
Berita gembira yang diterima siang hari benar-benar membuatkan mereka gembira.Asfra tidak menyangka bahawa gurauannya menjadi satu kenyataan.
"Wah!Asfra.Ternyata kamu memang hebat.Papa tidak sangka dengan selekasnya papa mendapat cucu.Nampaknya pernikahan kamu tidak bisa ditunda lagi.Apabila papa kembali lagi ke Itali,papa akan mempersiapkan segala-galanya."Ucap Marquis dengan bangganya.
Pria paruh baya itu,sadari dari tadi asyik ketawa.Senyuman sumrigah tidak lekang di bibirnya.Biar anak-anak, bodyguard atau sesiapa di pulau itu mengatakan dirinya gila,dia juga tidak peduli.Hari ini memang hari yang menggembirakan.
"Papa,kamu aktingnya amat berlebihan."Bisik Asfra setelah menyedari bahawa Marquis dari tadi ngobrol-ngobrol sambil ketawa.
"Oh,Iya?Maaf!Papa gak bisa kawal diri.Pokoknya papa terlalu senang dengan perkhabaran yang menggembirakan ini.Kamu,apa lagi tunggu disini!Tuh,buruan ke kamar Rokey,awas kalo kamu biarin dia sendirian."Ujar Marquis sembari mengernyitkan matanya kearah Asfra.Dia begitu senang menjahili menantunya.
Biarpun Asfra seorang pria yang punya segalanya,namun apabila menyentuh soal tanggungjawab sebagai seorang ayah,dia harus mulai belajar mengawal emosi diri sendiri dan juga emosi Rokey.Kerana hormon wanita mengandung amatlah sukar dijangka.Penyiksaan baru saja bermula.
"Asfra, siksaan kamu baru saja bermula.Semuga kamu betah dengan karenah Rokey nantinya.Jangan sampai semua berantakkan gara-gara keinginan tidak dipenuhi."Ungkap Marquis lagi sewaktu Asfra menginjak tangga menuju kamar yang ada di lantai atas.
Asfra,sadari dari tadi terus mencerna maksud papa mertuanya apa yang diertikan dengan 'siksaan baru saja bermula'.Saat tiba dikamar Rokey, wanitanya itu sedang uring-uringan di atas kasur sembari memainkan ponselnya.
"Sayang,kamu lagi apain!"Ujar Asfra lalu mencium puncak kepala Rokey sebaik saja dia menghampiri Rokey yang sedang baring di ranjang.
"Lagi istirehat."Jawab Rokey ketus.
Mendengarkan jawapan dari Rokey,Asfra tertawa dengan kuatnya.Entah kenapa tiba-tiba merasakan Rokey menjadi wanita polos setelah hamil.
"Aduh,sayang.Kamu Jawabnya terlalu jujur.Key,makasih ya udah bagi kesempatan untuk aku jadi seorang ayah.Aku janji akan jaga kamu berdua sebaik-baiknya.Setelah kembali lagi ke Indonesia,aku mahu mengumumkan bahawa kita akan mengadakan pernikahan di Kota Jakarta yang serba mewah."Ucap Asfra lalu mengelus lembut tangan Rokey sembari mencium punggung tangan kanan isterinya itu.
"Ya,terserah kamu.Aku juga senang jika kita umumkan pernikahan kita.Biar semua orang tahu bahawa laki-laki yang tertampan dan terkaya di Kota K ini milik putri Keiser.Hanya putri Keiser yang bodoh tidak menyadari pesona milik Pria bernama Asfra Kelov Lufta."Ucap Rokey dengan bangganya.
"Kamu ini ada-ada saja."Ucap Asfra lalu merangkul tubuh Rokey ke dalam dakapannya.
__ADS_1
"Sayang,yuk kita makan.Tadi Dokter Mun bilang kamu harus makan makanan yang bergizi dan berkhasiat."
"Tapi aku mahu makan sama Yumiko sama Hakari."Guman Rokey yang masih lagi menagih janjinya pada Asfra.
Asfra menepuk dahinya dengan sedikit rasa kesal.Teryata istrinya itu masih tidak melupakan niatnya siang tadi untuk makan siang bersama Yumiko dan Hakari.
