
Cindy sudah tersenyum senang.Dia merasakan rencananya hampir lagi selangkah untuk berjaya.Cuma menunggu masa untuk terjebak di perangkapnya.
****
"As!Aku cemburu pada perempuan disini sehingga aku ingin membunuh mereka yang melihatmu liar!"Ucap Rokey tanpa dia sendiri sadar.
Asfra yang ingin meneguk winenya terhenti sesaat mendengar kata-kata Rokey.Kemudian dia tersenyum dengan bibir sedikit terangkat.
Wajah Rokey ditatapnya intens.
__ADS_1
"Ya?Aku juga ingin merobek dan mencongkil mata pria yang ada disini yang menatap tubuhmu dengan lapar!"Ucapnya lalu menyesep perlahan-lahan wine yang ada ditangannya.
Pandangan mereka bersatu.Dengan ringannya tangan Rokey meramas jas Asfra.Namun kegiatan romantis yang baru bermula terhenti disaat Lili, Wendy,Cici dan Tina meluru ke arah mereka.
Mereka berpelukan dengan gembira serta mengucap selamat kepada Rokey,kecuali Renny yang masih lagi berasa di washroom. Asfra setelah melihat kelima-lima mereka berkumpul dia lalu menghindar dari kelompok para gadis tersebut.
Setelah melangkah beberapa langkah meninggalkan Rokey dan teman-temannya,kepalanya terasa sedikit pusing.Badannya tiba-tiba rasa pegel dan lemah.Matanya seakan-akan mengantuk.
"Ah!Kenapa denganku ya?"Bisiknya sendiri.Asfra lantas menghayun langkah menuju washroom untuk membasuh muka kerana badannya dan wajahnya mula terasa panas.
Belum tiba di di pintu washroom,beberapa orang pria kelihatan mencurigakan sedang menunggu kedatangan Asfra.Mereka berdiri mengelilingi Asfra dengan senyuman yang jahat.
"Brengsek!Siapa kalian!Apa yang kalian mahukan?"Kata Asfra sambil berusaha untuk menstabilkan badannya agar berdiri kokoh.
Keempat-empat pria yang sudah menanti arahan dari Cindy segera menerpa ke arah Asfra.Dengan segala kudrat yang ada,dia cuba melawan keempat-empat pria itu namun nihil.Akhirnya dia tewas dengan beberapa tumbukan di perut dan muka.
Asfra dibawa pergi oleh keempat-empat pria tersebut.Dalam diam-diam kejadian tersebut telah disaksikan oleh Renny salah satu teman dekat Rokey.
Setelah memastikan tiada sesiapa yang mencurigakan berada di sekitar washroom,Renny segera keluar dari situ dan segera mencari Rokey.
Untuk itu dia telah menyediakan kelengkapan sebagai bukti perselingkuhan Asfra dengannya.Dan bukti itu nanti akan dijadikan alat untuk menjatuhkan Asfra sekiranya pria tidak mahu mengikuti kemahuannya.
***
Di aula..
"Ren!Kamu kenapa?Kok kamu kelihatan beranatakan sebegini?Siapa yang mengganggumu!"Kata Rokey dengan suara sedikit keras kerana kaget melihat keadaan Renny yang sudah berkeringat kerana berlari.
"Aduh!Itu!Itu,pak Asfra dibawa pergi sekumpulan lelaki yang mencurigakan!"
Akhirnya Renny bersuara,meski pun napasnya belum pulih.
__ADS_1
"Yang bener ni Ren.Kamu gak bohongkan?"
Wajah Rokey sudah terlihat sedikit cemas.Dengan pantas dia mendail nomor Gerald.Tidak sampai sepuluh menit, Gerald dan Emmet tiba di bilik rakaman CCTV.Manakala beberapa yang lainnya menunggu di hadapan lift untuk menerima arahan selanjutnya.
Rokey menggigit bibir dan menggenggam penumbuknya tanda amarahnya hampir sampai ke puncak.
"Kalian,Tuan Asfra berasa di lantai 45,kamar 517.Habisi pengawal yang menjaga depan kamar.Tahan wanita ****** itu.Dan tunggu arahan dari Nyonya selanjutnya."Ujar Gerald memberi arahan kepada anak-anak buahnya.
Tidak sampai sepuluh menit,mereka menerima panggilan bahawa penjaga kamar sudah ditahan.Manakala Cindy yang tidak mengetahui bahawa menanti,meneruskan rencananya.Mengambil beberapa foto panas,untuk digunakan mengancam Asfra.
Di luar kamar,Rokey sudah sedia berhadapan dengan munsang betina Cindy.Dengan kasar,dia menghempas pintu kamar sehingga menyebabkan bunyi yang kuat.
Diatas ranjang,Cindy benar-benar kekagetan melihat Rokey sudah berdiri di hujung ranjang sambil menatapnya penuh dingin dan benci.
"Perempuan palakor.Berani-beraninya kamu mencari hal dengan aku ya?Kamu belum kenal aku siapa?Aku itu sudah menjebak orang yang salah."Ucap Rokey dengan suara sinis.
"Jesteru itu kamu yang pelakor.Asfra itu adalah milik aku.Aku yang mencintai dia sebelum kamu."Ujarnya tidak mahu mengalah.
"Ger!Emm!Heret perempuan ****** ini pergi."Tingkah Rokey dengan suara agak kasar.
Tanpa banyak bicara,Cindy diseret pergi dengan keadaan dirinya berantakkan gara-gara terdesak menjebak Asfra.
"Hapuskan segala rekod rekaman di kamera ini.Serta campakkan perempuan ****** itu ke tepi sungai.Biar dia tahu dengan siapa dia berurusan."Kata Rokey dengan tegasnya.
Setelah semua anak-anak buahnya pergi mengerjakan apa yang dia perintahkan,dia berjalan mendekati Asfra yang masih terbaring diatas ranjang.
"As!Kamu tenang aja ya?Aku sudah ngurusin perempuan ****** itu dari terus mengganggu kamu."Ucap Rokey sembari mengelus lembut pipi Asfra.
Asfra sudah tidak sedarkan diri lagi.Kerana pengaruh obat tidur,dia ketiduran sehingga tidak sadar yang Gerald menggantikan pakaiannya agar Asfra lebih aman tidurnya.
Setelah itu,Rokey menempah kamar bersebelahan dengan Asfra supaya senang untuk memantau pria itu nanti.Akhirnya dia juga ketiduran kerana lelah.Dan segala acara diserahkan kepada pembantunya agar majlis itu tetap berjalan tanpa kehadirannya.
__ADS_1
****Apakah yang akan menanti mereka kedepannya ya?
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy reading gais.