Secret Of Starlight

Secret Of Starlight
BAB 53


__ADS_3

⚠️⚠️ tinggalin jejak nya setelah membaca biar tambah semangat lagi authornya🥰😘


Semakin banyak Like, hadiah, vote dan komen dari kalian semakin semangat author menghalu menulis cerita novel nya 😘🥰☺️ Jadi jangan pelit pelit ya sayang sayang nya author kasih LIKE,HADIAH,VOTE dan KOMEN NYA😍😍


_____❣️❣️❣️❣️_____


Semua disana terdiam, aku mengatur napas ku karena merasakan sakit di bagian perut ku semakin sakit, Zeno berjalan mendekat kearah ku, ingin rasa nya aku berkata jangan mendekat tapi sekarang aku benar benar merasakan sakit di bagian perut ku untuk bicara pun rasa nya aku sudah tidak ada tenaga dan pandangan ku pun buram yang akhir nya aku terjatuh pingsan saat Zeno sudah di hadapan ku.


"saayynnngg...."


"Bintang.."


Melihat aku jatuh pingsan Zeno dan yang lain nya berteriak memanggil nama ku terkecuali Yesk, Inez dan Hanz.


...~Povv Zeno~...


Aku dikagetkan dengan kedatangan istri ku Bintang yang tiba tiba masuk kedalam kamar di apartemen Hanz di saat aku dan Yesi sedang ber cem bu begitu panas nya dan Bintang melihat semua itu.


Aku berharap ini hanya lah mimpi buruk dan segera bangun memeluk istri ku Bintang tapi aku di sadar kan dengan tamparan keras yang di berikan Bintang di wajah ku, mendapatkan tamparan dari Bintang aku diam karena aku memang salah, aku tidak bisa berpikir saat ini karena begitu syok.


Bintang sangat emosi dan marah apa lagi Yesi wanita si al an itu membuat Bintang tambah murka, bukan nya merasa salah Yesi si alan itu semakin menjadi jadi membuat Bintang begitu murka.


"aaaaawwwwwwhhhhhhh..." aku meraung kesakitan senjata ku tendang Bintang begitu kuat rasa nya aku benar benar ingin pingsam saat itu, yang tadi nya ingin menghandang Bintang bukan karena membela Yesi wanita si al an itu tapi aku hanya takut Bintang dan calom anak kami kenapa kenapa.

__ADS_1


Bintang dan Yesi sempat adu fisik, aku ingin memisahkan Bintang dan Yesi tapi aku benar benar tidak bisa bangun dan berjalan saat itu dan berakhir Bintang pingsan.


Pikiran ku sangat kacau, aku takut Bintang dan calon baby kami kenapa kenapa tanpa harus berpikir panjang aku segera mengangkat dan membawa Bintang untuk segera kerumah sakit.


Aku segera membawa Bintang pergi dari situ tapi sebelum benar benar pergi aku yang bemar benar geram dengan Yesi berucap memperingatkan Yesi. "kalo sampai Bintang dan baby kami kenapa kenapa gue pastkan setelah ini hidup lo gak bakalan tenang" kata ku pada Yesi menatap tajam Yesi.


"dam satu lagi setelah ini gue gak mau kenal dan liat muka lo lagi" ucap ku.


Aku bergegas membawa Bintang kerumah sakit yang di ikuti Reza, Andi dan Chelsi, sesampai nya dirumah sakit Bintang langsung di tangani.


"bre ng sek, kalo sampai sahabat gue kenapa kenapa gue gak akan diam, gak perduli lo siapa dan lo orang kaya gue gak takut " ucap Chelsi yang marah mencengkram kerah baju ku dan sekali lagi aku hanya diam karena aku memang salah.


Aku menunggu dengan gelisah takut terjadi hal buruk pada Bintang dan calon baby kami, kalo sampai terjadi hal buruk aku akan buat perhitungan pada Yesi si alan itu.


Wajah dokter itu terlihat murung. "mohon maaf pak Zeno kami tidak bisa selamatkan anak yang ada di dalam kandungan istri anda tapi karena usia kandungan yang masih sangat rentan selain pendarahan seperti nya ibu Bintang terlalu stres dan itu sangat berdampak pada kehamilan ibu Bintang , kami juga mendampatkan memar di bagian perut ibu Bintang kemungkinan itu terkena benda tumpul" jelas dokter.


*DEG*


"Bayi ku sudah tiada, kehadiran malaikat kecil kami yang sudah kami nanti dan dambakan kini telah tiada dan itu semua salah ku dan juga Yesi wanita si alan itu penyebab Bintang seperti ini, kami kehilang anak kami, kamu harus mendapatkan balasan yang sepadan atas ap yang sudah kamu lakukan pada istri dan calo baby ku wanita ja lang" batin ku.


"silahkan bapak Zeno tanda tangan disini agar kami segera bisa melakukan tindakan inj secepat ny" kata dokter itu meminta untuk aku tanda tangani surat itu membuat aku tersadar dari lamunan ku.


Setelah dokter itu pergi aku terduduk di lantai, air mata ku menetes begitu saja memikirkan kenyataan calon baby kami yang kami nantikan sekarang sudsh tiada, bahkan aku sudah menghayal betapa bahagia nya mempunyai anak dan di panggil daddy.

__ADS_1


"aaaaggghhhhh..." aku me rem as rambuut ku sendiri prustasi, calon baby kami tiada ini semua salah aku dan wanita si alan itu.


"Reza perintahkan anak buah kita menangkap dan membawa Yesi kemarkas kita , ikat dia di tempat biasa setelah itu katakan pada mereka semua untuk segera menikmati wanita si alan itu bersama, per ko sa dia dengan kasar dan buat wanita ja lang itu tidak bisa melupakan kejadian itu" kata ku pada Reza.


"baik tuan..." Reza pamit pergi untuk segera melakukan apa yang aku perintahkan.


Setelah itu aku merasakan hp ku bergetar, aku melihat dilayar hp ku panggilan telpon dari Melati adik nya Bintang ntah kenapa perasaan tiba tiba merasa tidak enak, aku segara mengangkat panggilan Melati.


"hallo asallamualaikum, ya Melati ada apa?" tanya ku saat panggilan sudah tersambung, terdengar suara isak tangis dari Melati.


Melati belum bicara terdengar ia seperti mwngontrol tangis nya untuk bisa bicara. "ada apa Melati katakan pada kaka, apa terjadi sesuatu kenapa kamu nangis?" tanya ku.


"hhiikkss....hhiikkss.. kaka,,,"




**💓💓 hai terimakasih sudah membaca dan jangan lupa tinggalkan jejak kalian kasih LIKE, VOTE, KOMEN nya ya guys biar tambah semangat author nya💓💓**



**💓💓SALAM CINTA, SAYANG DAN DAMAI DARI AUTHOR💓💓**

__ADS_1


__ADS_2