
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
____โณโณโณ____
*BUGGH...BUGGH..BUGGHH...*
Bastian tiba tiba mendapat serangan dari belakang setelah itu mendapat pukulan di perut nya bertubi tubi. "gue peringatkan lo jangan pernah dekat dekat dengan Bintang lagi" orang itu adalah Zeno yang sejak tadi sudah berada di dekat situ.
Bastian tersenyum menyeringai pada Zeno kemudian membalas pukulan Zeno di wajah tampan Zeno dan perut. "Apa hak lo melarang gue mendekati Bintang, lo itu bukan siapa siapa Bintang lagi, hanya mantan suami yang bre ng sek yang bisa nya nyakitin hati Bintang" kata Bastian.
"gue gak peduli itu yang jelas gue akan hancurin lo kalo lo berani dekatin Bintang" ancam Zeno tidak main main.
"dan gue gak takut itu" kata Bastian setelah itu pergi meninggalkan Zeno.
Zeno masuk kedalam mobil mewah nya yang ia parkirkan tidak jauh dari mobil Bintang, di saat diri nya ingin pergi dari situ tiba tiba Zeno melihat mobil listrik tesla masuk kehalaman rumah Bintang melihat itu Zeno tidak jadi menghidupkan mobil nya dia ingin melihat siapa yang datang.
Daffa keluar dari mobil tesla milik nya berjalan menuju pintu rumah Bintang membawa sekotak martabak manis yang di beli nya dekat dengam komplek rumah Bintang dan kebetulan saat itu Bintang menelpon Daffa meminta tolong karena air dirumah nya bermasalah sedangkan dirumah tidak ada orangnya jadi lah Daffa dengan sekejap sampai dirumah Bintang karena posisi Daffa yang kebetulan tidak terlalu jauh dengan komplek perumahan Bintang, melihat itu semakin menjadi jadi lah emosi Zeno karena diri nya saat ini tidak bisa berbuat apa apa, bayang bayangan Bintang akan ber ci nta dengan Daffa membuat Zeno semakin prustasi akhir ny Zeno pergi dari situ menuju club untuk menyalurkan emosi nya.
"itu pasti Daffa, cepat banget tuh anak sampai nya?." tebak Bintang yang masih ada di kamar mandi bicara pada diri sendiri ketika mendengar bel berbunyi.
Bintang membukakan pintu untuk Daffa. "ayo masuk!" kata Bintang mempersilahkan masuk untuk Daffa yang melihat Bintang dengan tatapan aneh namun Bintang belum menyadari.
__ADS_1
"kok cepat banget Daff sampai nya? oh ya maaf sudah ganggu dan repotin kamu malam malam seperti ini soal nya aku gak tau harus minta tolong sama lagi karena tadi Rendy aku telpon kata nya masih di luar kota, ingin panggil tukang pipa gak mungkin juga sudah malam kayak gini." kata Bintang pada Daffa yang merasa tidak enak sudah menghubungi Daffa.
"gak pa-pa sih santai aja, kebetulan juga waktu tadi kamu telpon aku lagi ada di dekat sini beli martabak manis jadi nya setelah selesai beli martabak manis tadi aku langsung kesini." kata Raka pada Bintang.Daffa melihat Bintang dengan tatapan aneh menurut Bintang.
"lagian gak masalah kalo kamu telpon aku untuk minta tolong, yang masalah itu kalo kamu minta tolong orang lain." tambah Daffa lagi.
"memangnya kenapa?" tanya Bintang yang masih tidak sadar penampilan nya saat ini.
"liat saja penampilan kamu sekarang! misal kan orang lain tadi yang datang kesini melihat penampilan kamu seperti itu di tambah gak ada orang selain kamu di dalam rumah, bisa saja orang itu berbuat yang gak gak sama kamu" jelas Daffa.
"lain kali perhatikan penampilan kamu bila ingin terima tamu!" kata Daffa lagi.
Bintang melihat kearah diri nya. "astaga!" Bintang merasa malu pada Daffa saat menyadari kalo dirinya saat ini hanya memakai bathrobe yang panjang nya di atas lutut di tambah masih ada busa shampo di atas kepala nya.
"kenapa gara gara aku?" tanya Daffa bingung.
"ya gara gara kamu lah datang nya kecepatan, tadi waktu bel berbunyi aku masih di kamar mandi dan gak sadar dengan penampilan aku karena aku cepat cepat mau bukain pintu." jelas Bintang.
"itu kenapa busa shampo masih di atas kepala sih ?" tanya Daffa.
"ya ampun Daffa kamu kesini mau nolongin aku atau mau tanya jawab dengan aku?" kata Bintang yang merasa kesal pada Daffa.
Daffa terkekeh. "ya nolongin lah bee, dirumah kamu gak ada air mineral atau air bersih, kan kamu bisa hilangin tuh busa shampo dengan air mineral dari pada tuh busa shampo mengering di kepala kamu nungguin aku selesai benarin pipa nya, atau jangan jangan kamu kangen dengan aku maka nya kamu nelpon aku, padahal kamu bisa nyuci dengan air mineral." goda Daffa.
__ADS_1
Pipi Bintang memerah dua kali lipat merasa malu dan juga kesal bukan hanya itu saja, Bintang juga salah tingkah karena tadi Daffa menyebut Bee, seingat Bintang itu panggilan kesayangan Daffa untuk diri nya saat mereka dulu pacaran.. "astaga kenapa aku gak kepikiran sih, kok aku nya bo doh banget" Bintang merutuki dirinya sendiri dalam hati nya.
"Daffa.... kamu iiiihhh nyebalin." kata Bintang yang benar benar malu dan kesal di tambah dengan Daffa mentertawakan diri nya.
"ya sudah sini aku bantuin kamu bersihin busa yang ada di kepala kamu dulu setelah itu nanti aku baru benarin pipa air kamu" kata Daffa.
"ya udah di dapur masih ada beberapa dus air mineral kemasan botol, kamu bisa bawa itu kekamar aku gak ?" tanya Bintang.
"bisa lah, dapur dan kamar kamu dimana?" tanya balik Daffa, kemudian Bintang berjalan kearah Dapur setelah itu kekamar nya di ikuti Daffa yang berjalan di belakang Bintang dengan membawa sedus air mineral.
"letakan saja di situ Daf, aku bisa kok sendiri bersihin nya." kata Bintang pada Daffa.
"biar aku bantu kamu bersihin nya." kata Daffa, ya seperti ini lah Daffa dari dulu tidak berubah dia memang selalu pengertian dan sangat baik.
Bintang akhir nya nenurut saja dengan Bintang berada dalam bathup dengan posisi duduk setengah bersandar dengan Daffa yang sedang membersihkan busa di kepala nya, mengusapnya dengan lembut.
~BERSAMBUNG~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
๐ I LOVE YOU ALL ๐
__ADS_1