
Setelah berminggu-minggu berhempas pulas menyelesaikan masalah konstruksi,akhirnya masalah itu berjaya diatasi.
"Wen,nampaknya masalah kita sudah berjaya diselesaikan.Nampaknya ide kamu memang brilliant."Ujar Mr.Shawn antusias.Dia tersenyum puas kerana semua masalah do perusahaan cabang berjaya diatasi.
"Kayaknya malam ini kita perlu raikan kemenangan ini.Apa nanti malam kita bisa bersenang-senang di klub?"Kata Mr.shawn latas memberi cadangan kepada pegawainya.
"Ide yang bagus Mr.Shawn.Jadi taktir pakei siapa ya?"Tanya salah seorang pegawainya.
"Oohh..itu ya?"Mr.Shawn tidak segera menjawab.Pandangan matanya jatuh kepada Rokey.Kemudian Rokey memberi sehelai nota kepada Mr.Shawn.
"Malam ini biar aku yang taktir"
Setelah membaca nota tersebut,Mr.Shawn tersenyum.
"Nampaknya aku perolehi nota dari Presiden kita,malam ini dia yang taktir."Ujar Mr.Shawn.
"Kok bisa pak,emang Presiden kita ikut gabungan nanti malam.Lagian kita ngak pernah ketemu sama Presiden kita.Orangnya kayak apa.Perwatakkannya seperti apa.Kita semua penasaran kok?"Kata salah seorang daripada karyawan disitu.
"Entar aja kalian akan ketemu sama dia.Dalam waktu ini Presiden kita lagi banyak urusan.Jadi saya harap kamu semua fokus dengan kerja.Jangan pernah membuang waktu yang berharga di perusahaan ini."ujar Mr.Shawn antusias.
Wajah semua karyawan ternyata gembira.Mujur aja besok adalah waktu libur,jadi mereka tidak perlu untuk kontrol diri untuk mabuk-mabukkan malam nanti.
"Wen,kamu ikut sekali ngak malam ini?"Tanya salah seorang asisten sepertinya.
"Ngak tahu deh.Mungkin pergi bentar aja"Jawab Rokey sambil mengemas desknya yang tidak teratur dari tadi.
Di salah satu sudut,salah seorang asisten disitu terlihat diam sahaja.Disaat teman-temannya yang lain mengajak dia pergi sekali,dia menolak.
Teman sejabatannya itu bernama Lili.Dia punya kerja lain setelah selesai kerjaan di perusahaan Andiia.
Rokey duduk sebentar di sisi Lili.Wajah gadis itu terlihat mendatar saja.Tiada ekspresi wajah yang serius mahupun gembira.
Rokey penasaran sendiri sehingga dia memikirkan beberapa perkara yang mengganggu pikiran Lili.
"Lili,kamu kenapa ya?"Tanya Rokey mula mengorek rahsia Lili.
"Aku gapapa.Ko mbak tanya gitu?"
"Ngak.Aku cuma pengen tau aja,kenapa kamu ngak bisa senang-senang sama kita malam nanti.Apa kamu punya masalah?"
"Masalah?Aku gak ada.Aku cuma capek aja.Lagian hari ini banyak aja kerja yang perlu diberesin".
"Makanya kamu harus istirahat.Jadi malam ini,bisa libur."
"Maaf mbak.Aku punya kerja lain selepas waktu kantor."
"Apa kamu butuh uang?"
__ADS_1
Pertanyaan Rokey tidak segera dijawab.Lili rasa ragu-ragu untuk berkongsi masalahnya dengan Rokey.
"Ya.Udah.Jika kamu ngak sedia untuk ceritakan masalah kamu sama mbak,ya gapapa kok.Tapi satu aja ya mbak pesan,jika butuh sesuatu,telfon aja mbak ya.Mana tau mbak bisa bantu kamu."Kata Rokey sembari menepuk pundak Lili.
Rokey bingkas bangun dari tempat duduknya dan kemudian mencapai tas tangan nya lalu ingin berangkat pulang ke rumahnya.
Tapi sebelum tiba di pintu lift dia barhenti seketika.Dibelakangnya terlihat Lili sedang melangkah menuju ke arah nya.
"Lili,kamu pulang barang siapa ya?"
"Pulang sendirian mbak.Pakei ojek."Jawab Lili sambil memperkemaskan ranselnya.
"Jika begitu,mbak antarin kamu pulang ya?"
"Mbak ngak usah.Aku bisa pulang sendiri kok."Cepet-cepet dia menolak ajakan Rokey.
"Loh,kamu kenapa Lili.Mbak ngak punya masalah ngantarin kamu.Lagian mbak bosan sendirian waktu nyetir."Kata Rokey sambil meraup wajahnya yang sedikit tegang.
"Tapi mbak, Lili ngak mau ngerepotin mbak ."
"Ya udah.Mbak antarin aja.Ngak usah nolak terus."Ujar Rokey lagi.
Lili merasa tidak berdaya untuk menghalang Rokey daripada menghantarnya pulang.Setibanya di pakiran mobil,Rokey lantas menuju sebuah mobil Audi berwarna blueberry.
"Yuk,masuk."Ajak Rokey.Liki masuk ke dalam mob Rokey lalu memasang sabuk pengaman.
