Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 38


__ADS_3

โš ๏ธโš ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐโ˜บ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐Ÿ˜๐Ÿ˜


________~~~~~________


"sayang..." suara seseorang yang sangat aku kenal yang ku dengar disaat aku sadar perlahan lahan aku membuka mata ku dan pertama yang ku lihat adalah wajah Zeno yang tampan nyaris sempurna.


"apa ada yang sakit ?" tanya Zeno.


Aku menggelengkan kepala sebagai jawaban. "bentar aku panggil perawat di luar lepasin infus kamu dulu!" kata Zeno.


Aku tidak menjawab karena aku masih memikirkan apa yang terjadi antra Zeno dan sekertarisnya itu, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres, setelah Zeno memanggil perawat yang ada di luar kamar dalam ruang kerja Zeno tidak lama Zeno datang bersama satu orang perawat untuk melepas infus ku setelah melepas jarum infus yang ada di tangan ku suster berpamitan.


"sayang, apa ada yang sakit atau masih merasa pusing?" tanya Zeno.


"udah gak" jawab ku seada nya.


"kalo gitu apa mau makan sesuatu atau minum?" tanya Zeno lembut menggenggam tangan ku.


Aku menarik tangan ku yang di genggam Zeno mengabaikan pertanyaan dan bertanya kembali pada nya. "sekertaris kamu mana?"


"a-ada di ruangan nya" jelas Zeno.


"kalo gitu aku mau kesana, setelah itu aku mau pulang" jawab ku ketus, aku segera bangun ingin menuju ruangan Inez sekertaris nya Zeno.


"kamu mau ngapain sayang?" tanya Zeno.


"kenapa ? aku yang ingin menegur sekertaris kamu itu untuk tidak memakai baju yang kurang bahan seperti itu untuk kekantor , bahkan penampilan nya sudah seperti wanita yang biasa ada di film film por no itu" jelas ku dengan Zeno sedikit meninggikan nada suara ku.


"gak apa apa, gak masalah karena aku memang tidak ada apa apa, tapi sayang seperti nya kamu sering nonton film film por no hhhmmmm?" Zeno malam menggoda ku.


"iya sering nonton nya di ajakin sama suami me sum ku" kata ku ketus semakin kesal sama Zeno.


"ya sudah habis ini biar aku yang antar pulang yah" kata Zeno.


Aku diam mengabaikan Zeno, kaki ku melangkah keluar kamar dan ruang kerja Zeno menuju ruangan dimana ada Inez. "eheemmm.." aku berdehem setelah sampai ditempat Inez.


Inez yang tadi sibuk dengan berkas berkas tersadar setelah mendengar aku berdehem. "ah ibu syukurlah ibu sudah sadar, ada apa bu apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Inez sopan.


Aku menatap Ines memperhatikan sekali lagi penampilan nya dan aku melihat ada tanda kemerahan di lehernya melihat itu aku makin yakin antara Inez dan Zeno pasti ada sesuatu, aku harus bertindak cepat mungkin setelah ini aku akan meletak cctv tersembunyi , aku akan minta tolong andi untuk mencarikan ku cctv buat ku letakam diruang kerja Zeno.

__ADS_1


"kalo kamu masih ingin bekerja disini mulai dari besok jangan pernah memakai baju yang kurang bahan seperti kamu pakai sekarang kalo kamu merasa keberatan kamu bisa menulis surat pengunduran diri dan kamu bisa keluar dan jangan pernah datang kekantor ini lagi" kata ku pada Inez ke inti pembicaraan karena aku tidak ingin bertele tele apa lagi dengan wanita sejenis Inez ini.


"maafkan saya bu, baiklah mulai besok saya akan memperbaiki cara berpakaian saya" kata Inez dengan sedikit menunduk.


"sayang...." Zeno ingin buka suara untuk bicara tertahan karena aku memotong nya.


"baiklah kalo gitu kamu bisa pulang sekarang! aku tidak ingin suami ku bekerja melihat sesuatu yang seharus nya tidak pantas dia lihat , kamu bisa melanjutkan kerjaan kamu di rumah dan ingat besok tidak ada lagi memakai baju yang kurang kain seperti ini" kata ku pada Inez dengan menelisik penampilan Inez dari atas kebawah dengan tatapan tidak sudi atau tidak suka setelah mengatakan itu aku langsung berjalan keluar tanpa perlu mendengar jawaban Inez, Zeno mengikuti ku berjalan keluar.


Setelah di dalam mobil aku hanya diam meski Zeno sesekali mengajak ku mengobrol aku hanya menjawab dengan gelengan,iya,tidak, karena aku benar benar males bicara dengan nya, aku lebih memikirkan gimana cara nya meletakan cctv agar tidak ketahuan Zeno, aku harus segera menghubungi Andi setelah sampai di apartemen nanti.


Karena terlalu larut dengan pikiran ku sendiri sampai aku tidak menyadari mobil yang di bawa Zeno berada di parkiran rumah sakit. "ini kan rumah sakit ngapain kesini?" tanya ku pada Zeno.


Zeno menggenggam tangan ku. "kita turun sebentar yah!" kata Zeno lembut.


Karena aku tidak ingin bicara banyak aku hanya menurut saja setelah Zeno membuka kan pintu mobil untuk ku, setelah itu Zeno membawa ku kebagian dokter kandungan membuat aku menjadi tambah bingung dan tanpa perlu menunggu urutan no antrian aku langsung di persilahkan masuk karena Zeno sudah menelpon membuat janji dengan dokter nya.


