
๐๐ Untuk BOCIL skip aja..
BACA NYA JANGAN SIANG SIANG YA GUYS, DI HARAPKAN MEMBACA NYA SETELAH BUKA PUASA AJA YA
โ ๏ธโ ๏ธโ ๏ธ jangan di contoh yang tidak baik nya, novel ini hanya hiburan semata ya guys.
โ ๏ธโ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐
~๐๐๐~
"Bintang ?" tanya mama Zeno pada ku antusias.
"iya tante perkenalkan saya Bintang" kata ku sopan.
"jangan panggil tante panggil saja mama, masya allah sayang kamu sangat cantik, pantesan Zeno ingin cepat cepat menikahi kamu" kata mama Zeno memeluk ku, aku bisa bernapas lega karena seperti nya apa yang Zeno bilang benar kalo keluarga nya itu adalah keluarga yang hangat tidak memandang status sosial.
"iya kak, padahal aku sempat mengira kalo ka Zeno ini suka jeruk makan jeruk" celetuk perempuan yang lebih muda dari ku, mendengar itu aku tertawa mana ada jeruk makan jeruk
"Salsa jaga bicara kamu!" kesal Zeno.
"tapi benaran loh tante gak nyangka keponakan tante yang dingin ini serius pengen nikah, kamu tau gak sayang kamu lahย wanita pertama yang Zeno perkenalkan pada kami, kami sudah lama meminta Zeno menikah, tapi seperti nya hanya kamu wanita yang bisa menaklukan hati Zeno yang dingin sedingin kutub utara" kata tante Zeno pada ku terkekeh, aku tersenyum mendengar kata tante nya Zeno.
Aku, mama Zeno, tante Zeno, dan Salsa saat iniย berbincang bincang hangat, mereka menceritakan tentang Zeno saat kecil dulu, tidak ada satu pun dari mereka mempertanyakan tentang latar belakang kehidupan ku dan keluarga ku, keluarga Zeno begitu hangat tidak seperti orang kaya kebanyakan yang bersikap sombong dan memandang rendah orang seperti aku ini.
"oh ya Bintang kamu sudah bilang kan izin nginap sama kedua orang tua kamu? mama dan yang lain nya menyiapkan pesta barbeque untuk menyambut kamu, mama sengaja mengundang tante dan sepupu Zeno ingin sekalian mengenalkan calon istri nya Zeno, nanti ada satu lagi tante dan sepupunZeno" kata mama Zeno pada ku
"i-iya ma, tadi Zeno langsung yang sudah minta izin sama orang tua Bintang" kata ku pada mama Zeno.
"gue kira lo cuman bisa bawa anak orang langsung terus lo pulangin gitu aja, ternyata benar benar seorang Bintang sudah mengalihkan dunia nya Zeno Marcelio Oliver" kata Varo terkekeh mendapat tatapan tajam dari Zeno yang duduk di samping ku.
"nanti kalo tante dan sepupu kami satu itu datang dan bicara yang enggak enggak gak usah kaka masukin di hati, cukup di dengar masuk telinga kanan keluar telinga kiri"kata Salsa memberitahu aku perangai tante dan sepupu nya Zeno yang belum datang itu.
"husshh Salsa kamu ini kalo ngomong suka benar" kata tante Zeno,membuat yang lain nya tertawa.
__ADS_1
"sayang ayo ikut aku!" kata Zeno pada menarik lembut tangan ku.
"hei mau kamu bawa kemana calon mantu mama Zen?" protes mama Zeno pada Zeno, saat itu kami sedang berkumpul di ruang keluarga mengobrol ini dan itu.
"aku ingin istrahat sebentar ma" kata Zeno menarik ku lembut, aku pun terpaksa mengikuti langkah Zeno.
"ck, kalo mau istrahat istrahat aja sana sendiri gak usah bawa bawa mantu mama dong" teriak mama Zeno.
"Bintang juga harus istrahat ma, tadi Bintang kurang enak badan tapi Zeno paksa, Zeno takut Bintang kecapean sambil menunggu malam mending Bintang istrahat dulu, Zeno yang jagain juga ntar Zeno juga yang bangunin" aku keget mendengar apa yang barusan Zeno katakan. emang dasar casanova bukan hanya pandai menipu wanita di luar sana bahkan juga dengan mamanya batin ku. Zeno bicara panjang lebar dengan wajah santai.
"modus lo" Vero ikut menimpali tapi Zeno tidak perduli, Zeno membawa ku menaiki tangga menuju kamar nya, saat aku masuk kamar Zeno aku di buat kagum lagi dengan kamar Zeno sungguh sungguh sangat elegan dan mewah.
"Zen ingat kamu jangan macam macamin anak orang Zen" teriakan mamah nya terdengar karena pintu kamar Zeno belum tertutup.
