
โ ๏ธโ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
________~~~~~________
......Povv Zeno......
...~~~~~...
Setelah selesai aku memunta Yesi pulang dengan alasan pekerjaan ku yang banyak, padahal aku hanya ingin menyelesaikan urusan dengan Reza.
Aku kembali dengan pekerjaan ku yang sempat tertunda, Reza masih tetap di ruangan ku membantu pekerjaan ku agar lebih mudah dan cepat selesai.
"Reza hukuman untuk kamu masih belum selesai hukuman untuk asisten yang kerja nya gak becus, bisa bisa nya ngebiarin bos nya menunggu dan pulang naik taxy dengan istri nya" omel ku dengan Reza.
"baik tuan saya akan terima hukuman dari tuan dan saya minta maaf atas kesalahan saya hari ini " kata Reza pada ku sedikit menunduk.
"ya jelaslah terima, enak hukuman nya bahkan sangat enak" ledek ku pada Reza.
"kalian beli rujak nya dimana bisa bisa nya jad sangat lama, aku dan Bintang juga dengar perempuan men de sah, apa kalian...?? " lidik ku pada Reza.
"kemarin..."
"cerita nya ntar setelah telpon Bintang, gara gara wanita ja la ng tadi datang aku jadi lupa telpon Bintang ntar curiga lagi "kata ku pada Reza bangkit dari duduk ku menjauh dari Reza sedikit karena ingin menelpon Bintang, aku mengambil hp di dalam saku memanggil Bintang terdengar bunyi telpon tersambung tapi tidak ada jawaban hingga beberpa kali telpon tersambung yang akhir nya Bintang menjawab telpon ku.
"hallo..."
"honey , kamu dimana lagi ngapain kenapa telpon ku dari tadi gak kamu jawab " tanya ku pada Bintang.
__ADS_1
"maaf aku tidak tau ada telpon dari kamu hp aku mode diam" jelas Bintang terdengar suara nha parau.
"honey, ada apa dengan mu honey? kamu menangis?" tanya ku yang sedikit kaget bercampur khawatir.
"papah masuk rumah sakit, sekarang aku dirumah sakit sama mamah dan Melati." jelas Bintang.
"papah kenapa sayang? ada apa yang terjadi?" tanya ku pada Bintang.
"hiks ... papah ... hiks .... papah tiba tiba down sekarang keadaan nya sangat tidak baik" jelas Bintsang pada ku.
"apa rumah sakit masih belum mendapatkan ginjal untuk ayah" tanya ku pada Bintang
"belum sayang" terdengar suara Bintang lirih.
"stop honey jangan menangis aku akan ada dan akan selalu ada disamping bersama kamu, akan aku usahakan mendapat kan donor ginjal untuk papah, sebentar lagi aku kesana ada sedikit kerjaan yang harus aku selesaikan dulu" kata ku pada Bintang, bagaimana pun aku tidak ingin wanita yang ku cintai menangis bersedih, aku akan mencari orang yang bersedia menjual ginjal nya.
"sama sama honey, telpon nya aku tutup, I love you my wife" kata ku.
"love you to " balas Bintang setelah itu aku mematikan sambungan telpon ku dengan Bintang.
"kenapa? " tanya Reza.
"papah Bintang keadaan nya drop aku tau Bintang sekarang pasti sangat sedih dan aku tidak ingin melihat istri tercinta ku untuk sedih , kita harus mendapat kan seseorang yang mau mendonor ataau bersedia menjual ginjal nya berapapun diminta orang itu.
Setelah itu aku kembali bekerja mendengakan cerita yang Reza kan cerita saat bermasa Inez yang tiba tiba me ng ulum milik nya wakty di mobil dan terjadi penyatuan antara mereka berdua.
Tidak terasa jam kerja sudah selesai aku bersiap siap untuk pulang bersama Reza namun urung saat pintu ruangan ku di buka Inez dengan membawa berkas.
"ini ada berkas berkas untuk pak Zeno" kata Inez.
__ADS_1
"berikan pada saya letakan disini besok akan saya periksa" Inez berjalan melangkah mendekat kearah ku.
"aaawwwwwhhhh..." tiba tiba aku menarik Inez dan mendudukan nya di meja kerja.
"sekarang giliran kamu yang di hukum, hukuman yang kamu sukai kita bersenang senang sebentar sebelum pulang" bisik ku dengan Inez.
Tanpa mendengar jawaban dari Inez aku memberi kode ke Reza hanya lewat mata, Reza maju mendekat kearah aku dan Inez yang paha nya terbuka lebar, Reza melepaskan dasi milik nya mengikat tangan Inez kedepan dan menutup mata Inez dengan dasi milik ku.
Sekarang wajah Reza tepat berada di depan milik Inez mulai men ji lat, me ngi sap lubang kenikmatan milik Inez memainkan lidah nya lihai. "aaaagghhhhhh...." de sah an keluar dari mulut Inez.
Aku membuka bungkusan kain yang membungkus sejata ku setelah terbuka aku memasukan senjata ku ke dalam mu lut Inez yang menerima nya dengan semangat, Inez terus me ngisap, me lu mu keluar mausuk senjat miliku yang berada dalam mulut nya.
Puas dengan itu aku dan Reza memasuki Inez secara bersamaan dari depan belajang, menghantam nya dengan hentakan kasar namun nikmat.
*plak,,,,plakk,,plaak,, plaakk,,* suara kulit bertemu karena aku dan Reza menghujami Inez dengan ritme cepat, kasar dan dalam.
"AAAGGGGHHHHHH.....AAAGGGGHHHH....AAAGGHHBBHH.... OOOOGGHHJHH", Inez terpekik men de sah karena kenikmatan hinggs sampai di mana kami bertiga sama sama mencapai puncak nya dan Inez segera meng ulum milik ku dan Reza hingga mengeluarkan dalam mulut dan menekan nya hsbis tidak tersisa.
"apa kalian mau keapartemen ku sekali lagi bersenang bersenang?" tanya Inez.
"aku harus kerumah sakit dulu baby, akan aku hubungi kamu kalo aku bisa nanti" kata ku pada Inez setelah itu aku dan Reza pergi kerumah sakit
~bersambung~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
๐ I LOVE YOU ALL ๐
__ADS_1