SCRECT BEHIND MY LADY

SCRECT BEHIND MY LADY
LAMARAN RUVIAN


__ADS_3

Bunyi sepatu hak tinggi Rokey kedengaran masuk ke ruangan kantor Rafael.Kemarin pria itu galau dengan rasa hatinya sendiri.


Mungkin kerana cinta bertepuk sebelah tangan.Dia melontarkan tantrum emosi hampir ke semua karyawan yang terlihat.Sehingga ada karyawan wanita menangis.


Melihat begitu Rokey tidak bisa melihat Rafael seenaknya mengasari emosi karyawan nya sendiri.


Pintu ruangan milik Rafael dihempas kasar.Wajah cerah milih Rafael ditenung tajam.Rasa sakit hatinya masih berbekas dengan kelakuannya semalam.


"Rafa!"


Tiada sahutan.Mata Rafael masih terfokus melihat file di meja.Pura-pura tidak sadar kedatangan Rokey.


"Rafael,Apa kamu mau terus pura-pura gak ada di sini?"Kata Rokey dengan suara kasar.Rafael masih membatu di tempat duduknya.File-file yang dibawa dihempas ke meja kantor.


"Jelasin sama aku,apa maksud semua ini.Kamu ngak seenaknya bikin keputusan sendiri untuk perusahaan ini.Ini salah.Kamu tau gak,ini bisa ngerusak reputasi perusahaan kita."Nafas Rokey turun naik kerana geram.


Perasaan marah tika ini ngak bisa ditahan lagi jika Rafael tetap dengan emosi sendiri.


"Kamu fikir kamu siapa di sini.Terserah aku mau apa sama kantor ini.Ini gak ada urusan sama lho".


"Gak ada urusannya?Hey! Rafa,asal lho ingat ya, siapa yang butuh pertolongan tempoh hari.Usah sebarangan ngomong lho.Jika kakek tau masalah lho,apa kamu tetap di posisi sekarang."


"lho ngak usah ngancem gua sama nama kakek gue.Gue tau apa yang gue lakuin."


"Baik! Terserah lho mau apain.Tapi gue pengen ingat sama lho,semua karyawan disini punya harga diri.Mendingan lho asingkan masalah personal dengan masalah kerja."Rokey menggigit bibir bawah tanda geram dengan sikap tidak peduli Rafael.


Kakinya dihayun laju menuju pintu keluar dari ruangan Rafael.Semua karyawan membisu saat Rokey keluar dari ruangan Rafael.Walau darjat Rafael tinggi dari Rokey,Rokey tidak seperti ketua yang tidak peduli sama karyawan.Malah lebih bagus dari pemilik perusahaan.


File-file dibawa pergi.File inventaris harus diperiksa lagi.Dia harus kembali ke gudang untuk membandingkan harga barang dengan total stok..Kerja yang melelahkan.


"Felix!Ikut gue pergi gudang."


Tas tangan dibawa pergi.Sama juga dengan beberapa file-file inventaris.


Dalam masa setengah jam,mereka tiba di gudang.Gudang itu dalam keadaan sangat sibuk.Semuanya di luar kendali.Karena sikap Rafael, semuanya berantakkan.


Sebelum memulai inventaris, Rokey pertama kali mengadakan pertemuan darurat dengan staf gudang.


Staf gudang rata-rata tidak mengenal Rokey.Dulu semua inventaris cuma dilakukan staf gudang dengan Manager gudang saja.


Siang tadi mereka menerima berita yang kurang enak dari kantor utama.Ada beberapa inventaris ngak cocok dengan stock barang.Ada beberapa kehilangan barang juga.


Kehadiran Rokey adalah tanda tanya di gudang.Mereka hanya mengenal Felix saja.Setelah diperkenal oleh Felix barulah meraka bekerjasama dengan Rokey.


Sore,baru inventaris siap diperiksa. Di antara banyak orang,salah satunya kagum dengan kecekapan Rokey.Sudah banyak kali dia berkontribusi dengan Rokey,momentumnya ngak pernah berubah.


Dia kagum dengan semangat kerjasama Rokey.Memang bisa diandalkan.


Saat Rokey dan Felix mau pulang,dia merapati keduanya.


"Selamat sore Key!Felix!

__ADS_1


Rokey yang mengenal suara pria itu,lantas membalikkan badan.


"Ruv,kok lho ada disini?"


"Oh,Pak president memanggilku.Ada urusan mendadak disini.Mau pulang ya?"


"Yak pak."Jawab Felix ringkas.


"Key, kebetulan kita ketemu disini,apa bisa kita minum duluan."


Rokey dan Felix berpandangan.


"Kayaknya gue ngak bisa ikut deh Miss Wen.Gue lagi ada janji temu ini malam."


"Oh,gitu ya!Ya udah.Kamu pergi duluan ya!'


"Permisi pak,Miss Wen." Ujar Felix lalu pergi menjauhi mereka.


Setelah Felix pergi,Rokey dan Ruvian berpandangan.Mata mereka bertemu sesaat.Merasakan keadaan canggung seketika,Rokey lantas melarikan pandangan matanya.Ruvian tersenyum di dalam.


