
Pagi-pagi lagi Rokey sudah bangun dari tidur nya.Dia melemparkan pandangan ke luar jendela dengan pemikiran yang kosong.Dia menahan nafas panjang.
Perbualan dia dengan Rafael dan kakek Rugian berputar lagi di fikiran nya.
Hari ini,hari pertama dia berkerja di perusahaan milik keluarga Assama.Menurut apa yang kakek dan Rafael beritahu, perusahaan milik Assama Group diambang bangkrut.
Dia diminta untuk menaikan kembali saham milik Assama Group.Rafael butuh pengetahuan serta pengalaman yang dia miliki untuk menaikan kembali taraf kewangan perusahaan mereka.
*****"
Mobil Sedan berwarna metalik betul-betul pakir di hadapan bangunan Assama Group.Di luar bangunan beberapa karyawan menyambut baik kedatangan dia.
Rokey dibawa oleh asisten Lily untuk bertemu dengan Rafael merangkap CEO Assama Group.
Di ruangan kantor utama, Rafael dan kakek Rugian sudah menanti kehadiran Rokey.Begitu juga dengan pegawai-pegawai lainnya.
Rapat dimulakan.Hari pertama masuk kantor terus ikut rapat.Rokey merasakan hari pertama masuk kerja amat melelahkan.
Tugas pertama Rokey adalah bertemu dengan kliennya.Dia ditemani oleh Felix merangkap asistennya.
******
"Fe, proposal nya sudah siap?
"Sudah Miss Wen."
"Apa kita berangkat sekarang?Dimana tempatnya?
"Bos Rafa bilang, pertemuan rapat di Club Miracle Dom."
Rokey tertegun sesat.Pertemuan di club pasti mengundang bencana.Jujurnya dia ngak suka bertemu di tempat seperti itu.Namun dia terpaksa.Kerana nasib investors itu terletak di tangan nya.Masa depan perusahaan Assama juga bergantung padanya.
Jam enam sore,Rokey dan Felix sudah ada di club Miracle Dom.Pihak investors belum tiba lagi.Sementara itu Rokey telah pesan beberapa botol wine untuk tetamunya.
Dia tidak tahu tipe apa para investors itu.Sekiranya urusan itu berhasil,sudah pasti ada pulangan buat ambil hati pelabur penting.
Kemudian pihak investors masuk ke ruangan yang ditunggu oleh Rokey dan Felix.
"Selamat sore pak.Kenalkan saya Awena dan ini asisten saya Felix.Kami wakil dari Assama Group untuk mewakili pertemuan ini.
Laki-laki separuh baya itu merenung tajam setiap inci tubuh Rokey.Rokey tersenyum pahit.
__ADS_1
"Bapak bisa kita mulaikan rapatnya?"Tanya Rokey sebaik saja mereka duduk.
"Ya!Ya! bisa!bisa!Kita bisa teruskan saja."Kata Bapak Charlie.
Sejam kemudian,urusan itu berhasil.Satu kejayaan buat perusahaan Assama yang hampir bangkrut.
"Saya ngak mikir, ternyata perusahaan Assama memiliki aset penting.Sebelumnya saya ngak pernah lihat Miss Awena ada di kantor.Jadi dari mana datangnya permata ini?"Kata bapak Charlie lalu memegang paha Rokey.
Rokey kaget sesaat.Matanya bertemu dengan Felex.Felex tertunduk geram.Dia merasakan kelakuan Charlie terhadap Rokey keterlaluan.
Rokey adalah ketuanya.Sebagai asisten dan juga pasangan kerja,Rokey adalah tanggungjawab nya.
"Apa kata kita minum dulu.Ya! untuk rundingan yang sukses ini.Biar aku yang belanja."Kata bapak Charlie dengan suara mengoda.
Setelah itu,datang pelayan club membawa beberapa botol wine.
"Miss Awena,yuk diminum wine nya.Kamu juga asisten Felix."Kata Charlie kepada mereka.
Tidak lama setelah itu,masuk beberapa pelayan wanita melayani mereka.Charlie merencana ingin mendapatkan Rokey dengan cara kotor.Tetapi niat nya dapat dihidu olah Rokey.
Kelakuan Charlie semakin galak.Tangannya mula menjalar ke tubuh Rokey.
"Banjingan tua ini memang keterlaluan.Dia harus ku bagi pengajaran."Bisiknya di dalam hati.
Rokey terlihat minum sama.Namun sebenarnya dia tidak melakukan nya.Dia cuma pura-pura minum.
