
Di luar ruangan privasi rumah sakit,Linda telah menyaksikan segala kelakuan Asfra keatas Rokey.Dia tertanya-tanya siapakah pria yang begitu tampan dan mempunyai tubuh yang atletis mendekat mesra disaat mereka berdua.
Pakaiannya juga terlihat bermarek.Terlihat dari keluarga yang kaya.Memiliki fitur wajah yang menarik bak pangeran luar kota.Bebola mata hazel yang memikat jiwa.Sungguh mempersonakan.
Selama dia mengenali Rokey beberapa bulan ini,dia tidak pernah melihat Rokey rapat atau ramah dengan mana-mana pria.Dia sudah mengenali banyak pria di Kota Zenn, termasuk yang selalu mengunjungi klub malam,namun tiada seorang seperti pria di hadapan Rokey kini.
Malah mereka terlihat seperti memiliki hubungan intim.Malah adegan-adegan panas yang terlihat sebentar tadi jelas menunjukkan kedua-duanya mempunyai hubungan spesial diantara satu sama lain.
Asfra kelihatan seperti menuju pintu kamar sewaktu Linda berpura pura memulas tombol pintu kamar privasi Rokey.Dia tidak mahu tertangkap basah oleh Asfra kerana sudah mengintai perilaku teruna dan dara yang ada di dalam kamar sebentar tadi.
"Hai pak,ketemu sama mbak wena ya"ucap Linda yang hanya berbasa basi sembari tersenyum kepada Asfra.
"Ya,kamu masuk aja.Aku mau pulang dulu.Oh,Thanks ya,sebab ada untuk mbak wena kamu."Jawab Asfra sambil tersenyum.
Setelah Asfra keluar dari ruangan patien,Linda masih lagi berdiri di hadapan pintu.Mengintai di sebalik cermin transparensi yang ada di tengah-tengah pintu kamar untuk melihat Asfra yang pergi sehingga menghilang dari pandangan mata.
"Miss Linda tersohor,kamu apain di pintu itu.Udah selesai nontonnya?"Ujar Rokey yang dari tadi melihat kelakuan Linda setelah berpamitan dengan Asfra di depan pintu masuk ruangan patien.
Dengan langkah yang cepat,Linda mendapatkan Rokey yang sedang baring di ranjang.Dia terlihat tidak sabar-sabar lagi untuk mengorek rahsia dari Rokey tentang pria tampan menemui Rokey sebentar tadi.
"Mbak wena.Cowok itu tadi siapa?kok ganteng banget.Pacar elo ya?"Linda antusias sendiri.Dia sudah tidak dapat bersabar lagi untuk mendengar cerita dari Rokey.Dia seakan-akan sudah mengikat seketika kerana terpesona dengan ketampanan Wajah Asfra.
Rokey tidak segera menjawab soalan dari Linda.Mukanya tiada ekspresi.Rasa malasnya untuk menjawab pertanyaan Linda.Namun Linda tidak berhenti mendesak dirinya.
"Oke!oke!Aku kasi tahu.Dia teman rapat gue.Itu aje."Jawab Rokey dengan wajah cemberut.
"Kok gitu.Kamu tipu ya.Apa kamu berdua ngak punya hubungan khusus.Tadi aku ngelihat hal itu lebih dari sekadar teman.Benaran ni?"
Linda masih lagi ingin menguji kejujuran kata-kata dari Rokey.Linda mengangkat alis keningnya kearah Rokey seakan-akan memujuk gadis itu memberitahu hal sebenarnya.
"Maksud kamu apa sih."Jawab Rokey yang mula enggak enak dengan pertanyaan Linda.
__ADS_1
"Sebenarnya cowok itu pacar kamu kan?Ayuh lah Mbak.Jujur aja.Jika enggak biar aku kebas Pangeran tampan itu dari kamu."Ucap Linda separuh bercanda.
"Elo emang nyebalin.Iya,dia pacar gue.Puas hati."Akhirnya Rokey terpaksa menjawab soalan Linda dengan mengatakan bahawa Asfra itu pacarnya.Jika enggak,dia pasti menanyakan pelbagai soalan lainnya.
"Kamu datang seorang ya Lin?Yang lain dimana?"Tanya Rokey.
"Mereka masih lagi sibuk di Kantor.Lagi dua hari perusahaan kita ada mengadakan banquet sempena perusahaan kita udah sukses.Dengar kata kita ada tamu penting nanti"Ucap Linda sambil mengupas kulit jeruk manis untuk Rokey.
"Tamu penting? Siapa ya Lin."Rokey mula tertanya-tanya siapakah tamu penting itu.Kemudian dia teringatkan Andiia.
"Ngak mungkin kak Andiia kesini tanpa beritahu aku."Bisik Rokey sendiri.
"Udah.Ngak usah dipikirin.Nanti kita tahu juga siapa tamu itu sih."Ucap Linda lalu memberikan ulasan buah jeruk manis kepada Rokey.
