
Suasana sore di balkon amat menyegarkan.Apa lagi jika balkonnya menghadap suasana pantai.
Deruan ombak menghempas pantai umpama nyanyian yang merdu gemersik di daun telinga.Rokey memejamkan matanya buat sesaat,menikmati alunan dedaun yang bergeser ditiup bayu sore.
Tanpa Rokey sadari,Asfra datang mendekati dia dengan pelan-pelan.Kemudian duduk disamping gadis itu secara diam-diam.Dia tidak mahu mengganggu ketenteraman jiwa Rokey yang sedang asyik dengan dunianya sendiri.
Rokey membuka matanya tiba-tiba disaat tercium haruman maskulin yang amat dikenali empunya pemiliknya.
"Asfra?"
Dia menoleh kesisi dimana sosok pria itu duduk.Asfra tersenyum nipis.Rokey melemparkan pandangannya ke arah pantai.
Mengambil ruang untuk meneruskan bicara.Namun pikirannya kosong.Tiada apa yang dia mahu bicarakan dengan Asfra melainkan ingin menikmati suasana aman sore itu.
"Key?Kamu gak dingin?Kan anginnya kencang toh?"Ujar Asfra sebaik saja dia melihat Rokey melipatkan kedua-dua belah tangannya ke dada.
"Sedikit dingin kok?"Jawabnya ringkas.
"Yuk,mendingan kita masuk dulu.Nanti tubuhnya masuk angin loh?"Kata Asfra lalu mengendong tubuh Rokey masuk ke dalam ruangan tengah.
Tindakkan spontan Asfra benar-benar membuat dirinya kaget sesaat.Apa lagi wajahnya sudah merah seperti kepitang rebus kerana menahan malu.
"Aduh!As,Lepasin gendongannya.Gak enak sama Bu Eni."Kata Rokey menahan malu.Namun rangkulan nya masih lagi kokoh di leher kekar milik Asfra.
Asfra menatap intens wajah Rokey sembari mengucup bibir gadis itu sekilas.Makinlah Rokey malu dengan tindakan bersahaja Asfra.
"As!Kamu!"
Wajahnya dibenamkan ke dada Asfra menahan malu.Bu Eni,selaku pembantu rumah tangga menggeleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan kedua-dua majikannya itu.
"Biarin aja.Emang ada yang salah jika gue begini sama istri gue?"Ujar Asfra lalu mengendong tubuh Rokey masuk ke dalam kamar.
"As,kamu jangan macam-macam ya?Lepasin!"Jerit Rokey sedikit keras.
Tubuh Asfra dipukul berkali-kali agar pria itu melepaskan gendongan nya.Namun pria itu bersikeras dengan tindakannya.
"As,pria mensum."Jerit Rokey lagi.
__ADS_1
"Kok gitu.Emangnya gue seperti itu ya?"Kata Asfra lalu menghempas kasar tubuh Rokey ke kasut yang empuk.Mujur saja tubuhnya tidak terjatuh kerana melambung disaat Asfra melempar tubuhnya.
"Gak ngaku.Pertama aja ketemu kamu itu aja kayak pervet!"Ujar Rokey lalu menghembus napas kasar.
"Ee..yea...Kok ingetin aja pertemuan pertama nye?Ngomong-ngomong itu ciuman pertama kamu ya?"
Dia menunjukkan smirk jahatnya.Dia tidak henti-henti mencoba sikap Rokey.Dia suka kelakuan Rokey yang salah tingkah dimatanya.
"As!Kamu jahat!"Teriak Rokey lalu melemparkan bantal kearah Asfra.Setelah itu dia berlari masuk ke dalam walk in closet dan kemudian menutup pintu kamar tersebut dan menguncinya.
Dari arah luar walk in closet miliknya, kedengaran suara Asfra ketawa dengan nyaringnya.
"Dasar pria mensum!"Gerutunya di dalam hatinya.
Tiba-tiba kedengaran bunyi ketukan dari luar pintu kamar.
"Key!Apa kamu mahu terus sembunyi disitu ya?"Ujar Asfra dengan santainya.Dia menanti Rokey untuk berbicara dengannya setelah gadis itu masuk ke dalam walk in closet selama sepuluh menit.
Tiada lagi sahutan dari arah dalam kamar walk in closet.Pintu diketuk sekali lagi.Masih tiada lagi sahutan.
"Ya udah.Gue minta maaf.Gue tahu gue udah keterlaluan candanya.Ayuhlah Key,tolong dibukain pintunya."Kata Asfra sambil suaranya kedengaran merayu-rayu kepada Rokey.Sekali lagi rayuannya tidak dipedulikan.
