
Matahari sudah tinggi disaat Rokey dan Asfra masih lagi tertidur pulas di atas kasur yang empuk.
Rokey membuka matanya perlahan-lahan sembari mengintip Asfra kalau-kalau pria itu sudah bangun atau belum.
Setelah dia melihat Asfra belum bangun,dia menatap wajah pria itu dengan intens.Tanganya terasa ringan menyentuh setiap lekuk-lekuk wajah Asfra.
Bermula dari dahi Asfra,kemudian jari telunjuknya mengusik alis kening lengkung milik Asfra.Setelah itu usikkannya bertambah sehingga menyentuh hidung kemudian terakhir berhenti di bibir milik Asfra.
Bibir merah jambu milik Asfra diusap dengan lembut.Entah kenapa pikirannya melayang seketika.Kemudian dia mengeluh sendiri,sembari menghentikan semua aktiviti mengusik wajah Asfra.
Memiliki Asfra tidak pernah terlintas difikirannya.Melainkan hanya menganggap pria itu sebagai teman.Kerana ketulusan hati Asfra,hatinya mula melembut.
Perpisahan sementara menyedarkan dirinya erti pengorbanan.Disaat itu dia mula terasa kehilangan sosok yang selalu memberi perihatin terhadap dirinya.Kerana kesungguhan Asfra,dia telah jatuh cinta buat kali pertama.Saat itulah dia merasa bahagia.
Bahagia yang tidak pernah dia kecapi sewaktu bersama-sama Ruvian.Kegagalan perhubungan dengan Ruvian mungkin disebabkan mereka tidak jujur dengan diri masing-masing.Lagi pula waktu itu Rokey merasakan dirinya seperti terpaksa untuk menerima dan mencintai kehadiran Ruvian.
Mata Rokey dipejamkan untuk sesaat.Tiba-tiba dadanya terasa sesak.Ada bening jernih di pelupuk matanya.Tanpa tertahan dia mengucup dahi Asfra sehingga titisan jernih itu jatuh keatas wajah Asfra.
"As?I love you so much."Ucapnya dengan suara yang lirih.
Merasakan ada tetesan hangat jatuh diatas wajahnya,Asfra terus membuka matanya.Sebenarnya sewaktu Rokey bermain dengan wajahnya,dia sudah bangun.Tapi dia berpura-pura tidur kerana ingin membiarkan Rokey dengan santainya mengerjakan wajahnya.
"Sayang? Kamu kenapa?Apa kamu sakit?"Soal Asfra dengan cemas.
"Gak ahh!Aku baik-baik aja?"Tipu Rokey.
"Jika kamu oke,kok bisa kamu nangis?Kenapa hemm?"Tanya Asfra dengan suara yang lembut dan rendah.
"Aku gapapa.Cuma...."
Belum sempat Rokey menghabiskan ayat-ayatnya,tubuhnya dirangkul kemas oleh Asfra.Tubuhnya kembali kedalam pelukan sang suami.Terasa hangat,sehingga dia benar-benar menikmati momen-momen manis bersama.
"As,makasih ya kerana udah nungguin aku.Kamu gak putus asa sama aku.Kamu sudah perihatin sama aku."
__ADS_1
"Sssstt!Gak usah banyak ngomong deh Key.Aku tahu satu hari nanti kamu akan berbalik pada aku."Ucap Asfra sembari mencium aroma dari tubuh gadis itu benar-benar membuat dirinya jatuh cinta.
"Makasih juga Key,kerana memberikan aku kesempatan untuk membahagiakan kamu.Mana mungkin aku bisa melepaskan seorang bidadari yang pernah memberi nyawanya pada aku.Apa lagi bidadari itu cantik,pinter,mandiri malah memiliki perusahaan sendiri lagi."Kata Asfra lagi.
"Aku benar-benar gembira mendengarkannya?"Balas gadis itu lagi dengan wajah yang merah mendengarkan pujian dari Asfra.
Gurauan mereka terhenti disaat Bu Eni mengetok pintu kamar.
"Tuan,Nyonya sudah kesiangan.Sarapannya udah hampir dingin kok?"Jerit Bu Eni dari luar kamar.
"Na..tukan? Gara-gara kamu kita ketelatan sarapannya."Ujar Asfra lalu bangkit dari ranjang.
"Emang ada yang marah jika kita telat sarapan?Inikan rumah kita?Siapa yang berani ngelarang huh?"Kata Rokey membundarkan matanya merenung Asfra sembari duduk dan bercekak pinggang.
