
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
_____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ____
Saat Zeno berada di dalam restoran menunggu makanan yang ia pesan datang, mata nya tidak sengaja menangkap sosok wanita yang sangat ia rindukan yang masih ada dalam hati nya, tanpa berpikir panjang Zeno melangkahkan kaki nya menuju ketempat wanita yang tidak lain adalah Bintang yamg saat itu terlihat sendirian, dengan rasa penyesalan yang teramat besar Zeno melangkah mendekati Bintang.
"Bintang..." seru Zeno.
"Zenoo.." Bintang nampak kaget melihat Zeno yang ternyata sudah bebas, saat Zeno ditahan Bintang pernah mengunjungi Zeno satu kali yang kebetulan saat itu Reza dan Anggi juga ada.
"kamu bebas ? syukur alhamdulillah kamu sudah bisa bebas." kata Bintang merasa ikut bahagia atas kebebasan Zeno.
"iya alhamdulillah aku sudah bebas karena terbukti gak bersalah" jelas Zeno yang masih berdiri di dekat Bintang begitu juga Bintang karen kaget ia yang tdi nya duduk ikut berdiri.
"mmmmm gimana kabar kamu, kamu sama siapa disini ?" tanya Zeno.
"aku ba-" belum selesai Bintang bicara terpotong dengan kedatangan seseorang.
"Bee, sorry telat tadi ada sedikit macet " ucap Daffa menge cup kening Bintang yang sebelum nya sudah janjian.ketemuan dan makan bersama di restoran itu, Daffa tidak menyadari keberadaan Zeno.
__ADS_1
Wajah Zeno langsung berubah melihat itu, mata Zeno.terpejam dengan tangan terkepal hanya untuk mencoba meredam emosi dan rasa cemburu nya. Bintang melihat perubahan Zeno merasa tidak enak hati tapi dia pun tidak tau harus seperti apa.
"ah iya gak apa apa, aku juga baru sampai" kata Bintang pada Daffa yang sudah menyadari kehadiran Zeno.
"oh ya Daffa kenalkan ini Zeno mantan suami aku dan Zeno kenalkan Daffa calon suami aku" kata Bintang pada Zeno dan Daffa.
*DEG*
Jantung Zeno berdetak kencang mendengar apa yang barusan Bintang katakan, dunia nya rasa mya benar benar hancur, kaki Zeno terasa langsung lemah untung nya Zeno masih bisa mengimbangi nya, sangat memalukan kalo dirinya jatuh kelantai pikir Zeno.
"salam kenal Daffa.." Daffa memulai mengenalkan dirinya pada Zeno yang terlihat masih mematung, tidak ketinggalan senyuman manis Daffa.
"ah, ya, Zeno" kata Zeno yang tersadar.
"baiklah, seperti nya makanan yang aku pesan juga belum datang" kata Zeno memutuskan untuk meiyakan permintaan Daffa.
"ayo kita dududk dulu !" kata Daffa.
Zeno menjawab dengan anggukan kepala. "kerena kebetulan kita bertemu, aku Daffa izin yang sebentar lagi akan menikahi Bintang mantan istri kamu, aku berharap kalian sudah saling memaafkan dan mengihlaskan antara masa lalu kalian berdua dan juga doa doa nya agar pernikahan kami berjalan lancar dan bahagia." kata Daffa panjang lebar.
Dengan hati tidak karuan Zeno tersenyum dengan paksa mendengar itu, kali ini Zeno tidak akan menghalangi Daffa seperti yang ia lakukan dulu dengan Bastian, karena Zeno merasa Daffa adalah lelaki yang baik yang tentu saja tidak seperti diri nya dan Bastian karena Zeno sebelum nya sudah mencari tau informasi Daffa dengan sedetail detail nya, bahkan gerak gerik Daffa di pantau oleh anak buah nya yang mengirimkan laporan pada nya bagaiman keseharian Daffa.
__ADS_1
"selamat untuk kalian, aku doa kan semoga rumah tangga kalian jalani akan selalu bahagia, tolong jaga Bintang jangan pernah menyakiti dia seperti apa yang aku lakukan dulu karena Bintang wanita yang sangat baik, kamu akan berhadapan dengan aku kalo sampai membuat Bintang menangis" kata Zeno tulus pada Daffa dan Bintang.
Bintang dan Daffa tersenyum mendengar ucapan Zeno panjang lebar, Zeno pamit dari situ namun sebelum ia benar benar pergi Zeno menggenggam tangan Bintang untung nya Daffa bukan tipe orang seperti Zeno, kalo saja Daffa itu Zeno sudah pasti habis babak belur karena berani menggenggam tangan calon istri nya. "Bintang, aku minta maaf kalo dulu aku sudah bensr benar menyakiti kamu, bahkan rasa aku sendiri jijik dengan diriku sendiri mengingat kesalahan ku dulu, meski kita tidak suami istri lagi tapi bukan berarti hubungan kita jadi tidak baik lagi hhhmmmm" kata Zeno memandang mata Bintang lekat, Bintang biss melihat ketulusan Zeno meminta maaf sedangkan Daffa hanya tersenyum dengan mencoba lapang dada melihat itu.
"hhhmmm, aku juga minta maaf kalo aku ada salah selagi kita berumah tangga, aku harap meski kita bukan suami istri lagi tapi tali silahturahmi kita tetap ada dan tidak putus" kata Bintang pada Zeno.
"apa aku boleh meanggap kamu adik dan kamu bisa anggap aku kakak kamu yang akan selalu melindungi kamu dan akan selalu ada untuk kamu. apa lagi kalo sampai Daffa macam macam maka habis lah dia" kata Zeno dengan mata melirik Daffa yang tersenyum.
"bagaiman Daffa ? apa kamu keberatan?" sambung Zeno lagi pada Daffa.
"aku rasa aku akan salah dan berdosa kalo aku memutus tali silahturahmi kalian berdua, selagi tau batasan dan tidak melakukan hal yang dibatas wajar." jawab Daffa.
Zeno dan Daffa berpelukan ala lelaki, setelah itu Zeno memeluk Bintang erat dan berkata lirih. "maafkan selagi menjadi isti aku yang kamu dapatkan hanya rasa sakit hati, semoga dengan Daffa kamu bahagia karena Daffa lakiaki baik" kata Zeno lirik, setelah itu Zeno mengurai pelukan nya dengan Bintang dan melangkah pergi dari tempat Daffa dan Bintang dengan membawa langkah serta perasaan hati yang tak karuan.
Zeno yang tadi nya ingin makan menjadi tidak berselera lagi, Zeno membayar belanjaan nya kekasir sekalian meminta untuk di bungkus saja makanan yang ia pesan tadi. Dengan langkah gontai Zeno menuju rumah sakit tempat Angigi dirawat.
~BERSAMBUNG~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