
"As,ini malam ada acara di perusahaan RKK di Kota Zenn,elo mau gak ikutan?"Tanya Cindy sebaik saja dia menemui Asfra di kantornya.
Pertanyaan Cindy tidak dihiraukan.Malah dia tidak sekali menghiraukan sosok gadis yang sudah berada di hadapannya.Tangannya semakin laju menekan setiap kekunci pada laptopnya.
"As,lho dengar gak apa yang gue bilang!" Suara Cindy dilembutkan dengan sebaiknya.Meski pun hatinya kini sudah memanas kerana sikap tidak peduli oleh Asfra.
"As?"
"Berisik!Lho bisa gak diam sebentar.Gue lagi banyak kerjaan ini.Bisa gak kamu kluar dari ruangan gue!"Bentak Asfra dengan suara yang kasar.
"Ya,ya,gue ngerti kok.Gue ini bukannya siapa-siapa sama lho.Cuma mantan aja kok?"Katanya bersahaja.
"Ooo..!Jadi sadar diri juga elo ya?Jadi apa yang elo tungguin.Silahkan keluar dari ruangan gue."Kata Asfra lagi.
"Enggak!Gue gak mahu.Elo belum lagi jawab pertanyaan gue!"Jawab Cindy dengan suara sedikit keras.
"Pertanyaan mana?"Jawab Asfra ketus.Dia betul-betul tidak suka dengan kehadiran Cindy.
"Kamu maukan jadi temen aku untuk undangan acara pelantikan CEO RKK Group?"
"Aku sudah punya temen.Kamu cari aja yang lain."Kata Asfra tanpa memperdulikan perasaan Cindy.
Dia begitu risih dengan sikap pemaksa Cindy.Gadis itu sentiasa mencari jalan untuk memenangi hatinya.Sentiasa ada jalan untuk terus dekat dengannya.
Sudah beberapa minggu ini Cindy berusaha keras untuk memenangi semula hatinya.Berusaha keras untuk memperbaiki semula hubungan mereka.
"Bohong! Kamu tentu bohong kan?Sudah pasti kamu mahu menghindar diri dari aku."
"Jika elo gak percaya,ya udah.Terserah kamu deh.Gue lagi malas berantem sama lho.Gak ada gunanya!"Jawab Asfra lalu meninggalkan ruangannya.
Cindy yang menyedari Asfra keluar dari ruangannya,terus mengekori langkah Asfra.
"Asfra?Temenin aku ya?"Katanya tanpa putus asa.
"Gak bisa.Aku sendiri udah punya teman untuk acara itu.Gak perlu terus-terusan merayu pada gue.Gue gak suka!"Bentak Asfra lagi.
__ADS_1
"Siapa?"
"Istri gue!"Jawab Asfra dengan suara lantang.Dia sudah tidak sanggup lagi berhadapan dengan setiap kerenah Cindy yang terlalu memaksa.
"Istri?Kamu bohong!Kamu gak pernah menikahkan?"
"Terserah kamu!"Jawab Asfra singkat.
"Kamu saja memperbodohkan aku ya?Elo tunggu aja As.Gue pengen lihat sama ada istri atau apa saja perempuan yang mendampingi kamu,aku akan habisi semuanya."Rutuknya sendiri setelah ditinggalkan oleh Asfra di kantornya seorang diri.
*****
"Halo!Key?Apa kamu udah siap?"Kata Asfra sebaik saja dia tiba di apartment milik Rokey.
"Ya! Sebentar.Gue ambil tas gue dulu."Jerit Rokey di dalam kamar tidur.
Sebaik saja Rokey keluar dari kamar,mata Asfra terpaku dengan kecantikan alami yang Rokey miliki.Rambut berombak tergerai indah dengan rias simple,namun tetap kelihatan cantik.Dress labuh berwarna tosca menambahkan lagi seri warna kulit cerah milik Rokey.
"Sayang! You're beautiful tonight!"Ucap Asfra lalu mencium punggung tanggan Rokey.
"Kamu semakin nakal ya Key?"Ujar Asfra lalu memperkemaskan pelukkan di pinggang Rokey.Kini mata mereka bertatapan.Suasana sepi seketika.Yang kedengaran cuma deruan napas mereka yang semakin memburu.
"As,yuk!Kita pergi sekarang.Usah mensum!"Ujar Rokey lalu menolak ringan tubuh Asfra agar menjauh dari dirinya.Wajahnya sudah memerah menahan malu.Rokey melangkah duluan dari Asfra.