Felix hanya melihat telatah Rokey mengerjai lelaki tua itu.Dalam diam-diam dia kagum dengan sifat Rokey.
Tadi dia pikir Rokey mudah terjebak dengan kata-kata menggoda munsang tua itu.Namu sebaliknya dia dikerjain oleh Rokey.
"Aduh mbak Wen,kamu memang bagus ya. Kalau kamu mau,aku juga bisa memberi apa-apa saja kamu mahu.Kamu lebih aman,mewah jika bersama dengan aku."
"Benaran pak.Tapi ngak usah deh pak.Aku masih lagi punya bisnes perlu diurusi.Terima kasih atas tawaran bapak."Kata Rokey menolak lembut tawaran Charlie.Gelas wine terus menerus di dorong ke mulut lelaki tua itu sehingga dia kemabukan."
Jam menunjukkan pukul sembilan malam.Walau cuma minum bohongan dia tetap sedikit pusing.Matanya di pejam beberapa kali.
"Munsang tua gatal, gara-gara kamu aku turut pusing skali."Bisiknya sendiri sambil menyumpah Charlie.Jika tidak kerana keuntungan perusahaan Assama,dia ngak rela minum-minum banyak seperti itu.
"Miss Wen,apa kita pulang sekarang?
"Ya,Lagian jam lembur juga udah habis.Kamu bisa santai aja.Mau pulang kek,pengen nyambung minum kek, terserah kamu."Kata Rokey bersahaja.
__ADS_1
"Miss Wen bisa nyetir sendiri?Jika ngak,Fe bisa nyetir buat Miss Wen.Nanti Mobil Miss Wen,Aku bawa pulang aja.Besok pagi aku jemput Miss ke rumah.Gimana?Bisa ngak!"
Kelihatan Felix mendesak nya berkali kali.Rojey semakin ngak enak dengan tingkah Felix.Biar pun masih bisa nyetir sendiri,dia ngak suka karyawan dibawahnya mendapat susah.
"Kamu ni kayak nenek tua ya.Bising tau ngak.Nah,kamu aja nyetir."
Kunci mobil bertukar milik.Rokey duduk di kerusi samping pemandu.Wajah Felix ditatap sesaat.
Pria dewasa itu amat bertanggungjawab.Perihatin sama majikan.Mungkin saja kerana majikannya cewek.Felix seorang cowok penampilan yang baik.Mana-mana cewek bisa jatuh cinta pandang pertama samanya.
Kelakuan Felix malam itu, menunjukkan dia seorang laki budiman.Tapi bagi Rokey,Felix bukan tipenya.
Jika cowok seperti Felix itu bukan tipenya,habis seperti apa tipe buat gadis perahsia seperti Rokey.
Mobil disetir Felix meluncur laju di jalan utama.Di samping,Rokey sudah terlelap.Terlelap kerana lelah melayan sikap miang munsang tua Charlie.
Sesekali, Felix mencuri pandangan ke wajah oval milik Rokey.Gadis tinggi lampai,kulit kuning langsat,senyum pemikat laki-laki.Namun agak sudah ditebak hatinya.
"Mobilnya dibawa kedepan.Ngak usah mikirin hal yang ngak benar."
deg!deg!deg!
Degupan jantung bergetar laju.Kelakuannya ketahuan oleh Rokey.Wajahnya terasa panas.
"Miss Rokey kapan sadarnya?Fe,pikir Miss Rokey udah ketiduran?"
"Ooo...Aku memang ngak ketiduran.Tapi cuma tutup mata untuk hilangkan sikit rasa pusing."
"Fe,besok pagi ngak usah jemput aku ya?Aku datang sendiri aja".
"Kok gitu Miss.Emang besok pagi Miss naik apa?"
"Itu kamu ngak usah kuatir,aku punya transport yang lainnya.Jadi kamu nyetir aja mobilku ke kantor.Lagi pula mobil kamu masih di pakir kantorkan?"
"Untuk hal besoknya,kamu ngak usah khuatir.Nanti aku suruh orang bawa mobilku pulang."
Sejam kemudian,mereka tiba di bangunan apartmen milik Rokey.
"Ingat,besok ngak usah jemput ku!"Kata Rokey mengingatkan Felix kembali.
Setelah pamitan,mereka berpisah.Ahirnya satu hari telah berlaku.Hari ini dia sukses dapatkan klien.Namun besok juga dia berharap hari semakin membaik dari sebelumnya juga.
__ADS_1
*****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya?
*****Ikuti kisah yang selanjutnya.Happy reading gais.