Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 40


__ADS_3

โš ๏ธโš ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜


Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐโ˜บ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐Ÿ˜๐Ÿ˜


________~~~~~________


"selamat siang ibu Bintang..." ucap Inez sopan sembari tersenyum saat melihat kedatangan ku.


"siang juga Inez" balas ku tersenyum pada Inez.


Aku melihat dan memperhatikan penampilan Inez yang terlihat sedikit risih saat aku menatap nya. "good, kalo seperti ini kan jelas di lihat dari tampilan kamu kalo kamu adalah wanita kerja kantoran gak kaya kemarin terlihat bukan seperti bukan seorang wanita terhormat yang kerja kantoran yang ada kamu bisa mengundang ha wa naf su laki laki dengan kamu seperti bukan nya bekerja yang ada nanti malah kamu yang di kerjai" cerocos ku meingat kemarin membuat aku jadi emosi dan mulut ini tidak bisa aku kontrol, mungkin karena hormom kehamilan.


Inez tidak menjawab ia hanya menundukan kepala nya, melihat Inez hanya diam aku kembali bicara pada Inez. "oh ya apa suami saya ada di dalam?"


"Bapak Zeno ada di dalam" jawab Inez.


"baiklah ,makasih" kata ku pada Inez, setelah itu aku melangkahkan kaki ku masuk keruangan kerja Zeno memulai drama yang sudah aku rencanakan.


Terlihat Zeno yang sangat serius bekerja di depan laptop dengan memakai kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya semakin menambah kadar ketampanan nya ketika aku membuka pintu ruangan Zeno.


Bagaimana tidak banyak para pelakor diluaran sana yang meinginkan Zeno bukan hanya kaya tapi dia juha memiliki wajah yang sangat tampan dan tubuh yang berotot, memikirkan ini terbesit dalam pikiran ku untuk membasmi para pelakor pelakor yang menggoda Zeno dan tetap akan bertahan sebagai pemenang membuat Zeno akan bertekuk lutut mencintai ku tapi ntah lah apa aku sanggup bertahan seandai nya aku tau Zeno selingkuh.


"sayang ...." suara Zeno membuyarkan lamunan ku yang masih berdiri di ambang pintu.


"kenapa berdiri disana , sebegitu memposana nya kah suami kamu ini hhhhmmmmm..." tanya Zeno yang sudah berdiri berjalan mendekati aku.


"narsis banget sih" cibir ku, Zeno terkekeh kemudian merangkul pinggangku agar semakin dekat dengan nya mengikis jara antara aku dan Zeno, kemudian Zeno langsung me nye sap bi bir ku, me lum at bi bir ku dengan sangat lembut.


Aku membalas me lum at bi bir Zeno yang semakin lama semakin dalam dan menuntut meminta lebih, meski aku sangat terbuai oleh permainan li dah yang di mainkan Zeno tidak membuat aku lupa dengan tujuan kedatamgan ku kesini.

__ADS_1


"sssssttthhhh.....aaaagghhhhh..." de sah ku saat Zeno me re mas buah dada ku dengan men ci um, me nge cup, memberi tandak kemerahan di leherku.


Aku tau kalo tidak aku hentikan maka akan berakhir dengan kami ber cinta di kantor. "sayang... aagghhh.... stttooppphh.." aku menyudahi kegiatan Zeno.


Zeno menatap ku penuh tanya. "kita lanjutkan di apartemen atau gak kita cek in aja di hotel, aku tidak tahan disini gerah sayang, ac nya seperti nya harus di service" kata ku pada Zeno dengan nada suara manja dan se xy.


Zeno diam menatap ku. "apa kamu sibuk, tapi aku sekarang sangat meinginkan nya mungkin saja ini karena hormon kehamilan ku " tambah ku lagi.


Zeno tersenyum, me nge cup kening serta bi bir ku, setelah itu Zeno berkata. "baiklah honey kita cek in ke hotel di sekitar sini saja bagaimana?" tanya Zeno.


"tidak masalah bagi ku, yang penting sekarang aku menginkan kamu" kata ku manja pada Zeno.


