
Ponsel Rokey berdering dari tidak dijawab olehnya.Menguruskan segala dokumen transfer amat melelahkan.Belum lagi kemas kini semua data-data perusahaan.
Rokey menghembus nafas panjang.Kedengaran pintu kamar ruangannya di ketok beberapa kali.
Tidak lama setelah itu, kelihatan Romeo terpacul di muka pintu.
"Ya ada apa ya Rom?"Jawab Rokey selamba.Tangannya masih lagi berada di atas kekunci laptop.Menaip beberapa dokumen yang perlu disiapkan dan perlu diserahkan sebelum keberangkatan dia ke Kota Zenn nanti.
"Aku pengen ngajak kamu makan siang sama-sama aku.Lagian tiga hari lagi kamu langsung transfer kerjaan.Jadi aku mau manfaatkan masa ini untuk bersama-sama kamu."Ujar Romeo sembari tersenyum manis.
Melihat keadaan Romeo yang agak menyenangkan hatinya,dia juga turut tersenyum.
"Sebentar ya,aku mahu update semua file-file ini dulu.Kamu santai aja dulu.Tunggu gue sepuluh menit ya!"Kata Rokey lantas mempercepatkan jari jemari nya memberesi semuanya sekali.
Sepuluh menit kemudian semua kerja Rokey telahpun siap.
"Yuk,kita pergi"Kata Rokey lalu mencapai tas tangan lalu berjalan beriringan dengan Romeo menuju lift.
Setibanya di lobi,dia terserempak dengan Ruvian.Apabila Ruvian melihat Romeo dengan senang hati nya berjalan berdua-duaan dengan Rokey,dia menjadi iri hati.
Sudah banyak kali dia,mencari Rokey untuk memperbetulkan dan memperjelaskan semuanya,namun panggilan telefon dari Ruvian langsung tidak dijawab olehnya.
"Ooo..Ternyata ini yang membuatkan kamu langsung tidak memperdulikan aku ya Key?Sebab cowok brengsek ini?"Kemarahan Ruvian mengapi tiba-tiba.
Kerana tidak mahu sebarang masalah berlaku di kawasan perusahaan,lantas Rokey mengheret Ruvian pergi dari tempat itu.Mereka menuju ke arah tempat parkiran mobil.
"Ruv,apa yang kamu lakukan huh?Aku sudah memperjelaskan semuanya kepada kamu sebelumnya bukan? Bahasa apa yang kamu ngak ngerti lagi Ruv."Suara Rokey sudah tidak terlihat tenang.Ada sedikit kekerasan dari hujung nada suaranya.
"Key, plezz kasi aku waktu untuk memperbetulkan segalanya.Aku janji sama kamu setelah semuanya selesai,kita akan langsung nikah."Ujar Ruvian sambil memegang kedua belah bahunya.
"Sudahlah Ruv.Hentikan aja sandiwara kamu.Ternyata semuanya udah jelas.Tidak lama lagi kamu dan Arumi akan tunangan.Apa lagi yang kamu gak ngerti.Hubungan kita itu sudah lama ending.Kita itu gak bisa pergi lebih jauh."Kata Rokey sambil menepis kasar tangan Ruvian yang memegang kedua belah pundaknya.
"Key,mahunya aku itu cuma kamu.Aku gak cinta sama Arumi.Cinta aku itu hanya buat kamu Key.Hanya untuk kamu?"Jawab Ruvian dengan suara yang lirih.
"Apa?cinta? Apa aku salah dengar ya.Jika emang kamu cinta sama aku,tulus sama aku,kenapa gak bilang aja sama orang tua kamu bahawa kita udah pacaran cukup lama? Kenapa kamu selalu belain Arumi terus sedangkan kamu selalu pinggirkan aku sendirian.Itu yang kamu bilang cinta."
Rokey mendengus kasar.Nafasnya teregah-egah kerana emosi yang sudah terganggu.
"Ya,mungkin aja kamu gak salah.Arumi menggoda kamu itu juga bukan salah kamu.Itu cuma jebakkan Arumi agar timbul salah faham antara kita.Apa kamu fikir hal sebegitu bisa mengembalikan semula keadaan seperti asal?Aku itu tidak cuma memikirkan hal itu saja Ruv.Tapi memikirkan hal lainnya juga.Hal itu bukan cuma terkait kita berdua aja.Tapi tentang semua orang."Kata Rokey dengan suara tegas.
__ADS_1
"Kamu tega ya sama aku Key.Kita itu sudah kenal cukup lama.Tapi hati kamu tetap keras seperti dulu."Kata Ruvian dengan nada suara yang perlahan.
"Jangan salahkan aku jika aku tega sama kamu.Masa yang lama itu tidak menjamin apa-apa jika kamu masih tidak mengenal lagi sikap orang yang kamu suka.Mahunya kamu itu mencintai aku,tapi apakah kamu tahu,apa yang aku mahu dan apa yang aku suka?"..
Pertanyaan Rokey tidak segera dijawab.Dia mengiakan kata-kata Rokey.Enam tahun lalu,mahupun enam tahun kemudian dia tidak tahu apa-apa tentang Rokey.Kata-kata Rokey ada benarnya.