"silahkan !" kata seorang perawat atau mungkin asisten dokter itu mempersilahkan kami masuk.


Aku dan Zeno masuk kedalam ruangan yang mana seorang wanita memakai jas putih duduk di kursi nya melihat tersenyum kerarah kami melihat kedatangan kami.


Aku mengikuti Zeno duduk di kursi behadapan dengan dokter muda yang cantik ini. "May kenalkan Bintang istri aku dan sayang kenalkan Maya teman sekolah ku sekolah dari smp dan sma dulu!" kata Zeno pada ku dan dokter Maya.


Dokter Maya mengulurkan tangan nya pada ku sembari tersenyum. "Maya"


"senang bertemu dengan mu Bintang , kamu lebih cantik asli nya bahkan sangat cantik dari yang aku lihat di foto undangan pernikahan kalian pantas saja Zeno si casanova ini tobat berhenti menjadi casanova karena kamu begitu cantik" seloroh dokter Maya.


"semoga saja ya dok benar benar berubah" dokter Maya terlihat bingung mendengar ucapan yang ku kata kan.


"tentu saja istri ku sangat cantik, bukan hanya luar nya saja yang cantik tapi hati nya juga cantik karena itu menikahi nya dan seperti nya kamu lupa dengan tujuan kedatangan ku kesini untuk apa bukan untuk mengobrol karena pasien kamu juga masih banyak, kalo ingin ngobrol lebih banyak datang lah tempat kami ajak tunangan kamu juga" kata Zeno pada dokter Maya.


"ah maaf kan aku karena keasikan mengobrol" kata dokter Maya terkekeh.


"tidak apa apa dok" kata ku.


"hei panggil aku Maya saja biar lebih akrab, ayo Bintang ikut aku dan berbaring lah disana" kata dokter Maya


"baiklah May" aku berdiri dari duduk ku berjan menuju ranjang yang di tunjuk Maya di ikuti Zeno.


"sebenarnya ada apa sih " tanya ku saat melihat dokter Maya mengoelskan gel di perutku, aku sedikit cemas dan takut ada penyakit serius di diriku, aku mengeratkan genggaman tangan ku yang di genggam Zeno karena merasa tegang.


Aku dan Zeno mengikuti dokter Maya memperhatikan layar monitor. "selamat Bintang kamu hamil dan usian sudah hampir tiga minggu" kata dokter Maya pada ku mendengar itu air mata ku menetas merasa bahagia sekaligus terharu.

__ADS_1


"benarkah aku hamil, syukur alhamdulillah.. sayang akhir nya..." kata ku pada Zeno memeluk Zeno.


"iya sayang, akhirnya kita sebentar lagi akan menjadi orang tua ,,, terimakasih sayang" kata Zeno.


Setelah itu aku, Zeno dan dokter Maya kembali duduk dan mendengarkan penjelasan dari dokter Maya. "ini resep vitamin untuk kamu" dokter Maya memberikan selembar kertas pada ku.


"apa ada larangan larangan tertentu untuk ibu hamil?" tanya Zeno pada Maya.


"di awal awal kehamil sebisa mungkin jangan terlalu saring berhubungan dan di sarankan bermain nya dengan lembut dan pelan jangan kasar dan juga hindari yang nama nya stres selama masa kehamilan karena itu akan berpengaruh dalam tumbuh kembang nya janin jadi untuk para suami di harapkan buat istri nya selalu bahagia jangan membuat istri nya stres dan tekanan batin" jelas dokter Maya panjang lebar.


Setelah itu aku di antar Zeno kembali pulang keapartemen dan Zeno kembali bekerja kekantor


****______*****


Keesokan harinnya setelah Zeno berangkat kerja aku bersiap siap untuk ketemuan sama Andi ditempat cafe yang sama pernah kami datangi, setelah selesai bersiap aku segera berangkat membawa mobil ku sendiri menuju cafe.


Setelah kurang lebih dua puluh menit aku sampai di cafe dimana ada Andi yang sudah datang terlebih dulu. "hai Di, maaf sudah bikin kamu menunggu" kata ku pada Andi.


"santai aja sih udah kayak sama siapa aja lagi, santai Bintang,, santai kaya di pantai , hehehe" seloroh Andi.


Aku dan Andi bicara membahas rencana untuk meletakan cctv di ruang kerja Zeno dan juga memasang gps di mobil nya Zeno. Rencana nya aku nanti kekantor menemui Zeno, setelah berada di dalam ruang kerja Zeno aku mengeluh ac di dalam ruang kerja Zeno bermasalah dan mengusulkan memanggil tukang service ac dan aku akan pastikan Zeno pasti tidak menolak itu karena untuk kenyamanan aku saat berada disana dan nanti Andi akan menyamar jadi tukang service ac, untuk asisten dan sekertaris nya Zeno nanti akan aku tangani.


Seandainya Zeno terbukti selingkuh akan aku tunjukan pada nya kalo aku bukan lah wanita yang lemah dan bo doh akan aku beri pelajaran pada Zeno dan wanita selingkuhan nya.


**NOTE :


Disini Bintang bukan nya lemah tapi hanya saja Bintang masih belum mendapatkan bukti Zeno selingkuh.


Ada beberapa kejadian author ambil dari kisah nyata yang pernah author alami sendiri dan author tulis sedikit di novel ini**.




**๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“**



**๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐Ÿ’“๐Ÿ’“**


__ADS_1


**๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“**


__ADS_2