Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 81


__ADS_3

โš ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐโ˜บ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐Ÿ˜๐Ÿ˜


_______โณโณโณ_____


Di hotel...


"aaaaaaagghhhhh..... aaaaaggghhhhh.... mmmmmhhhh...." Desi men de sah nik mat merasakan jari dan li dah Zeno yang bermain di lubang kenik mat an milik nya.


"ooooouuhhhh Zeennnnhhh....aaahhhhh... fasterrrr.....Zennhhh.. aaahhhhh....." Zeno semakin mempercepat gerakan jari nya.


"ooooouuuhhhhh Zeen... aaahhhh.. stoooopphhhhh...aaaahhh.." de sah Desi terpekik karena Zeno dengan lihai memainkan jari nya.


"Zeennhhhhh....aaahhh...aahhh...aaahhh..,"


"aaahhh...akkuhhh..aaahhhh....Zeennhh .."


"ya sayang ,,, berteriak lah jangan di tahan berteriak ... keluarkan saja jangan ditahan!" kata Zeno dengan menggebu gebu, semakin mempercepat gerakan jari , lidah nya, menggigit daging kecil yang ada di lubang kenik matan milik Desi.


"AAAAAHHHHHHHHHH......ZZZZZZZEEEEENNNNNNNNNN!!" Desi terpekik serta terkencing dengan deras nya karena merasakan sakit daging kecil milik nya di gigit Zeno sekaligus merasakan nik mat benar benar nik mat.


"puaskan aku!" Zeno memasukan milik nya kedalam mulut Desi secara kasar , sesekali menarik kasar rambut Desi.


"yes baby, terus ... aaahhh..." de sah Zeno.


"lebih dalam lagi sayang!" pinta Zeno sembari menampar pipi Desi.


*plak,plak,plak* Zeno menampar tiga kali pipi Desi. "lebih dalam lagi !" kata Zeno.


"aaawwwhhh....." Desi merasa sakit di pipi nya karena di tampar Zeno, Desi mengerti di kira nya Zeno memang tipe yang suka bermain kasar saat ber cin ta karena ia sudah beberapa kali menemui laki laki seperti itu, tidak masalah bagi nya karrna dia juga suka.

__ADS_1


Tanpa Desi tau kalo Zeno sebelum nya tidak seperti itu, Zeno yang tadi mabuk dan menghayal ber cin ta dengan Bintang tiba tiba saat di.lift hotel ia tersadar kalo diri nya tidak.bersama Bintang, dan tiba tiba saja emosi Zeno jadi naik ia.merasakan kecewa, marah, sedih semuanya jadi satu karena Bintang dan Zeno akan melampiaskan emosi nya kepada wanita yang akan ia ajak ber cinta.


Zeno membawa Desi keranjang dan langsung memasukan milik nya dengan kasar. "aaahhh....aaahhh...aahhh..." de sah Desi.


"kamu suka hhhhmmmm...?" tanya Zeno yang masih menggerakan milik nya.


"aku suka ... kamu suka bermain kasar seperti ini Zen aahhhhh... tidak masalah aku juga menyukai nya" kata Desi sembari men de sah.


*plakkkkkk....* tamparan di pipi Desi.


"kalo gitu nik mati lah sayang !" kata Zeno menyeringai.


_____****____


Sedangkan di tempat lain tepat nya dirumah Rendy terlihat dua orang manusia tengah kerepotan menjaga duo sepupu yang sedang mabuk. "gue gak galau an ji ng , gue cuman kesal doang, dan gue gak mabuk , lo yang mabuk" kata Bintang berjalan sempoyongan di bantu Daffa mereka berempat baru tiba dirumah Rendy, Bintang dan Rendy saat ini sedang perang mulut.


"Cih maling mana ada ngaku, mending juga Daffa , Daffa masih cinta sama lo sampai detik ini" kata Rendy benar benar mulut nya ember banget kalo mabuk.


"Nad, Bintang di bawa kemana ?"