Dia senang melihat wajah merah Rokey menahan malu.Di saat itu dia merasa gembira.


Tiga bulan setelah kejadian ulangtahun Arumi,dia memberi ruang untuk Rokey menenangkan diri.


Kini Rokey sudah kembali.Dia sudah siap untuk melamar Rokey kembali.Kini keputusan ada di tangannya.


"Yuk kita pergi."Kata Rokey lantas mematikan lamunan Ruvian.


"Key! mendingan naik mobil aku aja ya.Lagian udah lama kita ngak ngobrol-ngobrol."Kata Rugian dengan suara lembut.Mana-mana wanita yang mendengar nada suara seperti itu sudah pasti cair hatinya.


Rokey mengangguk kepalanya.Dia mengekori langkah kaki Ruvian.Melihat Ruvian seperti ingin mengoda Rokey,ada diantara staf disitu iri hati dengan Rokey.


Baru saja tiba dari kantor utama,sudah bisa dapat perhatian dari Presiden Ruvian.Semenjak kedatangan Ruvian disitu dua minggu yang lalu ramai cewek yang menggodanya.Namun tidak di layan olehnya.Yang jelas hanya pendangan dingin dari Ruvian.


*******


Setelah selesai makan malam,Ruvian sudah nekad untuk melamar Rokey.Dia sudah siap mendengar apa-apa jawaban dari Rokey.


Sekurang-kurangnya dia sudah mencoba.Kali ini tiada apa yang perlu dia kesalkan.


"Key,aku pengen bicara sesuatu sama lho."Wajah Rokey ditatap serius.


"Lho mau bicara apa? Kedengaran serius toh".


"Key,aku tau aku ngak bisa ngulur waktu.Aku tau masa lalu itu perit buat kita.Kini aku udah siap dengan segala yang mungkin."


"Jadi apa sebenarnya yang lho mau bicarakan?"


'Key,bisa kah kau beri aku kesempatan kedua?Aku pengen kembali lagi sama lho.Bolehkah kau mempertimbangkannya?"


Rokey menarik nafas dalam.Dia sudah menebak apa yang Ruvian katakan.Saat dia dia Jepang dulu,dia juga sudah habis fikir akan memberi kesempatan kedua buat Ruvian.

__ADS_1


Kini dia siap untuk memberi jawapan bagi pertanyaan Ruvian.Rokey tidak segera menjawab pertanyaan Ruvian.


Dengan perasaan berani,Ruvian mengapai Kedua-dua tangan Rokey.


"Awena Layla,sudikah kamu menjadi pacar aku?"Mata Rokey ditatap lembut.Selembut bayu malam yang menghembus lembut tubuh mereka.


"Maaf,kayaknya aku melamar di waktu yang salah.Jika begitu aku bagi kamu waktu untuk memikirkan nya."


Wajah Ruvian tertunduk lemah.Ada yang kesal bermain dihatinya.Saat dia ingin melepaskan tangan Rokey,Rokey kembali menggenggam erat tangan nya.


"Aku sudah punya jawapan nya Ruv.Aku gak mahu terus menerus bahas hal ini."


"Jadi menurut kamu,apakah kamu menolak lamaran aku Key?"


Wajah Ruvian yang menunduk dipegang oleh Rokey dengan salah satu tangannya.


"Kamu harus gembira Ruv.Aku siap memberi kamu kesempatan kedua itu."


"Benaran ni Key!Kamu ngak bohong kan?"


Ada sinar cahaya tampak pada wajah Ruvian.Dia ngak pikir harus bagaimana dia mengekpresi perasaan nya tika ini.


"Tapi bisakah kamu janji satu hal pada aku?


"Apakah hal itu Key.Aku janji."


"Andai kata ,bila kita ngak mungkin ditakdirkan bersama,bisakah kamu mengatakannya padaku, bahawa kamu ngak lagi suka sama aku."


"Aku...Apa yang kamu pengen katakan Key?"


"Aku hanya katakan apa yang aku mahu katakan.Cuma satu hal, sampai kapan pun aku ngak mahu kamu khianati aku.Jika hal itu terjadi,aku ngak sadar apa yang aku akan lakukan".Kata Rokey dengan suara yang keras.


"Aku mengatakan hal ini kerana aku banyak kali disakiti.Aku ngak mahu hal sama berulang lagi."


"Ya!Aku akan coba sebaik-baik nya Key.Janganlah kamu khuatir.Aku akan tetap berada di pihak kamu sentiasa meskipun waktu itu kita mungkin ngak ditakdirkan bersama."


Tangan Rokey dielus lembut.Kedua-dua wajah pria dan gadis itu saling berpandangan dan tersenyum.Ada kegembiraan terpancar di hati mereka.


Akhirnya mereka kembali lagi.Menanti harapan baru yang akan tiba di kedepannya.


R



RUVIAN GREY INDRA


****Aduh,kayaknya Ruvian mengbil langkah pertama untuk mendapatkan hati Rokey.


****Gimana kisahnya antara Ruvian dan Rokey ya?


****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya? Happy reading gais..

__ADS_1


__ADS_2