Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 28


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


aku pulang saja aku tunggu kamu dirumah" kata ku yang masih memasang wajah datar tanpa ekspresi. "kamu lanjut saja pekerjaan kamu tidak perlu mengantar aku kebawah aku juga bawa mobil sendiri " kata ku pada Zeno kemudian langsung saja keluar dari ruang kerjannya tanpa ci um an hangat seperti biasa nya.


Jujur saja perasaan ku tidak enak hati sejak beberapa malam yang lalu saat aku iseng membuka hp Zeno mendapati nama kontak Sii di hp Zeno suami ku, dari situ aku merasa gelisah tidak enak hati di tambah Zeno pulang larut malam dan di tambah lagi masalah siang ini ntah lah, "ya allah kalo memang suami hamba bermain di belakang hamba, hamba mohon petunjuk mu ya allah, beri hamba petunjuk atau bukti meski hati ini sakit ya allah" batin ku berdoa.


Aku memutuskan untuk kembali pulang ke apartemen kami saja karena aku takut tidak bisa kontrol emosi yang akan membuat kami bertengkar dengan masalah bukti yang masih belum kuat.


Setelah sampai di apartemen aku menangis meluapkan semua perasaan yang aku rasa akan saat ini perasaan cemburu, sedih, marah, takut jadi satu, lelah menangis aku tertidur.


Aku terbangun dari tidur ku bertepatan dengan azan magrib, aku bangun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri bersiap siap untuk melaksana kan azan magrib.


Zeno sudah tiga hari selalu pulang malam alasan dengan banyak nya pekerjaan di kantor, biasa nya Zeno pulang pasti sebelum magrib, aku berusaha tidak ingin terlalu pusing memikir kan masalah ini.


Selesai membersihkan diri aku melaksana kan solat magrib, membuat perasaan ku sedikit tenang setelah solat tidak lupa aku berdoa. "ya allah hamba merasakan suami hamba seperti ada sesuatu di belakang hamba, hamba mohon kepada mu ya allah kalo memang suami hamba bermain di belakang hamba tunjukan lah ya allah semua nya meski hati hamba sakit tapi kalo ini semua hanya perasaan hamba saja buang lah segala perasaan dan pikiran buruk hamba terhadap suami hamba" doa ku setelah selesai solat.


Malam ini aku tidak nafsu makan, aku lebih memilih duduk santai di sofa ruang tamu memikirkan tentang perasaan ku saat ini, jujur saja aku curiga dengan Zeno tapi aku tidak bisa marah dengan kecurigaan ku yang tidak ada bukti.


"ahhh... Andi...!" seru ku ketika mendapat ide untuk menyelidiki semua kecurigaan ku ini, Andi adalah teman ku satu pekerjaan sewaktu aku bekerja di club.


Aku mengambil hp ku memanggil Andi. "hallo Andi" panggilan tersambung.


"ada apa Bintang tumben loe nelpon, gak takut tuh apa suami loe ntar marah" ledek Andi, ya Zeno terkenal dengan sikap posesif dan cemburuan nya, bahkan dengan teman cewe aku Zeno juga cemburu, selama ini aku di kekang alias di batasi langkah gerak ku tapi aku tidak merasa keberatan selama Zeno tidak macam macam di belakang ku.


"lo sibuk gak? ada yang mau gue omongin sama lo, please Di gue mau minta tolong sama loe gue mau ngomong langsung sama lo biar enak, ketemuan di cafe dekat apartemen gue bisa kan " kata ku pada Andi panjang lebar.


"di kirain kangen tumben nelpon eh ternyata mau minta tolong, emang mau minta tolong apa? Zeno selingkuh ya?" tebak Andi.


"ketemuan sekarang ok, gue berangkat sekarang!" kata ku pada Andi, aku tidak menjawab pertanyaan Andi karena aku ingin langsung bicara sama Andi.


"ck gak di jawab pertanyaan gue, ok deh gue meluncur kesana " kata Andi.


****


...Povv Zeno...


...~~~...


Di kantor


*****

__ADS_1


"permisi pak ini hasil laporan dan berkas yang bapak minta " kata Inez menyerah beberapa map yang ada di bawa nya di letakan nya di atas meja kerja ku.


"ok, terimakasih Nez" kata ku pada Inez tersenyum.


"maaf pak, apa boleh saya minta izin untuk pulang sekarang karena saya baru saja dapat telpon ibu saya sakit masuk rumah sakit" kata Inez pada ku.


Aku menatap Inez dapat di lihat raut wajah Inez terlihat sedih. "hhhhmmmm" aku menganggukan kepala yang arti nya aku mengizinkan, aku mengambil hp ku yang berada di meja kerja ku.


"pulang lah! kamu boleh cuti tidak masuk kerja selamabsatu minggu ini untuk merawat ibu kamu di rumah sakit, aku juga sudah transfer uang buat kamu untuk biayaya ibu kamu dirumah sakit biar nanti pekerjaan kamu di handle sama Reza" kata ku pada Inez.