"Kamu tu,makannya harus hati-hati.Jangan sampei telat makan.Sekarang lihat aja lho.Udah sakitkan?Tuh,dimakan buahnya.Biar ada vitaminnya."Kata Linda lagi.
Rokey mula mengunyah ulas buah jeruk manis pelan-pelan.Perutnya sudah tidak beberapa lagi sakit akibat mual-mual sebentar tadi.Akhirnya kedua-dua gadis itu senyap dan hanya merenung waktu melawat yang hampir tamat.
*******
Kedengaran bunyi pintu kamar ruangan patien dibukakan.Di pintu masuk kamar terlihat Rikiy sudah masuk dan berjalan menghampiri Rokey yang sedang baring di ranjang.
Sebaik saja melihat Rikiy masuk,Rokey menegakkan badannya lalu bersandar di kepala ranjang sambil memperkemaskan rambutnya yang berantakkan akibat baring sebentar tadi.
"Eh,Rik.Tumben kesini?Apa kamu ngak punya kerjaan lagi?"Ucap Rokey sebaik saja Rikiy duduk di kerusi disisi ranjang.
"Hari ini kerja lagi gak banyak.Jadi aku bisa keluar awal.Kamu gimana khabarnya hari ini?Sudah semakin membaik?"Tanya Rikiy setelah mengetahui Rokey keracunan makanan akibat makanan yang mereka makan di restoran tempoh hari.
"Aku semakin membaik kok.Makasih kerana bertanya."Ucap Rokey sambil tersenyum kelat.Dia mengusap pangkal tengkuknya kerana pegal akibat baring terus-terusan.
"Wen,aku minta maaf ya.Gara-gara aku,kamu seperti ini."Ujar Rikiy dengan rasa bersalahnya terhadap Rokey.
__ADS_1
Gak apa-apa kok.Bukan salah kamu juga.Resto itu yang cuai.Bukan kamu."Ucap Rokey sambil menenangkan rasa bersalah Rikiy terhadapnya.
Tidak lama setelah itu beberapa teman-teman sejabatan dengannya datang melawat.Ada lima orang semuanya.Mereka begitu gembira kerana melihat Rokey dalam keadaan baik-baik saja.
Mereka berbual panjang.Namun obrolan mereka terhenti disaat Asfra masuk ke dalam kamar tersebut.Seperti Linda,mereka juga terpesona dengan ketampanan dan tubuh atletis Asfra.
Dengan ringannya Asfra menghadiahi mereka dengan senyum yang mengancam.Kesemua mereka melopong.Pria yang ada di depan mata amat mempersonakan.Bagi Rikiy dia tertanya-tanya mengapa Asfra bisa berada di kamar Rokey dan apa hubungan kedua-dua mereka.
"Key,Kamu gimana hari ini.Sudah semakin membaik."Tanya Asfra sambil meletakkan bekas makanan di atas meja disisi ranjang.
"Aku sudah baik kok.Sebentar lagi juga sudah bisa check out."Ucap Rokey sambil tersenyum canggung.Suasana di dalam kamar itu berubah tiba-tiba setelah kedatangan Asfra.
Wajah Asfra terlihat lagi lebih tampan dari Rikiy.Kedua-dua wajah pria itu ditatap bergilir-gilir.Asfra sedar akan keadaan itu.Dia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu sembari mematikan kecanggungan yang terbentuk setelah kehadiran nya tadi.Dia berbuat begitu agar Rokey dan teman-temannya bisa lanjutin ngobrolnya.
"Key,aku ngak bisa kelamaan disini.Aku masih lagi punya urusan.Nasi bubur ini nanti dimakan ya?"Kata Asfra dengan suara yang lembut dan romantis.
Asfra mula melangkah.Namun langkahnya terhenti apabila melewati Rikiy.
"Rik,Apa bisa aku bicara denganmu sebentar?Kata Asfra sembari menatap wajah Rikiy.
"Ya"Jawab Rikiy spontan.
Kedua-dua pria itu keluar meninggalkan keenam-enam cewek yang penuh dengan tanda tanya.
Teman sejabatan Rokey semua kehairanan.Hairan kerana pria yang datang melawat Rokey itu mengenali Rikiy.
Setelah kedua-dua pria itu hilang dari pandangan,mulalah Rokey dihujani dengan pelbagai soalan dari teman-temannya.
Rokey menghembus nafas panjang.Sekali lagi dia terpaksa berbohong kepada mereka semua.Hanya itu saja yang bisa dia lakukan.Dia sendiri tidak tahu berapa lama kebohongan itu dapat bertahan.Dia berharap agar satu hari nanti dia tidak terlambat untuk memberitahu satu dunia bahawa Asfra itu adalah suaminya..
*****Gimana Rokey menjawab pertanyaan teman-temannya ya?
__ADS_1
****Dan kenapa Asfra ingin berbicara dengan Rikiy.
Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy reading gais.