
Rokey berlari perlahan apabila melihat kelibat Ruvian supermall.Sudah beberapa hari dia cuba menghubungi Ruvian namun tidak berjaya.
Tujuan dia menelefon Ruvian adalah untuk mengabarkan bahawa dia akan berpindah ke ke kota Zenn.
Setibanya di satu toko tempat Ruvian masuk,langkah kakinya terhenti buat seketika.
Ketika itu satu pemandangan yang langsung mematikan langkah dan detak jantungnya.
Seperti tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan mata.Ruvian dan Arumi berbelanja dengan gembira.
Dengan wajah yang senang dan gembira Ruvian mengekori langkah Arumi kemana-mana saja dia pergi.
Rokey sekali lagi menghubungi Ruvian dengan ponselnya.Mengintai disebalik tiang bangunan untuk melihat adakah Ruvian menjawab panggilannya.
Tut!tut!tut!
Setelah menunggu seketika.Panggilan itu tidak berjawab.Dia mencoba sekali lagi.
Tut!Tut!Tut!
Sekali lagi panggilannya tidak berjawab.Terlihat Ruvian memegang ponselnya.Kemudian disimpan lagi di dalam saku celananya.
Seperti tidak percaya dengan apa yang dia lihat.Rokay melepaskan keluhan yang berat.Hatinya menjadi sakit.Namun dia perlu bertenang.
Mungkin Arumi minta dia nemanin untuk mendapatkan beberapa barang yang dia perlukan.
Menurut Rafael, Arumi mula bekerja di perusahaan Ruvian sebagai asisten Ruvian.
Mungkin dia memerlukan beberapa helai pakaian formal sebagai asisten Ruvian.
Kemudian Rokey terfikir disisi lainnya.Mungkin semua itu arahan dari Jenny.Dan Ruvian sama sekali tidak boleh membantah kata-kata mamanya.
Dengan senang hati,Arumi mengambil kesempatan keatas keadaan yang ada di depan mata.Kerana kelembutan dan keimutan Arumi,sesiapa saja tidak bisa menolaknya termasuklah Ruvian.
Rokey berdecak sendirian.Dia melemparkan senyum kekecewaan.Dia juga membuang muka kearah mereka berdua yang jelas sekali tidak menyedari kehadiran Rokey.
Rokey terlihat seperti cewek prevet,yang mengintai ulah mereka di sebalik tembok.
"Rokey,apa kamu terlihat bodoh seperti ini.Jelas sekali mereka tidak perduli dengan kehadiran kamu.Ayuhlah Key,tenangkan diri kamu dulu."kata-kata halus dari dalam dirinya.
__ADS_1
Rokey dengan berat hati melangkah kaki menuju lantai bawah mall.Dia singgah sebentar di sebuah toko memerlukan sedikit ketenangan untuk mengubat hati yang sedikit sakit.
Rokey mengambil tempat duduk yang sedikit tersembunyi berdekatan dengan tembok.Menyembunyikan sedikit wajah yang berantakan.Dia menggigit bibir bawah.Memendam rasa sakit hati.
Di sebalik wajah frustasi Rokey,Asfra yang kebetulan ada temujanji bisnis disitu telah menonton semua sinetron yang berlaku diantara mereka bertiga.
Asfra berdecak kesal.Kesal kerana Rokey diperlakukan sebegitu oleh Ruvian.Menghindar panggilan dari Rokey.Malah memilih keluar berdua bersama
Arumi yang dikenal sebagai kakak kepada Rokey.Meskipun umur mereka terbatas hanya satu tahun saja.
Asfra merapati meja,tempat dimana Rokey duduk kini.Rambut yang panjang dibiar tergerai begitu saja tanpa diikat.Hampir seluruh rambutnya menutupi wajah kerana dia bertopang dagu sejajar menatap tembok.
Asfra melabuhkan punggungnya di meja bersebelahan dengan meja Rokey.Dia tidak berniat untuk mengganggu ketenteraman jiwa Rokey.Namun memasang niat untuk menemaninya saja meskipun hanya terbatas ruangan untuk lalu saja.
Sejak sepuluh menit, Rokey diam ditempat nya.Air es jeruk dipesan diminum pelan.Rokey mendongak kepalanya merenung langit toko.Ada keluhan terlepas dari bibirnya.
Ekspresi wajah Rokey amat sukar dibaca.Tadi wajahnya terlihat frustasi.Namun kini wajahnya terlihat mendatar.
Asraf turut menikmati es tea bubble nya.Berpura-pura memainkan ponselnya agar niat ya tidak dihidu oleh Rokey.
Tidak lama setelah itu,Rokey bangun dari tempat duduknya.Apabila dia membalikkan badannya dia terlihat sedikit kaget melihat Asfra di meja bersebelahan dengannya.
"Rokey,kamu disini juga.Ya,tadi aku ada meeting sama klien.Selesai urusan aku minum disini.Kamu sendirian aja?Itu bodyguard ngak ikut?"Tanya Asfra sambil mematikan ponselnya lalu meletakkan diatas meja.
