
Segala sesuatu di kantor atau di lokasi konstruksi berjalan dengan lancar.
Rokey menatap ke luar jendela kantornya.Tadi malam kakeknya menelepon dan mengatakan bahwa akhir pekan ini adalah hari ulang tahun Arumi.
Dia mengeluh sendiri kerana merasakan layanan kakak angkatnya itu akan berlainan terhadapnya.Ditambah lagi dia tidak punya pasangan untuk menemani pesta ulang tahun Arumi.
Jika Andiia tidak ke Italia, dia akan mengundang Andiia untuk menjadi pasangannya malam itu.
"urghhhhh !!! ini benar-benar membuatku stres."Teriak hatinya.Mengapa mengadakan pesta di mansion. Mengapa tidak melakukannya di luar."
Tidak lama kemudian,pintu ruangannya diketuk oleh seseorang.Ruvian muncul di depan pintu.Rokey tampak sedikit terkejut dengan kehadiran Ruvian saat itu.
"Ruvian?Apakah kita ada rapat hari ini? Mengapa Nancy tidak memberitahuku ?" Wajah Rokey terlihat serius menatap wajah Ruvian.
"Miss Rokey?Apakah kerja itu terlalu penting bagi lho?"kata Ruvian. Dia mulai menanyai Rokey.
"Eh!Kenapa tidak!Lagi pula gue tidak punya apa-apa selain mengurus pekerjaan gue sendiri di kantor ini." Kini wajah ganteng Rugian ditatap serius.Dia tidak tahu bagaimana memberinya wajah ceria. Pikirannya masih di tempat lain.
"Ahh!" Rokey memicit kepalanya setelah menyedari kesilapannya sebentar tadi.Dia menyadari bahwa dia tidak peduli dengan pertanyaan Ruvian.
"I'm sorry Ruv.I'm little bit tired lately.Apa yang membawamu ke sini?"
"Miss Rokey!Jika lho lelah, lho harus istirahat lebih awal.Tujuan gue di sini pengen ngajak lho makan siang.Sekretaris telah memanggil lho sebelumnya, tetapi lho tidak menjawab.Jadi saya langsung aja ke kantor lho."kata Ruvian lagi.
"Key,are you ok?"Tanya Ruvian dengan suara lembut.Ruvian dapat merasakan bahwa pikiran Rokey sedikit terganggu.
"I'm ok.Yuk! kita makan siang bersama."Kata Rokey dan bangkit dari kursinya.Kemudian dia meraih tas tangannya dan pergi bersama Ruvian dari kantornya.
Sepanjang perjalanan Rokey terdiam Wajahnya kelihatan sedikit suram.
"Key, Apakah lho dalam masalah?Dari saat gue melihat lho,sepertinya pikiran lho agak terganggu.Apakah kamu baik-baik saja?"
Pertanyaan Ruvian tidak segera dijawab.Rokey menggigit bibirnya sendiri dengan ketidakpastian untuk menjawab pertanyaan Ruvian.
""Hei,kamu kenapa bikin wajah seperti itu?Kayak nenek sihir tau?"kata Ruvian sambil bercanda.
__ADS_1
"Ahh!Masa sih?"Jawab Rokey sambil tersenyum tipis.
"Bukankah lebih baik tersenyum seperti itu?Jika kamu punya masalah, ceritai sama gue dong.Siapa tau,gue bisa tolong."Ucap Ruvian dengan suara yang datar.
Rokey hanya tersenyum memandang wajah Ruvian.Akhirnya Ruvian bisa menebak dilema di hatinya.Kemudian dia tertawa sedikit ketika berinteraksi dengan Ruvian.
Mereka akhirnya tiba di kafe.Setelah makan siang, Rokey baru saja menjelaskan masalahnya kepada Ruvian.
Sekarang giliran Ruvian untuk tertawa.Dia tidak berpikir itu semua masalah berat bagi Rokey.
Hanya karena tidak memiliki pasangan untuk menemaninya ke pesta ulang tahun, Rokey menjadi salah tingkah.
"Apakah lho ingin gue bantu?Setidaknya lho ngak sendirian."Ruvian hanya menebak hati Rokey.Dia ingin tahu apakah Rokey ingin mengundangnya ke pesta ulang tahun Arumi sebagai pasangannya.
Sebenarnya Ruvian punya rencananya sendiri, mengapa dia menanyakan itu pada Rokey.Ulang tahun Arumi, tentunya Asfra juga telah menerima kartu undangan dari keluarga Assama.Dia tidak mau ketinggalan kesempatan untuk bersama Rokey.
Selain itu ia tidak ingin Rokey bersama buaya darat seperti Asfra.Meskipun mereka seperti saudara kandung, perbedaan mereka sangat dalam.Asfra hanyalah saudara tirinya.Dia mengakui bahwa Asfra adalah pria yang berbakat.Namun dari segi sikap, Asfra jauh dari Ruvian.Mungkin disebabkan Asfra masih muda dari Ruvian.