"Key? Bukain pintunya dong.Apa kamu mahu diem aja disitu?Apa kamu gak laper? Sejak kemari,kita itu belom makan kan?"
Satu detik.Dua detik.Tiga detik.Rokey juga tidak keluar dari walk in closet.Tiba-tiba timbul perasaan tidak enak di hati Asfra.
"Jangan-jangan dia knapa apa!"Bentak hatinya lagi.
Dengan perasaan cemas,tanpa membuang waktu dia terus berlari ke lantai bawah untuk mendapatkan Bu Eni,selaku pembantu rumah tangga mereka.
"Bu!Ni Eni!Kunci pendua kamar atas dimana ya?"Teriak Asfra dari ruang utama.Bu Eni, cepat-cepat berlari mendapatkan majikannya setelah mendengar jeritan majikannya itu.Di ruang utama wajah Asfra terlihat sangat pucat.Seperti ada sesuatu yang tidak baik telah terjadi.
"Itu Tuan ada di di atas nakas sono!"Ujar Bu Eni tanpa banyak soal sembari menunjukkan tepat kunci pendua diletakkan.
Tanpa berlengah masa,dia berlari lagi menuju lantai atas,dan terus membuka pintu kamar walk in closet.
__ADS_1
"Rokey!Kamu gapapa?"
Tanpa melihat terlebih dahulu keadaan di dalam,dengan ceroboh nya Asfra berlari masuk dan menabrak tubuh Rokey yang separuh telanjang.Mereka sama-sama terjatuh dengan tubuh Rokey ditindih oleh tubuh kekar milik Asfra.
Jantung Asfra berpacu hebat disaat menatap tubuh Rokey yang kini hanya dibaluti dengan handuk.Gadis itu terlihat baru saja selesai mandi.Haruman dari shower bath benar-benar merangsang indera keinginannya.
"As?A..Apa k..kamu lakuin ini?"Kedengaran suara Rokey gementar kerana Asfra masih lagi menindih tubuhnya.
Asfra akui silapnya.Lantas tubuh Rokey diangkat.Kemudian dia berpaling.Napasnya amat diluar kawalan.Lebih-lebih lagi melihat bahagian atas tubuh Rokey yang terdedah.
"Asfra! You're pervet!"Jerit Rokey lalu membanting segala baju yang bisa dijangkau oleh tangannya kearah Asfra.
Asfra terus berlari keluar.Kini dia merutuk perbuatannya yang benar-benar sudah ceroboh.Selepas ini dia pasti Rokey akan marah padanya.
*******
Di anjung menghadap pantai,keadaan benar-benar sepi.Yang kedengaran hanyalah bunyi dedaun gemersik ditiup angin.Rokey dan Asfra menikmati minum sore dengan tubuh mereka saling menghadap diantara satu sama lain.
Kesenyapan itu telah membuat keadaan canggung seketika.Tiada suara dari Rokey mahupun dari Asfra.Yang kedengaran cuma bunyi cawan berlaga dengan piring.
"Emm..I.. itu..A..Aku..Aku minta maaf.Maaf kerana sudah ceroboh."Kata Asfra tergagap-gagap.
Akhirnya Asfra bisa melepaskan napas lega.Memang salah dia kerna bersikap kurang sopan terhadap Rokey.Dia tahu ini adalah perkara baru bagi Rokey.Dia sepatutnya menghormati privasi Rokey.
Rokey menatap tajam wajah Asfra.Di dalam hatinya masih ada lagi amarah yang tersisa.Namun begitu dia tahu, semuanya buka salah Asfra semata-mata.Dia juga salah kerana tidak memberitahu Asfra terlebih dahulu yang dia ingin mandi duluan.
Memang wajar Asfra gelisah dan cemas disaat tiada sahutan dari walk in closet.Dengan menyangka bahawa dia knapa apa,barulah Asfra bersikap seperti itu.Rokey menghembus nafas pelan-pelan.
"Gak apa-apa kok.Lagian bukan sepenuhnya salah kamu."Ujar Rokey yang kesal dengan sikap dirinya sendiri.
Asfra tersenyum pahit.Dia tahu Rokey masih belum lagi sepenuhnya memaafkan dirinya.Kini dia punya satu misi.Misi bagaimana cara untuk memenangi semula hati sang isteri yang sedang merajuk.
*****Gimana ya Asfra caranya Asfra ingin memenangi semula hati Rokey ya?
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?Happy reading gais.
__ADS_1