"Gerald sama Emmet lagi ada urusan penting.Minggu depan kita pergi Kota Zenn."
"Kota Zenn?Ada urusan apa disana?"Soal Asfra kehairanan.Asfra tidak tahu bahawa ada perusahaan lain yang harus Rokey urusin.
"Ada perusahaan kecil disana.Gue dibutuhkan disana."
"Apa kamu sudah beritahu sama Ruv."kata Asfra lagi.
"Belum As.Sudah beberapa hari ini aku Coba menghubungi dia.Tapi ngak berhasil.Kayaknya dia lagi sibuk dengan urusan penting."Jawab Rokey dengan sedikit frustasi.Wajah terlihat benar-benar kecewa.
"Apa kamu pasti mahu pergi ke Kota Zenn.Tapi kota itu jauh deh dari sini.Apa kamu perlu teman disana?"
Wajah Rokey ditatap datar.Dia tahu Rokey sedang kecewa.Namun gadis itu terlebih dahulu pandai menyimpan perasaannya yang sedang kacau.
"Aku bisa ok aja kok.Gak usah terlalu khuatir.Ada Gerald sama Emmet kok dengan gue."Ujar Rokey lagi.
__ADS_1
"Key,gue tahu.Kamu sama Ruv itu lagi ada masalahkan?Kamu gak usah bohong.Gue tahu Key.Kamu ngejar mereka disinikan?"Ujar Asfra sambil menunjukkan tempat mereka berada.
Rokey diam sesaat.Wajahnya ditundukkan.Bibir bawah digigit tanda geram.
"Apa kamu lagi cemburu ya ngelihat Ruv sama Arumi?Key,santai aja.Itu bukan masalah besar kok.Bisa aja Ruv temanin Aru itu belanja.Ya,lagian Arumi kan baru aja mula kerja dengan Ruvian."Kata Rokey sambil menenangkan hati Rokey.
"As,gue bukannya cemburu.Gue lagi kesal sama sikap Ruv.Kalu masalahnya cuma Arumi,ya gue bisa aja tolerasi.Masalahnya....."
Rokey tidak menghabiskan kata-kata terakhir nya.Namun sembari melepaskan keluhan berat dari dalam dirinya.
"Kalau lho begini terus, sampai kapan selesai masalahnya?Kamu mau Ruvian sama Arumi itu terus dekat.Apa kamu siap terima apa-apa kemungkinan terjadi antara mereka?"
Walau pun dia tidak suka berpikir yang enggak-enggak,namun dia harus mengatakan nya.Asfra tidak mahu Rokey terus hanyut dengan perasaan kecewa sedangkan hubungan mereka masih bisa dirundingkan lagi.
Sejauh mana hubungan Arumi dan Ruvian,Ruvian sendiri harus tahu sejauh mana dia membatasi hubungannya dengan Arumi sedangkan dia sudah memiliki Rokey.
Namun begitu Ruvian juga harus hati-hati dengan keakraban Arumi kerana satu hari Arumi bisa merebut Ruvian dari Rokey disaat hubungan mereka mula goyah.
Hal itu sudah pasti.Merasakan layanan Jenny amat berbeza daripada dirinya.Namun untuk Arumi,mereka terlihat akrab dan saling memahami.
Rokey sudah meneka hubungan mereka itu sejauh mana.Rokey hanya menghitung hari dimana Ruvian melakukan kecuaiannya.
Rokey antusias sendiri.Merasakan masih punya sokongan seperti Asfra.Selama dia sedih,hanya Asfra muncul di depan mata.Bukan Ruvian mahupun sesiapa yang akrab dengannya.
"Key!Kamu gapapa.Kok mengong.Ada yang ngerusak pikiran kamu?Ya,mungkin gue gak layak berbagi nasihat sama lho.Tapi lho harus tahu sesuatu.Apa-apa pun masalah lho,gue tetap ada jika lho mau kongsi masalah lho."Ujar Asfra sambil menepuk belakang punggung tangan Rokey.
Rokey hanya mengiakan kata-kata Asfra dalam diam.Meski pun dia tidak melahirkan rasa senang nya terhadap Asfra,dia tetap tahu pria itu tulus terhadapnya.
Kadang-kadang dia terpikir sendiri apa tujuan Asfra sentiasa baik terhadapnya.Muncul disaat dia dirundung masalah dan tiba disaat dia memerlukan dukungan.
Asfra,satu nama yang tidak lagi asing baginya setelah berlaku banyak momen buruk diantara mereka sehingga terikat secara tidak langsung seperti kini biarpun hanya terbatas sebagai teman.
*****Rokey dan Ruvian lagi dalam masalah?
*****Bagaimana kah hubungan mereka nanti setelah kehadiran Arumi disisi Ruvian.
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?
*****Happy reading gais.
__ADS_1