"Ohoo!Gitu ya?Dasar gadis nakal!"Asfra yang sudah berdiri tadi berbalik menghadap Rokey dan menerkam tubuh Rokey yang masih lagi duduk di atas ranjang.
"Arggg..."Kedengaran jerit Rokey memecah kesunyian kamar itu apabila Asfra menimpa kembali badannya.
"As!Usah mensum deh!"Ujar Rokey malu-malu lalu menolak keras tubuh pria itu sehingga terdorong sikit kebelakang.
Asfra tersenyum sendiri apabila mengingati ulah mereka berdua sendiri.Walau pun sudah menujukan usia matang,namun tetap miliki sikap keanak-anakan.
******
DI KANTOR SANDY
"San,,aku mohon!Katakan kepadaku,dimana Asfra.Sudah pasti kamu tahukan?"Ujar Cindy setelah dia cuba menjejaki Asfra selama beberapa hari yang telah kehilangan jejaknya.
"Cindy,gue udah bilang sama lho,urusan gue itu hanya kantoran aja.Gue ngak ngurusin hidup As."Bentak Sandy yang benar-benar cuek dengan sikap gadis itu yang selalu memaksanya memberitahu keberadaan Asfra.
"Bohong!Kamu pasti bohongkan?"Ujarnya lagi sembari mengguncang tangan Sandy.
"Sudahlah Cin.Kamu gak capek apa ngejer Asfra aja.Asal lho tau ya?Asfra sudah punya pacar.Dia bahagia kok.Elo tu siapa bagi As ya?"Kemarahan Sandy sudah berada di puncak.
__ADS_1
Dengan perasaan kesal dia meninggalkan Cindy yang termagu disitu.Di dalam hati Cindy,dia benar-benar marah dengan sikap yang ditunjukkan oleh Sandy.
"Kurang ajar!"Celetuknya sendirian sehingga suaranya masih boleh didengarin oleh Sandy.
"Ceh!Gadis pemaksa.Palakor!"Rutuk Sandy lalu bergegas pergi tanpa menghiraukan sumpah seranah Cindy keatas dirinya.
"Asfra!Asal lho tahu ya,elo itu milik aku satu-satunya.Aku akan rampas semula kamu dari perempuan penggoda itu.Kamu lihat aja nanti."Kata Cindy dalam keadaan yang marah.Penumbuknya digenggam sebagai tanda menahan amarah yang tak tertanggung.
******
DI VILLA ROWENA K.K
Ponsel Asfra berbunyi disaat sepasang merpati dua sejoli itu menikmati sarapan pagi.Di layar ponsel tertera nama Sandy.
"Halo San!Ada apa?Kan gue udah bilang hari ini gue gak mahu diganggu oleh sesiapa pun."Ujar Asfra lalu menghabiskan air kopinya yang masih tersisa di dalam cawan.
Setelah itu dia bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan keluar anjung untuk meneruskan perbualan dengan Sandy.
"Lho ada dimana As.Kapan mau pulangnya.Aku udah capek ngurusin mantan pacar lho itu!.Setiap hari datang ke kantor cariin elo terus-terusan."Kedengaran nada suara Sandy terlihat tertekan dengan situasi yang dialami di kantor.
"What?How dare she!"Bentak Asfra pula.
"You see.Kamu sendiri ternyata kagetan aja dengarinnya.Apa lagi gue,yang hampir satiap hari ditanya dimana keberadaan lho."Kata Sandy dengan kesalnya.
Kedatangan mendadak Cindy menyebabkan beberapa rapatnya sedikit terganggu.Entah apa yang gadis itu mahukan dari Asfra.Sedangkan waktu dia meninggalkan Asfra terkontang-kanting sendiri,dia tidak pernah merasakan simpati kepada Asfra.
Malah dengan senang hati,dia memilih pria lain yang mencintai dirinya berbanding Asfra.Setelah Asfra berada di puncak kejayaan dan kegemilangan,dia berbalik kembali kepada pria itu.
Namun semua sudah terlambat kerana cinta Asfra hanya milik Rokey seorang saja.
****Semakin bahagia pasangan ini ya?
****Bagaimana dengan Cindy.Apakah dia benar-benar merencanakan sesuatu untuk merebut kembali mantan pacar nya itu?
__ADS_1
****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.Happy reading gais.