Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 90


__ADS_3

tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐโ˜บ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐Ÿ˜๐Ÿ˜


______โณโณโณ____


Dua hari kemudian...


"ini kamera nya" Anggi menyerahkan kamera pada laki laki yang usia nya sama dengan Zeno.


Laki laki itu nampak puas dengan hasil kerja Anggi. "bagus, saya sudah transfer kerekening kamu sekaligus bonus untuk kamu karena hasil kerja kamu sangat bagus" kata laki laki itu tersenyum puas.


"terimakasih, kalo gitu saya permisi!" kata Anggi setelah itu pergi dari situ. Ada sedikit rasa takut kalo misalkan Zeno menyakitinya dan juga rasa kasian pada Zeno karena malam itu Zeno menceritakan tentang perasaan nya, semua Zeno ceritakan pada Anggi sewaktu Zeno dan Anggi selesai ber cin ta, Zeno meminta Anggi menemani nya dan mendengarkan curahan isi hati nya dari situ lah Anggi sedikit merasa iba.


"apa aku bilang yang sejujur nya saja pada Zeno agar dia tau?" terlintas dalam pikiran Anggi untuk memberitahu Zeno sebelum terlambat namun diri nya takut karena orang yang baru saja ia temuni tadi bukan lah orang sembarangan, Anggi di landa rasa galau dan bimbamg memikirkan ini.


_____****____


Kedatangan Daffa di butik Bintang membuat para karyawan dan beberapa wanita disana dibuat terpesona akan ketampanan Daffa dan tubuh yang takalah jauh sama gagah nya dengan Zeno. Daffa dan Zeno kalo di bandingkan sama sama tampan dan gagah namun kalo Zeno berkulit lebih putih sedang Daffa sedikit lebih coklat.


"Chel..." sapa Daffa pada Chelsi yang sedang melayani pelang gan butik Bintang.


"ah Daffa, masuk aja Daff! Dari tadi gue suruh makan gak mau, coba lo yang bujuk dia makan!" kata Chelsi pada Daffa.


"ini aku bawa makanan kesukaan nya Bintang, ini untuk kamu satu!" kata Daffa pada Chelsi yang sudah mengabari nya kalo Bintang saat ini sedang sakit.


"wah makasih Daff, selain ganteng lo ternyata juga sangat baik" kata Chelsi dengan gaya tengil nya.


Setelah itu Daffa langsung masuk keruangan Bintang dan terlihat Bintang sedang duduk bersandar di sofa panjang yang ada di ruang kerja nya, terlihat wajah Bintang pucat dan lesu.


"haii.." sapa Daffa.

__ADS_1


"Daffa..." Bintang kaget dengan kedatangan Daffa.


"kamu kenapa hhhmm ? kata Chelsi kamu sakit." tanya Daffa lembut mengusap pipi mulus Bintang.


"aku gak kenapa kenapa, hanya pusing saja." jelas Bintang.


"mau aku antar kedokter?" tanya Daffa lembut.


Bintang menggelengkan kepala nya."ya udah kalo gitu kamu makan dulu, ini aku bawakan makanan kesukaan kamu!" kata Daffa.


Sebenarnya Bintang tidak nafsu makan sama sekali, namun tidak enak menolak karena Daffa sudah membelikan nya makan siang untuk diri nya. Semenjak malam Daffa mengungkapkan perasaan nya pada Bintang, hubungan nya dengan Daffa semakin dekat, meski Bintang sempat menolak karena rasa sakit yang di buat Zeno meninggalkan rasa trauma yang begitu dalam, trauma dengan nama nya cinta dan pernikahan. Namun Daffa meyakinkan Bintang kalo tidak semua laki laki sama seperti Zeno, Daffa akan sabar untuk membuat Bintang percaya dengan rasa cinta nya dan akan mengobati rasa trauma yang Bintang rasakan dengan cinta tulus yang ia miliki karena setelah Bintang benar benar yakin Daffa akan segera menikahi Bintang, Daffa tidak ingin kehilangan Bintang untuk yang kedua kali nya.


