Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 94


__ADS_3

โš ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐโ˜บ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐Ÿ˜๐Ÿ˜


_____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ____


Satu minggu kemudian...


"kenapa ?" Daffa bertanya pada Bintang, menggenggam tangan Bintang. Saat ini Bintang dan Daffa dalam perjalanan menuju rumah Daffa karena Daffa ingin mengenalkan Bintang pada orang tua nya sekaligus makan malam bersama.


Bintang menggelengkan kepala nya sembari tersenyum kearah Daffa. "hanya sedikit gugup dan takut" kata Bintang.


Daffa terkekeh mendengar itu. "kamu tenang saja! mama papa baik orang nya" kata Daffa menenangkan Bintang.


Mobil yang di bawa Daffa sudah sampai, terlihat rumah Daffa mewah hampir sama mewah nya dengan rumah kedua orang tua Zeno. "ayo!" Daffa membukakan pintu mobil untuk Bintang dan menjulurkan tangan nya yang di sambut Bintang.


Daffa berjalan menggandeng tangan Bintang dengan mes ra, Daffa dan Bintang sudah sampai diruang makan, terlihat disana sudah ada kedua orang tua Daffa dan juga ART yang menyiapkan untuk makan malam.


"assalamualaikum, ma, pa" Daffa mencium punggung tangan kedua orang tua nya di ikuti Bintang.


"walaikumsallam" sahut mama papa Daffa.


"akhirnya yang di tunggu datang, ayo silahkan kan duduk!" kata mama Daffa ramah, Daffa menarikan kursi untuk ku duduk setelah itu di susul Daffa duduk disamping aku.


Mata mama Daffa langsung tertuju kearah Bintang yang terlihat cantik dan elegan dengan dres panjang warna putih tulang yang melekat pas di tubuh nya, make up natural di tambah rambut nya yang di curly di beri jepitan mutiara tidak ketinggalan tas dan heels di kaki mulus nya membuat penampilan Bintang terlihat sempurna. "jadi kamu yang nama nya Bintang?" tanya mama Daffa di sela sela makan.


Aku yang di tanya sedikit gugup."i-iya tante." hanya itu jawaban ku dengan tersenyum, dalam hati ku kenapa mama Daffa tau nama ku ? apa Daffa sudah menceritakan semua nya pada orang tua nya.

__ADS_1


"ayo silahkan di makan!" kata mama Daffa.


"iya tante" jawab Bintang masih sedikit gugup.


"Daffa sering cerita tentang kamu dan pantas saja Daffa tidak bisa berpaling dari kamu karena kamu sangat cantik bahkan lebih cantik asli nya dari pada di foto " kata mama Daffa.


"ma..." Daffa ingin protes pada mama nya.


"apa sih Daff, memang benarkan kamu sering curhat kemama tentang Bintang" goda mama Daffa pada anak nya.


"iya aja deh" kata Daffa pasrah membuat mama Daffa terkekeh sedang kan Bintang tersenyum melihat sisi lain Daffa kalo dirumah sedikit manja, ternyata orang tua Daffa.


Bintang yang di puji jadi merasa malu malu. "makasih tante, tante juga masih sangat cantik."kata Bintang tersenyum manis, mereka pun menikmati makan dengan suasana yang hangat, Bintang yang ternyata mudah akrab dengan mama nya Daffa tentu saja itu membuat Daffa senang.


"jadi apa rencana kalian kedepan nya?" tanya papa Daffa setelah semua sudah selesai makan.


"uhhuukk...uhuuukkk..uhhuukkk..."


"sayang, pelan pelan!" kata Daffa mengusap punggung Bintang dengan lembut.


"kamu yakin ?" tanya papa Daffa pada Daffa.


"ya pa, Daffa ingin papa mama melamar Bintang kerumah nya, Daffa serius dengan Bintang apa lagi dengan umur Daffa sekarang tentu saja Daffa tidak ingin main main, Daffa ingin membangun rumah tangga bersama Bintang pa, ma." kata Daffa panjang lebar, mendengar itu membuat hati Bintang berbunga bunga


"papa dan mama tentu saja merestui kalian, tidak ada alasan untuk kami untuk tidak merestui kalian karena kebahagian anak nya adalah kebahagiaan orang tua nya juga," kata papa Daffa.


"Bintang apa kamu bersedia jadi istri Daffa" tanya mama Daffa pada Bintang yang saat ini gugup.

__ADS_1


"ya tante" jawab Bintang sedikit malu campur gugup.


"kapan kamu siap dilamar ? kami akan kerumah kamu untuk lamaran" kata mama Daffa.


"Bintang terserah aja tan, terserah Daffa"jawab Bintang masih malu malu.


"wah gimana malam besok pa kita kerumah Bintang, semakin cepat semaki baik, mama juga ingin cepat cepat punya mantu biar ada teman nya."kata mama Daffa antusias karena memang orang tua Daffa sudah sangat menginginkan anak nya itu segera menikah, Daffa sudah beberapa kali di jodohkan tapi selalu menolak.


"baiklah, besok kami akan kerumah kamu untuk melamar kamu, kamu bilang sama mama kamu ya Bintang!" kata mama Daffa.


Malam ini Bintang merasakan kembali hidup dengan warna baru setelah sempat mengalami kehidupan gelap yang di beri Zeno dan menimbulkan jejak trauma nya untung nya Daffa dengan sabar menghidupkan kembali hati yang sudah mati, Daffa meyakinkan Bintang kalo diri nya tidak sama seperti Zeno dan apa pun masalalu Bintang tidak masalah bagi Daffa karena menurut Daffa masa lalu hanya lah masa lalu dan dia tidak perlu melihat masa lalu Bintang dia hanya melihat Bintang di masa sekarang dan di masa depan dan malam ini berbanding terbalik dengan keadaan Zeno dalam sel tahanan.


_____****____


*BUUUUGGHHH....BUUGGHH...BBBUUHGHH*


"Ahhhhhhh...." suara Zeno menahan sakit karena saat ini Zeno dikroyok sesama penghuni sel lain nya di saat diri nya sedang tertidur


*BUGH,BUGH, BUGH...* kembali beberapa pukulan melayang di perut dan di wajah tampan Zeno hingga membuat Zeno sedikit muntah darah.


"ssssstttthhhhh....." Zeno meringis menahan sakit.


~bersambung~


๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐Ÿ’“๐Ÿ’“

__ADS_1


๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“


__ADS_2