
Setelah menerima lamaran dari Ruvian sebagai pacarnya,hari-hari semakin membaik.
Setiap hari Ruvian menjemput Rokey makan siang bersama - sama.Namun belum ada masa yang khusus untuk kencan berdua.
Masih perlu banyak urusan yang perlu dilakukan.Proyek semakin banyak yang perlu diteliti dan ditangani oleh Rokey.Bukan hanya proyek di Assama Group,malah di Goutou Holding juga.
Setelah kian lama lembur beberapa minggu barulah Rokey dan Ruvian ada masa bersama.
Malam,Rokey sudah menerima undangan dari Ruvian untuk dinner bersama-sama.
Tiga mggu pacaran,ini kali pertama masa mereka terluang bersama.
Rokey sudah siap-siap menanti kehadiran Ruvian.Dia sudah berdandan rapi.Rambut nya yang panjang diklip kesisi telinga.
Terlihat simple tapi masih lagi terlihat ayu dan manis.Ini kali pertama dia berdandan untuk satu hubungan yang istimewa.
Selama ini dia kurang menjaga penampilan diri.Jika ada urusan mendadak di luar Kantor dia cepat-cepat mengenakan mekap tebal atau ala kadar sahaja.Hanya mengandalkan pada waktu tertentu saja.
Malam semakin larut.Kelihatan mobil Porche merah berhenti di hadapan apartment Rokey.Di lantai lobi,Rokey sudah terlihat menunggu Ruvian.
Dengan tersenyum, Ruvian keluar dari mobil dan menjemput Rokey masuk ke dalam mobil.
"Key,you so beutiful tonight"Kata Ruvian lalu mencium punggung tanggan Rokey.
"Thanks for your complement."Jawab Rokey ikhlas dengan pujian Ruvian sebentar tadi.
Tiba di sebuah restoran, Ruvian telah menyediakan candlelight dinner buat mereka.Disaat itu, Rokey benar-benar terasa bahagia dan dicintai.Tiada ungkapan yang jelas baginya untuk mengekpresi perasaan tika ini.
Di hadapan meja terhidang berapa makanan mewah serta wine merah.Seorang pelayan menghampiri meja dan melayani mereka berdua.Setelah itu mereka makan berdua.
Yang kedengaran hanyalah bunyi sendok berlaga dengan piring.Kedua pria dan gadis itu berpandangan.Tatapan keempat mata itu benar-benar membuat dada bergetar hebat.
Wajah Rokey merona merah apabila tatapan mata Ruvian tidak lari dari matanya.
"Ruv,apa kamu gak puas menatap aku?
__ADS_1
Rokey mula berbicara.Sendok di tangan diletak ke sisi piring.Wine disipnya seketika.
"Key, thanks coz you accept me to be your boyfriend.Aku amat bahagia sekali."Ucap Ruvian setelah mereka selesai makan malam.
"Ya Ruv.Aku juga bahagia.Bahagia kerana masih punya kesempatan buat kita untuk bahagia." Balas Rokey pula.
"Yuk,kita jalan-jalan duluan.Udah lama kita ngak santai-santai". Tangannya di hulurkan kepada Rokey sebagai tanda dia mahu berjalan pimpinan tangan dengan Rokey.
Dengan ringannya,Rokey menghulur tangan kepada Ruvian.Kemudian mereka berjalan beriringan.Rokey dapat merasakan kehangatan di tapak tangan Ruvian.Sebagai mana hangatnya cinta pria itu buat dirinya.
"Key,aku ngak pernah punya kesempatan untuk menjelaskan hal enam tahun lalu.Aku benar-benar menyesal atas perbuatan orang tuaku.
"Jika dulu aku kuat untuk melawan dan mempertahankan pertunangan kita,sudah pasti keadaan nya tidak seperti sekarang?" Bahas Ruvian sambil memberi penjelasan.
"Aku tau itu bukan masalah kamu.Aku tahu kita hanya korban masa lalu.Ngak ada yang perlu disesalkan.Lets bygone is bygone."Ucap Rokey menenangkan situasi.
"Tapi jujur deh,mengapa saat kita bertemu pertama kalinya,kamu pura-pura ngak kenal sama aku?"
"Kamu mau tau kenapa? Sebab waktu itu aku mau pastikan kamu masih bukan punya siapa-siapa Key."
