
⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya🥰😘 terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author🥰😘
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya 😘🥰☺️ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA😍😍
____❣️❣️❣️___
"Sayang..!" panggil Bintang setengah berteriak dalam kamar mandi karena gara gara panik perut nya semakin sakit dan tidak mampu berjlana lagi.
"Daffa.... Sayang..." teriak Bintang.
Samar samar Daffa mendengar suara Bintang berteriak, tangan nya meraba kesamping dan kosong. "Daffa.." teriak Bintang lagi.
Mata Daffa langsung terbuka mendengar teriakan istrinya dan langsung berlari kekamar mandi. "ya allah sayang, kamu kenapa?" Daffa kaget melihat istri nya terduduk di lantai dan segera mengangkat tubuh Bintang.
"sssssthhh.....aaahhh .. Perut ku sakit, antar aku kerumah sakit" kata Bintang yang saat itu berada di gendongan Daffa.
"ka-kamu mau melahirkan sayang ?" tanya Daffa menghentika langkah nya.
"seperti nya.. Awwwww... cepat Daf ini sakit" kata Bintang meringis kesakitan.
Mendengar istrinya kesakitan Daffa menjadi panik. "bentar aku ambil kunci mobil!" Daffa meletakman Bintang di ranjang kemudian langsung menyambar kunci mobil dan hp nya setelah itu kembali menggendong Bintang berjalam dengam cepat menuju mobil.
Dalam.perjalanan Daffa.menelpon orang tua dan mertua nya.mengabari kalo mereka sedang dalam perjalan menujur rumah sakit. "aaahhh... Sakittt.... Daff,, cepatan bawa nya" kata Bintang yang sudah mengeluarkan air matanya.
Bintang yang kesakitan memegang pergelangan tangan Daffa. "sssstthh.....hhhuuuhhh....sakit" Bintang yang kesakitan menggenggam kuat pergelangan Daffa.
"sa-sabar ya sayang" bukan hanya Bintang yang merasakan sakit Daffa pun juga karena tangan nya yang di cengkram kuat Bintang.
Ternyata orang tua Daffa sudah sampai lebih dulu,.melihat mobil anak nya datang membuat kedua orang paruh baya itu berjalan mendekat kemobil anak nya dan betapa terkejut nya mereka meluihat penampilan anak nya saat itu yang otomatis menjadi pusat perhatian orang yang berada disana.
"astaga yah, itu anak ayah?" mama Daffa menepuk dahi nya sendiri.
"anak mama juga." kata Ayah Daffa.
Sedangkan Daffa membuka pintu mobil menggendong Bintang. "dokter tolong istri saya mau melahirkan" teriak Daffa.
Dokter dan beberapa suster yang datang menghampiri Daffa menahan tawa sekaligus terposana melihat tampan dan tubuh nya yang gagah.
"ssssssttthh .... ssaaakkittt" Bintang meringis kesakitan.
"sabar ya sayang!" kata Daffa lembut menggenggam tangan Bintang yang terbaring di atas brankar.
"Daffa." panggil ayah Daffa.
"Daffa berhenti!" panggil ayah Daffa sedikit meninggikan suara nya.
Daffa yang merasa di panggil menghentikan langkah nya. "sayang sebentar ayah memanggil nanti aku susul kamu ok" kata Daffa dengan lembut tidak lupa ke cup an di kening Bintang yang hanya mengangguk karena kesakitan sedang kan beberapa suster yang melihat itu serasa meleleh karena selain good looking Daffa juga sangat romantis.
__ADS_1
"meleleh adik bang...."
"good looking, romantis, ya allah berikan satu untuk hamba" suster suster yang melihat menjerit dalam hati.
Daffa berjalan mendekati orang tua nya sedangkan. "Daffa ingin temani Bintang didalam! ada apa ayah memanggil Daffa?" tanya Daffa.
"kamu ingin menemani istri kamu seperti ini ?" tanya ayah nya yang dapat anggukan kepala dari mama nya Daffa.
