
Setelah selesai membereskan diri,Asfra melangkah keluar dari kamar mandi.Setelah menyedari gadis semalam tidak ada lagi kamarnya,dia menjadi marah.
"Sialan!Kemana sih cewek itu pergi"Teriaknya dengan hati yang sedikit kesal.
Segala barang yang di atas meja, ranjang mahupun di wardrobe,dibanting sama.Semuanya berantakkan.
Dia benar-benar ngerasa seperti di permainkan oleh gadis tersebut.Hatinya diburu rasa kesal.Jika tadi dia menunggu gadis tadi bangun terlebih dahulu,sudah pasti sekarang dia mengetahui nama gadis itu.
Tidak lama kemudian,Sandy dan Daniel masuk ke dalam kamarnya.Mereka hampir melotot disitu kerana tidak percaya sama sekali dengan apa yang mereka lihat.Kamar Asfra berantakkan.
"Yo!Bro!Keributan apa ni sih?"Teriak Sandy.
"Kok kamar lho begini!Emangnya lho knapa As?"Seru Daniel pula.Pertanyaan kedua-dua orang kanannya itu tidak dijawab.
"Dan,boleh kamu tolong ngecek CCTV ruangan ini?Aku mau tau,siapa cewek yang udah nolongin gue semalam."Perintahnya lagi.
"Lho,kenapa sih.Emangnya semalam kamu ngak seru?"ucap Sandy sambil mengangkat salah satu alis keningnya kearah Asfra.
"Sialan!Lho kalo gak tau cerita usah dijawab terus dong.Aku lagi kesel nih sama cewek tadi."
"Dude,cewek itu ngapain ke kamu sampei- sampei kamu marah seperti ini?"Tanya Sandy asal.
"Oh ya.Tadi ada karyawan bilang lho gak sihat.Terus di hantar sama cewek cakep.Lho tau namanya apa sih?"Kini Danial pula yang bertanya.
"Kalo gue tau cewek itu siapa!gue gak suruh kamu cari tau tentang cewek itu."Bentak Asfra lagi.
Sandy merogoh ponselnya untuk memberi arahan kepada pihak yang bertanggungjawab untuk mengecek perkara yang Asfra perintahkan.
Setengah jam kemudian satu notifikasi masuk ke ponselnya nya.Notifikasi itu dibuka.
"Eh,Kayaknya macam pernah ketemu deh.Tapi di mana ya?"Bisik Danial di dalam hati.Tiba-tiba Danial teringatkan seseorang.
__ADS_1
"Tapi kok rambut warna biru tua ya!bukannya sore rambutnya masih blonde."Ujarnya lagi.
Ponsel diberikan kepada Sandy secara diam-diam.Mata Sandy membulat apabila melihat sosok cewek itu ternyata Rokey aka Arwena Layla,cucu kepada Presiden Rugian Assama.
"Jadi,cewek yang nganter Asfra semalam itu Nona Arwena?Masa sih.Emangnya kenal dari mana?" Bisik Sandy.
Danial memberi isyarat kepada Sandy agar merahsiakan identiti Rokey.Mereka berpakat untuk ngerejain Asfra.Selama ini Asfra ngak pernah tewas untuk dekatin cewek-cewek cakep.Ya! memang tidak pernah tewas sih,sebabnya semua cewek yang dia kenal itu cewek mantrek.Hanya mencintai kekayaannya saja Dan bukan dirinya.
Namun setelah mengenali sosok cewek yang tidak memperdulikan dirinya,malah kabur begitu saja,siapa yang tidak tertatang dengan hal tersebut.Mungkin itu sebabnya Asfra frustasi.
"Bos,kapan bila ya mau gini terus.Gak mau nelfon housekeeping?Sepertinya kamar lho kayak kapal pecah deh."Ujar Sandy.
"Ya!Ya! Urusin aja.Gue mau siap-siap duluan."kata Asfra sambil bersiap-siap membersihkan diri.
Untung aja hari itu hujung pekan.Setelah semua hal beres,mereka keluar untuk makan siang di restoran yang selalu mereka pergi.
Tiba di restoran, kebiasaannya mereka duduk di tepi tingkap.Menikmati pemandangan kota dari dalam restoran.
Mata Asfra terpaku pada pemilik superbike itu.
"Wow,it's beautiful."Seru Asfra di dalam hati sambil memuji kecantikkan cewek itu.Dia tersenyum sendiri.
Sandy dan Daniel menyedari ada yang aneh tentang Asfra.Kedua -dua mereka turut menoleh keluar tingkap restoran.Sandy tersedak.Dia benar-benar tidak percaya bahawa gadis itu adalah Rokey.
"Nyetir superbike?Wow,ini sungguh keren."Ujar Danial menyuarakan pendapatnya.
"Agak jarang ya kalau cewek bawa superbike.Tapi jikacewek itu bisa,gue akui deh dia memang ohsem dan keren.Gue penasaran,siapa sih cewek tuh."kata Asfra.
Sandy dan Daniel saling berpandangan.Kemudian timbul smirk jahil mereka untuk mengerjai Asfra.
"Toh,buruan sana.Coba ajak kenalin.Mana tau ada rezekinya."Ucap Daniel asal.
__ADS_1
"Ah! ngawur kamu ya.Masa sih.Toh,cuba lihat dia beli apa! bunga!Kalau pegangnya nya bunga,itu tanda apa!" Kata Asfra dengan wajah kecewa.
"Gue ngak fikir dia punya pacar.Ya,mana tau sih mau ketemu sama teman saja atau hal lainnya!"ujar Sandy lagi.
"Ya,mau bet ngak."
"Bet?I'm on!"pintas Danial.
"lho,gimana As,takut?"Tatang Sandy.
"Sapa takut.Sekarang juga gue ikutin cewek tuh."Hatinya geram.Lantas Asfra bangun dan menyusul Rokey pergi.
Sandy dan Daniel bertepuk tangan.Mereka puas ngerejain Asfra.Sebenarnya mereka sendiri ngak pasti jika Rokey punya pacar atau ngak.Kalau ngak ada,ya mereka menang game itu.
Tapi persoalannya bukan tentang pacar,tapi tentang Asfra bagaimana dia mahu mendapatkan hati Rokey.Mereka mahu tahu Rokey itu tipe cewek seperti apa.
Satu jam dia mengekori superbike Rokey.Asfra mendesah kesal kerana nerima bet game dari Sandy dan Danial.
"Sialan itu orang.Gue benar-benar bodoh .Sudah jelas dikerjain.Masih lagi mau percaya."Fikir nya lagi.
Tidak lama kemudian superbike yang dibawa Rokey masuk ke area Pemakaman St.Angel.Dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Asfra memakir mobilnya ke bahu jalan.Dia mengambil ponsel lalu merakam gambar kawasan pemakaman dan dikirim kepada Sandy.
"Nah! Rasakan.Enak aja ngerejain gue."kata Asfra geram.
***gimana teman-teman.udah dapat emosinya atau enggak.??
"***"Pengen tau gimana Asfra dan Rokey mula kenal?
__ADS_1
##Tungguin selanjutnya ya.selamat membaca.Daa..