
โ ๏ธโ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar semangat lagi authornya๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
________~~~~~________
Setelah itu tidak lama mobil yang di kemudikan Reza sudah sampai di depan hotel, aku dan Zeno segera turun untuk cek in sedangkan Reza dan Inez pergi membelikan rujak untuk ku dengan seperti ini tentu pasti sangat memudahkan pekerjaan Andi di sana untuk meletakan cctv di tempat yang aman tanpa sepengetahuan Zeno.
"eeemmmpppphhh...." Zeno langsung menyerang bi bir ku, me lu mat bi bir ku penuh dengan gai rah yang dari tadi ia tahan di saat kami baru memasuki sebuah kamar president suit di.hotel itu.
Tentu saja aku tidak hanya diam menerima dengan pasrah mendapat serangan yang penuh gai rah dari Zeno yang tangan nya sudah kemana mana hingga punggung ku tersandar di dinding, aku melingkarkan tangan ku di leher nya Zeno membalas lu mat an bibir Zeno dengan me lum at nya kembali, li dah kami saling bertemu dengan lihai nya lidah ku dan Zeno menari nari dan saling bertukar saliva.
"ooouuugghhhh... Zeennnnhhhhh....." de sah ku saat Zeno menurun ku dres ku yang ku pakai, membungkukkan sedikit badan nya kemudian dengan rakus nya Zeno men ji lat dan me ngi sap gunung kembar milik ku layak nya seorang bayi yang sangat kehausan dan kelaparan.
Setelah puas dengan gunung kembar ku Zeno kembali me lum at bi bir ku turun ke leher memberi tanda kepemilikan nya hingga turun ke gunung kembar dan berakhir turun di lembah kenikmatan milik ku dengan Zeno berjongkok meletakan kaki ku sebelah di pundak nya.
Zeno men ji lat, me ngi sap dan memainkan li dah nya di lobang lembah kenikmatan milik ku. "ssssttttthhhh....aaaggghhhhhhh....'" de sis ku saat Zeno memainkan li dah nya.
"aaaagghhhh.....aaaggghhhhhh... Zeeennnnhhh...." de sah ku nik mat merasakan permainan li dah dan jari nya Zeno.
"aaaaaagggghhh... Zeennhh,, akuuhh...aaaahhhhhhhhhhhh...". Zeno semakin mempercepat gerakan jari nya keluar masuk dan permainan lidah nya membuat aku mencapai puncak nya tubuh ku menegan karena pelepasan pertama akibat permainan li dah dan jari Zeno.
Zeno menurunkan celana nya mengeluarkan senjata nya yang tadi masih ada di dalam tempat nya, tangan dan kaki ku melingkar di leher serta pinggang nya karena Zeno menggendong ku dengan posisi berdiri dan memasukan senjata super besar panjang nya itu kedalam milik ku.
__ADS_1
"aaaagghhhhh......" de sah kami berdua merasakan ke nik mat an penyatuan dengan sekali hentakan.
"aaaaggggghhh.... aaagghhhhh.... agghhhhh...." Zeno terus menghujami ku dengan senjata miliknnya yang masuk dengan sempurna.
Tidak puas dengan posisi berdiri dengan aku dalam gendongan nya, Zeno meminta aku me nu ng gi ng memasukan senjata di lubang ke nik mat an milik ku dengan sedikit menakan nekan bagian lubang ke nik mat an ku yang ada di belakang. " oooouugggghhh... saaayang... Binttangg selalu sempit.. aagghhh" rucau Zeno.
Setelah puas dengan berbagai macam gaya bahkan sampai lupa dengan keadaan aku yang sedang mengandung akhir nya setelah lima puluh lima menit kami sama sama sampai di puncak nya. " AAAAAGGGGGHHHHH...." de sah an panjang keluar dari mulut kami merasakan pelepasan begitu nikmat.
Seperti biasa seusai ber cin ta Zeno selalu me nge cup kening dan berkata. "I love you honey".
"love you to" balas ku me nge cup sekilas bi bir Zeno namun Zeno menahan tengkuk ku me lum at bi bir ku, setelah ku merasa cukup aku melepaskan tautan bi bir ku.
"ough sayang, sekali lagi ya ..." minta Zeno.
"oh sorry baby", Zeno langsung bangun dan duduk di sampingku yang tadi nya masih berada di atas ku.
Kemudian meletakan telapak tangan di atas perutku, membungkukan sedikit badan nya hingga wajah nya mendekati perut ku rata sembari mengusap lembut. "hallo sayang nya daddy dan mommy maafkan daddy kalo tadi sudah bikin kamu tidak nyaman hhhmm..." kata Zeno.
Ada perasaan hangat menjalar di hati ketika melihat dan mendengar itu semua. "ayo kita bersih bersih kasihan Reza dan Inez menunggu di lobby", ajak Zeno.
Setelah selesai bersih bersih aku dan Zeno melangkahkan kaki ku keluar dari kamar menuju lobby namun setelah sampai lobby kami tidak ada melihat Reza maupun Inez.
"kemana sih mereka kok gak ada sih sayang" protes ku.
__ADS_1
"bentar sayang aku telpon Reza dulu!"
Sambungan telpon tersambung. "Reza kalian dimana?"
"aaaahhh....aaahhh....maaf bos tadi macet , saya sedang dijalan" saat Reza bicara terdengar jelas seperti ada de sah an seorang wanita.
"oooohh.. ****, what are you doing Reza?" umpat Zeno ketika mendengar de sah an wanita dan langsung mematikan sambungan telpon nya.
"hahahaha,,,itu Rezaaa... hahahaha" aku ketawa karena tadi mendengar saat Zeno menelpon Reza.
"ya udah lah sayang biarkan Reza sesekali bahagia mungkin dia lagi senang senang sama Inez kita bisa pulang pakai taxi." kata ku menenangkan Zeno yang terlihat kesal.
Aku dan Zeno sudah tiba di kantor dengan memakai taxi namun Reza dan Inez masih belum terlihat di kanto, setelah memastikan kerjaan Andi sudah selesai setelah itu aku pamit pulang sama Zeno
___^^^^^^^^^_____
~bersambung~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐๐
๐ I LOVE YOU ALL ๐
__ADS_1