
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ___
Hari hari Bintang di jalani dengan bahagia itu karena suami nya Daffa selalu melimpahkan rasa cinta dan sayang tulus nya menjadikan Bintang ratu di hati nya juga di hidup nya sedangkan Zeno mantan suaminya melewati hari hari nya yang setiap hari harus berjuang melawan sakit dan sudah satu bulan Zeno dirawat di rumah sakit, selain penyakit ke la min ternyata Zeno juga mengalami kerusakan ginjal karena pola hidup yang tidak sehat, setelah sempat mengalami kritis bahkan sempat koma kini keadaan Zeno sudah membaik setelah mendapatkan donor ginjal selain itu penyakit ke la min yang menyerang senjata Zeno yang sempat mengeluarkan na nah dan berbau bu suk yang menyengat kini sudah tidak mengeluarkan na nah dan bau bu suk yang menyengat lagi untung nya penyakit ke la min Zeno masih bisa diobati dan Reza yang cepat membawa Zeno berobat keluar negeri.
Sebelum kondisi Zeno mulai membaik seperti sekarang Zeno sempat mengalami depresi karena senjata milik nya mengeluarkan na nah dan mengeluarkan bau busuk bahkan bau nya itu bisa tercium keorang lain bila berada didekat nya membuat Zeno merasa malu dan tidak mau bertemu dengan siapa pun terkecuali dokter termasuk suster Zee .
Zeno sempat mengalami depresi dan ingin mengakhiri hidup nya dengan menyayat tangan nya dengan pecahan botol kaca yang ia pecah kan, untung nya saat salah satu perawat yang masuk kekamar rawat Zeno menghentikan perbuatan Zeno yang menyayat tangan nya sendiri yang sudah mengeluarkan darah.
...~Flashback on~...
"tuan apa yang anda lakukan ?" pekik seorang perawat kaget juga panik saat masuk kekamar rawat Zeno melihat Zeno yang sudah menyayat pergelangan tangan nya dengan pisau kecil yang ntah kenapa sampai ada disitu.
Perawat cantik itu berlari kearah Zeno yang tidak menyadari kedatangan nya tanpa pikir panjang lagi perawat itu merebut pisau yang ada di tangan Zeno yang saat itu tersentak kaget, perawat melembuang pisau yang tadi ia genggam tanpa ia sadari telapak tangan nya juga terluka.
"si al kenapa sampai ada pisau sih?" maki perawat itu dalam hati nya dan saat melihat ada buah buah di atas meja ia berpikir mungkin itu pisau di gunakan untuk mengupas buah buahan.
Zeno menatap tajam perawat yang menurut nya sudah berbuat lancang. "apa yang anda lakukan ? lancang sekali masuk kamar pasien tanpa permisi mengetuk pintu!" kata Zeno geram dengan perawat yang juga menatap Zeno.
__ADS_1
Perawat berparas cantik bernama Zee juga ikut menatap Zeno yang menatap nya tajam, mendengar pertanyaan Zeno membuat Zee merasa geram sekaligus emosi namun harus ia tahan karena mengingat Zeno adalah seorang pasien rumah sakit tempat ia bekerja. Sebum Zee menjawab Zeno dia perlahan menarik dan mengehembuskan nafasnya pelan. "pertama yang harus anda tau sudah mengetuk pintu sebelum masuk karena anda jawaban dari dalam saya memutuskan untuk masuk karena saya ingin mencek cairan infus anda takut nya habis dan harus segera diganti." jelas Zee dengan menahan rasa kesal.
"yang kedua harus nya saya yang bertanya! apa yang anda anda pikir sehingga membuat anda melakukan hal bo doh seperti tadi tanpa berpikir panjang?" Zee bertanya dan bicara dengan suara sedikit meninggi kerena merasa kesal bahkan da da nya terlihat turun naik menahan kesal.
Zeno diam tidak menjawab langsung. "yang jelas bukan urusan anda!" sarkas Zeno.
"tentu akan menjadi urusan saya selama anda dirawat dirumah sakit ini" sahut Zee.
"sini tangan tuan, biar saya perban luka nya !" kata Zee dengan nada sedikit lembut tidak seperti tadi yang sedikit ngegas karena selain panik ia juga kesal dengan pertanyaan Zeno yang membentak nya.
