SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
KISAH LAMA


__ADS_3

Hempasan air laut dibibir pantai membasahi kaki Asfra yang telanjang tanpa alas.Sandal dijepit dengan tangan.Terlihat begitu santai sehingga tiada siapa tahu gelodak di jiwanya.Nafasnya turun naik mengawal emosi.


Wajah Cindy masih lagi bermain di pikirannya.Entah knapa wajah gadis itu membuat dirinya kurang senang sejak kemunculan gadis itu semalam.


Ingatannya memutar kembali kisah silam mereka lebih dari tujuh tahun yang lalu.


*******


"Cin,kamu masih mahu ikut pengajian ke Swiss?"Tanya Asfra sebaik saja mereka mendapat tawaran sambung pengajian ke Universitas Internasional luar negeri.


"Ya, mestilah As.Kamu sendiri juga tau aku benar-benar mau pergi."Jawab Cindy antusias.


Riak wajah Asfra berubah sebaik saja mendengar jawaban dari Cindy.


"Jadi elo memilih untuk ke luar negeri juga? Bukankah negara kita juga punya universitas terkemuka dan berkualitas bertaraf dunia.Kamu tetap mahu pergi?"


Wajah Cindy ditatap dengan rasa tidak puas hati.Jujurnya Asfra mahu Cindy dekat dengannya.


Dia mahu dia dan Cindy sama-sama menyambung pengajian di universitas tempatan.Saling merawat diri disaat memerlukan.Saling membujuk disaat sedang kecewa.Saling mendukung disaat memerlukan dukungan.


Rasa cinta mereka baru saja berputik.Cindy sudah memilih untuk pergi.Disaat umurnya sembilan belas tahun,dia mula mencipta bisnis kecil-kecilan dalam bidang software.


Asfra akui sejak tertubuhnya perusahaan software miliknya, hubungan dia dan Cindy mula renggang.


Cindy mahukan perhatian lebih dari ya.Sedangkan dia semakin sibuk dengan kerjanya yang baru saja bermula.


Biarpun sesibuk mana Asfra,dia tetap sedaya upaya mencari masa untuk meluangkan masa dengan Cindy.Walau pun jarang berjumpa,rasa cintanya terhadap Cindy tidak pernah berkurangan.


Namun,semuanya berubah disaat cinta Cindy mula berpaling tadah darinya.Cindy mengkhianati cintanya setelah banyak yang dia korbankan.


Cindylah yang terlebih dahulu memulakan kisah cintanya.Dan Cindy juga mengakhirinya.Hatinya benar-benar kecewa.


Dia mengizinkan Cindy menyambung pengajian ke luar negeri,sebagai janji mereka tidak akan berpisah.Saling bertanya khabar dan saling memahami diantara satu sama lain.


Namun entah kenapa percintaan jarak jauh menyebabkan Cindy mengambil keputusan untuk berpisah dengannya.Dengan alasan dia mahu fokus terhadap pengajiannya.


Tetapi ternyata dia sudah memiliki seseorang yang telah mengisi ruang hatinya yang semakin pudar dengan cinta Asfra.

__ADS_1


Semenjak perpisahan dia dan Cindy,dia lebih memilih untuk bebas daripada mempunyai hubungan yang serius.Malah dia membiarkan dirinya sibuk dengan segala tugasnya yang semakin sukses sehingga apa adanya yang dia miliki kini.


Malam semakin larut.Sandy dan Daniel sudah berada di klub malam sewaktu dia tiba di kamar hotel.


Asfra menghempaskan tubuhnya keatas ranjang.Tubuhnya terasa amat lelah sekali.Kemudian dia menggapai ponselnya yang terletak diatas meja dan membuka ikon gallery.


Mencari potret Rokey di dalam ponselnya.Potret yang diambil secara curi-curi sewaktu majlis kesuksesan perusahaan milik Rokey di Kota Zenn tiga bulan lalu.


Wajah yang begitu anggun.Senyuman yang menawan.Rambut yang berombak panjang dibiarkan tergerai dengan dijepit klip rambut disisi telinga.Rambut berwarna blonde dan anak mata biru abu-abu amat mempersonakan.


Lamunannya turut mati disaat ponselnya berdering.Dilayar ponsel tertera nama Rokey.Dengan senyuman yang bahagia dia menjawab panggilan dari Rokey.


'Hai sayang?Tumben call gue waktu begini?"Kata Asfra dengan suara yang menggoda.


"Tsk!Kamu galak sekali ya?Baru dua hari aja tidak dengar khabar kok kamu kayak gitu?Lagi apaan kamu?"Tanya Rokey diseberang sana.