"Rokey!Kamu semakin pinter ya?"Bisiknya sendiri lalu mengekori langkah Rokey menuju pakiran mobil.
Mobil dikendarai setengah jam kemudian.Di aula,semua tetamu menatap intens kedua-duanya sewaktu mereka masuk bergandengan tangan.
Pasangan yang semestinya cocok sekali.Ada juga tatapan liar yang merenung kearah mereka sehingga bisa membuat orang kehilangan kewarasan serta ingin serta merta memiliki kedua-duanya.
Disatu sudut aula,sudah semestinya,satu pandangan yang menyakitkan indera penglihatan seseorang.Dan orang itu adalah Cindy.
Cindy menggigit bibir bawahnya tanda geram dan sakit hati dengan kedua-dua.Sakit hati kepada Asfra kerana menolaknya mentah-mentah.Kerana seorang gadis yang tidak dikenali asal usulnya,Asfra tidak sekalipun menoleh kearahnya.
Bencinya terhadap Rokey kerana telah merebut Asfra darinya.Dia merasakan Rokey sebagai munsang betina yang pandai menggoda pria dengan kecantikan yang dimiliki.
__ADS_1
"Rupa-rupanya si betina itu yang merebut kamu dari aku.Awas dia!"Rutuknya sendiri.Wine di dalam gelas diminum sekali tegukkan.Kemudian gelas wine yang kosong dihentak kasar keatas meja.
Tiba-tiba seorang pria berjalan menghampiri Cindy dan membisikkan sesuatu padanya.
"Nona,kami sudah mempersiapkan segalanya.Sesuai dengan rencana yang Nona aturkan."Kata pria yang mengenakan pakaian pelayan di acara perlantikan CEO RKK Group yang baru.
Cindy hanya menganggukkan kepalanya saja.Kemudian dia berjalan mendekati Rokey dan Asfra.
"Hai! Presiden Asfra.Akhirnya kamu tiba juga ya?Dan siapa Nona manis di samping kamu ini?"Ujarnya lagi sambil menyesep wine di dalam gelasnya.
"Kenalkan ini Awena!"Kata Asfra dengan wajah yang dingin.Namun pandangan Asfra tidak cukup untuk menakutkan dirinya.Ini kerana matanya terarah kepada Rokey kerana tujuannya adalah untuk menghabisi Rokey.Kemudian memiliki Asfra semula dengan cara yang jahat.
Tidak lama kemudian.Acara dimulakan.Pengatur cara lalu mulai berucap.Setelah berucap memberi salam hormat serta selamat datang selama sepuluh menit.Akhirnya acara utama dimulakan dengan ucapan perasmian presiden baru RKK Group.
"Di jemput Presiden RKK Group yang baharu iaitu Miss Awena Layla Keito untuk memberi ucapan."Kata pemimpin acara.
Semua yang mengenal Rokey sebagai asisten peribadi Mr.Shawn semua melogo kagetan kerana menerima berita tersebut.
Rata-rata mereka tidak percaya bahawa selama ini pemilik RKK Group adalah Awena.
Di dalam ucapannya,barulah Rokey menceritakan hal sebenar kepada hadirin yang hadir.Rokey mengakhiri ucapannya setelah dua puluh minit berucap.
Setelah keluar dari panggung,ramai hadirin datang kearahnya untuk mengucapkan kata selamat diatas perlantikan beliau.
"Ternyata kamu terlalu banyak menyimpan rahsia dari aku ya?Apa lagi rahasia yang kamu simpan dari aku yang aku tidak tahu."Ujar Asfra lalu mencolek lembut dagu Rokey.
Rokey hanya tersenyum sinis kearah Asfra sembari mengerling manja serta menggoda pria itu dengan tatapan matanya.
"Kenapa?Apa kamu kecewa dengan ku kerana merahsiakan semua ini dari kamu?"Ucap Rokey lalu menyesep wine yang sudah ada ditangannya.
"Kecewa?You are the boss.Kamu bisa ceritakan kepadaku jika kamu mahu.Jika enggak, terserah kepada kamu."Kata Asfra lalu mengangkat kedua-dua pundaknya tanda menyerah kalah dengan Rokey.
Akhirnya mereka ketawa sama-sama.Acara malam itu lumayan meriahnya.Di satu sudut sosok wanita pencinta Asfra tersenyum sinis melihat kedua-duanya.Dan merasakan hanya satu langkah lagi rencananya akan berhasil.
*****Apakah yang akan terjadi kepada Asfra dan Rokey ya?
__ADS_1
****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?Happy reading gais.