
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ___
Mendengar itu membuat Zeno langsung merangkul dan memeluk mama nya, tubuh Zeno bergetar menangis dalam pelukan wanita yang sudah melahirkan nya. "maafkan aku ma, maafkan aku membuat mama dan ayah sedih" kata Zeno memeluk mama nya, yang sekarang baik Zeno dan mama nya sekarang sama sama menangis.
"ini mungkin hukuman dari tuhan yang memamng pantas Zeno dapatkan, mama jangan sedih lagi! aku nanti pasti akan makan kalo sudah lapar , sekarang aku hanya ingin jalan jalan ditaman menghirup udara segar sama Reza." kata Zeno
Terpuruk itu lah yang Zeno rasakan saat ini, seumur hidup Zeno baru kali ini ia benar benar merasa di titik terendah dalam hidup nya, bahkan ini rasa nya melebihi sewaktu diri nya di dalam penjara karena saat itu masih ada Anggi yang selalu ada untuk nya memberi suport dan masakan Anggi, ya Zeno kangen dengan masakan Anggi yang memang pandai memasak.
Sekarang Zeno benar benar merasa terpuruk tidak ada gairah hidup, ingin rasa nya Zeno menyerah dengan mengakhiri hidup nya yang ia rasa sudah tidak berguna dan hanya menambah beban orang tua nya namun ia urungkan saat mengingat dan terbayang wajah sedih mama nya.
__ADS_1
Saat ini Zeno dan Reza berada di taman rumah sakit tempat Zeno dirawat, Reza duduk di kursi taman rumah sakit dengan Zeno disamping nya duduk dikursi rodanya. " Za.." panggil Zeno.
"hhhmmm.." Reza menengok sebentar kearah Zeno dan kembali menatap lurus kedepan.
"bila nanti gue gak ada lagi tolong jaga keluarga gue terutama orang tua gue, juga perusahaan terutama perusahaan yang sama sama kita bangun dari nol!" kata Zeno dengan tatapan kosong lurus kedepan tanpa menatap Reza.
Reza langsung menoleh kesamping mendengar sahabat nya bicara seperti itu namun hanya sebentar dan memilih menatap lurus kedepan dengan sedikit menundukan kepala nya. "berjanji lah kegue demi persahabatan kita, agar nanti bila waktu nya tiba gue pergi tenang karena ada lo yang akan menjag keluarga gue!" tambah Zeno.
Reza mengepalkan tangan, mata nya terasa panas bahkan memerah mendengar sahabat nya berbicara seperti itu, Reza diam sebentar menarik nafas dan mengehembuskan pelan kemudian mengangkat kepala nya dan berdiri dari duduk nya dan berjongkok untuk bisa berhadapan dengan Zeno agar bisa langsung menatap mata sahabat nya itu. Zeno bukan hanya sahabat namun sudah Reza anggap seperti saudara nya begitu pun sebaliknya Zeno dan keluarga nya sudah meanggap Reza seperti keluarga karena Zeno dan Reza bersahabat sejak dari mereka sekolah dasar, mendengar sahabat nya bicara seperti itu tentu saja hati Reza menjadi sakit. "lo ngomong apa sih Zen? lo gak akan kemana mana dan lo akan sembuh! gak usah ngomong hal konyol seperti itu! gue akan bawa lo berobat keluar negeri secepat nya dan gue gak perduli dengan penolakan lo karena gue akan tetap membawa lo berobat keluar negeri untuk berobat!" kata Reza dengan suara serak, ntah kenapa Reza jadi melow mendengar sahabat nya itu bicara seperti itu.
Bintang dan Daffa yang kebetulan berjalan melewati taman rumah sakit seusai memperiksakan kehamilan tidak sengaja melihat seseorang dengan tubuh kurus duduk si kursi roda yang mirip dengan Zeno. "Zeno ?" gumam Bintang.
Daffa memperhatikan laki laki yang duduk di kursi roda dan sama hal nya dengam Bintang merasa orang itu mirip Zeno. "iya seperti Zeno, tapi masa iya Zeno ? badan nya beda sayang, mungkin hanya mirip saja" Daffa takut nya hanya mirip saja karena dari badan nya sangat jauh, Zeno mempunyai badan yang berotot sedangkan laki laki ynag duduk di kursi roda itu badan nya sangat kurus, kurus kerempeng.
__ADS_1
Daffa menarik pelan tangan istri nya. "ayo kata nya tadi mau beli rujak di persimpangan itu kan, takut nanti keburu tutup!" kata Daffa.
Bintang berjalan pelan bergandengan tangan dengan Daffa, dengan mata masih mencuri curi melihat laki laki yang duduk di kursi roda itu, sebagai orang yang pernah hidup bersama dengan Zeno bertahun tahun mengenal Zeno luar dalam ntah kenapa hati nya mengatakan itu Zeno dan benar saja baru beberapa langkah Bintang melihat Reza berjongkok di depan Zeno. "Bee, tunggu sayang ! i-itu Reza arti nya "
"Zeno, ayo sayang kita kesana !" kata Daffa mengajak Bintang berjalan kearah Zeno dan Reza.
"Zenn..." suara seseorang tiba tiba terdengar diantraa keterdiaman Zeno dan Reza saat itu, suara yang sangat Zeno kenal.
Zeno memejamkan matanya dengan tangan terkepal menguatkan hati nya. "Bi-Bintang" lirih Zeno menghadap arah suara yang memanggil nama nya orang itu tidak lain adalah Bintang yang baru saja selesai cek kandungan yang usianya sudah delapan bulan di temani suami nya Daffa.
~BERSAMBUNG~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
__ADS_1
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
๐ I LOVE YOU ALL ๐