Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 21


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornyaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


"AAAAGGHHH. ..BINTANG.... AGHHHH SAYAAAAANNNGGG... AAGGHHHHHH" Zeno pun sama setengah terpekik, tubuh nya jatuh ambrok di samping ku, kamar Zeno basah akibat aku terkenc*ng, sebelum melepaskan senjata rudal nya di milik ku, Zeno memberikan ku kec*pan di kening ku.


"makasih sayang!" kata Zeno.


"sama sama sayang" kata ku tersenyum pada Zeno.


"aku mau bersih bersih, mau mandi dulu, itu kan jadi basah " kata ku menunjuk lantai basah.


"biar nanti itu di bersihkan pelayan mansion" kata Zeno.


"gak ah, biar aku aja, malu malu ih, mereka pasti bingung mikirin kenapa sampai bisa kamu nya kencing disitu" kata ku.


"udah kamu gak usah mikirin ini, cepatan kamu mandi atau mau aku yang mandiin?" goda Zeno.


"gak, gak, gak, biar aku mandi sendiri!" tolak ku, aku langsung berlari menuju kamar mandi, Zeno ketawa melihat ku berlari kekamar mandi.


Selesai mandi aku tadi nya ingin membersihkan kamar Zeno yang ternyata sudah bersih dan rapi kembali, mungkin sewaktu aku mandi tadi Zeno meminta pelayan membersihkan kamarnya, sekarang giliran Zeno mandi membersihkan badan nya.


****____******


Malam telah tiba, aku, Zeno dan keluarga nya sedang duduk di ruang keluarga, papa , tente dan sepupu nya Zeno yang belum datang tadi siang sekarang juga sudah ada.


"jadi apa pekerjaan orang tua kamu?" tanya tante Zeno yang baru datang yang bernama Elin datar.

__ADS_1


"mmmm ...." aku bingung mau menjawab apa, untung nya Zeno dengan cepat memotong omongan ku.


"papah nya Bintang sedang sakit jadi dia sudah tidak kerja lagi, dan Bintang adalah asisten pribadi aku" jawab Zeno.


"seperti nya dia hanya dari keluarga biasa biasa saja berbeda level dengan Kita" kata sepupu Zeno satu nya yang bernama Lengga.


"lalu masalah nya sama lo apa? mau Bintang dari keluarga biasa atau apa pun itu masalah nya sama lo apa, yang nikah sama Bintang gue bukan lo" kata Zeno menatap tajam Lengga, Zeno menggenggam tangan ku.


Aku benar benar merasa tidak enak hati, apa yang di katakan Lengga itu benar aku tidak lah selevel dengan Zeno. "Lengga jaga ucapan kamu! tante dan om kamu tidak mempermasalahkan status sosial selagi Zeno dan Bintang saling mencinta kami sebagai orang tua ingin melihat anak nya bahagia jadi kami pasti memberikan restu pada Zeno dan Bintang dan juga selalu mendoakan untuk kebahagiaan anak nya." kata mama Zeno.


"jadi kapan Zen kamu mau lamar Bintang?" tanya papa Zwno


"secepat nya pah, nanti akan bicarakan kembali sama Bintang dulu mau nya kapan, " sahut Zeno sambil menatap aku.


"nak Bintang mau nya kapan?" tanya Papa Zeno pada ku.


"hah besok?" kata ku kaget namun hanya dalam hati.


"sayang..!" panggil Zeno lembut menggenggam tangan ku karena melihat aku bengong.


"ah.. i-iya ma" jawab ku.


"maaf, permisi nyonya semua sudah siap" salah satu seorang pelayan datang memberitahu kalo persiapan barbeque sudah siap.


"baiklah, terimakasih". jawab mama Zeno


"sama sama nyonya, saya permisi!" kata pelayan itu.

__ADS_1


Setelah itu aku, Zeno dan keluarga Zeno memulai acara barbequean di taman belakang mansion orang tua Zeno, kami berbincang bincang hangat hingga jam tengah malam, para orang tua sudah izin masuk kedalam kamar lebih dulu hingga menyisakan aku, Zeno, Varo, Salsa dan Lengga.


Zeno duduk di belakang ku, dengan melingkarkan tangan nya di perut ku, sesekali Zeno menc*um leher dan pucuk kepala ku, aku bisa melihat tatapan tidak suka dari Lengga melihat kemesraan kami.


"ck, dasar busin, si casanova insyaf" cibir Varo.


"busin apa busin, bucin kak, bucin! ngomong yang benar dulu baru cibir orang " ledek Salsa.


"terserah gue lah, mulut mulut siapa?" kata Varo cuek.


"brisik kalian!" hardik Zeno pada dua orang yang sedang bedebat, Zeno berdiri dari duduk nya menarik tangan ku lembut.


"mau kemana kalian?" tanya Lengga.


"tidur lah, udah ngantuk besok kerja" jawab Zeno cuek.


"cih elah tidur atau main kuda kuda an?" ledek Varo, Zeno tidak menggubris ledekan Varo, Zeno tetap berjalan membawa ku masuk kedalam menuju kamar nya.


"kok gue kaya pernah liat cewe nya Zeno ya?" kata Lengga bicara pada Varo dan Salsa setelah kami berlalu.


~bersambung~


πŸ’“πŸ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nyaπŸ’“πŸ’“


πŸ’“πŸ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHURπŸ’“πŸ’“


πŸ’“ I LOVE YOU ALL πŸ’“

__ADS_1


__ADS_2