"bawa kamar atas, biar Rendy sama gue di kamar bawah!" kata Nadia karena gak mungkin kan dia bawa Rendy kekamar.


"ok!" kata Dafa.


Si al nya Bintang hampir saja terjatu karena jalan nya tidak seimbang untung nya Daffa dengan cepat menangkap tubuh nya, tanpa banyak kata Daffa mengangkat dan menggendong Bintang naik kekamar atas, Bintang mengalungksn tangan nya keleher nya Daffa.


"Daf...!" Bintang menatap Dafa intens membuat Dafa merasa salah tingkah.


"hhhhmmmm...!" sahut Dafa


"kata Rendy kamu masih mencintai ku apa itu benar ?" tanya Bintang pada Dafa.

__ADS_1


"ah itu gak mungkin, emang si alan tu Rendy mana mungkin ada yang mencintai seorang wanita mantan pe la cur ini jan da lagi ckckck" Bintang mabuk bicara ngelantur ia terkekeh.


Rendy kaget mendengar apa yang baru saja di ucapkan Bintang "mantan pe la cur maksud Bintang apa ?" Kata Daffa bertanya dalam hati nya.


Sekarang Bintang dan Daffa sudah berada dalam kamar, Daffa meletakan Bintang di ranjang membaringkan Bintang dengan perlahan saat Dafa hendak bangkit tangan nya di tahan Bintang.


"temanin aku dulu Daffa, apa kamu tidak sudi berteman dengan mantan pe la cur ini?" tanya Bintang dengan wajah sendu nya.


"hey... Bintang, bicara apa kamu, aku akan selalu ada untuk kamu disaat kamu membutuhkan aku. ingat itu" kata Daffa yang sudah memeluk Bintang.


Dan sekarang jadi lah Bintang berada dalam pelukan Daffa menyandarkan kepala nya di dada bidang milik Daffa yang tengah bersadar di ranjang. "aku akan temanin kamu, kamu bisa cerita ke aku kalo kamu mau!" kata Daffa membelai lembut pipi wanita yang selalu ada di hati nya itu.


"kamu tau gak alasan aku putusin kamu dulu?" tanya Bintang menongakan kepala nya menatap wajah ttampan Daffa.


Daffa menggelengkan kepala nya. "itu karena aku bekerja di club sebagai pe la cur, aku merasa kotor dan tidak pantas untuk bersama kamu adalah cowok baik baik sedangkan aku cewek yang banysk di pakai orang, aku bekerja seperti itu karena keadaan ekonomi keluarga ku benar benar hancur, mamah papah terjerat hutang di tambah papah sakit ginjal meski saat ini papah sudah bahagia di surga bersama anak ku" kata Bintang panjang lebar tidak sadar dengan apa yang ia bicarakan karena pengaruh minum tang terlalu banyak.


Sekali lagi Daffa di buat terkejut mendengar pengakuan atau penjelasan yang keluar dari mulut Binrtang, Daffa masih tidak mengerti. "apa yang kamu bicarakan, maksdu kamu apa Bintang?" tanya Daffa pada Bintang namun tidak ada sahutan malah terdengar suara dengkuran halus dan teratur dari mulut se xy Bintang.


Dafa menghela nafas nya, dirinya benar benar penasaran di buat Bintang tapi yang di tanya malah tidur, mungkin dia akan tanyakan pada Rendy nanti, melihat Bintang tidur Daffa membenarkan posisi tidur Bintang setelah itu membiarkan Bintang istrahat sendirian di kamar, namun Bintang menahan tangan nya tidak ingin di tinggalkan dan akhir nya Daffa mmemutuskan menemani Bintang tidur, sebelum diri nya ikut terlelap Daffa meng ecup kening Bintang lama.


"selamat tidur, mimpi indah," bisik Daffa pada Bintang setelah itu Daffa ikut memejamkan mata nya tidur memeluk Bintang.


"I love you, mimpi indah sayang" Daffa mengecup kembali kening Bintang.


~bersambung~


๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“

__ADS_1


__ADS_2