Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 27


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™~


Aku meangkat panggilan dengan menggeser layar hp Zeno panggilan tersambung. "hallo sayang kamu dimana ? jadi kesini gak dari tadi aku nungguin kamu diapartemen aku sudah memakai linggirie yang kemarin kamu request, aku sudah kirim foto nya lo tadi, kapan kesini kita gak banyak waktu kan karena istri kamu nanti curiga " terdengar suara perempuan dengan nada manja saat telpon tersambung, wanita itu bicara sudah seperti rel kereta api saja.


*deg* jantung ku berdetak kencang, aku memejamkan mata ku meredam emosi serta menahan rasa sakit ku saat ini yang terasa di tusuk dengan ribuan pisau di dada ku bahkan badan ku gemetar, aku masih antra percaya dan tidak karena selama ini sifat dan cara Zeno memperlakukan ku terlihat seperti sangat tulus.


"hallo sayang, Zeenn sayang kok diam?" tanya wanita itu di telpon, mendengar itu aku sadar ini bukan lah mimpi buruk tapi nyata sangat nyata aku sudah di selingkuhi suami ku sendiri,.


Aku membuka mata ku yang memerah menahan air mata agar tidak jatuh meski rasa nya sudah ingin sekali menangis tapi aku tidak ingin terlihat lemah, mata merah ku menatap nyalang Zeno yang berada di hadapan ku mungkin Zeno tidak pernah melihat tatapan seperti saat ini selama bersama ku menggenggam erat hp Zeno yang ada di tangan.


Saat mulut ku terbuka ingin bicara dengan wanita dengan nama kontakSii di ponsel Zeno, Zeno merampas hp nya di tangan ku. "apa maksud anda ? anda sudah gila dengan menelpon saya seperti ini?" bentak Zeno di telpon


"Zeenn" wanita itu ingin bicara tapi langsung di potong Zeno.


"Dengar! antara saya dan anda hanya lah sebatas rekan kerja, saya merasa tidak ada janji sama sekali dan tidak pernah berjanji sama anda seperti yang anda bilang tadi, sekali lagi anda mengulangi permainan murahan seperti ini maka saya tak akan segan segan memutuskan hubungan kontrak dan mencabut investasi saya di perusahaan anda!" ancam Zeno setelah itu memutuskan panggilan secara pihak tanpa peduli.


"sayang aku bisa jelasin ini" kata Zeno pada ku setelah mematikan sambungan telpon nya berjalan mendekati ku menarik tangan ku membawa ku duduk di sofa panjang yang ada di ruang kerja nya.


"sayang ini semua tidak seperti yang kau dengar dan kau pikirkan, itu tadi semua nya tidak benar maksud aku cewe tadi bohong tentang aku janjian apa lagi keapartemen nya itu tidak benar" jelas Zeno pada ku.

__ADS_1


"really?" tanya ku tersenyum mengejek,


"tapi kenapa sampai bisa wanita maksud ku rekan bisnis kamu itu tadi menelpon kamu bicara seperti itu dengan tidak tau malu itu?"


"bukan hanya tidak tau malu tapi juga lancang, dengan menelpon suami orang seperti itu bukan kah dia sudah mirip dengan seorang wanita pe ng go da?" tanya ku pada Zeno.


"sayang, aku tidak tau alasan nya dia kenapa menelpon aku seperti itu karena aku benar benar hanya sebatas urusan pekerjaan saja dengan dia, mungkin saja dia berniat menggoda ku dalam artian dia bicara seperti itu tadi secara tidak langsung dia memberitahu aku kalo dia mengingin kan aku menunggu di apartemen dengann dia sydah memakai linggire atau mungkin dia berharap aku berpikiran liar membayangkan diri nya yang memakai linggirie." jelas Zeno panjang lebar pada ku.


