
โ ๏ธโ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
___________---------------____________
...Povv Zeno...
...~~...
Setelah itu aku dan Inez membersihkan badan dan membersih kan sisa sisa pertempuran kami tadi diruangan kerja ku, kini aku dan Inez duduk di sofa panjang yang ada didalam ruangan ku.
Inez ingin kembali keruang kerja nya tapi aku menahan nya dengan menarik nya untuk berada di pangkuan ku dan men ci um, me lum at bibir Inez dengan lama dan dalam yang di balas Inez.
Aku dan Inez menyudah tautan bibir ketika merasa stok oksigen yang kami miliki menipis bersamaan pintu ruang kerja ku terbuka. Apa yang sedang kalian lakukan?" teriak seorang wanita yang tidak lain adalah Bintang.
*deg*
Jantung ku serasa ingin melompat dari tempat nya, aku tidak pernah segugup ini sebelum nya, tadi nya aku mengira Bintang melihat aku dan Inez ber ci um an, tapi Bintang kembali menanyakan apa yang sedang kami laku kan? seperti nya Bintang datang di saat aku menyudahi ci um an ku dengan Inez ada sedikit kelegaan dalam hati karena Bintang tidak menangkap basah aku ber cem bu.
Bintang menanyakan siapa wanita yang bersama ku dan otak aku yang biasa nya encer tiba tiba ngeblank tidak tau harus menjawab apa tapi untung nya Inez menjelaskan siapa diri nya dan kronologi kejadian nya Inez berbohong menceritakan bahawa diri nya hampir terjatuh dan aku menolong nya, Inez mengatakan itu semua dengan sangat tenang dan meyakinkan.
Mendengar penjelasan dari Inez siapa diri nya yang ternyata bekerja sebgai sekertaris ku membuat Bintang semakin emosi apa lagi melihat cara berpakaian Inez membuat Bintang mengomentari pakaian Inez bahkan selama ini aku tidak pernah mendengar Bintang berbicara kasar dengan orang lain.
Bintang terus bicara dengan emosi yang meluap luap mengomentari cara berpakaian Inez dan di dalam hati ku membenarkan apa yang Bintang katakan hingga sampai di mana Bintang tiba tiba jatuh pingsan, untung nya aku dengan cepat menangkap tu buh se xy Bintang ku yang pingsan hingga tidak merasakan bentutan di lantai.
"Bintang, sayang ... kamu kenapa?" ku lihat wajah Bintang sangat pucat, aku langsung membawa Bintang kekamar pribadi ku yang ada di dalam ruang kerja ku, tapi sebelum itu aku meminta Inez memanggil dokter.
"tolong cepat panggil dokter Zain kesini!" pinta ku pada Inez,dokter Zain sahabat ku dan dokter pribadi keluarga Oliver
__ADS_1
"baik pak" Inez menghuhungi dokter Zain langsung sedangkan aku langsung membawa Bintang kekamar pribadi ku.
Dengan pelan ku letakan Bintang di atas ranjang, aku genggam tangan nya serta men ci umi tangan Bintang yang ku genggam. "sayang, maafkan aku" ucap ku pada Bintang yang masih menutup mata nya.
Kurang lebih lima belas menit dokter Zain datang segera ia memeriksa keadaan Bintang. "Zain bagaimana keadaan Bintang?" tanya ku pada dokter Zain yang telah selesai memeriksa Bintang.
Dokter Zain memasang wajah datar nya membuat aku semakin cemas. "Zen, kamu tenangin diri kamu dulu...."
Belum selesai dokter Zain bicara sudah aku potong karena kesal bisa bisa nya dia meminta aku untuk tenang melihat istri ku di infus dan masih belum sadar. "Bagaimana aku bisa tenang kalo istri ku belum sadar?"
"Sebenar nya Bintang kenapa ?" tanya ku lagi pada dokter Zain sambil menggenggam tangan Bintang.
"belum selesai aku ngomong sudah kamu potong gimana aku mau jelasin nya" kata dokter Zain sedikit kesal.
"ya sudah sekarang jelasin !" titah ku pada dokter Zain
"ini hanya perkiraan ku saja tapi untuk lebih pasti dan.jelas nya kamu bisa bawa Bintang ke dokter kandungan,!" kata dokter Zain si al an, karena terlalu bertele tele membuat aku bingung, aku sudah ingin mengumpat tapi dokter Zain membuka suara nya lagi.
"maksud nya?" aku bertanya pada dokter Zain yang masih menjabat tangan ku.
*plakkkkk..*
Dokter Zain menggeplak dahi ku karena merasa gemas dengn aku yang otak nya pintar mendadak jadi loading. " awwww,,,, sakit be go" umpat ku pada dokter Zain.
"loe yang be go kenapa bisa otak loe loading? " sangking gemas nya dokter Zain sudah bicara pakai loe gue,, karena kalo di luar jam kerja aku dan dokter Zain bicara tidak formal.
"Bintang hamil sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua ,,, untuk lebih pasti nya kalian bisa kedokter kandungan setelah Bintang sadar dan infus nya sudah habis nanti" jelas dokter Zain, aku masih antara rasa percaya dan tidak dengan apa yang ku dengar barusan.
"ulangi sekali lagi!" kata ku.
__ADS_1
"Bintang hamil dan selamat buat kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua" jelas dr Zain.
Mendengar itu aku benar benar merasa bahagia, tentu saja aku sangat bahagia sebentar lagi aku akan mempunyai seorang anak yang nanti memanggil ku daddy, seorang anak yang lahir dari rahim wanita yang aku cintai dengan membayangkan di panggil daddy saja membuat aku merasa sangat bahagia, sebuah perasaan yang tidak bisa aku jelaskan dengan kata kata tapi yang jelas aku sangat bahagia dan bersyukur sudah di kasih allah kepercayaan memiliki seorang anak.
"Zen ingat jangam buat istri kamu stres, tertekan karena itu bisa berpengaruh dengan tumbuh kembang nya janin yang ada di dalam kandungan !" kata dokter Zain pada ku, aku tidak menjawab dan hanya menganggukan kepala sebagai jawaban iya.
"kalo gitu aku pamit dulu ada telpon dari rumah sakit jadwal operasi mendadak, nanti bentar lagi ada perawat yang datamg kesini buat nyabut infus nya Bintang" pamit dokter Zain.
"ok, makasih bro"
"ya sama sama"
Setelah kepulangan dokter Zain aku mendatangi Inez yang masih duduk di sofa panjang di ruang kerja ku. "bagaimana keadaan istri anda?" tanya Inez.
"masih belum bangun setelah dia bangun aku dan istri ku ingin ke dokter kandungan untuk memastikan apa yang di bilang dokter Zain tadi dan tolong kamu undur dan atur ulang kembali jadwal aku hari ini" kata ku pada Inez.
"apa istri bapak hamil? wah selamat ya pak" ucap Inez pada dengan senyuman menghiasi wajah sensual nya itu dan aku hanya menanggapi dengan anggukan kepala serta senyuman manis di bibir ku.
"mmmmhh...termasuk jadwal rencana yang baru saja kita rencana kan tadi?" tanya Inez dengan pelan yang di maksud Inez aku yang akan ke apartemen nya.
"itu nanti akan saya kabari kamu kalo saya bisa nanti malam" jawab ku.
"baik lah pak saya permisi" pamit Inez dan aku hanya mengangguk.
bersambung
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