
⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya🥰😘 terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author🥰😘
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya 😘🥰☺️ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA😍😍
_____❣️❣️❣️❣️❣️_____
Malam hari nya Bintang datang kerestoran mewah sesuai janji, sebelum berangkat Bintang menghubungi Daffa dan bilang ingin makan malam dengan Bastian untuk membicarakan soal kerja sama dengan Bastian, ntah kenapa Daffa perasaan Daffa menjadi tidak enak mendengar Bintang menemui Bastian dan hati nya ingin Daffa mengatar Bintang padahal Daffa bukan tipe cemburuan atau posesif banget selagi itu masih di batas wajar, sempat sedikit ada drama Bintang yang takut telat namun Daffa tetap memaksa ingin mengantar dan jadi lah Bintang datang restoran di antar Daffa.
Setelah sampai Bintang dan Daffa masuk kedalam restoran mewah tersebut dan menanyakan atas nama Bastian yang ternyata sudah datang lebih dulu dan memesan ruang makan private dan hanya Bintang yang boleh masuk karena hanya nama Bintang yang tertulis di daftar tamu, restoran ini memang memilik room private untuk yang tidak ingin terganggu saat makan, atau membicarakan sesuatu yang penting untuk privasi dan yang di bolehkan masuk pun hanya orang yang ada di daftar tamu.
"ya sudah gak pa-pa, mungkin Bastian tidak ingin terganggu saat nanti kalian membahas soal kerja sama, aku akan menunggu kamu meja makan sekalian makan." kata Daffa membelai lembut pipi Bintang dengan senyuman nya, padahal dalam hati Daffa semakin tidak tenang namun Daffa tidak ingin Bintang merasa terbebani dan akan mengganggu pekerjaan nya.
"baiklah, tunggu aku! setelah selesai aku akan hubungi kamu" kata Bintang tersenyum, Daffa sedikit mengusap rambut Bintang andai saja tidak di tempat umum ingin rasa nya Daffa menge cup dan me lu mat bibir se xy calon istri nya itu.
Bintang diantar pelayan resto menuju room private. "hai...!" sapa Bastian saat melihat Bintang masuk.
"maaf sudah buat kamu menunggu" kata Bintang tersenyum, Bastian menarik kursi untuk Bintang duduk.
"terimakasih" ucap Bintang setelah dirinya duduk.
"sama sama" balas Bastian setelah itu dia duduk kembali kekusri nya.
"sudah lama datang?" tanya Bintang.
__ADS_1
"gak juga, aku juga baru saja datang" kata Bastian.
"maaf membuat kamu menunggu"
"no problem, aku juga baru sampai" kata Bastian.
Setelah memesan makan pada pelayan resto, sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang Bastian dan Bintang berbicara membahas soal kerja sama yang akan mereka sepekati, tidak lama setelah itu pelayan datang membawa makanan yang sudah Bintang dan Bastian pesan dan setelah itu Bintang dan Bastian makan malam dengan tenang sesekali mengobrol hingga makan mereka telah habis seperti sekarang.
"mmmmmhhh....." terlihat wajah Bintang memerah.
"ya, kenapa Bintang?" tanya Bastian pada Bintang terlihat bingung namun dalam hati nya tersenyum senang.
"ahh... pa-nas, Bastian ah panas" kata Bintang mulai meracau.
"aaahhhhhhh...... Bassssss" de sah Bintang merasakan usapan Bastian yang membuat nya ingin sekali di sentuh dan tidak bisa berpkir dengan sehat.
"ya Bintang, kenapa?" bisik Bastian lembut di telinga Bintang, perlahan menci um leher Bintang.
"mmmmmhhhh...oooohhhh... Bassss"
Bintang menarik Bastian, me lu mat bibir Bastian dengan sangat liar tentu saja dengan senang Bastian membalas ci um an liar dari Bintang, ci um an yang berganti saling me lu mat bertukar saliva.
"aaaahhhhh..... aaahhhh....." de sah Bintang saat Bastian dengan ganas nya me ngi sap pu ti ng yang ada di puncak gunung kembar nya itu.
__ADS_1
"ooooowwwwhhh Basssshhh..." rucau Bintang saat jari tangan Bastian memasuki lubang ke nik matan milik nya.
"sssstttthhhh....aaaggghhhhh....aaaggghhhh...aaaggghhh...." de sah Bintang saat jari Bastian lebih cepat bergerak di lubang kenik matan milik nya serta gunung kembar nya yang di isap Bastian.
Bastian membuka kaki Bintang yang duduk bersandar si kursi, sedikit membungkukan badan nya kini lidah Bastian sudah menari nari di lubang kenik matan Bintang membuat Bintang semakin men de sah tak karuan. "aaaahhh.. aahhh... oooowwhhh... aahhhh.. mmmmmhhh..."
Senjata Bastian semakin tegang siap tempur, merasa sudah tidak tahan lagi Bastian akan membawa Bintang ke kamar hotel yang sudah lebih dulu ia siapkan di lantai atas restoran ini, tidak mungkin mereka ber cinta ditempat room private, Bastian ingin benar benar menik ma ti Bintang dan berharap dengan mengeluarkan di dalam Bintang akan hamil anak nya dan menikah dengan nya. "sayang, seperti nya kita tidak mungkin melakukan disini karena pasti membutuhkan waktu yang lama! kamu bisa menahan nya ? kita keatas ok" kata Bastian pada Bintang yang sudah sangat terbakar api gai rah efek meminum minuman yang tadi ia pesan yang sudah Bastian campur dengan obat perang sang.
Bastian membenarkan baju Bintang dan menggendong Bintang keluar menuju lift, Bastian tidak perduli dengan apa yang orang lihat , kalo pun ada bertanya maka Bastian akan bilamg istri nya sakit atau mabuk karena restoran ini juga menyediakan minuman beralkohol dan ada launge nya juga.
Tanpa Bastian tau Bintang datang bersama Daffa, saat Bastian membawa Bintang keluar menuju lift mata Daffa melihat calon istri nya berada dalam gendongan Bastian berjalan menuju lift, melihat itu Daffa langsung saja berlari mengejar Bastia.
"aaaahhh... Bass....cepatan" Bintang mengendus endus leher Bastian.
"sabar, sebentar lagi kita sampai" kata Bastian yang sebenar nya juga tidak sabar.
Pundak Bastian di tarik kasar seseorang dari belakang membuat Bastian menghentikan langkah nya dan berpaling untuk melihat siapa orang yang menarik pundak nya.
~BERSAMBUNG~
💓💓 hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya💓💓
💓💓SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR💓💓
__ADS_1
💓 I LOVE YOU ALL 💓