Zeno diam saja membiarkan Zee mengobati dan memperban pergelangan tangan nya mengarahkan pandangan kekiri menghadap kejendela kaca dengan tatapan kosong. "apa yang membuat tuan jadi putus asa ? hidup ini mahal terlalu berharga dan mahal tuan, bukti nya tuan berada disini karena ingin sembuh yang pasti tidak sedikit mengeluarkan uang! kenapa anda ingin melakukan hal bo doh seperti tadi? kalo anda ingin mati kenapa anda harus berobat jauh jauh dan mahal mahal kalo anda ingin mati cepat" kata Zee bicara panjang lebar dengan Zeno tanpa menatap Zeno tetap fokus dengan yang ia kerjakan.
Mendengar itu Zeno menunduk mengalihkan pandangan nya menatap Zee yang fokus memperban tangan nya. "apa anda tidak merasa jijik dekat dengan saya ? saya sendiri saja merasa jijik mencium bau saya sendiri." tanya Zeno.
Zee menatap Zeno tanpa sengaja mata mereka bertemu kemudia Zee lebih dulu memutuskan tatapan nya dan membereskan peralatan yang ia gunakan untuk memperban pergelangan tangan Zeno "tidak seharus melakukan hal bo doh seperti ini! tuhan tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan umat nya, pasti ada hikmah dan pelajar hidup yang kita dapat dari masalah cobaan yang di beri tuhan, tergantung bagaimana cara kita.menghadapi dan menyikapinya" kata Zee panjang lebar.
"saya pernah dengar dengan sakit nya kita derita itu cara tuhan menggugurkan dosa dosa yang kita" tambah Zee lagi.
Zeno diam masih menatap Zee yang sudah selesai. "baiklah saya sudah selesai memperban tangan tuan, sekarang saya akan ganti infus tuan dulu" kata Zee mengganti cairan infus Zeno.
"sudah selesai! saya permisi mohon pamit! dan ingat tuan jangan melakukan hal bo doh lagi" peringat Zee yang ingin melangkahkan kaki nya namun dengan cepayt pergelangan nya di tangkap Zeno.
__ADS_1
"ada apa tuan ? apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Zee ramah.
"telapak tangan kamu berdarah" beritahu Zeno dan bersamaan dengan itu pintu rawat Zeno terbuka menampakan sosok lali laki tampan yang tidak lain adalah Reza.
ada apa Zen?" tanya Reza dan suster Zee yang masih ada di situ menceritakan apa yang baru saja terjadi pada reza.
...flasback of ~...
Semenjak hari itu Reza tidak pernah meninggalkan Zeno sendiri, Reza di bantu Zee yang khusus di tugaskan untuk merawat Zeno apa bila Reza sibuk misalkan harus kembali beberapa ke Indonesia mengurus kerjaaan kantor nya. Reza tidak tidak pernah berhenti memberi dukungan dan semangat untuk sahabat nya Zeno sampai detik sekarang yang syukurnya keadaan Zeno sudah mulai membaik.
___*****______
Masih dimalam yang sama setelah selesai berolah raga malam dan membersihkan badan mereka kini Bintang dan Daffa sudah tertidur. Namun baru beberapa jam Bintang tidur sudah terbangun karena meraskan perut nya yang sakit, Bintang yang awal nya mengira hanya sakit perut mules biasa melihat suami nya itu tertidur nyenak terlihat lelah mungkin karena lelah bekerja ditambah tadi mereka baru saja melakukan olah raga malam jadi tidak ingin membangunkan Daffa, Bintang berjalan memasuki kamar mandi.
Malam itu Bintang tidak bisa tertidur lagi karena bolak balik masuk kamar mandi dan ini untuk yang ke empat kali nya Bintang masuk kedalam kamar mandi dan seketika Bintang panik ketika melihat bercak darah di cd nya, Bintang takut terjadi apa apa dengan bayi nya karena tadi dia menghentakan cukup kencang meski tadi sudah di ingatkan Daffa tapi.Bintang sudah.di kuasai hawa naf su tidak memperdulikan peringatan Daffa dan Bintang merasa betapa egois nya diri nya saat itu.
~BERSAMBUNG~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