Dia begitu senang setelah mendengar suara Asfra.Terasa bimbit-bimbit cinta mula berbunga-bunga dalam hatinya.


"Aku lagi istirehat.Baru saja pulang dari pantai."Jawab Asfra dengan suara yang rendah dan perlahan.


"Pantai?Kamu lagi ada dimana?Kamu libur ya?"Tanya Rokey lagi.


Asfra berjalan ke arah pintu kamar mandi sambil membuka butang kemejanya satu persatu.Bersiap sedia untuk mandi.


"Siapa yang temanin kamu ke Bali?Apa sama Sandy dan Daniel?"


"Yup!Sama mereka.Apa kamu cemburu jika aku pergi sama gadis lain ya?"Tanya Asfra sambil menduga hati Rokey.


"Apa? Cemburu?Usah mimpi deh.Tapi awas ya jika macem-macem sama aku."Jawab Rokey dengan suara sedikit dikeraskan.


Disebelah sana kedengaran ketawa Asfra dengan kuatnya.


"Asfra!Kamu jelek!"Teriak Rokey kerana tidak tahan mendengar ketawa Asfra yang amat menjengkelkan hatinya.


"Oke,oke,aku minta maaf.Aku sudah keterlaluan ketawanya.Oh ya!Kapan kamu mahu pulang.Aku benar-benar kangen sama kamu!"Katanya lagi.Senyuman Asfra masih lagi tersisa dibibirnya.


"Lagi tiga hari aku pulang!"

__ADS_1


"Yang bener ni?Apa urusan kamu sudah selesai disana?"


"Gak juga.Ada yang lagi yang perlu dilakukan.Tapi itu tunggu aja.Gak ada yang perlu dikhuatirkan.Jadi jemputin aku ya?"Ujar Rokey dengan suara menggoda Asfra.


Semakin berbungalah hati Asfra setelah menerima khabar dari Rokey.Tiga hari itu tidaklah rasa lama berbanding dengan tiga bulan menanti kepulangan Rokey.


Panggilan diakhiri.Asfta menghela nafas lega.Matanya merenung langit yang semakin suram dan gelap.Menghitung hari dimana dia dan Rokey bertemu lagi.Dan disaat itu dia akan menukar kembali perjanjian antara mereka agar bersesuaian dengan kehendak dan keperluan mereka.


Setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi,sekali lagi kedengaran ponselnya berdering.Asfta mendengus kasar setelah melihat layar ponsel tertera nama Danial.


"Ye!Ada apa?Ngak puas lagi ya?"Jawab Asfra dengan kasar.


"As,lagi dimana lho?Yuk!ke sini.Lama banget sih.Elo bikin apa di kamar lama-lama."Jerit Danial disebelah sana.Suasana di klub begitu bising.


"Ya,ya,gue datang.Tunggu aja disana."Jawab Asfra.Panggilan Danial dimatikan.Asfra bergegas bersiap-siap untuk menemukan Sandy dan Daniel di klub.


Dua puluh menit kemudian, dia tiba di klub.Di klub Sandy dan Daniel sudah menanti dengan beberapa botol bir diatas meja.Asfta berjalan mendekati mereka.Namun langkahnya tiba-tiba perlahan sebaik saja tatapan matanya jatuh ke satu sosok tidak jauh dari Danial.


"Cindy?Knapa dia ada disini?"Bisik Asfra sendiri.


"Hai!As.Yuk duduk!"Kata Sandy.


Asfra duduk di sofa sendirian.Di samping Sandy dan Daniel sudah ada pelayan gadis melayani mereka.


"As,tadi gue lihat Cindy minum sendirian.Jadi gue jemputin dia duduk bareng-bareng sama kita.Kamu gak keberatan bukan?"Kata Sandy lalu menyuruh pelayan klub menuangkan wine ke dalam gelas Asfra.


"Ya,gapapa!Santai aja."Jawab Asfra dengan suara datar.Wajahnya terlihat dingin.Tiada senyuman yang terukir dibibirnya.


Gelas wine digoyang perlahan-lahan dan mencicipinya pelan-pelan.Sesekali matanya menatap wajah bujur sirih Cindy.Hatinya benar-benar kesal sekali.Meskipun hal mereka telah lama berlalu,tetap saja lukanya berbekas didada.


Ci



CINDY RESMA ARMAN


***Apakah kemunculan Cindy memberi tantangan terhadap Asfra ya?

__ADS_1


****Bagaimana kesudahan cinta Rokey dan Asfra setelah Rokey kembali dari Italia.


Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?


__ADS_2