"dan itu tidak akan terjadi karena hati, pikiran ku hanya di penuhi dengan nama kamu dan bayang bayang wajah cantik istri ku ini apa lagi saat terbayang wajah nya yang keenakan sambil men de sah rasa nya aku ingin menerkam kamu disini, harus kamu tau sayang aku tidak akan tergoda dengan wanita lain meski pun wanita itu sangat cantik bahkan te lan ja ng di hadapan ku itu tidak akan membuat ku tergoda" kats Zeno lagi panjang lebar


"kucing di kasih ikan ya jelas lah gak nolak, tidak ada maling yang mau mengaku dan mana ada seorang penjahat yang mengakui perbuatan jahat nya" kata ku menyindir Zeno.


Aku menjawab pertanyaan Zeno hanya dengan meangkat kedua bahu ku. "aku tau kamu seperti apa dulu, ntah lah Zeno yang sekarang dan dulu apa benar benar beruba atau hanya pura pura berubah, atau mungkin aku nya yang terlalu bodoh tidak menyadari itu tepat nya tidak menyadari kamu nya yang pandai bersandiwara" kata ku datar, air mata ku sudah tidak menetes lagi aku tidak ingin terlihat rapuh lagi pula aku merasa ini bukti ini belum cukup kuat, aku mencoba setenang mungkin menghadapi masalah ini.


"aku serius honey aku sama sekali tidak ada hubungan dengan wanita itu, selama bersama kamu aku tidak pernah bermain dengan wanita lain dan aku pastikan itu tidak akan terjadi, please honey percaya pada ku!" kata Zeno menatap ku Sendu.


Aku diam tidak merespon Zeno yang bicara pada ku bahkan aku tidak menatap Zeno yang bicara pada ku menatap ku sendu aku lebih memilih mearahkan pandangan ku kelain dari pada menatap Zeno.


"please honey percaya!" lirih Zeno. "apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya dengan ku , percaya penjelasan ku bahwa aku dan dia sama sekali tidak ada hubungan apa apa hanya kamu lah wanita yang satu satu nya aku cintai yang selalu ada di hati dan di pikiran ku, hanya kamu my beloved wife" kata Zeno.


Mendengar itu aku menatap Zeno sekilas kemudian kembali menatap ke arah lain. "buktikan dengan tindakan, aku tidak butuh janji atau penjelasan kamu panjang lebar aku hanya butuh bukti" kata ku pada Zeno setelah itu aku mengambil tas tangan ku , aku ingin pulang males berdebat, aku ingin pulang menenangkan hati dan pikiran ku.

__ADS_1


"sayang, mau kemana kamu?" tanya Zeno.


"pulang lah, aku gak mau ganggu pekerjaan kamu" kata ku pada Zeno.


"kalo kamu mau disini juga gak apa apa sayang gak ganggu aku sama sekali kan ada kamar buat kamu istrahat malah aku senang kalo ada kamu" kata Zeno.


"kalo aku disini yang ada nanti nya kamu gak selesai kerja nya, kamu bilang kerjaan kamu banyak pulang malam kan ?" tanya ku.


"iya sih , tapi gak masalah untuk istri tercinta aku tidak.merasa terganggu" kata Zeno.


"aku pulang saja aku tunggu kamu dirumah" kata ku yang masih memasang wajah datar tanpa ekspresi. "kamu lanjut saja pekerjaan kamu tidak perlu mengantar aku kebawah aku juga bawa mobil sendiri " kata ku pada Zeno kemudian langsung saja keluar dari ruang kerjannya tanpa ci um an hangat seperti biasa nya.


Jujur saja perasaan ku tidak enak hati sejak beberapa malam yang lalu saat aku iseng membuka hp Zeno mendapati nama kontak Sii di hp Zeno suami ku, dari situ aku merasa gelisah tidak enak hati di tambah Zeno pulang larut malam dan di tambah lagi masalah siang ini ntah lah, "ya allah kalo memang suami hamba bermain di belakang hamba, hamba mohon petunjuk mu ya allah, beri hamba petunjuk atau bukti meski hati ini sakit ya allah" batin ku berdoa.


~bersambung~


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2