SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
BERITA TERGEMPAR


__ADS_3

Pagi-pagi lagi,Jenny mendapat panggilan daripada pembekal materi dari gudang mengatakan ada beberapa kekacauan yang telah berlaku.


Kesemua investors telah menarik semula sokongan mereka untuk memperluaskan pelaburan mereka di perusahaannya.


Jenny seperti cacing kepanasan mencari investors terbaru untuk perusahaan miliknya.


Belum lagi selesai satu masalah, menyusul pula masalah lainnya.


"Bu,kami dari Jabatan Pengadilan,kami terpaksa menahan ibu diatas curang dalam melaksanakan transaksi berkaitan dengan projek Pertama Putra dua tahun lalu.Diminta ibu memberi kerjasama kepada pihak kami.Ini surat penahanan ibu."Kata seorang pegawai yang datang menahan Jenny di rumahnya.


Jenny kepanikkan.Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.Mungkin ini sudah takdirnya.Mengaku adalah solusi yang terbaik,agar hukuman diringankan.paling tidak cuma dipenjara tiga tahun dan bayar denda sahaja


Dengan lengkah yang lemah,dia mengikuti pegawai bertugas pergi ke Jabatan Siasatan Korupsi.


Beberapa hari kemudian,berita tergempar mengatakan bahawa pameran seorang artisan yang baru menigkat naik telah disabotaj.Semua karyanya telah dirusakkan.Dan ada diantara karyanya di curi sehingga dia dituduh mencuri hasil karya pelukis lain.Orang itu adalah Arumi.


Di kantor,Rokey tersenyum puas.Pembalasan itu sebenarnya belum cukup lagi buat mereka.Namun hal itu cukup untuk mengajari mereka saja.Rokey tidak mahu mengambil langkah proaktif untuk menjatuhkan mereka dengan lebih teruk lagi. ke


Tapi sekiranya hal sama terjadi lagi,dia tidak akan berbelas kasihan terhadap dua insan yang seringkali ingin menjatuhkannya itu.


Sedang Rokey asyik dengan kerjanya, kedengaran bunyi ponselnya berdering.Di layar ponsel tertera nama Dominic.


"Hai!Key.Apa kamu ngak sibuk sekarang?Kakak mau taktir kamu makan siang.Nanti malem kakak sudah mau berangkat ke Italia.Apa kamu punya waktu ya?


"Untuk kakak,semuanya bisa dong.Kakak lagi dimana?Aku berangkat sekarang ya?"Kata Rokey lalu meraih tas tangannya di atas meja dan bergegas keluar dari ruangannya.


"Kakak ada di lobi.Kamu turun aja.kakak tunggu kamu ya?"Ujar Dominic lalu mematikan panggilannya.


Beberapa menit kemudian, mereka berjumpa di depan lobi.Dengan senyuman yang lebar,Rokey masuk ke dalam mobil dengan hati yang senang.


Setibanya di restoran,mereka terus memesan makanan.Sementara menunggu hidangan disajikan,mereka berbual mesra.Ada diantara pelanggan yang berkunjung mencemburui keakraban dan keramahan diantara kedua-duanya.


Sedang mereka asyik berbual-bual,mata Dominic secara tidak sengaja tertoleh kearah satu sosok yang amat dikenalinya setelah sekian lama.


Asfra sedang berjabat tangan beberapa orang lelaki separuh baya dan baru saja mahu pergi dari situ.Tanpa mengulur waktu,dia memberi pesanan kepada pelayan restoran agar Asfra bergabung dengan dia dan Rokey untuk makan siang.


Disudut restoran,setelah selesai bertemu dengan klien,Asfra dan asistennya berangkat pulang ke kantor kerana masih punya urusan yang perlu dilakukan.

__ADS_1


Namun langkahnya terhenti apabila seorang pelayan restoran menemui mereka dengan mengatakan ada seseorang ingin berjumpa.Dengan langkah sederhana,dia menuju meja dimana tuan empunya badan yang memanggilnya sebentar tadi.


"Dominic?Ternyata kamu memanggil aku ya?"Tanya Asfra sebaik saja merapati meja dimana Rokey dan Dominic duduk.


"Silahkan.Sudah lama kita ngak ketemu.Kebetulan semua ada di tempat sama,jadi aku mau taktir kamu berdua."Ujar Dominic sambil mempelawa Asfra duduk disamping Rokey.Air sejuk yang telah disediakan diminumnya.


Asfra menoleh kearah Rokey.Lantas keduanya berbalas senyuman.


"Baru selesai ketemu sama klien ya?Kamu apa khabar As?Pasti kerjanya lumayan sibuk."Soal Dominic lagi.


"Enggak juga sih.Cuma beberapa perkara yang harus diselesaikan kerjanya.Kamu bila berangkatnya ke Italia?"Tanya Asfra pula.


"Nanti malam.Kamu berdua gimana hubungannya?Apa masih lagi berteman?Atau sudah maju kedepan?"


Dominic menatap kedua-dua insan yang ada dihadapannya itu.Dia amat menyukai apa yang dia lihat kini.Kedua-dua insan yang ada di hadapannya ini begitu cocok sekali jika berteman.