"kenapa dengan ak..... ASTAGA " pekik Daffa yang baru sadar dengan tampilan nya yang hanya mamakai kolor, kaos tipis dan sendal hello kity warna pink sebelah kanan, sendal bulu warna lilac sebelah kiri, karena panik Daffa memakai sendal dengan asal.
Orang tua Daffa menahan tawa nya."mohon maaf pak, ibu Bintang memanggil suami nya masuk kedalam!" kata suster.
"baiklah!" kata Daffa.
"oh ya ma Daffa bisa minta tolong di mobil Daffa ada jaket sama sendal Daffa , bisa minta tolong mama ambilkan" kata Dafa minta tolong pada sang mama.
"baiklah, sudah kamu cepatan sana kasian istri mu" kata mama
Daffa tidak perduli bagaimana tampilan nya saat ini karena saat ini dalam pikiran nya hanya lah istri nya dan dalam hati nya selalu berdoa untuk keselamatan istri dan anak nya. Perjuangan Bintang merasakan rasa sakit nya melahirkan terganti dengan rasa bahagia yang luar biasa karena sempurna sudah hidup nya sekarang selain menjadi istri dirinya juga sudah menjadi seorang ibu yang melahirkan seorang putra.
Daffa melihat perjuangan istrinya melahirkan tidak henti hentinnya memberi ke cup an di kening istri nya. "terimakasih sayang, makasih karena perjuangan kamu melahirkan anak kita"
"I love you bee" kata Daffa.
"love you to" sahut Bintang.
_______******_____
Saat ini Zeno sedang makan disuapi suster Zee yang khusus di tugaskan merawat Zeno, sebenar nya Zeno bisa makan sendiri tapi ntah kenapa saat di dekat suster Zee Zeno merasa tenang, apa lagi kalo makan di suapi Zeno merasa makanan apa pun yang masuk kedalam mulut nya terasa enak asalkan makan nya di suapin Zee.
"sudah cukup ! kamu sudah makan siang belum? " kata Zeno merasa kenyang sekaligus bertanya pada Zee yang sedang menyuapi nya makan.
"belum, nanti saya makan setelah selesai memberi makan dan minum obat untuk tuan" jawab Zee.
"ayo makan dulu! ini sedikit lagi habis setelah ini minum obat" kata Zee pada Zeno.
"sudah cukup! Tolong ambilkan kotak makan itu!" kata Zeno menunjuk kotak makanan di atas meja.
"sini!" kata Zeno meminta kotak makanan di tangan Zee.
"buka mulut !" titah Zeno.
"ma-maksud tuan?" Zee merasa bingung.
"kamu belum makan kan ? Sekarang giliran aku suapin kamu" jelas Zeno.
"ayo buka mulut nya! kamu juga harus perhatikan jam makan kamu, aku gak ingin kamu yang ngerawat aku sakit malah jatuh sakit karena gak makan" tambah Zeno lagi.
__ADS_1
"buka mulut nya! Aaaaaa" satu suapan masuk kedalam mulut Zee.
Ceklek..
Suara pintu terbuka bersamaan dengan Zeno yang memberikan suapan pada Zee. "tuh liat! lagi suap suapan dia" kata Reza pada seseorang di telpon.
Wajah putih Zee berubah jadi merah karena merasa malu dengan Reza karena melihat Zeno yang menyuapi nya makan, sedangkan Zeno tersenyum tipis melihat wajah Zee memerah malu malu bikin gemes. Zeno beralih menatap Reza yang berjalan mendekat kearah nya, seolah olah mengerti dengan tatapan Zeno. "nih ada telpon buat lo!" kata Reza memberikan telpon nya pada Zeno.
"hallo...hai uncle.." seru Bintang yang melakukan video call, disamping Bintang ada Daffa dan bayi yang digendong Bintang.
Sekali lagi hati Zeno terasa di cubit melihat pemandangan itu, seandai nya dia tidak berulah pasti lah sudah ia merasakan bahagia seperti Daffa sekarang dan pasti menjadi keluarga bahagia. "hai, ka-kamu sudah lahiran ?" tanya Zeno dengan mata memerah, bukan apa apa Zeno hanya merasa sedih teringat anaknya yang belum sempat melihat dunian itu semua karena kesalahan nya.
