
β οΈβ οΈ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπ₯°π
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ππ₯°βΊοΈ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYAππ
Maafin author yang baru bisa up karena kesibukan di dunia nyata ππ
~______~~
Sejak Zeno dan Reza datang kerumah sakit aku lebih banyak diam mencoba meredam emosi ku saat melihat Zeno dan Reza yang datang kerumah sakit.
Aku dan Zeno lebih tepat nya aku hanya bicara seperlu nya saja hanya sangkut paut nya dengan masalah penyakit papah ku, Zeno pun seperti tidak mempermasalahkan itu karena mungkin pikir nya aku saat ini sedang bersedih memikirkan papah.
Dan itu memang benar saat ini aku sedih melihat papah ku sakit seperti sekarang tapi bukan itu yang membuat aku diam dan lebih tepat nya aku diam karena aku mencoba meredam emosi ku pada Zeno karena Zeno tidak tau kalo keburukan dan penghianatan nya sudah aku ketahui.
Aku kembali memilih diam tidak ada pembicaraan meski hanya sekedar basa basi apa lagi bersandar di dada atau bahu nya seperti dulu aku merasa jijik karena terbayang
Zeno di sentuh wanita lain bukan nya aku sok suci aku juga sama kotor nya sewaktu dulu belum menikah tapi setelah manikah aku tidak pernah sama sekali di sentuh laki laki lain selain seuami ku sendiri.
Bahkan sampai sekarang aku dan Zeno berada didalam mobil menuju pulang aku tetap memilih diam. "harus sabar, kuat, aku yakin aku bisa demi masa depan aku, anak ku dan keluarga ku" ucap ku dalam hati memberi semangat untuk diri ku sendiri harus menahan diri untuk berpura pura kalo semua nya baik baik saja.
Tadi nya aku sempat percaya Zeno benar benar berubah sudah tidak pernah main perempuan lagi tapi ternyata aku lah yang terlalu bo doh.
*******______*****
Beberapa hari kemudian...
Malam hari.. Di apartemen ...
"sayang..." panggil ku dengan manja pada Zeno yang sedak asik bermain me ngi sap buah da da ku dengan memasukan kepala nya kedalam baju kaos ku yang kebesaran karena aku memakai baju kaos nya Zeno, semenjak hamil aku lebih suka memakai baju kaos Zeno kalo di rumah.
"hhhhhmmmm...." Zeno tanpa mengehenti kegiatan nya.
__ADS_1
"ssssssttthhhhhh...." aku men de sis karena Zeno men ji lat pu ti ng buah da da ku, aku sebenar nya sudah males bila mengingat Zeno bercinta dengan wanita lain, tapi ini demi menjalan kan rencana ku dan juga kewajiban ku sebagai istri mau bagaimana pun Zeno suami ku dan aku sebagai istri wajib melayani suami.
"sayang... aagghhh.. ada yang mau aku omongin bentarr... aagghhhh...." kata ku di campuri suara de sah an karena tangan Zeno yang mulai bermain di bagian inti ku membelai lembut bagian inti ku dengan masih me ngi sap pu ti ng ku.
"hhhmmmm,,," Zeno mengeluarkan kepala nya dari dalam baju ku menongakan kepala nya menatap ku.
"ngomong saja honey, aku akan dengarkan!" kata Zeno yang ingin masuk kembali kedalam baju ku tapi aku menahan kepala Zeno.
"sayang ..." protes Zeno yang aku tahan karena ingin kembali bermain dengan dua gunung kembar milik ku kata Zeno tidak berhenti dengan aktifitas nya.
"no, no, no!" kata ku pada Zeno.
Zeno bangkit dan duduk di samping ku dengan wajah cemberut seperti anak anak yang tidak di kasih mainan kesukaan nya. "baik lah sayang, mau ngomong apa istri ku yang cantik ini hhmmmm" kata Zeno menggesek gesekan hidung kami berdua. "sekarang kata kan , aku akan dengerkann" kata Zeno me re mas salah satu gunung kembar milik u.
