
Di kamar,Yuri masih lagi menanti kehadiran Rokey.Dia merenung ke luar jendela,menikmati keindahan alam semula jadi.
"Di manakah tempat ini?"
Tempat itu terlihat amat besar.Dari tempat dia berdiri, dia bisa dengan jelas melihat lautan di sebalik hutan di depannya.Tiada keluar dari tempat itu.Bahkan tidak ada gerbang masuk ke vila.
"Mungkin mereka menggunakan jalan rahasia.Atau mungkin transportasi yang digunakan hanyalah helikopter.Itu sebabnya tidak ada gerbang masuk di sini",bisiknya sendiri di kamar itu.
Bayangan Rokey juga tidak terlihat disitu.Dia masih memikirkan kata-kata terakhir Rokey,ada seseorang yang ingin dia temui.Tapi siapa?
Dari apa yang dia selidiki, Rokey hanyalah seorang turis.Tetapi bagaimana ia bisa memiliki vila di pulau yang jauh dari ibukota.
Yuri melihat sekeliling.Tiba-tiba matanya tertarik pada satu arah.Suatu tanda yang tersembunyi di balik akar tembok.Simbol seperti 3ekor ular yang membelit bulan sabit.Menurutnya, tidak ada simbol seperti itu di Jepang.
Yuri mula memahat simbol tadi agar terlekat di fikiran nya agar nanti dia bisa selidik maksud simbol itu.
Tidak lama setelah itu, kedengaran pintu kamar dibuka.Yuri menoleh kearah pintu kamar dan disitu Gerald berdiri.
"Tuan Yuri,Nona Rokey hantar seseorang kemari.Kalian berdua bicara dulu.Nanti kalau sudah selesai,kita akan berangkat pulang dari sini."Ujar Gerald lalu membenarkan Taubha masuk ke kamar Yuri.
"Silahkan masuk"kata Gerald.
Taubha masuk kamar.Disitu dia lihat Yuri duduk menghadap jendela.
"Bos!Kamu memang ada disini?Aku pikir mereka tipu! Khabar mu gimana Bos.Sudah baikkan?"Tanya Taubha sebaik saja bertemu' dengan Yuri.Diwajah Taubha terlihat begitu risau akan keadaan Yuri.
Beberapa hari lepas dia mendapat panggilan bahawa Yuri dikejar oleh orang-orang dari kumpulan Ayura.Namun sebaik saja mereka tiba di tempat kejadian,Yuri sudah tidak ada lagi disitu.
"Ya,aku baik-baik saja.Masih bisa hidup lagi.Gimana perjalanan kamu kemari?Sulit ngak?"Tanya Yuri sambil mengerigis menahan kesakitan.
"Lumayan ok.Tapi aku ngak tau tempat ini dimana.Soalnya aku ditutup mata sewaktu aku dibawa kemari."Kata Taubha.Dia merasa lega kerana Yuri selamat.
"Bos!Apa hubungan bos sama Nona Rokey?"
"Nona Rokey?"
Yuri tidak segera menjawab.Kemudian dia sadar bahwa cuma satu saja wanita disitu.Awena adalah Rokey.
"Ngak punya hubungannya,kita cuma kebetulan datang dari situasi yang sama tiba-tiba."
"Tapi bos,kayaknya nona Rokey itu bukan
__ADS_1
sebarang orang deh.Aku fikir dia punya sebuah organisasi rahasia di sini.Jika enggak kenapa ramai laki-laki disini begitu hormat dan menurut saja kata dia."Ujar Taubha lagi.
"Aku juga pikir begitu.Tempat ini mencurigakan.Tapi aku menemukan sesuatu di sini yang bisa memberi kita jawaban yang selayaknya."Kata Yuri lagi.
"Oh!Gimana dengan gang Ayura?Apa mereka cari masalah lagi di tempat kita?
"Sepertinya mereka hanya diam bos.Dan apa yang paling mengejutkan adalah kita memiliki kepemilikan tanah secara tiba-tiba."
Belum sempat Taubha menyudahkan kata-katanya,Emmet datang ke kamar.
"Tuan Yuri,Taubha, Miss Rokey minta berangkat sekarang.Segala persiapan sudah di aturkan."
Emmet mengiringi mereka pergi.Tiba di helikopter,kepala mereka ditutup dengan kain.
"Maaf,Kami harus berbuat begini.Ini cuma sementara saja.Harap bapak berdua bersabar sebentar saja."kata Gerald.
Mereka berangkat pergi .Setelah setengah jam perjalanan barulah penutup mata dibuka.
