
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
_____โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ_____
"kamu pasti belum makan kan ? bagaimana kalo kita makan siang dulu setelah itu baru nanti aku akan antar kamu kemanapun kamu mau." kata Daffa pada Bintang memecahkan susana sepi di dalam mobil, karena semenjak tadi di antara mereka berdua tidak ada yang bicara sibuk dengan pikiran masing masing.
Dafa sibuk dengan pikiran nya memikirkan ucapan Bintang sewaktu Bintang mabuk inging sekali Daffa menanyakan pada Bintang namun ia masih Ragu, sedangkan Bintang memikirkan hidup nya selain itu diri nya juga merasa canggung terlebih malu mengingat diri nya tidur bersama Daffa sewaktu diri nya mabuk meski di antra dirinya dan Daffa tidak terjadi apa apa.
"apa gak pa-pa, gimana dengan pekerjaan kamu ? " tanya Bintang.
"gak masalah, ini juga sudah jam makan siang, jadi gimana kita makan dulu?" kata Daffa menjawab pertanyaan Bintang dan bertanya kembali.
"baiklah, kita makan dulu" kata Bintang.
"mau makan apa?" tanya Daffa.
__ADS_1
"terserah saja" jawab Bintang yang sebenarnya diri nya tidak terlalu merasa lapar.
"mmmm... gimana kalo kita makan soto?" tanta Daffa.
Mendengar itu Bintang yang tadi nya memandang lurus beralih menatap Daffa setelah itu terkekeh pelan. "soto favorit kita dulu ?" tanya Bintang yang ingat warung soto la ng ganan Bintang dan Daffa dulu, Bintang dan Daffa sangat suka bahkan sering sekali makan di warung soto itu di saat mereka pacaran dulu.
Daffa tertawa, ada perasaan senang dalam hati nya karena Bintang masih ingat tempat makan favorit dia dan Bintang dulu. "ya, ternyata kamu masih mengingat itu, aku lama gak makan soto betawi tempat kita dulu, dilain gak sama rasa nya, jadi gimana mau ?" tanya Daffa pada Bintang.
"ya, aku juga sudah lama banget gak makan disana, gak tau masih jualan apa enggak" kata Bintang.
"kita liat dulu semoga saja warung nya masih jualan" kata Daffa.
Di lain tempat tepat nya di villa Bilqis saat ini terlihat perkumpulan manusia sedang party menikmat ben da haram itu secara bergantian di mana saat ini pasti nya ada Bilqis pemilik Vila juga ada Zeno, Reza, Hanz, Chandra, Luthfi, Natalie dan Anggi teman nya Bilqis sewaktu kuliah di Indonesia.
Zeno terlihat sangat berantakan di tambah aura dingin dan mematikan yang saat ini terlihat didiri Zeno, semua teman teman nya di sana tidak ada yang berani menyinggung Zeno mereka berkumpul untuk menghibur Zeno, terlihat Zeno selain menikmati benda haram itu ia juga meminum minuman beralkohol dengan banyak semua teman nya pun tidak ada yang berani menegur Zeno mereka semua lebih menjaga Zeno.
"aaahhh... bre ng sek,,, laki laki tadi..aaahhh" rucau Zeno bicara sendirian karena mabuk.
__ADS_1
"Zen,...." tegur Bilqis pada Zeno.
"gue gak bisa Qis, gak sanggup , gue akui gue hancur Qis" aku Zeno.
"Zen, panggilkan satu ja la ng untuk ku" pinta Zeno pada Reza , saat ini diri nya benar benar emosi dan butuh tempat pelampiasa.
"lo keberatan gue bawa ja la ng kesini, kalo iya gue cabut duluan " tanya Zeno pada Bilqis.
"pakai nanya segala, pakai aja tuh kamar yang lo mau" kata Bilqis.
"baik.lah, seperti nya gue butuh bersenang senang sebentar" kata Zeno setelah itu tertawa, sebuah tawa yang terdengar ngeri di telingan teman teman nya.
~bersambung~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