
Linda berjalan laju menuju ruang dapur.Namun sebelum sampai di ruang dapur dia harus melalui beberapa kamar yang besar.
Tiba disalah satu kamar,secara tidak sengaja dia mendengar nama Rokey disebut oleh seseorang.Suara seorang wanita dalam lingkungan empat puluhan.Kemudian disusuli oleh suara gadis.Seterusnya kedengaran suara laki-laki.
Dada Linda berdegup kencang.Dia mengamati perbincangan diantara ketiga-tiga orang tersebut.Ingin saja dia menerjah kamar tersebut agar rencana mereka untuk menjatuhkan kredibiliti Rokey tidak berjaya.
"Aku mau kamu campurkan obat ini dalam minuman dia.Sediakan khusus buat dia.Obat akan lambat bereaksi.Jadi dia gak akan sadar apa yang akan terjadi."
"Setelah itu,hantar seseorang untuk memanggilnya.Katakan kakek Rugian mahu ketemu di dalam kamar.Ada hal penting yang dia mahu bincang sama dia.Pastikan orang tua itu tiada disekitar.Ngerti kamu."Kata Jenny.
"Mummy?Apa ni solusinya?"Soal Arumi yang jelas wajahnya sedikit gusar.
"Tenang aja sayang.Setelah malam ini dia ngak akan ganggu kamu sama Ruvian."Ujar Jenny sambil mengelus lembut tangan Arumi.
"Tapi jika ketahuan sama Ruv,gimana dong!" Suaran Arumi sedikit mengoda manja.
"Andai dia tahu,semuanya udah terlambat.Ngak ada yang bisa dia lakuin.Yang cuma tinggal adalah kebencian Wen terhadap Ruvian.Itu yang kamu mahukan?"Ujar Jenny dengan memberi keyakinan kepada Arumi.
"Dan kamu, pastikan bocah itu bener-bener ngak sadar.Setelah itu kamu heret dia guna pintu belakang.Terserah kamu apa kamu lakuin kek.Gue ngak peduli.Asalkan itu anak tidak pernah lagi muncul selama-lamanya.
Di luar kamar,Linda benar-benar kaget dengan apa yang dia dengar barusan tadi.Dia seperti tidak percaya bahawa keluarga sendiri sanggup berbuat begitu terhadap Rokey.
Tanpa Linda sedari,orang suruhan Jenny sudah memulakan rencananya.Dia sudah keluar dari kamar kira-kira lima belas menit yang lalu, melalui pintu rahasia.Masa yang sesuai untuk obat itu mula mengawal tubuhnya.
Tanpa berlengah lagi,dengan perasaan cemas Linda mempercepatkan langkahnya untuk mencari Rokey.Dia menoleh kesekitar kawasan luar dan dalam mansion itu.Namun tetap aja kelibat Rokey tidak kelihatan.
Kemudian dia terlihat Tina,Jenny, Lili dan Cici berborak mesra dengan tamu laki-laki yang mereka kenal dimajlis itu.
"Gais,kamu ngelihat mbak Wen ngak." ujar Linda dengan nafas terengah-engah.
"Lin,elo kenapa? Mukanya pucat begini.Ada apa ya? Soal mereka kehairanan.
"Aduh,itu.Aku harus mencari mbak Wen.Jika enggak dia lagi dalam masalah."Ujarnya lagi.
__ADS_1
"Masalah?Masalah apa Lin?"
Linda menceritakan apa yang dia telah dengar sebentar tadi.Seperti Linda,mereka juga cemas.Mereka tidak tahu mahu minta tolong daripada siapa.Mereka takut jika tiada sesiapa yang percayakan mereka.Lagi pula mereka baru ditempat itu.
Linda menoleh ke sekeliling.Matanya terarah kepada sosok yang dia kenal.
"Asfra!Ya itu pasti Asfra.Aku harus beritahu dia tentang Mbak Wena."Guman Linda.Langkahnya dipercepatkan.Sebaik saja mendekat tanpa berlengah masa dia mengganggu perbualan Asfra dengan teman-temannya.
"Mas Asfra,aku mau bicara sebentar.Bisa ngak?"
Asfra menatap wajah gadis dihadapannya dengan wajah cemberut.Dia belum pernah ketemu gadis itu dimana-mana.
"Maaf!Kamu siapa ya?Tanya Asfra kehairanan.
"Ahh,usah banyak bicara.Ikut aku.Ada hal penting aku mahu beritahu.Ini tentang Mbak Wen.Ujar Linda lantas menarik tangan Asfra ketempat yang tidak menarik perhatian ramai orang.
Setelah keadaan aman.Linda mula menceritakan apa yang dia dengar.Kemudian dia mencari kelibat Rokey,namun sosok gadis itu sudah tidak terlihat dimana-mana.
Mendengar apa yang Linda katakan,Asfra benar-benar kaget.Lantas dia membuat panggilan untuk meminta bantuan.