Ruvian menundukkan kepala.Dia lemah apabila berdebat dengan Rokey soal cinta.Rokey membuatnya sadar bahawa cinta itu memerlukan pengorbanan besar.Biarpun sudah lama mendampingi Rokey,dia tetap masih lagi ragu dengan tindakannya.
Mahunya itu agar Rokey sentiasa ada di sampingnya.Namun dua tidak pernah memberi kesempatan kepada Rokey,apa yang Rokey benar-benar mahukan.
"Udahlah Ruv.Aku sudah lelah dengan semua ini.Sesudah ini,kita itu gak punya hubungan apa-apapun.Aku mohon kamu mengerti."Kata Rokey sembari membuka pintu mobil lalu keburuan masuk ke dalam mobilnya.
Romeo yang dari tadi menonton sinetron yang terjadi di depan mata hanya mengelangkan kepala nya saja dan juga mengekori mobil Rokey yang keluar dari parkiran mobil.
********
Jam setengah delapan malam,acara pertunangan diantara Ruvian dan Arumi berlangsung meriah.Ramai tamu yang menghadiri majlis pertunangan mereka.
Rokey mengenakan gaun malam berwarna merah hati dengan rambut tersepit kemas dengan klip rambut bercorak bunga orkid berjalan berdampingan dengan kakeknya Rugian.
Wajah Rokey menegang sesaat setelah mendengar kata-kata kasar dari Jenny.
Rokey menanggapi kata-kata Jenny seperti angin saja.Tiada apa yang perlu dikhuatiri lagi dengan hubungannya dengan Ruvian.
Rokey tersenyum pahit.Ingin saja dia mengumumkan satu dunia bahawa dia adalah pewaris Keiser yang terkaya di dunia.Biar orang yang selalu merendahkan dirinya itu sadar diri kerana sudah memperkecilkan dirinya.
Di satu sudut taman,Asfra menonton segala kelakuan Jenny terhadap Rokey.Dia begitu mengasihani wanita yang dicintai nya itu.
Asfra mengatur langkah untuk mendekati Rokey.Namun sebelum sempat tiba di tempat Rokey berada, Romeo terlebih dahulu sampai daripada dirinya.
Dengan perlahan-lahan Asfra mendekati kedua-dua mereka, bersembunyi disebalik tamu yang datang dan berusaha untuk mencuri perbualan diantara mereka.
"Key?Kamu baik-baik aja kan?"Kata Romeo yang jelas menunjukkan rasa kesiannya kepada Rokey.
"Ya aku baik-baik aja."Ujar Rokey sembari melepaskan keluhan yang berat dari dalam dadanya.
"Kamu jangan ambil hati ya.Tanter Jenny emang begitu.Kadang-kadang gue sendiri merasa berisik dengan layanannya"Ujar Romeo sambil menenangkan perasaan Rokey.
"As,kok ada disini?"
__ADS_1
Kedengaran satu suara yang fimilar dari kuping telinganya.Suara papanya Asfra,bapak Lufta.
"Kenapa disini?Kenapa enggak ngobrol sama Romeo dan Wena.Tidak lama lagi,kita juga seperti keluarga."Kata Lufta.
Rokey dan Asfra sama-sama tersenyum canggung.Jujurnya Rokey tidak mahu ketemu dengan Asfra buat masa yang terdekat.
Dari mula acara sehingga kini,dia berusaha untuk mengelak dari ketemu dengan Asfra.Namun jodoh antara mereka itu semakin kuat.
Dimana-mana saja dia pergi,pasti ketemu dengan Asfra.Rokey duduk bersandar di kerusi berdekatan dengan taman.
Menghirup udara segar sembari menyegarkan pikirannya yang berantakkan.
Tanpa dia sadari satu sosok tubuh melabuhkan punggungnya duduk bersebelahan dengannya.
Dengan aroma maskulin lemon yang menguar ke deria hidunya,dia sudah menebak siapa pemiliknya.
"Are you oke Key"
Wajah Rokey ditatap tulus.Sekiranya bukan kerana perjanjian mereka,sudah pasti tubuh Rokey itu ditarik ke dalam pelukannya sambil menenangkan isterinya itu.
"Aku gapapa kok.Kamu gak usah khuatir.Sebentar lagi aku juga sudah baikkan."Ucap Rokey setelah pertanyaan Asfra tadi tidak segera dijawab.
"Udah lewat.Aku antarin kamu pulang ya?"Ucap Asfra dengan suara yang mendatar.Asfra bangun dari tempat duduknya dan lalu mengeluarkan kunci mobilnya.
Dia melangkah pergi dahulu dari Rokey.Baru saja melangkah tiga langkah depan,Rokey memanggil namanya.
Asfra membalikkan badannya menghadap Rokey,menanti kalimah yang Rokey ucapkan.
"As,makasih ya,kerana sentiasa ada untuk aku."Ujar Rokey lirih.
Mendengar suara Rokey yang lirih sudah cukup untuk membuatkan jantung Asfra luruh.Akhirnya Rokey tersenyum sambil berjalan berdampingan dengan Asfra.
*****Apakah Rokey sudah mula menerima kehadiran Asfra ya?
*****Lanjutin aja kisah antara mereka ya?
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda..
Happy reading gais..
__ADS_1