"itu keponakan aku ? Arahkan kamera nya aku mau liat!" kata Zeno sedangkan Zee yang di samping Zeno hanya menyimak karena tidak mengerti bahasa nya.
"wah ganteng nya keponakan uncle, rasa nya sudah tidak sabar ingin kembali keIndonesia dan menggendong nya." tambah Zeno.
"makanya uncle harus cepat sehat biar cepat pulang dan bisa gendong dede nya" sahut Daffa.
"iya, doain ya semoga cepat sehat dan bisa pulang" sahut Zeno.
"amin, tapi sepertinya bukan hanya cepat sehat aja tapi uncle Zeno sepertinya nanti pulang akan bawa aunty buat dede Boy" seloroh Bintang.
Zeno dan Reza terkekeh mendengar itu, seseat Zeno melirih Zee dan pandangan mereka sempat bertemu beberapa saat. "selamat ya untuk kaliah sudah menjadi orang tua, semoga nanti nya anak kalian menjadi anak yang soleh, berbakti dengan orang tua nya dan Bintang maafkan kesalahan ku dulu bahkan sampai sekarang aku merasa aku sudah membu nuh anak ku sendiri" ucap Zeno yang terdengar lirih saat diakhir kalimat dengan mata berkaca kaca.
"aku sudah memaafkan kamu, yang lalu biarlah berlalu! anak kita sudah berada disurga bersama kakek nya , kamu jangan berpikiran seperti itu, kamu fokus untuk kesembuhan kamu!" kata Bintang pada Zeno yang terlihat berkaca kaca.
"iya kamu fokus dengan kesembuhan kamu biar bisa cepat pulang sekalian ajak suster yang ngerawat kamu itu jalan jalan keIndonesia" sahut Daffa.
"ahahaha....doain ya" kata Zeno terkekeh dan ini pertama kali nya Zee melihat tawa di bibir se xy Zeno.
"siapa nama nya Zen ?" tanya Bintang.
"Zee..." sahut Zeno merasa nama nya di sebut Zee memandang Zeno yang tersenyum dengan nya.
"wah sayang nama nya saja hampir sama" kata Bintang pada suami nya.
"hai Zee.." sapa Bintang.
Zeno meminta Zee mendekat padannya jadi yang sedang melakukan video call bersama Bintang dan keluarga kecil nya. "hai, terimakasih sudah merawat Zeno, aku harap kamu bisa sabar menghadapi Zeno, kami juga menunggu kedatangan kamu keIndonesia bersama Zeno nanti! " kata Bintang pada Zee.
Obrolan mereka berlanjut untuk beberapa saat mereka semua mengobrol hangat setelah itu Bintang menyudahi panggilan telpon Video call karena baby Boy menangis. Saat ini Bintang merasa sangat bahagia, kebahagiaan yang sebelum nya belum pernah ia rasakan. Setelah sempat mengalami sakit hati teramat dalam, perasaan sakit yang tidak dapat ia jelaskan, sempat merasakan hidup nya hancur lebur karena bukan hanya di hianati suami nya Zeno dulu ia juga kehilangan anak dan papah nya dengan jarak yang dekat tapi semua rasa sakit itu sudan terganti dengan perasaan yang teramat bahgia. Sedangkan Zeno benar benar taubat dan tidak akan lagi bermain perempuan terkeculi halal untuk nya, namun Zeno seperti nya menyukai suster Zee dan akan perlahan mendekati Zee
Akhirnya Bintang merasa bahagia, hidup nya serasa sempurna memiliki suami yang mencintai dan menyayangi nya dengan tulus di tambah mereka sekarang sudah menjadi orang tua, lengkap lah sudah rasa bahagia di hidup Bintang bersama keluarga kecil nya sedangkan Zeno masih berjuang untuk bisa benar benar sembuh dari sakit ke la min akibat Zeno yang suka melakukan se ks bebas dan berjuang meraih cinta nya
~TAMAT~
***TERIMAKASIH YANG SUDAH SUPORT AUTHOR DAN KASIH LIKE, VOTE, KOMEN🥰
__ADS_1
LOVE YOU ALL 🥰🥰***