"dasar me sum" cibir ku pada Zeno mendenger itu Zeno terkekeh.
"etsss... tapi aku akan minta jatah aku setelah ini"kata Zeno.
" oh honey,,,, cepat katakan karena junior ku sudah sangat tegang" menunjuk milik nya.
Aku berpindah duduk dari disamping ke pangkuan dan melingkarkan tangan ku keleher nya Zeno. "hahahaha,,, ok, ok, aku ingin bilang kalo aku mulai merasa bosan" yang langsung di potong Zeno.
"bosan sama aku maksud nya gitu?" tanya Zeno memicingkan mata, merangkul pinggang ku lebih erat.
"gak gitu... maka nya jangan asal potong omongan orang, dengarin dulu sampai selesai" kata ku pada Zeno.
Zeno tersenyum lebar menampakan barisan gigi putih bersih nya. "aku merasa bosan berdiam diri, kamu bayangin aja setiap harinya kalo sudah kamu tinggal pergi kekantor aku di apartemen hanya sendirian gak ngapa ngapain, setiap hari selalu gitu gitu aja aku kan bosan pengaruh hormon ibu hamil mungkin, tapi yang jelas aku bosan sayang" kata ku pada Zeno dengan manja.
"kalo kamu bosan kamu kan bisa shoping, kerumah mamah atau ibu, atau ikut saja kekantor dengan ku" kata Zeno santai, mengusap pipi ku lembut.
Aku menggelengkan kepala ku. "kalo ikut kekantor sama kamu yang ada kamu nya gak kerja kerja, lagian ya yank aku tuh ingin kegiatan yang ada hasil dan manfaat nya kalo shoping terus itu sih bukan kegiatan tapi pemborosan" kata ku pada Zeno.
__ADS_1
Zeno mengangguk anggukan kepala nya. "terus mau yang gimana? tapi sayang kamu sedang hamil aku gak ingin kamu dan baby kita kenapa kenapa nanti" kata Zeno.
"aku ingin buka usaha butik baju menurut ku itu tidak terlalu berat, aku akan minta bantu Chelsi juga untuk mengawasi dan memperkerjakan beberapa karyawan untuk membantu aku di butik, aku gak akan ngelakuin yang berat berat apa lagi itu bisa membahayakan baby kita" kata ku pada Zeno.
"boleh ya, ntar aku yang service dan sayang cukup diam dan nik mati saja" kata ku berbicara di dekat telingan Zeno dengan suara sexy sedikit men ji lat telenga Zeno.
Zeno terlihat seperti masih berpikir. "ini juga seperti nya mau nya baby kita daddy" tambah ku lagi.
"ok honey , aku akan kabulkan keinganan kamu, aku akan buatkan butik untuk kamu tapi dengan syarat aku dan baby kita akan tetap jadi pioritas kamu" kata Zeno.
Mendengar itu aku sangat gembira, satu sudah rencana ku yang akan berhasil, aku memeluk Zeno. "sayang makasih...tentu suami dan baby kita lah yang selalu jadi pioritas pertama ku maka nya dari itu nanti aku minta Chelsi juga yang akam jadi tangan kanan ku." kata ku pada Zeno.
"aku sudah mengabulkan keinginan kamu dan sekarang aku ingin menagih janji kamu honey, kamu tidak lupa kan ?" kata Zeno pada ku.
"tentu saja tidak, nikmati lah!." aku me nge cup bi bir, leher, dada dan turun ketempat pusaka nya Zeno.
Aku me nge cup, men ji lat kemudian me lum at senjata pusaka milik Zeno yang besar dan panjang memasukan nya kedalam mulut ku, mata Zeno terpejam menikmati sensansi ku lum an dari mulut ku. "aaaaggghhhh...." de sah an keluar dari mulut Zeno.
"aaaagggghhhhhhh.......
ππ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaππ
ππSALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORππ
__ADS_1
π I LOVE YOU ALL π