Zeno keluar dari kamar nya membalas ucapan mama nya bicara dari atas. "jamin ma Zeno gak akan macam macam tapi cuma satu macam aja buatin mama cucu " Zeno ketawa setelah itu menutup pintu kamar nya
"sayang ih malu maluin aja" protes ku.
"emang benar kan kita mau buatin mama cucu hhhmmm" kata Zeno pada ku, kemudian Zeno langsung menci*m lembut b*b*r ku, aku pun membalas c*uman Zeno.
"kamar aku kedap suara , pintu kamar sudah aku kunci sayang,ย aku janji gak akan lama dari tadi aku sudah gak tahan liat calon istri ku ini" kata Zeno kembali menc*um ku.
"mmmmmmpppphhhh... aaaggghhhhh.."ย des*h ku ketika Zeno memulai aksi nya dari menci*m, mengis*p leher ku kemudian turun ke gunung kembar ku.
"ssssstthhhh...aaaggghhh.... Zeeennnnhhh" des*h ku ketika dengan lincah nya lid*h Zeno bermain main di bagian inti ku, sebenarnya aku merasa tidak enak hati pada keluarga Zeno tapi mau bagaimana Zeno tidak suka di bantah, Zeno juga langsung membawa aku kekamar, bahkan tidak perduli dengan keluarga nya, ingin menolak tapi aku tau itu percuma.
"aaaaaggghhh....ohhh sayang punya kamu sangat nikmat..aaggghhhh... aaghhhhh" Rucau Zeno ketika senjata rudal nya memasuki bagian inti ku dengan sempurna.
"aaaggghhhhhhh... benar benar nikmmaattthh, sehari tanpa kamu aku gila kamu sudah buat aku tidak bisa berpaling dari kamu sayang" kata Zeno dalam des*han nya, Zeno menggerakan pinggul nya perlahan.
"aaagghhh....aaaggghhh...aaagghhhhh.... Zeennnhhh... oooohhh saaayynnggg.." des*h ku keenakan.
Zeno semakin mempercepat gerakan nya. "aaagghhhh.... aaaggghhhh....aaaagghhhh....."
__ADS_1
"aaagghhhh... yesss ... aaaggghhhhhh" des*h demi ******* keluar dari mulut ku Zeno.
"ooouuuhhhhh Zeennnnnh,,,, aaggghhh Zennn,,,aaagghhh no no no Zen aku mau kencing ..." aku mendes*h setengah terpekik ketika Zeno memasukan senjata nya semakin dalam dengan gerakan cepat setelah itu Zeno mencabut senjata nya dari milik ku kemudian langsung menj*lat liat bagian intiku di tambah permainan jari nya yang semakin membuat ku gila.
"aaagghhhh Zeno..... aku... aku .... AAAGGGHHHHHHHHHHHHH" aku sudah tidak perduli lagi terdengar atau tidak nya teriak kan ku ini, karena Zeno berhasil lagi membuat ku keenakan hingga aku terken*ing, bukan nya jijik Zeno masih memainkan jari nya di bagian inti ku.
"ooooghhh saayaaaannggg please stop,!" kata ku pada Zeno. Zeno berdiri memasukan senjata nya lagi, permainan singkat namun aku benar benar di gempur mati matian karena kenikmatan yang di berikan Zeno..
"aaaaaggghh... Aaagghhh... uuuhhhh... aaagghhh..."
"sayang siap siap, aagghhhh, akkuuhhh aahhhhhhhhhhhhhh,,,," Zeno semakin gila menggerakannpinggulnya
"AAAAGGHHH. ..BINTANG.... AGHHHH SAYAAAAANNNGGG... AAGGHHHHHH" Zeno pun sama setengah terpekik, tubuh nya jatuh ambrok di samping ku, kamar Zeno basah akibat aku terkenc*ng, sebelum melepaskan senjata rudal nya di milik ku, Zeno memberikan ku kec*pan di kening ku.
"makasih sayang!" kata Zeno.
"sama sama sayang" kata ku tersenyum pada Zeno.
"aku mau bersih bersih, mau mandi dulu, itu kan jadi basah " kata ku menunjuk lantai basah.
"biar nanti itu di bersihkan pelayan mansion" kata Zeno.
"gak ah, biar aku aja, malu malu ih, mereka pasti bingung mikirin kenapa sampai bisa kamu nya kencing disitu" kata ku.
"udah kamu gak usah mikirin ini, cepatan kamu mandi atau mau aku yang mandiin?" goda Zeno.
"gak, gak, gak, biar aku mandi sendiri!" tolak ku, aku langsung berlari menuju kamar mandi, Zeno ketawa melihat ku berlari kekamar mandi.
~bersambung~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐๐
__ADS_1
๐ I LOVE YOU ALL ๐