"Jadi kamu ngak punya kekuatan untuk terus terang sama aku,gitu?"
"Bukan juga sih.Aku takut kamu kabur lagi jika aku katakan kebenaran nya pada kamu".
"Kabur? Mana tau kamu kalau aku kabur?"
"Ya,buktinya aja kamu lari ke Jepang.Masa lalu juga begitu.Aku pikir kamu benar-benar kuliah di England.Tapi bila aku kesana, ternyata kamu juga kabur dari sana sebaik saja mendarat di bandara kota itu kan?"Tanya Ruvian dengan suara yang datar.
Rokey bungkam seketika mendengar apa yang Ruvian katakan.Mungkin saat ini dia masih belum sepenuhnya percaya sama Ruvian.
Tapi sebaiknya dia mahu memupuk perasaan sayang kepada pria yang telah ditunangkannya enam tahun lalu.
Namun untuk cinta,Rokey masih belum ngerasa Ruvian cukup layak untuk memegang kunci hatinya.
"Key,malam ini indah sekali ya?"Ucap Ruvian sambil mendongak langit.Kelipan jutaan bintang menceriakan hatinya disamping Rokey.
__ADS_1
"Apa cuma malam kita berkencan aja yang indah?"Ujar Rokey pula.
Wajah Rokey ditatap sepi.
"Key,aku pengen kita jadian seperti sebelumnya.Aku mau bersama kamu,pengen buat kamu bahagia,dan akan berada di samping kamu selama-lama." Kata Ruvian lagi.
"Apa kamu benar-benar pegang kata kamu.Bagi aku, kata-kata aja ngak cukup jika kamu mau berbuat begitu.Tanpa sebarang janji juga bisa membuat aku menderita Ruv.Buktinya juga sudah terlihat.Aku putus asa,aku terjatuh tanpa ada tempat untuk bergantung.Dikhiati banyak kali.Sehingga cinta kita juga rapuh saat itu Ruv.Jika aku ngak kabur dari England,aku juga ngak tahu takdir aku dibawa kemana."Jelas Rokey dengan panjang lebar.
Ruvian bungkam mendengar penjelasan dari Rokey.Jiwanya turut merasa tersiksa disaat Rokey menceritakan peristiwa pahit dalam hidupnya.
"Jadi bagaimana keadaan kamu kini Key.Apa sudah terlihat aman?"Tanya Ruvian.
"Jujurnya aku belum siap sepenuhnya Ruv.Aku mohon kamu mengerti keadaan aku.Aku bisa belajar untuk menerima kehadiran kamu lagi."
Ruvian membalikkan badan Rokey agar berhadapan dengan tubuhnya.Wajah Rokey diramas lembut dengan tapak tangan.Mata Rokey ditatap dengan penuh rasa cinta.
Disaat pandangan mata kedua-duanya bertaut,jiwa mereka merasakan getaran nya.
"Key,kamu usah khuatir lagi.Aku akan sentiasa ada untuk kamu.Katakan aja kamu butuh aku,pasti aku siap untuk kamu."Ucap Ruvian dengan lembut.
Keadaan sepi seketika.Di dalam taburan bintang-bintang di langit mereka melepaskan rasa rindu sesama mereka.
Dengan perlahan-lahan Ruvian mendekatkan wajahnya ke wajah Rokey.Jantung pria dan gadis itu bergetaran.
Cuppp!!
Akhirnya bibir Ruvian melekat di bibir Rokey. Kedua-dua nya menikmati kucupan masing-masing.Tiada penolakan dari Rokey.Saat itu Ruvian benar-benar gembira.Saat dia merasa kan Rokey hampir menjadi miliknya.
Setelah kucupan itu dilepaskan,badan Rokey dirangkul ke dalam pelukannya.Rokey benar-benar merasakan keikhlasan hati Ruvian.
Malam kencan pertama berhasil dengan baik.Rokey mahupun Ruvian, keduanya mahukan hubungan itu berkekalan sampai bila-bila.
Namun dimana ada bahagia,sudah pasti ada derita yang menanti.Saat waktu itu tiba,apakah mereka tetap akan bersama hingga akhirnya...
****Hai readers semua, jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?
__ADS_1
****Happy reading gais..