"sudah cukup Daff!" kata Bintang pada Daffa yang ingin menyuapi Bintang.


"sedikit lagi!" kata Daffa.


Bintang menggelengkan kepala nya. "ya sudah kalo gitu minum dulu, setelah ini aku pijitin kepala kamu yang sakit" kata Daffa memberikan Bintang air mineral.


"Daff..." panggil Bintang pada Daffa yang dari tadi memijat kepalanya dan memandang wajah nya.


"ya Bee?" sahut Daffa menyebut panggilan sayang nya untuk Bintang.


Bintang menggeser kepala dan tubuh nya. "sini!" Bintang menepuk bagian kosong, meminta Daffa berbaring di sebelah nya karena Bintang merasa kasian pada Daffa yang dari tadi memijat kepalannya yang syukurnya sudah terasa baikan.


Daffa membaringkan badan nya di samping Bintang, setelah itu Bintang langsung memeluk Daffa yang di balas Daffa memeluk Bintang, diusap nya kepala Bintang dengan sayang. "makasih.." kata Bintang.


"makasih untuk aapa ?" tanya Daffa bingung.


"makasih untuk semuanya, makasih juga sudah membawakan makan siang dan mijitin kepala aku, aku sayang kamu" kata Bintang memandang wajah Daffa dengan intens.


"aku pun sama, sangat sangat menyayangi dan cinta kamu" ucap Daffa memeluk Bintang, setelah itu ntah siapa yang memulai lebih dulu saat ini bibir mereka saling me lu mat bertukar saliva.

__ADS_1


"eeeennnnggghhhhh....." erangan tertahan keluar dari bibir se xy Bintang saat Daffa dan diri nya saling me lu mat dan tangan Daffa yang sekarang me re mas pelan gunung kembar milik nya.


Kini ci um an Daffa turun keleher putih mulus milik Bintang, meng is ap serta menggigit pelan leher Bintang hingga menimbulkan jejak merah keunguan di leher Bintang. "aaaaaaaahhhhh....." de sah an keluar dari mulut Bintang.


Setelah puas memberi tanda di leher Bintang, Daffa menyudahi aksi nya karena dirinya takut hilang kendali tidak bisa mengontrol diri, Daffa hanya tidak ingin Bintang berpikiran kalo diri nya sama seperti Zeno.


"sekarang kamu istirahat lah!, aku akan temani kamu disini sampai kamu tidur." kata Daffa memeluk Bintang dan men ci um pucuk kepala Bintang.


_____*****_____


"Zen, seperti nya kita harus berhati hati dengan Al!" kata Reza memperingati Zeno setelah mereka selesai rapat.


"hhhmmm" Zeno menganggukan kepala nya.


"aku curiga Al merancanakan sesuatu untuk menjatuhkan perusahaan dan nama baik kamu" tambah Reza lagi.


Alex adalah musuh bebuyutan Zeno dalam dunia bisnis, dari dulu Alex selalu ingin berusaha menjatuhkan Zeno namun selalu bisa di gagal kan Zeno, Reza yang mendapatkan info kalo Alex akan melakukan sesuatu pada Zeno jadi merasa was was karena Alex dan Zeno sama kuat dan berpengaruh nya meski lebih sedikit unggul Zeno namun Alex juga tidak bisa di remehkan begitu saja.


"terus apa yang akan kita perbuat?" tanya Reza pada sahabat nya sekaligus bos nya itu.


"cukup awasi Alex!" kata Zeno.


"baiklah...!" setelah itu Reza pergi meninggalkan Zeno.


Zeno merasakan perasaan nya tidak enak hati, ntah kenapa perasaan nya seperti gelisah, pirasat nya merasakan seperti akan terjadi sesuatu yang buruk. "kenapa perasaan ku tidak enak seperti ini, apa Bintang ku baik baik saja?" gumam Zeno dalam hati nya tanpa ia ketahui setelah ini masalah akan menimpa nya.


~BERSAMBUNG~


๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“


๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐Ÿ’“๐Ÿ’“

__ADS_1


๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“


__ADS_2