
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ___
Bintang dan Daffa terkejut dan rasa nya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, seorang laki laki yang duduk di kursi roda dengan badan kurus dan juga wajah pucat nya itu adalah Zeno mantan suami yang dulu nya sangat gagah dan tampan. Awal nya Bintang dan Daffa mengira orang itu hanya mirip dengan Zeno namun bola mata Bintang tidak sengaja melihat Reza juga ada disitu dan jadi lah Bintang dan Daffa berjalan menghampiri Zeno.
"Ze-Zeno ?" tanya Bintang yang masih merasa kaget.
Zeno hanya menganggukan kepala dan tersenyum menjawab nya. "oh ya gimana kabar kalian berdua dan kenapa kalian ada disini? siapa yang sakit ? " tanya Zeno pada Bintang dan Daffa.
"alhamdulillah aku dan Daffa baik, kami baru selesai cek kandungan ku dan tidak sengaja tadi kami melihat kamu, aku pikir tadi hanya mirip dengan kamu tapi setelah kami melihat Reza makanya kami kesini." jelas Bintang.
"selamat ya untuk kalian, semoga lahiran nya nanti lancar dan selamat" kata Zeno tersenyum, ntah.kenapa saat mengatakan nya hati Zeno terasa berdenyut teringat diri nya yang dulu di beri tuhan kesempatan menjadi ayah namun karena kesalahan nya menjadikan dia dan Bintang kehilangan calon bayi mereka.
."amin ! makasih untuk doa nya " kini Daffa yang menjawab dengan tersenyum.
"kamu sakit apa Zen? kenapa kamu jadi.kurus banget gini ?" tanya Bintang pada Zeno, Bintang terlihat khawatir, kasian, kaget melihat keadaan Zeno.
Zeno tidak menjawab langsung pertanyaan Bintang yang menanyakan diri nya sakit apa, rasa nya sangat memalukan sekali kalo dirinya menjawab pertanyaan Bintang kalo diri nya menderita penyakit ke la min. "eemmmhh .. a-"
"lambung, kamu tau sendiri kanZeno kalo minum seperti apa? karena setiap hari minum minuman beralkohol membuat lambung dan ada beberapa bagian organ dalam nya yang rusak kata dokter" yang menjawab bukan Zeno tapi Reza lah yang menjawab perntanyaan Bintang karena Reza tau sahabat nya itu kebingungan menjawab pertanyaan Bintang.
"sudah berapa hari disini ?" tanya Bintang yang sudah mirip seperti wartawan mungkin salah satu bawaan kehamilan
"udah kaya wartawan aja kamu Bee" celetuk Daffa yang merasa lucu dengan istri nya yang tumben tumbenan banyak tanya, tidak ada rasa cemburu yang Daffa rasakan karena dirinya yakin dalam hati Bintang hanya ada dia dan Zeno hanya lah masalalu Bintang.
"apa sih rese banget, aku nanya serius juga" kesal Bintang yang memang prihatin melihat keadaan suami nya itu.
Zeno, Reza terkekeh mendengar ucapan Daffa. "aku disini sudah beberapa hari, rencana nya aku akan pergi berobat keluar negri nanti" jelas Zeno.
"bukan nanti tapi sore ini !" jelas Reza.
Zeno menatap tajam Reza karena sahabat nya itu bisa bisa nya mengambil keputusan tanpa persetujuan Zeno. "luar negri ? apa sakit kamu ini parah? ntah kenapa aku meraja Reza dan Zeno berbohong dan ntah apa alasan mereka menyembunyikan masalah sakit nya Zeno tapi terlepas dari kamu ntah sakit apa saat ini, aku doakan kamu cepat sembuh Zen" batin Bintang. Ntah kenapa mihat mata Zeno, Bintang merasa Zeno menyembunyikan tentang diri nya sakit apa, dan mata Zeno yang terlihat menyimpan kesedihan dan tersirat keputus asaan, jangn tanya kenapa Bintang bisa menilai seperti itu karena Bintang sangat mengenal mantan suami nya itu yang pernah hidup bersama berdua bertahun tahun lama nya.
"oh ya seperti nya aku sebentar lagi akan menjadi om" kata Zeno menatap perut Bintang yang besar, dan hati Zeno teerasa di cubit ketika dirinya bicara seperti itu yang teringat anak nya yang telah tiada bahkan belum sempat melihat dunia.