"Miss Awena!"
"Panggil saja Rokey,ngak usah terlalu fomal.Kita tiada hubungan kerja atau apa-apa."Ujar Rokey sambil mengingatkan mereka berdua.
"Kalau gitu,ya udah,aku panggil saja kamu Rokey ya!Jadi makasih ya udah jagaain aku."
"Ya,bisa aja.Rokey!kamu mau berangkat pulang ya?"
"Ya! udah lama aku liburan disini.Lagian perjalanan aku sudah tertunda tiga hari.Aku masih punya banyak kerjaan di kantor."
'Kayaknya kamu emang wanita yang sibuk ya?Apa kamu punya banyak tanggungan?".
"Ngak juga sih.Aku lagi suka kerja.Jadi ngak ada batas waktu aku dengan orang lain."Ucap Rokey lagi.
"Kalau libur ke Jepang,katakan saja, aku bisa mengatur semuanya."
"Baik.Aku pasti beritahu jika aku kemari lagi".Kata Rokey sambil tersenyum.
Setibanya di bandara mereka berpisah.Rokey,Gerald dan Emmet naik penerbangan ke Indonesia.Manakala Yuri dan Taubha kembali ke club.
********
Akhirnya mereka bertiga tiba di bandara Kota K.Perjalanan yang lama sudah cukup membuat badan lelah.
__ADS_1
"Miss Rokey,Apa aku perlu mengirimmu pulang?"
"Ngak usah Ger.Aku nyetir sendiri saja.Lagian mobilku ada di parking bandara."
"Kalau begitu kita pergi dulu.Jika Miss butuh bantuan, hubungi kami saja." ujar Gerald lalu mengheret bagasi pergi dari balai ketibaan.
Rokey mengheret kopernya ke tempat parkir mobil.Di dalam mobil,Rokey menghembus napas panjang.Pikirannya terasa lelah.Hidupnya terasa kosong.
Besok dia sudah mula kerja di kantor lagi Segala kerja diserahkan kepada pegawai-pegawainya.
Dari semalam dia menerima panggilan telefon dari kakeknya minta dia pulang segera ke mansion Assama.
Rokey tidak mahu menebak apa yang kakeknya mahukan.Kini dia tidak mahu lagi dipaksa untuk buat sesuatu yang dia tidak suka.
Sekarang dia punya hak untuk menuntut apa yang dia rasakan perlu.Rokey mula nyetir mobilnya, meninggalkan kawasan bandara yang terbesar di kota K itu.
Malam itu,Rokey tiba di Mansion Assama pada jam delapan malam.Di ruangan utama,kakeknya Rugian,tanter Marina, Arumi,Marlina dan Rafael sudah menunggu kedatangan nya.
"Agak lama ya kamu ngak pulang.Jika kakek ngak penggil kamu,kamu memang susah mau kemari."
"Kakek apa kabar.Baikkan?Lantas dia memeluk Rugian.
"Tanter, gimana kabar mu.Ini ada gado-gado dari Jepang.Wen harap kamu suka."Kata Rokey lalu menghulurkan beberapa kantong gado-gado buat mereka.
"Tanter baik saja.Makasih gado-gadonya." kata Tanter Marlina sambil memeluk Rokey.
Di sisi tanter Marlina, Arumi dan Marina berdiri dengan wajah mencuka kerana tidak suka dengan kehadiran Rokey.
Makan malam bersama dengan Keluarga Assama berlangsung aman.Tiada apa yang penting dibicarakan.Keadaan masih sama seperti dahulu.Sepi.Semua yang terdengar hanyalah suara sendok yang bermain dengan piring.
Setelah selesai makan malam,Rokey mengekori Rafael dan kakeknya ke bilik studi.Ada perkara penting yang kakek dan Rafael mau bincang dengannya.
Wajah kedua pria itu terlihat serius sehingga perasaan Rokey menjadi tidak enak.Rokey bertanya-tanya apa yang akan dikatakan oleh mereka.
Rokey tidak bisa menebak apa yang berlaku.Wajah Rugian dan Rafael dilihat nya dengan serius.Rokey hanya tinggal tunggu apa yang mereka mau katakan.Perasaan Rokey diburu seribu satu tanda tanya sehingga suasana malam itu dingin seperti musim es.
GENCANA KELUARGA KEISER
****Apa tujuan Rugian memanggil Rokey ke bilik studinya ya?
__ADS_1
****Jangan lupa ketik'like'dan tinggalkan komentar anda ya.
*****Happy reading gais..