Setibanya di rumah sewa Lili,beberapa orang pria telah menanti kehadiran Lili.Disampingnya terlihat ayah Lili tanganya diikat kebelakang.
"Bapak!"Kedengaran Lili menjerit kuat sebaik saja keluar dari mobil Rokey.
Rokey yang belum menyedari situasi yang dialami oleh Lili,turut kaget sesaat.Di dalam mobil,Rokey dapat melihat jelas Lili memeluk bapaknya sambil menagis.
Salah seorang pria itu meleraikan pelukan Lili dengan bapaknya sembari menjambak rambut Lili.Lili mengerigis kesakitan.
Melihat keadaan seperti itu,lantas Rokey keluar dari mobilnya dan berlari mendapatkan Lili dan bapaknya.
"Lepasin tangannya."Jerit Rokey sembari mendorong keras pria yang menjambak rambut Lili sebentar tadi.Tubuh pria itu terlihat terdorong sikit kebelakang.
"Cewek brengsek.Beraninya lho ya?"teriak pria itu dengan kasar sembari bangun dan mencengkam pergelangan tangan kiri Rokey.
Rokey berdiri kokoh ditempatnya.Pria itu tidak mampu untuk mendorongnya kedepan.Rokey merenung tepat ke wajah pria itu dengan tatapan dingin.
Pria yang mengcengkam tangannya tadi kaku sesaat.Dia merasa tercabar dengan pandangan dingin seorang wanita dihadapannya.
"Lepasin tangan gue."Ujar Rokey dengan suara keras.
"Wow bro.Lho gak dengarin apa adik manis ini bilang?"Salah satu pria itu mencelah temannya.
__ADS_1
Tangan Rokey dilepas kan.Sebaik saja tangan Rokey dilepaskan,dia membungkukan badannya untuk membantu bapak Lili berdiri.
"Bukankan aku sudah bilang,aku akan bayar uang kalian lagi dua hari.Kenapa kalian tetap aja kemari".Kata Lili dengan suara yang tertahan-tahan.Ada air mata yang jatuh ke pipi.
"Ooo..adik manis,kami kesini cuma ngecek aja,apa kamu berdua masih disini atau sudah kabur dari tempat ini."ujar pria lainnya.
"Gimana bisa kabur.Orang kamu aja ada dimana-mana.Apa kamu ngerasa kami bisa lolos?"Jawab Lili dengan suara sedikit tinggi.Air matanya sudah tidak lagi kelihatan.Mungkin disebabkan oleh Rokey ada disampingnya.
"Baik!Dalam masa dua hari lagi gue kemari.Gue mahu uang itu sudah ada.Lima puluh juta pasti ada."Ujar pria itu lagi.
Kemudian matanya beralih arah kepada Rokey.Rambut Rokey yang disanggul rapi ditariknya sehingga ikatan rambutnya terlepas.
"Ternyata temanmu ini lebih menarik dari kamu.Gimana malam ini lho bawa teman lho ke klub.Kita bisa ngobrol-ngobrol.".
"Enggak!Jangan ganggu dia.Dia sama sekali ngak punya urusan sama kita."Teriak Lili lagi.
"Tapi aku suka sama teman lho.Jika kamu ngak ke klub malam ini sama teman mu ini,ingat aku bisa menghancurin lho sama bokap lho seperti ini aja."Kata pria itu sambil ketawa lantang.
Mereka berganjak pergi.Namun dihalang oleh Rokey.Rokey mengeluarkan dompetnya.
"Nah,sepuluh juta.Anggap aja bayaran bunga nya aja."Kata Rokey lalu menghulur uangnya kepada ketua kumpulan itu.
"Ooo...ternyata kamu kaya juga ya?Gimana malam ini temankan gue minum-minum."Pria itu menunjukkan senyuman yang terangkat keatas.Alis keningnya diangkat sedikit.
Rokey berdecak seketika sembari tersenyum sinis memandang mereka.
"Kasi tau sama aku,siapa bos kalian.Biar aku temanin dia aja minum.Apa kamu berani lakuian itu?"Ujar Rokey lagi.
"Apa?Apa kamu seberani itu?"Jerit pria itu dengan angkuh.
"Katakan siapa Bos kamu."Kata Rokey lagi sembari menatap wajah pria itu dengan tatapan tajam.
"Bos gue Kendell Omex."Jawab pria itu ringkas.
Rokey tersenyum puas.Kendell Omex,sudah tiba masanya kita ketemu lagi."Bisik Rokey di dalam hati.
Lili dan bapaknya dari tadi memandang cemas Rokey.Mereka takut Rokey diapa-apakan sama pemiutang tadi.Terlihat Rokey lebih tenang menghadapi kesemua mereka.
"Mbak Wen,kenapa kamu bisa...."
"Ya udah.Mbak gapapa.Tenang aja.Masalah kalian juga enggak berlanjutan kok."Kata Rokey lalu membantu memapah tubuh bapak Lili masuk ke dalam rumah.
*****Gimana Rokey mahu menyelesaikan masalah Lili ya?
******Lanjutin aja bacaannya.Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.
******Happy reading gais.
__ADS_1