"sebentar aku hubungi Reza dulu" kata Zeno.


"sayang aku akan telpon orang service ac sekarang ya biar nanti di kerjakan saat kita pergi dan sudah selesai saat kita datang karena aku seperti nya akan sering kesini anak kamu selalu ingin dekat dengan daddy nya" ucap ku pada Zeno dengan manja.


Mendengar itu tentu sangat senang karena berhasil mengajak Zeno meninggalkan kantor sementara dan ada parasaan hangat di hati ku saat Zeno menyebut kata mommy daddy bicara dengan baby kami yang ada di dalan perut ku yang masih rata.


"baiklah aku akan mengehubungi service ac" kata ku pada Zeno yang menghubungi Reza untuk segera datang keruangan nya.


"ah ya sekertaris kamu tadi aku lihat pakaian nya sudah benar, sayang tolong dong minta sekertaris kamu kesini!" kata ku.


"ngapain sayang?" tanya Zeno.


"aku hanya ingin meminta nya membelikan aku rujak" kata ku dengan santai begelayut manja di pangkuan Zeno.


Zeno membelai lembut rambut ku."kenapa tidak kita sekalian saja nyari rujak nya kita kan mau keluar"


Aku menggelengkan kepala. "no daddy, anak daddy mau nya makan rujak tapi harus sekertaris daddy yang membelika nya" kata ku pada Zeno.

__ADS_1


Zeno menggelengkan kepala nya tertawa pelan mencubit hidung mancung ku."itu apa mau nya babby kita atau mau nya mommy mengerjai Inez hhhhmmm" tanya Zeno


"hhhhheee dua dua nya daddy" kata ku.


Setelah itu Reza dan Inez datang bersamaan, aku meminta Inez dan Reza membelikan aku rujak di tempat yang sering aku beli dulu sewaktu aku masih kerja dulu yang tentu jarak nya lumayan jauh dari kantor Zeno.


Tapi sebelum itu Reza dan Inez mengantarkan kami ke hotel terlebih dulu dan tentu aku sudah mengabari Andi yang dari tadi sudah stand by di sekitar kantor nya Zeno, tidak lupa memberi tau security dan resepsionis untuk mengizin kan Andi masuk keruangan nya Zeno.


Dalam perjalanan menuju hotel aku bermanja manja dengan Zeno seolah olah hanya ada kami berdua didalam mobil tidak perduli dengan Reza dan Inez yang berada di depan, aku memang sengaja melakukan nya di depan Inez dengan bermesaraan di depan Inez karena ingin Inez tau kalo Zeno adalah milik ku.


Aku dan Zeno saling menautkan bi bir kami selama menuju hotel tidak perduli dengan bunyi akibat tautan bi bir yang terdengar di dalam mobil. "ssstthh,, aagghh,, sayang tahan dulu di depan ada Inez dan Reza." kata ku memperingatkan Zeno setengah men de sah, aku tidak bisa melihat wajah nya Inez tapi aku yakin saat ini Inez pasti merasa resah mendengar bunyi tautan bi bir kami berdua dan mungkin bukan hanya Inez saja tapi Reza pun mungkin sama merasa resah, maafkan aku dan Zeno yang tidak tau tempat.


"ok honey, maafkan aku ini karena kamu yang pandai selalu membaut aku mengingin kamu" kata Zeno lembut.


Setelah itu tidak lama mobil yang di kemudikan Reza sudah sampai di depan hotel, aku dan Zeno segera turun untuk cek in sedangkan Reza dan Inez pergi membelikan rujak untuk ku dengan seperti ini tentu pasti sangat memudahkan pekerjaan Andi di sana untuk meletakan cctv di tempat yang aman tanpa sepengetahuan Zeno.




***๐Ÿ’“๐Ÿ’“ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐Ÿ’“๐Ÿ’“***



***๐Ÿ’“๐Ÿ’“SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHUR๐Ÿ’“๐Ÿ’“***



***๐Ÿ’“ I LOVE YOU ALL ๐Ÿ’“***

__ADS_1


__ADS_2