"Kak Dom.Kok bahas soal itu sih.Orang kayak kita berdua ni pasti udah sibuk dimana-mana dengan kerjaan.Mana bisa ada masa ketemu bereng-bereng."Ujar Rokey menyembunyikan kegugupan di dalam hatinya.


"Kalau gue,ngak ada masalahnya Dom.Tapi cewek ini yang lari terus.Di ajak makan aja langsung ditolak.Gimana dapat dekatin?"Ucap Asfra sambil jelas menunjukkan seringainya


"Enggak ah.Bikin gue malu aja.Siapa juga nungguin pangeran berkuda putih.Usah bercanda tau.Ngak cocok"Jawab Rokey dengan wajah yang merah menahan malu.


Dominic semakin senang mengusik Rokey.Hampir setahun dia tidak berjumpa dengan Rokey yang sudah dianggap sebagai adik sendiri.Selain dari Andiia,Rokey juga rapat dengannya sewaktu gadis itu melanjutkan pengajian ke Italia tujuh tahun lalu.


Makanan dihidangkan.Mereka bertiga makan dengan aman sambil berborak panjang.Setelah selesai makan, ponsel Dominic berdering.


"Maaf,gue angkat panggilan ini di ya.Kamu berdua lanjutin aja ngobrolnya."Ujar Dominic lalu pergi dari situ buat seketika.


"Key,gimana rasanya jadi bos.Enak ngak?"Tanya Asfra sebaik saja Dominic hilang dari pandangan matanya.


"Biasa aja.Cuma kerjanya lumayan sibuk."Ucap Rokey sambil mengacau air kopi hangat yang didepannya.


"Kamu,jadi ya pulang ke Italia sama Dominic."Tanya Asfra.Wajah Rokey ditatap datar untuk mendapatkan kepastian dari gadis itu.


"Berangkatnya jadi sih.Tapi ngak ikutin Kak Dom.Aku pergi besok aja.Flight dua sore."Jawab Rokey


Keadaan menjadi sepi seketika.Rokey tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Asfra lagi.Semuanya sudah dijelaskan kepada Suasana sepi lagi.

__ADS_1


"Key,gue minta maaf.Kayaknya aku ngak bisa antarin kamu pulang ke kantor.Aku harus berangkat sore ini.Ada urusan mendadak di sana.As,apa kamu bisa antarin Rokey ke kantor."


"Bisa aja.Ngak ada yang ngerepotin."Ujar Asfra lagi.


"Kalau begitu gue berangkat dulu ya?Sampei ketemu lagi ya Key!As!"Ucap Dominic lalu bergegas meninggalkan restoran tersebut.


"Yuk,kita berangkat juga.Mau terus disini?"Ujar Asfra lantas mematikan lamunan Rokey yang dari tadi menoleh kearah pintu utama restoran tadi.


"Yuk"Jawab Rokey ringkas.Mereka berjalan bergandingan menuju pakiran mobil.Setelah mereka berada di dalam mobil, Asfra dengan segera membetulkan sabuk pengaman pada Rokey.


Wajah dan tubuh Asfra begitu dekat sekali dengan tubuh Rokey sewaktu pria itu membetulkan sabuk pengaman sehingga Rokey bisa mencium haruman tubuh Asfra.Rokey dengan cepat-cepat menahan napas dan memejamkan matanya dan berharap agar Asfra menyingkir dari depannya.


Sewaktu Asfra mengangkat wajahnya,tanpa tidak sengaja pipi mereka bersentuhan.


"As!"


Ucap Rokey dengan suara yang sedikit kaget lalu mendorong tubuh Asfra sedikit kedepan.Hatinya benar-benar gugup.Terasa kini dia pula yang baper.


"Ouchhhh"Jerit Asfra kesakitan.Kerana di dorong oleh Rokey tadi kepalanya terhantuk di stereng mobil.Dia menggosok-gosokkan kepalanya yang sakit.


"As!Maafin gue.Gue ngak sengaja."Kata Rokey panik.Tangannya juga turut menggosok kepala Asfra yang kesakitan.


Asfra senyum sendiri dengan tingkah laku Rokey.Dia begitu senang kerana Rokey mula perihatin terhadap dirinya.Dalam diam-diam dia menangkap tangan Rokey sembari mengucup lembut bibir Rokey dan ********** seketikanya.


"Itu harga yang kamu patut dapet dari kata maaf kamu"Ucap Asfra lalu ketawa.


"As!Kamu curang!"Ujar Rokey sambil menutup mulutnya dengan kedua-dua tapak tangannya.Ketawa Asfra semakin galak.Gadis disebelahnyankini benar-benar membuatkannya gila dan baper.


Rokey menarik wajah dengan kelakuan Asfra.Namun dalam diam-diam dia juga senang dengan sikap romantis Asfra.


*****Waduh!!Kayaknya Rokey dan Asfra sama-sama baper ya?


****Apa langkah Asfra seterusnya untuk mendapatkan hati Rokey.


****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?


*****Happy reading gais..

__ADS_1


__ADS_2