"Oke, gue akan menerima tawaran lho.Setidaknya gue tidak lagi terganggu dengan hal seperti ini."Rokey mengambil napas dalam-dalam.Satu masalah teratasi.Hal yang sama juga berlaku untuk Ruvian.
Dia ingin tahu, apakah Rokey terkejut bila mengetahui bahwa dia adalah mantan tunangannya enam tahun yang lalu.
Atau apakah Rokey masih ingat mantan tunangannya enam tahun yang lalu.Tiba-tiba, dia kesal ketika memikirkannya.Dia ingin melanjutkan ikatan yang terputus sejak sekian lamanya.Apakah dia masih memiliki kesempatan kedua untuk meningkatkan hubungan mereka sebelumnya.
"Ruv!Ruv!"
Tiada sahutan.
"Ruv!are you ok?Kini giliran Rokey pula yang menanya.Ruvian menggelabah seketika.Fikirannya terlalu jauh Jadi tidak menyedari bahawa Rokey menanya nya.
"I'm ok.Dont worry!"jawabnya sekilas saja.Kemudian mereka berdua tertawa mengetahui bahwa mereka memiliki masalah yang sama.
********
Akhir pekan ini, ulang tahun Arumi diraikan dengan sangat gembira.Banyak tamu terhormat diundang oleh Rugian.Akhir-akhir ini, Rokey belum menemukan Asfra di mana pun.Mungkin sibuk dengan pekerjaan,atau sibuk mengejar gadis dimana-mana saja.Dia sendiri tidak tahu.
__ADS_1
Rokey sedang bersiap ketika Ruvian memanggilnya.Sepuluh menit kemudian, sebuah mobil yang dikendarai oleh Ruvian tiba di halaman rumahnya.
Ruvian terkejut sesaat dengan melihat kecantikan Rokey malam itu.Jantungnya berdetak kencang.Rokey benar-benar mencuri hatinya.Tapi dia masih mengendalikan perasaannya pada Rokey.Dia takut Rokey tidak akan memberinya kesempatan kedua, setidaknya dia tidak terlalu kecewa karena dia berharap untuk memenangkan kembali cintanya.
Empat puluh menit kemudian, mereka tiba di kediaman Assama.Ramai tamu hadir, upacara Arumi juga sudan dimulakan.Rokey dan Ruvian berjalan bergandengan tangan disaat memberi Arumi hadiah.
Arumi patah hati setelah menyadari bahwa pria dengan Rokey adalah Ruvian.Dia benar-benar membenci Rokey.Dari dulu lagi dia mencintai Ruvian.Tapi kakeknya memilih Rokey sebagai tunangan Ruvian.
Enam tahun lalu, dia berhasil memisahkan mereka.Dia fikir, Ruvian bisa menjadi miliknya.Tapi Ruvian tidak pernah melihatnya.Kelakuan Ruvian terhadapnya terlalu dingin.
Seperti yang diduga Ruvian, kakek Rugian tampak terkejut melihat Rokey bersamanya.Rugian menyangka bahawa Rokey telah kembali semula dengan Ruvian.
"Sepertinya kamu punya teman malam ini. Kakek sangat senang melihat kalian berdua kembali bersama."Kata Rugian, menepuk pundak Rokey.
Rokey terlihat kaget mendengar apa yang dikatakan kakeknya.Mulutnya terkunci.
"Kakek, bisakah kamu mengulangi apa yang kamu katakan sebelumnya?"Rokey menginginkan kepastian.Dia tidak mau salah dengar.
"Eh, kamu tidak kenal Indra lagi? Tapi kenapa kamu datang bersama jika kamu tidak kenal sesamamu lagi!"Rugian kelihatan hairan melihat Rokey menanyakan soalan itu kepadanya.
"What!!"
Rokey terdiam sesaat, wajahnya menunduk ketika dia menatap rumput di bawah kakinya.Dia menggigit bibirnya.Matanya tertutup.Dagunya bergetar.Dia seperti wanita yang dicurangi oleh kekasihnya,mengetahui rahasia sebenarnya dari mulut orang lain.
"Jadi selama ini kamu tahu bahawa aku adalah..."Rokey tidak menghabiskan ayat dibelakangnya.Wajah Ruvian ditatap tajam.
Ada kekesalan di wajah pria itu.Kesal kerana tidak memberitahu hal yang sebenar kepada Rokey.
Rokey meraih wajahnya..Akhirnya, dia meninggalkan kakeknya dan Ruvian di sana tanpa sebarang bicara.
*******Apakah yang bermain difikiran Rokey ya?
*****Sepertinya kisah Rokey semakin menarik.
*****Jangan lupa tekan 'like' ya pembaca semua ...😊✌️
__ADS_1