
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ___
"bagaimana tentang penyelidikan dan sidang ku? tanya Zeno pada Reza.
"sudah ada sedikit itik terang nya meski abu abu, karena kami masih harus memastikan apakh itu benar benar orang nya atau bukan" ucap Reza pada Zeno .
"untuk sidang masih belum ada kepastian, aku harap kamu lebih sabar dulu Zen!" kata Reza.
*buugghhhhh* suara meja dipukul dengan kuat.
"Alex...." geram Zeno dengan perasaan yang teramat marah dan murka.
"agghh.... rasa nya gak tahan disini, gak ada kasur empuk hanya beralas kotak kardus, nyamuk , dingin, breng sek memang Alex setelah ini gue sendiri yang akan menyelesaikan Alex" kata Zeno dengan sorot mata penuh kebencian.
"wajah lo kenapa Zen?" tanya Reza, sunguh Reza merasa sangat prihatin melihat keadaan Zeno yang terlihat lebih kurus dan hari ini wajah dan tubuh itu penuh dengan luka lebam.
"sewaktu gue tidur tadi tiba tiba saja empat orang napi yang satu sel sama gue ngoroyokin gue" jelas Zeno tanpa ekspresi.
Reza menganggukan kepala nya setelah mendengar penjelasan dari Zeno tanpa kembali bertanya dengan detail karena sudah tau dalang nya siapa yang bukan lain adalah Alex sedangkan untuk kondisi Zeno seperti nya Reza tidak terlalu khawatir mengingat kemampuan bela diri Zeno malah yang seharusnya di khawatirkan itu adalah kondisi empat orang napi yang sangat Reza yakini dan pastikan keadaan empat orang napi itu tidak terlalu baik alias babak belur.
__ADS_1
Seusai pertemuan nya bersama Reza karena terbatas nya jam tamu mu nya dengan Reza selesai, kini Zeno kembali masuk kedalam sel tahanan setelah jam tamu nya habis dan duduk di pojok melamun memikirkan masalah hidup nya, lamunan Zeno buyar saat salah satu polisi menghampiri nya dan melaporkan ada telpon masuk untuk nya.
"hallo...."
"hahahaha bagaimana, apa kamu menik mati hidup kamu saat ini, pasti tidur mu begitu nyenyak?" tanya Alex yang menelpon Zeno.
"cih, apa kamu pikir aku tidak bisa membalas kamu? aku bisa saja membunuh kamu sekarang meski aku ada di dalam sini , tapi itu seperti nya kurang seru tanpa melhat kamu menderita dan akan aku pastikan aku akan membuat kamu menderita setelah itu mehabisi kamu dengan tangan ku sendiri!" kata Zeno pada Alex.
"apa kamu lupa? cepat atau lambat aku pasti akan keluar dari penjara si al an ini dan disitu akan kita mulai permainan sesungguhng" kata Zeno lagi..
GLEKK
Alex menelan air ludah nya saat mendengar kata kata Zeno, setelah itu mematikan sambungan telpon dan Zeno kembali masuk kedalam sel tahanan.
_____*****______
"ok, terimakasih ya Bas" kata Bintang pada Bastian yang saat itu datang kebutik Bintang untuk membicarakan masalah kerja sama yang akan mereka kerja kan.
"sama sama, nanti untuk pembahasan lebih detail nya malam ini di resto X aku tunggu kamu jam tujuh malam!" kata Bastian pada Bintang.
"ok. baiklah!"" jawab Bintang dengan senang hati berjabat tangan dengan Bastian dan kebetulan saat itu Daffa datang kebutik.
"Bee!" sapa Daffa.
__ADS_1
"ah, maaf aku gak tau kalo kamu sedang ada tamu" ucap Daffa pada Bintang dan Bastian yang saat itu sedang berjabat tangan.
Bintang tersenyum senang melihat kedatangan Daffa tapi tidak dengan Bastian menatap Daffa dengan tatapan sulit di artikan. "hey Daf, masuklah!" kata Bintang saat Daffa ingin memutup kembali pintu nya.
"sini masuk! aku kenalkan sama teman aku nama nya Bastian sekaligus rekan bisnis aku, sebentar lagi kami akan ada kerja sama dan Bastian kenalkan dia Daffa tunangan aku sebentar lagi aku dan Daffa akan menikah!" kata Binrang pada Daffa dan Bastian yang tentu membuat hati Bastian hancur tuk kedua kali nya.
Daffa mengulurkan tangan nya sembari tersenyum. "Daffa!" kata Daffa pada Bastian.
"Bastian !" Kata Bastian menjabat tangan Daffa dengan senyum sedikit di paksakan.
"ok, kalo gitu aku permisi dulu nanti akan kita lanjutkan nanti malam!" kata Bastian pada Bintang dan Daffa.
"baiklah, terimakasih dan hati hati di jalan!" kata Bintang pada Bastian yang setelah itu melangkah pergi.
"Bee, mau berangkat sekarang kekantor WO nya untuk memilh konsep nya ?" kata Daffa sambil menarik pinggang Bintang dan itu masih bisa di dengar dan di lihat Bastian yang saat itu menutup pintu, tangan Bastian mengepal kuar melihat kemesraan Bintang dan Daffa.
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