"Iya,iya.Nanti aku suruh Bu Mariku memanggil Yumiko dan Hakari.Sebelum itu,kita ke lantai bawah dulu.Nanti aku suruh mereka beresin tempat kamu bertiga dengan bagus.Biar makannya nanti bisa tenang loh."Ujar Asfra yang semakin gemas melihat pipi Rokey yang semakin berisi.
*****
"Kak Rokey,kok mau makan bareng sama kita?"Tanya kedua-dua gadis comel itu serentak.
"Kakak teringin mau makan bareng sama kalian.Lagian cuma kamu berdua aja gadis kecil disini.Apa kamu berdua gak suka?"Tanya Rokey sembari menatap wajah Yumiko dan Hakari berganti-ganti.
"Siapa yang gak mahu.Lagian kami dari sini jarang sekali ada yang mahu temanin.Tempat ini juga jauh dari kota."Gerutu Yumiko.Entah kenapa dia merasa terkurung di pulau itu.
'Yuk,mau tunggu apa lagi.Makan donk."Ucap Rokey sembari mencubit kedua-dua pipi Yumiko dan Hakari.
Siang itu mereka makan dengan tenangnya.Namun tidak bagi Asfra.Dia merasa cemburu melihat kebahagiaan diantara ketiga-tiga sosok tubuh itu.Asfra mengeluh kecewa kerana tidak diperdulikan oleh Rokey.Dengan langkah yang lemah,dia menghayun kakinya menuju bilik tamu dimana Marquis dan Yuri berada.Wajahnya terpampang jelas menunjukkan kekecewaan dan suram.
"As,kamu lagi apain.Kok mukanya jelek begitu.Apa kamu sama Rowena gaduh ya?"Tebak Marquis
"Gak pa!Aku lagi makan hati sama Rokey.Masa aku ditinggalin sendiri makannya."
"Loh,cuma itu aja?Kok gak nyusul aja?"Tanya Marquis kehairanan.
"Rokey gak mahu diganggu pa.Katanya mau makan bareng Yumiko dan Hakari.Dia gak mau diganggu."Ujar Asfra dengan wajah cueknya.
__ADS_1
Tiba-tiba ketawa Marquis meledak.Asfta telah menerima siksaan pertamanya.Asfta menatap wajah Marquis dengan terpinga-pinga.Entah dimana lucunya,sehingga bapa mertuanya itu ketawa berdekah-dekah.
"Papa!Kok bisa ketawakan As.Ada yang salah pa?"Tanya Asfra tidak puas hati.
"Itu! Sepertinya kamu sudah menerima siksaan yang pertama.Biar sabar ya nak.Itu belum parah lagi.Pasti ada lebih teruk daripada ini."Ujar Marquis sembari mengelap air mata di hujung pelupuk mata akibat ketawa dengan keras.
"Siksaan?Maksudnya papa apa sih.As,gak ngerti."Guman Asfra untuk meminta kepastian dari Marquis.
"As,bila seorang ibu hamil, hormonnya seringkali berubah.Ada yang biasa aja,ada yang lebih parah dari biasa."
'Maksudnya?"
"Maksud papa,nanti Rokey itu akan minta apa-apa saja dari kamu.Contohnya mau makan durian,tapi belum ada musim.Trus istri kamu terus-terusan minta kamu cariin buahnya.Kamu bilang,buahnya gak ada.Lalu istri kamu ngancem mogok makan."Gitu loh.
"Oo..begitu pak ya?"Ucap Asfra seperti seekor burung pelatuk yang menganggukkan kepalanya berulang-ulang kali.
"Papa harap kamu sabar meledani karenah Rokey nanti.Ibu hamil ini, perasaan mereka mudah terguris.Jangan sampai pa yang mereka minta tidak mendapat."Ucap Marquis sembari menepuk pundak Asfra.
Asfra masih lagi terkutat-kutat disitu, memikirkan apa yang bakal diminta oleh Rokey.Di ruang makan,ketawa Rokey,Yumiko dan Hakari jelas kedengaran di daun telinga Asfra.Asfra mengeluh perlahan.Berdoa berharap agar Tuhan membantu dirinya menyiapkan diri dengan tugasan yang bakal berlaku.
****Apa lagi ditunggu ya,udah dibaca jangan lupa ketik:
❤️like
❤️ vote
❤️ Komentar
__ADS_1
***TQ gais.