Inez tersenyum lebar pada ku. "terimakasih banyak pak, bapak benar benar sangat baik, sekali lagi makasih banyak pak" kata Inez .


"sama sama Inez" kata ku pada Inez. Inez tersenyum berjalan kearah ku dan aku tau Inez mau melakukan apa pada ku.


"makasih banyak pak" ucap Inez lagi, Inez me lum at bi bir ku, saat Inez ingin melepaskan tautan bi bir kami segera aku menahan pinggang nya menarik tengkuk nya agar bisa me nik ma ti lebih dalam lagi lu mat an bi bir Inez.


Tangan ku me re mas re mas buah da da besar milik Inez. "aaaagghhhhh...." de sah Inez saat aku me ngi sap pu ti ng nya, aku melepaskan ci um an panas kami karena aku tau Inez harus segera kerumah sakit.


"aku pasti akan merindukan kamu, merindukan de sah an se xy kamu di ruang kerja ini selama satu minggu kamu tidak masuk kerja" kata ku pada Inez setelah tautan bi bir kami berdua terlepas, ya satu minggu Inez tidak masuk kerja arti nya tidak akan ada de sah an diruang kerja ku ini, karena aku dan Inez hampir setiap hari melakukan nya karena Inez yang selalu me ng go da ku.




Setelah selesai dengan permainan panas kami, Inez izin untuk pulang, aku pun sibuk mengcek laporan yang tadi di berikan Inez dan satu jam kemudian terdengar suara pintu terbuka, aku menongakan kepala ku yang tadi nya membaca laporan ku arah kan kearah pintu.




"sayang kenapa gak bilang mau kesini?" tanya ku pada Bintang tersenyum hangat, yang tadi nya terkejut aku mengontrol diriku untuk terlihat biasa biasa saja.



"emang nya harus bilang dulu kalo mau ketemu sama suami sendiri?" tanya Bintang pada ku agak sedikit ketus..



"enggak gitu maksud nya, tapi kan misalkan aku nya lagi diluar bertemu klien atau sedang rapat kan kasian kamu nya kesini tapi aku nya gak ada." jelas ku pada Bintang.



"aku kesini bawain makan siang nih, kita makan dulu ya sayang! beberapa hari ini kamu sangat sibut aku takut kamu makan nya gak teratur jadi tadi aku masakin kesukaan kamu" ternyata Bintang membawakan bekal untuk makan siang aku.

__ADS_1



"mmmm makasih sayang kamu memang istri terbaik yang selalu memberi perhatian dan kasih sayang nya dengan tulus, aku merasa laki laki paling beruntung saat ini karena memiliki kamu" kata ku pada Bintang.



Aku merasa senang dan sangat beruntung memilik istri seperti Bintang, bukan hanya cantik tapi Bintang juga sangat pandai memasak, Bintang juga seorang istri yang sangat penurut berbakti pada suami nya dan juga hot dalam urusan ranjang yang selalu membuat aku me nge rang nikmat karena goyangan hot nya membuat aku meinginkan lagi dan lagi melakukan nya, ku akui Bintang tetap juara nya dalam urusan ranjang, aku sangat beruntung memiliki nya, Bintang sosok istri idaman para lelaki.



Aku dan Bintang makan siang bersama sesekali aku dan Bintang bercanda tawa, aku larut dengan suasana bahagia saat ini sangking bahagia nya aku bahkan lupa ada janji dengan seseorang dan baru ingat saat aku melihat ada panggilan di hp ku yang ku letakan di meja dekat aku dan Bintang



Saat aku ingin mengambil hp ku si al nya lebih dahulu Bintang, aku gelisah tidak karuan rasa. Bintang meangkat panggilan telpon ku dan meloudspeker panggilan nya ketika panggilan tersambung.



"***hallo sayang kamu dimana ? jadi kesini gak dari tadi aku nungguin kamu diapartemen aku sudah memakai linggirie yang kemarin kamu request, aku sudah kirim foto nya lo tadi, kapan kesini kita gak banyak waktu kan karena istri kamu nanti curiga*** "



\****deg***\*



Jantung ku berdetak tidak karuan apa lagi ketika melihat tatapan mata Bintang ke aku yang selama aku bersama nya belum pernah aku melihat tatapan nya seperti sekarang.



Si al nya wanita itu bicara bahkan mengoceh panjang tidak tau kalo yang meangkat telpon nya macan betina bahkan seperti nya lebih seram dari macan betina, tadi nya aku berharap wanita itu tidak bicara duluan dan Bintang lah yang lebih dulu bicara dan wanita itu pasti akan melakukan drama seolh olah dia rekan bisnis aku tapi itu seperti nya hanya harapan ku dan kenyataan nya sekarang Bintang menatap ku dengan tatapan mematikan menurut ku



~bersambung~



πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“



πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHORπŸ’“πŸ’“

__ADS_1



πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“


__ADS_2