"ingat kabari aku secepat nya kalo keponakan aku nanti sudah lahir karena aku tidak sabar ingin di panggil uncle" kata Zeno dengan mata berkaca kaca sebab hati nya terasa sakit mengingat wanita dihadapan nya sekarang juga pernah mengandung anak nya, mengingat Bintang keguguran dan itu karena kesalahan nya dulu hingga dia dan Bintang kehilangan calon anak nya mebuat hati Zeno benar benar merasa sakit dan sangat menyesal.
"si al air mata kenapa jadi pengen jatuh sih" rutuk Zeno dalam hati nya.
__ADS_1
"siap uncle" sahut Bintang dan Daffa bersamaan menirukan suara anak kecil.
Zeno terkekeh mendengar. "tapi seandainya aku tidak sempat melihat keponakan ku nanti kalian harus janji nanti akan mengajak nya ketempat terakhir aku berada" kata Zeno dengan mata berkaca kaca.
"Hey uncle ngomong apa sih ? Uncle pasti sembuh dan semangat! kami disini pasti mendoa kan untuk kesembuhan uncle" kata Bintang pada Zeno.
"apa yamg dikatakan Bintang itu benar Zen, kamu harus semangat dan berdoa! kami disini juga pasti akan mendoakan kesembuhan kamu" kata Daffa pada Zeno.
"ya, baiklah, terimakasih untuk suport dan doa nya " kata Zeno.
Bintang dan Daffa tersenyum. "kalo gitu kami pamit pulang dulu ya. oh ya Za ntar sesekali telpon kami beritau ntar keadaan Zeno disana" kata Daffa pada Reza.
"ok, nanti pasti akan aku telpon!" sahut Reza
"Semangat ya Zen! semoga cepat sembuh!" doa Bintang tulus bersalaman pada Zeno.
"iya makasih doa nya" balas Zeno.
"cepat sembuh ya bro" doa tulus Daffa yang baru membuka suara nya sejak tadi.
"amin,makasih doa nya"balas Zeno.
Satu bulan kemudian...
Selesai makan malam Bintang dan Daffa masuk kedalam kamar, Daffa duduk disofa yang ada dalam kamar dengan laptop dipangkuan nya menyelesaikan sedikit pekerjaan nya sedangkan Bintang bersiap untuk tidur yang ntah kenapa setiap malam nya Bintang selalu merasa gerah dan malam ini Bintang sangan merasa gerah padahal ac dikamar nya sudah menyala tapi Bintang tetap merasa gerah dan akhir nya Bintang memutuskan untuk mandi sekali lagi, Bintang melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi.
Selesai mandi Bintang keluar berjalan melewati Daffa yang duduk bersandar di sofa dengan laptop di pangkuan nya, Daffa mengalihkan pandangan nya ke Bintang yang berjalan dengan tubuh setengah basah, bo ko ng se xy yang terlihat kenyal karena handuk yang di pakai Bintang tidak besar dan panjang jadi tidak bisa menutupi bo ko ng nya dengan sempurna karena perut nya yang besar yang menurut Daffa semakin menambah ke se xy an istri nya itu. Daffa menegakan badan dan menghentikan pekerjaan melihat istri yang semakin se xy dengan tubuh setengah basah, Daffa meletakan laptop kesamping kemudian berjalan mendekati Bintang yang bersandar diranjang.
"sayang, kamu sengaja meng go da ku hhmmm ?" tanya Daffa dengan suara yang terdengar berat.
"siapa yang menggoda ? aku merasa sangat gerah maka nya aku mandi, aku males pakai baju enakan gini gak gerah" jelas Bintang.
"tapi kamu membangunkan junior ku dan seperti nya junior ku akan meminta pertanggung jawaban kamu." Daffa menarik handuk yang Bintang lilitkan di da da nya kemudian langsung memainkan gunung kembar Bintang yang semakin be sar dan se xy.
"sstthhh.... Daf" De sah Bintang ketika Daffa mulai bermain di gunung kembar milik nya.
"boleh ? aku akan melakukan dengan hati hati , aku janji" tanya Daffa menatap Bintang yang menjawab dengan anggukan kepala.
Daffa tersenyum karena di perbolehkan Bintang kemudian beralih me lu mat bibir Bintang, setelah puas me lu mat Daffa beralih keleher, da da dan terakhir menji lati lubang kenik mat an milik istri nya. "sssstthhh... aahhhh.... aaahhhh...ooohh..." de sah Bintang merasakan lidah suami nya menari nari di lubung kenik mat an milik nya yang memberikan rasa yang begitu nik mat.
