
โ ๏ธ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya๐ฅฐ๐ terimakasih juga yang udah doain kesembuhan author๐ฅฐ๐
Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya ๐๐ฅฐโบ๏ธ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA๐๐
___โฃ๏ธโฃ๏ธโฃ๏ธ___
Zeno yang tadi nya ingin makan menjadi tidak berselera lagi, Zeno membayar belanjaan nya kekasir sekalian meminta untuk di bungkus saja makanan yang ia pesan tadi. Dengan langkah gontai Zeno menuju rumah sakit tempat Angigi dirawat.
Sekarang Zeno sudah berada dikamar rawat Anggi, duduk di sofa yang tidak jauh dari Anggi berada, Reza yang juga ada disana memperhatikan sahabat sekaligus bos nya itu yang terlihat melamun sejak kembali dari membeli makan, ntah memikirkan apa Reza tidak tau, tapi yang terlihat di mata Reza ada gurat kesedihan diwajah tampan bos sekaligus sahabat nya itu.
"eeeeennnggghhhh...." mata Anggi perlahan mulai terbuka dan yang pertama ia lihat adalah ruang bernuansa warna putih setelah itu wajah tampan Zeno duduk yang tidak jauh dengan nya membuat Anggi tersenyum.
Zeno melamun tidak menyadari Anggi telah sadar, Anggi melihat Reza yang tertidur di sofa panjang. "Zen!" lirih Anggi.
Mendengar itu Zeno tersadar dari lamunan nya, melihat Anggi yang sudah siuman Zeno langsung dengan sigap mendekat dan duduk di kursi di samping ranjang Anggi. "Anggi, alhamdulillah sudah sadar, sakit ? apa yang sakit ? yang mana yang sakit ? Bentar aku panggil dokter dulu ok!" Pertanyaa beruntun Zeno membuat Anggi terkekeh kecil mendengar itu, Zeno bertanya dengan tangan nya menggenggam tangan Anggi dan tangan satu nya mengusap lembut kepala Anggi.
Tidak lama dokter dan perawat datang masuk kedalam ruang rawat Anggi untuk mencek kondisi Anggi setelah mencek kondisi Anggi, dokter dan perawat pamit keluar dari kamar rawat Anggi. "sekarang makan dulu! setelah itu minum obat nya !" kata Zeno pada Anggi.
Anggi menggelengkan kepala nya lemah. "nanti aja Zen aku belum lapar" kata Anggi.
"Kamu tau kan kalo aku tidak menerima yang nama nya penolakan ? sekarang buka mulut nya!" kata Zeno pada Anggi. Jadi lah Anggi makan di suapi Zeno dengan sabar , melihat itu Reza merasa dirinya seperti tidak anggap kehadiran nya.
__ADS_1
Setelah selesai menyuapi Anggi makan, Zeno memberikan obat dan air mineral untuk Anggi segera meminum nya. Anggi memperhatikan keadaan sekitar bingung kenapa tangan nya tidak di borgol dan sejak tadi tidak ada polisi.
"ck, serasa dunia milik berdua dah, gue gak di anggap ada disini." celetuk Reza berjalan mendekat kearah ranjang Anggi.
"gak gitu, tapi memang tadi gak liat ada lo" jawab Zeno sekena nya.
"gak liat gimana? gue tidur di sofa dekat lo, emang lo kira gue mahluk tak kasat mata" kata Reza ketus.
Zeno hanya tersenyum menyeringai, sedangkan Anggi yang baru pertama kali melihat sisi lain dari kedua orang itu yang ternyata bisa juga berdebat hanya cekikikan ketawa. "jin kali gue , atau hantu " sambung Reza.
"mirip sih" sahut Zeno.
"Anggi gimana keadaan kamu sekarang ?" tanya Reza yang berpindah.topik.
"oh ya, kok dari tadi aku lihat gak ada polisi? tangan ku juga gak di borgol?" tanya Anggi pada Zeno dan Reza dengan wajah bingung nya.
"kamu lebih suka tangan kamu di borgol ditahan polisi hhhmm?" tanya Zeno kembali, dalam hati nya merasa lucu melihat wajah bingung Anggi seperti itu.
"eng-enggak lah, mana ada yang suka di tahan terus berada di dalam sel tahanan." sahut Anggi.
Zeno dan Reza terkekeh melihat wajah Anggi seperti itu. "kamu bebas, kamu sudah di bebaskan dan orang orang yang mukulin di sel juga sudah di bereskan sama Reza." jelas Zeno.
__ADS_1
Mata Anggi membulat sempurna berbinar binar, tangan nya menutup mulut nya yang menganga mendengar yang baru saja Zeno jelaskan tadi rasa nya tentu saja Anggi sangat bahagia yang arti nya dia tidak harus lagi masuk dan merasakan dingin nya lantai penjara saat dia tidur.
"seriously, really ?" tanya Anggi tak percaya.
Zeno menganggukkan kepala nya. "wah, makasih, makasih banyak, terimakasih banyak Reza" kata Anggi kesenangan sangat merasa bahagia, tapi tidak dengan Zeno mendengar itu.
"apa hanya beterimakasih dengan Reza saja?" kata Zeno setemgah kesal .
Anggi tertawa melihat wajah Zeno yang seperti itu kemudian membenarkan posisi nya yang berbaring di bantu Zeno untuk setengah duduk bersandar, tangan Anggi menangkup kedua pipi Zeno. "tentu saja kamu juga terimakasih banyak sudah membantu aku, terimakasih banyak dengan semua nya dan terimakasih banyak karena hadir di kehidupan ku" kata Anggi yang membuat Zeno sedikit gagal paham dengan kata terakhir Anggi yang setelah itu langsung mendaratkan bibir nya me nge cup bibir Zeno, saat Anggi ingin menarik wajah nya dengan cepat Zeno menahan tengkuk nya dan memperdalam ci um an yang berubah menjadi lu mat an.
"cih, gini baget nasib jomlo." Reza menggerutu.
"wooooyyy,,, ingat woy sakit masih sakit, rumah sakit wooy" kata Reza sedikit berteriak di dekat kuping Zeno.
Zeno dan Anggi melepaskan tautan bibirbnya, Zeno melempar sendok yang tepat sasaran mengenai kepala Reza. "aaaawwwhhh..., sakit be go" umpat Reza sedangkan Zeno yang di umpat memasang wajah santai nya, Anggi yang melihat itu tertawa.
Diam diam Zeno memperhatikan wajah cantik Anggi yang ada beberapa luka dan memar, melihat Anggi tertawa tanpa sadar Zeno tersenyum bahkan tidak Zeno sadari dengan kehadiran Anggi saat ini membuat ia lupa sejenak tentang Bintang.
~BERSAMBUNG~
๐๐ hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya๐๐
__ADS_1
๐๐SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR๐๐
๐ I LOVE YOU ALL ๐