Setelah lokasi Rokey diketahui,dia bergegas mendapatkan Rokey.Sandy,Daniel serta beberapa orang yang lain mengekori mobil Asfra dari arah belakang.
Tiba disatu gedung yang terbiar dipinggirkan kota,terdapat sebuah mobil diparkir diluar gedung itu.Tanpa membuang waktu Asfra dengan konco-konconya menerjah masuk ke dalam gedung dan mula mencari keberadaan Rokey.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Rokey ditemukan.Rokey ditemui dalam keadaan yang lemah dan beberapa bekas luka di badan dan muka.
Luka tersebut mungkin akibat pergelutan diantara pereman yang menculiknya tadi.Kerana Rokey melawan kembali,mereka menggunakan kekerasan.
Dada Asfra berombak kencang setelah melihat keadaan Rokey yang telah dilukai.Amarahnya meluap-luap.Tanpa membuang waktu dia membelasah pereman itu sehingga babak belur.Di sudut ruangan salah satu kamar tersebut Rokey sudah terkulai lemah.Air matanya tidak berhenti mengalir.Pakaiannya beranatakan dan robek.
Tanpa menghiraukan Sandy Daniel,dia membuka jaketnya lalu membungkus badan Rokey.Tubuh Rokey dirangkul kemas dalam pelukannya sembari berbisik ke telinga Rokey.
"Shhh..Aku ada disini Key.Gak perlu khuatir lagi.Kamu tenang aja.Aku sudah memberi mereka pengajaran yang selayaknya.Aku akan balas perbuatan mereka terhadap kamu."Ucap Asfra dengan nada suara lembut untuk memenangkan perasaan Rokey.Hatinya seperti dirobek robek sehingga hancur.Tanpa sadari dia turut sebak sewaktu memeluk Rokey.
__ADS_1
Setelah keadaan kembali tenang,Asfra mengendong tubuh Rokey untuk keluar dari gedung itu.Sandy dan Daniel terkutat-kutat disitu melihat kelakuan Asfra sebentar tadi.Mereka langsung tidak percaya dengan apa yang mereka telah lihat.
Rokey dan Asfra kelihatan amat dekat.Dalam dakapan Asfra,Rokey bisa menghirup haruman dari tubuh pria itu.Kegusarannya semakin hilang sikit demi sedikit.Dia begitu lega ada orang yang telah datang nyelamatin dirinya.Paling dia tidak sangka orang itu adalah Asfra.
Rokey memperkemaskan rangkulannya dengan kedua-dua tangannya bersilang kemas di leher Asfra sehingga wajahnya menempel dekat di pipi Asfra.Dia ingin menikmati masa itu biarpun cuma sesaat.
Sandy dan Daniel begitu terkejut dengan kelakuan Asfra.Mereka merasa sangat aneh kerana kelakuan Asfra berlainan dari biasa.Itu bukan sikap Asfra yang mereka kenali.Setahu mereka Asfra dan Rokey itu sudah lama tidak berhubungan.Tapi kenapa malam ini kedua-duanya bertindak diluar batasan.
Mobil dikendarai Asfra dengan lajunya meninggalkan tempat tersebut.Di dalam mobil, Rokey sudah terbaring di tempat duduk sebelah tempat duduk pemandu.
"As,aku kedinginan."Ujar Rokey dengan suara lemah.
"Kita kerumah sakit yuk!Badan kamu itu sudah terluka."Ujar Asfra yang masih lagi fokus pada pemanduannya.
"Ngak usah.Aku mau pulang!"Jawab Rokey dengan suara sedikit keras.
"Ya,udah.Aku antarin kamu pulang ke rumah kamu aja."Ucap Asfra lagi.
"As,aku..aku mau pulang sama kamu?"Kata Rokey dengan nada suara yang lemah.
Asfra terus menoleh kearah Rokey.Dia mahu kepastian apakah dia salah dengar dengan omongan Rokey.
"Kamu bilang apa?"Jawab Asfra sedikit kaget.
"Aku mau pulang ke rumah kamu aja."Ucapnya lagi.Wajahnya ditundukkan kerana malu.Itu kali pertama dia meminta permintaan seperti itu.
"Kamu jangan salah faham.Aku ngak mahu teman-teman aku melihat aku seperti ini.Aku ngak mahu mereka khuatir."ujar Rokey lalu memberikan penjelasan kepada Asfra.
Asfra tersenyum mendengar kata-kata Rokey.Dia begitu gembira dan senang kerana dia punya waktu untuk merawat Rokey sendiri.Dengan itu dia bisa mendekati Rokey dengan lebih dekat lagi.Dalam keadaan seperti ini, Rokey amat memerlukan dukungan.Dia pasti pengorbanan ini akan terbalas satu hari nanti.
****Jeng! jeng!jeng! Ada apa dengan Rokey ya.
****Adakah dia memang sengaja melakukan keputusan pulang bareng-bareng sama Asfra ya.
__ADS_1
****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy Reading gais..