Setelah puas bermaik di lubang kenik matan milik Bintang yang sudah sangat basah Daffa meminta Bintang tiduran di ranjang empuk nya dengan posisi miring, Daffa memeluk Bintang dari belakang memasukan perlahan junior nya dari belakang. "aaahhhhh...." Daffa dan Bintang men de sah bersama ketika junior Daffa berhasil masuk kedalam lubang kenik matan milik Bintang.
__ADS_1
Dengan pelan dan hati hati Daffa mulai menggerakan pinggulnya dengan tangan me re mas re mas buah da da besar milik Bintang. "aahh...aahh...aahhh...." de sah Bintang dan Daffa bersahutan.
Daffa sedikit mempercepat gerakan nya. "aaaahh... sayang.. enak.. aahhh...." de sah Bintang.
Daffa terus meng gen jot istri nya dari belakang, me lu mat bibir istri nya dengan panas, satu tangan ia selipkan di bawah ketiak istri nya melingkar di da da istri nya ia gunakan me re mas buah da da Bintang sedangkan tangan satu nya mengusap usap daging kecil yang ada di lubang kenik matan milik Bintang.
Bintang yang sudah sangat terbakar gai rah naf su meminta berganti gaya dengan Daffa duduk disofa dan Bintang duduk di pangkuan menghadap Daffa. "aahhhh...."
"aaahh... aaaahhh... ahhhh..." Bintang menggerakan pinggul nya di pangkuan Daffa yang sedang mere mas dan me ngi sap buah da da nya bergantian.
"aahh.. sayyyaanngg....terus sayang.. ahhh.. " racau Daffa.
"aaahh...aahhh...mmmmmhhhh.." De sah Bintang.
Bintang sedikit mempercepat hentakan nya, me lu mat bibir Daffa. "mmmmmhh...mmhhh...mhhhhh..." de sah Bintang tertahan karena Daffa masih me lu mat bibir nya.
"sayang .... aahhh... akuu..ahhhh.." racau Bintang yang merasa sebentar lagi akan keluar dan Bintang semakin mempercepat gerakan nya.
"aahh...aahhh.. sayang pe..lann ...ahh... ini..ahh.... nik mat.. ahh sayanggg..aahhh..." racau Daffa yang merasa khawatir sekaligus nik mat saat Bintang mempercepat gerakan nya.
Plak.. plaak...plakkk...
Bunyi suara pertemuan antara kulik semakin terdengar karena Bintang semakin cepat bergerak, Bintang benar benar tidak tahan kali ini merasa sangat bergai rah sehingga ia ssemakin mempercepat gerakam nya karena merasa tidak sakit yang arti nya aman aman saja di tambah isap an dan re ma san Daffa di buah da da nnya semakin gila lah Bintang di buat nya. "aaahhh...aahhh...aahhhhhhh..aahh.... aku ...ahhh..."
"ya sayanngg...ahh...barengan ...ahhh." Daffa ikut menghentakan pinggulnya dari bawah.
"aahh..ahh..aahhh...aaaaaaahhhhhhhh...." Daffa dan Bintang mencapai kenik matan bersamaan, Daffa menge cup kening istri nya setelah selesai melakukan kegiatan panas mereka.
Setelah selesai berolah raga malam dan membersihkan badan mereka kini Bintang dan Daffa sudah tertidur.
_____******____
Hari hari Bintang di jalani dengan bahagia itu karena suami nya Daffa selalu melimpahkan rasa cinta dan sayang tulus nya menjadikan Bintang ratu di hati nya juga di hidup nya sedangkan Zeno mantan suaminya melewati hari hari nya yang setiap hari harus berjuang melawan sakit dan sudah satu bulan Zeno dirawat di rumah sakit, selain penyakit ke la min ternyata Zeno juga mengalami kerusakan ginjal karena pola hidup yang tidak sehat, setelah sempat mengalami kritis bahkan sempat koma kini keadaan Zeno sudah membaik setelah mendapatkan donor ginjal selain itu penyakit ke la min yang menyerang senjata Zeno yang sempat mengeluarkan na nah dan berbau bu suk yang menyengat kini sudah tidak mengeluarkan na nah dan bau bu suk yang menyengat lagi untung nya penyakit ke la min Zeno masih bisa diobati dan Reza yang cepat membawa Zeno berobat keluar negeri.
~BERSAMBUNG~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
...๐ I LOVE YOU ALL ๐...
__ADS_1